Waktu Dan Energi Juga Investasi – Postingan ini tidak penting, sama seperti postingan sebelumnya yang hanya berisi curcol saya yang sama sekali tidak penting. Namun meski begitu, saya ingin tetap menuliskannya.
Jadi ya, bagi reader yang tak mengenal saya secara personal, atau bagi yang kenal tapi nggak begitu peduli, mending skip this post and save your time. Waktu dan energi juga investasi lho.
Sedangkan bagi yang kenal sama saya, yang diam-diam suka ngintip postingan saya (munafik dan nggak peka), tapi kepo nya luar biasa *hehh*. Nggak apa-apa dibaca buat bahan gibah kalian.
Sementara bagi reader yang mengenal saya dan peduli (entahlah, mahluk tipe ini masih ada atau sudah punah) silahkan dibaca sampai selesai. Tapi kalo sudah dibaca, jangan lupa kasih saran di kolom komentar yah!
Khususnya bagi blogger yang sedang melakukan tour blogwalking. Silahkan berinvestasi di blog saya ini. Caranya? Cukup berkomentar sesuai ketentuan (lihat di bawah postingan). Karena secara tidak langsung kamu akan dapat blacklink gratis lho. Waktu dan energi juga investasi yakan!
Yang udah baca sampai paragraf ini, jangan kecewa, karena kita belum masuk ke pokok pembahasan. 😄
![]() |
Back to the beginning..
Waktu luang saat yang tepat untuk merenung dan intropeksi diri. Nampaknya saya pun harus melakukan hal yang sama. Mengingat semua perjalanan yang pernah dilalui di tahun sebelumnya. Jika menilik ke belakang banyak yang bisa dijadikan pelajaran.
Seperti halnya judul thread kali ini, waktu dan energi juga investasi. Mungkin akan terdengar agak sedikit ngehe yah, tapi ini saat yang tepat untuk mengaplikasikannya.
Baik, biar kujelaskan dengan lebih sederhana bagaimana saya bisa menyebutkan“waktu dan energi juga investasi”.
Apa itu investasi??
Secara umum, investasi adalah penanaman modal dengan jangka waktu tertentu demi memperoleh imbal balik yang lebih besar di masa depan.
Memang istilah investasi merupakan suatu yang berhubungan dengan aset ataupun uang (harta). Namun bukan hanya uang (harta) yang bisa disebut investasi.
Istilah investasi ini juga bisa diterapkan dalam hal lain, waktu dan energi misalnya. Menurut saya, waktu dan energi juga investasi.
Seperti yang sudah disinggung di atas, sederhananya bahwa berinvestasi memiliki tujuan untuk yang lebih bermanfaat. Sama halnya, waktu dan energi perlu dialokasikan untuk hal-hal yang bermanfaat. Saya menyebut ini sebagai investasi.
Dua hari yang lalu. Saya janjian untuk bertemu dengan teman satu kerjaan dulu di kedai kopi tidak jauh dari rumah.
Dalam perbincangan kami, temen meminta saya untuk ikutan reuni dengan dalih silahturahmi. Waktu, tempat dan biaya yang harus dikeluarkan selanjutnya akan di share by WhatsApp.
Tawaran itu saya tolak mentah-mentah. Iya saya tolak. Saya bilang saja, sibuk!
Belakangan ini memang tak sedikit ajakan, basa-basi ataupun sekedar sapaan dari beberapa orang yang kemudian saya abaikan. Terlebih lagi orang tersebut pernah cacat perilaku di mata saya.
Saya memutuskan untuk mengabaikan mereka. Karena menurut akal sehat saya, investasi saya terlalu besar untuk mereka yang berdampak minim pada hidup saya.
Bukan hanya pada diri saya saat ini, tapi juga di masa depan saya. Saya tegaskan, khususnya orang yang reputasinya jelek di mata saya.
Saya sudah mengambil jarak dari kaum mereka yang seperti itu. Muak! Setidaknya, ini adalah upaya untuk menjaga kebaikan yang terkadang begitu rapuh untuk dipertahankan. Sekaligus upaya untuk mencintai diri sendiri.
Meskipun saya tidak terjun di bidang Entrepreneur. Tapi dulu saya sempat mempelajari poin–poin dasar dalam berinvestasi.
Pertama. Memiliki tujuan yang jelas (objective). Waktu dan energi juga investasi, ini penting!!
![]() |
Apa tujuannya?? Untuk reuni atau silahturahmi saja kah? Ehm, jangan-jangan ajang pamer jabatan atau banda. Untuk sharing kah? Untuk bersenang–senang kah? Untuk debat kah? atau kemungkinan terburuk untuk nipu kah? Etc.
Kedua. Memahami resiko terburuk yang akan terjadi dikemudian hari. Dalam berinvestasi, imbal balik (return) dan risiko (risk) akan selalu beriringan.
Waktu dan energi juga investasi. Jika berteman dengan seseorang yang hanya meminta tolong, lalu pergi dengan sebuah kata “maaf”. Apakah investasi ini berhasil? TIDAK. Ini akan memperburuk situasi.
Atau jika bertemu dengan seseorang hanya untuk menyusahkan, menuntut, menggurui, menceramahi, atau melukai dengan kalimat halus *sindiran*.
Bahkan parahnya lagi hobi membanding-bandingkan pencapaiannya dengan kita, yang diselipkan dengan kata-kata motivasi ta*k kucing. Percuma! Buang–buang waktu dan energi, atau bahkan biaya.
Djujur saya tak pernah seperhitungan ini, namun dari pengalaman pahit yang saya alami dari sebagian orang. Akhir-akhir ini, saya memperhitungkan setiap aspek yang harus saya korbankan untuk akhirnya mau bersosialisasi dengannya atau bahkan untuk bertemu.
Di sini mungkin salah satu alasan mengapa beberapa orang menyebut saya menjadi pribadi yang berubah dari sebelumnya. Ada yang bilang “tertutup” (pintu kali ahk!), bahkan ada yang langsung menghakimi “sombong”.
Padahal bagi saya, itu adalah cara saya memilah dan memilih toxic people di kehidupan saya dan menyesuaikan pola hubungan saya dengan toxic people ini.
You know what i mean, kan? Maklumlah sekarang jaman udah banyak perubahan.
Saya rasa secara alamiah ini terjadi pada hampir setiap orang. Bagaimana orang-orang di sekitar hidup kita saat ini berubah komposisinya dengan sekian tahun silam misalkan.
Nggak usah jauh-jauh, coba perhatikan orang di sekitarmu. Yang tadinya hidupnya melarat, kampungan, sering merih, setelah kenal duit bisa saja berubah. Masalah? Nggak juga sebetulnya, hanya saja kita lebih baik tau diri deh.
Maksud saya apa?? Ya maksud saya di sini, silahkan berinvestasi dengan orang-orang yang tepat dan disaat yang tepat. Nggak mau kan, saban hari makan hati, disindir, diremehkan, atau bahkan dilecehkan *hehh*?
Tunggu! Lah bukanya makan hati (ampela) itu enak Co?? Ehm.. enak sih, tapi kalo hatinya diiris-iris, gimana? Hahh. *ah you know lah!
Ya intinya, selagi kamu masih nyaman bersosialisasi dengan seseorang, silahkan. Namun sekiranya udah kurang nyaman, mundur lah teratur. Ingat! Waktu dan energi juga investasi lho.
Walaupun cocoklogi saya ini kurang bisa diterima nalar (cocoklogi apa ngarang.. hehh), tapi saya yakin gambaran seperti ini nggak sampai membuat kening Anda mengerut.
Seperti halnya saya mengupayakan untuk tak terlalu mengerutkan kening, biar gak cepat keriput. Karena pastinya, jika sudah keriput maka saya mikir pahala saya udah banyak apa belum? Kalo sudah banyak, ya sudah mending mati dibanding di sisa usia harus gagal terus dalam berinvestasi. *Tjaaahhh!
Nah, itulah alasan pemilihan judul thread kali ini, waktu dan energi juga investasi. Sampai di sini dulu cuap-cuap kita malem ini. Terima kasih
See you on top..
Nite & GBU more. Bye.. !!!

























- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact