Tampilkan postingan dengan label Random Talk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Random Talk. Tampilkan semua postingan
Minggu, 28 Februari 2021

Waktu Dan Energi Juga Investasi

Waktu Dan Energi Juga Investasi – Postingan ini tidak penting, sama seperti postingan sebelumnya yang hanya berisi curcol saya yang sama sekali tidak penting. Namun meski begitu, saya ingin tetap menuliskannya.

Jadi ya, bagi reader yang tak mengenal saya secara personal, atau bagi yang kenal tapi nggak begitu peduli, mending skip this post and save your time. Waktu dan energi juga investasi lho.

Sedangkan bagi yang kenal sama saya, yang diam-diam suka ngintip postingan saya (munafik dan nggak peka), tapi kepo nya luar biasa *hehh*. Nggak apa-apa dibaca buat bahan gibah kalian.

Sementara bagi reader yang mengenal saya dan peduli (entahlah, mahluk tipe ini masih ada atau sudah punah) silahkan dibaca sampai selesai. Tapi kalo sudah dibaca, jangan lupa kasih saran di kolom komentar yah!

Khususnya bagi blogger yang sedang melakukan tour blogwalking. Silahkan berinvestasi di blog saya ini. Caranya? Cukup berkomentar sesuai ketentuan (lihat di bawah postingan). Karena secara tidak langsung kamu akan dapat blacklink gratis lho. Waktu dan energi juga investasi yakan!

Yang udah baca sampai paragraf ini, jangan kecewa, karena kita belum masuk ke pokok pembahasan. 😄

waktu-dan-energi-juga-investasi

Back to the beginning..

Waktu luang saat yang tepat untuk merenung dan intropeksi diri. Nampaknya saya pun harus melakukan hal yang sama. Mengingat semua perjalanan yang pernah dilalui di tahun sebelumnya. Jika menilik ke belakang banyak yang bisa dijadikan pelajaran.

Seperti halnya judul thread kali ini, waktu dan energi juga investasi. Mungkin akan terdengar agak sedikit ngehe yah, tapi ini saat yang tepat untuk mengaplikasikannya. 

Baik, biar kujelaskan dengan lebih sederhana bagaimana saya bisa menyebutkan“waktu dan energi juga investasi”.

Apa itu investasi??

Secara umum, investasi adalah penanaman modal dengan jangka waktu tertentu demi memperoleh imbal balik yang lebih besar di masa depan.

Memang istilah investasi merupakan suatu yang berhubungan dengan aset ataupun uang (harta). Namun bukan hanya uang (harta) yang bisa disebut investasi.

Istilah investasi ini juga bisa diterapkan dalam hal lain, waktu dan energi misalnya. Menurut saya, waktu dan energi juga investasi.

Seperti yang sudah disinggung di atas, sederhananya bahwa berinvestasi memiliki tujuan untuk yang lebih bermanfaat. Sama halnya, waktu dan energi perlu dialokasikan untuk hal-hal yang bermanfaat. Saya menyebut ini sebagai investasi.

Dua hari yang lalu. Saya janjian untuk bertemu dengan teman satu kerjaan dulu di kedai kopi tidak jauh dari rumah.

Dalam perbincangan kami, temen meminta saya untuk ikutan reuni dengan dalih silahturahmi. Waktu, tempat dan biaya yang harus dikeluarkan selanjutnya akan di share by WhatsApp.

Tawaran itu saya tolak mentah-mentah. Iya saya tolak. Saya bilang saja, sibuk!

Belakangan ini memang tak sedikit ajakan, basa-basi ataupun sekedar sapaan dari beberapa orang yang kemudian saya abaikan. Terlebih lagi orang tersebut pernah cacat perilaku di mata saya.

Saya memutuskan untuk mengabaikan mereka. Karena menurut akal sehat saya, investasi saya terlalu besar untuk mereka yang berdampak minim pada hidup saya.

Bukan hanya pada diri saya saat ini, tapi juga di masa depan saya. Saya tegaskan, khususnya orang yang reputasinya jelek di mata saya.

Saya sudah mengambil jarak dari kaum mereka yang seperti itu. Muak! Setidaknya, ini adalah upaya untuk menjaga kebaikan yang terkadang begitu rapuh untuk dipertahankan. Sekaligus upaya untuk mencintai diri sendiri.

Meskipun saya tidak terjun di bidang Entrepreneur. Tapi dulu saya sempat mempelajari poin–poin dasar dalam berinvestasi.

Pertama. Memiliki tujuan yang jelas (objective). Waktu dan energi juga investasi, ini penting!!

waktu-dan-energi-juga-investasi

Apa tujuannya?? Untuk reuni atau silahturahmi saja kah? Ehm, jangan-jangan ajang pamer jabatan atau banda. Untuk sharing kah? Untuk bersenang–senang kah? Untuk debat kah? atau kemungkinan terburuk untuk nipu kah? Etc.

Kedua. Memahami resiko terburuk yang akan terjadi dikemudian hari. Dalam berinvestasi, imbal balik (return) dan risiko (risk) akan selalu beriringan.

Waktu dan energi juga investasi. Jika berteman dengan seseorang yang hanya meminta tolong, lalu pergi dengan sebuah kata “maaf”. Apakah investasi ini berhasil? TIDAK. Ini akan memperburuk situasi.

Atau jika bertemu dengan seseorang hanya untuk menyusahkan, menuntut, menggurui, menceramahi, atau melukai dengan kalimat halus *sindiran*.

Bahkan parahnya lagi hobi membanding-bandingkan pencapaiannya dengan kita, yang diselipkan dengan kata-kata motivasi ta*k kucing. Percuma! Buang–buang waktu dan energi, atau bahkan biaya.

Djujur saya tak pernah seperhitungan ini, namun dari pengalaman pahit yang saya alami dari sebagian orang. Akhir-akhir ini, saya memperhitungkan setiap aspek yang harus saya korbankan untuk akhirnya mau bersosialisasi dengannya atau bahkan untuk bertemu.

Di sini mungkin salah satu alasan mengapa beberapa orang menyebut saya menjadi pribadi yang berubah dari sebelumnya. Ada yang bilang “tertutup” (pintu kali ahk!), bahkan ada yang langsung menghakimi “sombong”.

Padahal bagi saya, itu adalah cara saya memilah dan memilih toxic people di kehidupan saya dan menyesuaikan pola hubungan saya dengan toxic people ini.

You know what i mean, kan? Maklumlah sekarang jaman udah banyak perubahan.

Saya rasa secara alamiah ini terjadi pada hampir setiap orang. Bagaimana orang-orang di sekitar hidup kita saat ini berubah komposisinya dengan sekian tahun silam misalkan.

Nggak usah jauh-jauh, coba perhatikan orang di sekitarmu. Yang tadinya hidupnya melarat, kampungan, sering merih, setelah kenal duit bisa saja berubah. Masalah? Nggak juga sebetulnya, hanya saja kita lebih baik tau diri deh.

Maksud saya apa?? Ya maksud saya di sini, silahkan berinvestasi dengan orang-orang yang tepat dan disaat yang tepat. Nggak mau kan, saban hari makan hati, disindir, diremehkan, atau bahkan dilecehkan *hehh*?

Tunggu! Lah bukanya makan hati (ampela) itu enak Co?? Ehm.. enak sih, tapi kalo hatinya diiris-iris, gimana? Hahh. *ah you know lah!

Ya intinya, selagi kamu masih nyaman bersosialisasi dengan seseorang, silahkan. Namun sekiranya udah kurang nyaman, mundur lah teratur. Ingat! Waktu dan energi juga investasi lho.

Walaupun cocoklogi saya ini kurang bisa diterima nalar (cocoklogi apa ngarang.. hehh), tapi saya yakin gambaran seperti ini nggak sampai membuat kening Anda mengerut.

Seperti halnya saya mengupayakan untuk tak terlalu mengerutkan kening, biar gak cepat keriput. Karena pastinya, jika sudah keriput maka saya mikir pahala saya udah banyak apa belum? Kalo sudah banyak, ya sudah mending  mati dibanding di sisa usia harus gagal terus dalam berinvestasi. *Tjaaahhh!

Nah, itulah alasan pemilihan judul thread kali ini, waktu dan energi juga investasi. Sampai di sini dulu cuap-cuap kita malem ini. Terima kasih

See you on top..

Nite & GBU more. Bye.. !!!
Minggu, 14 Februari 2021

Mencintai Diri Sendiri

Mencintai diri sendiri – Catatan ini sebagai self reminder buat saya pribadi. Bicara tentang tentang mencintai diri sendiri di sini bukan berarti egois, sombong, apalagi narsis (kyak Om yang ittu..!) ^ _ ^

Mencintai diri sendiri maksudnya tentang penerimaan diri, penguasaan diri dan rasa hormat kepada diri sendiri. Sederhananya, mencintai diri sendiri artinya menghargai diri dan bersyukur atas apa yang kita miliki.

Saya akan jelaskan bagaimana cara mencintai diri sendiri yang saya maksud. Dan hal apa saja yang saya lakukan dalam upaya mencintai diri sendiri.

Februari ini bulan ke–7 sejak saya dimutasi ke Project yang sekarang, dan sampai saat ini belum juga dipecat. ^ _ ^

Menariknya di project ini kapasitas beraktifitas agak selo. Jauh berbeda dengan kehidupan terdahulu itu. Waktu terlalu banyak dikangkangi oleh kesibukan. Tak ada waktu luang yang bisa digunakan untuk hal lain.

Ini salah satu alasan mengapa saya merindukan ketenangan dan kesenangan. Lelah Wak! Lelah tak hanya berbicara tentang fisik, lelah bisa juga dialami oleh batin. Bukan begitu? Begitu bukan??

Nah demi menjaga kesehatan mental, selain ngopi bergalon–galon, saya coba me–reschedule diri dari kesibukan yang tidak jelas itu.

Belakangan ini, waktu luang saya manfaatkan untuk menenangkan diri. Tidak memikirkan urusan yang membuat stres. Sesi ini sebagai upaya mencintai diri sendiri.

Saat memasuki hening, saya mencoba mengurai banyak kejadian yang saya alami di dalam hidup saya. Konklusi yang saya dapat adalah satu hal penting yang harus dimiliki semua orang yaitu “mencintai diri sendiri”.

Kalimat ini memang mudah sekali terucap, namun terkadang makna sesungguhnya sulit untuk saya pahami. Saya rasa lebih mudah untuk memahami arti dari mencintai orang lain.

Mungkin itu sebabnya saya lebih sibuk membahagiakan orang lain (bahkan sering dimanfaatkan), sampai lupa membahagiakan diri sendiri. Dan ternyata apa yang saya lakukan selama ini adalah tindakan yang salah.

Seperti yang pernah saya baca dalam sebuah Meme (nggak pake ‘k’) :
“Sebelum mencintai orang lain, cintailah dirimu terlebih dahulu”
Terdengar klise yah, namun ya itu tadi, bagi saya mencintai diri sendiri bukan perkara yang gampang.

Ada banyak hal yang terjadi sejak dulu yang membuat pikiran saya gusar. Kecenderungan merasa diri kurang, tidak mampu, khawatir, dan juga kejadian-kejadian muram terdahulu, hingga pesimis.

Karenanya tak jarang saya merasa kecewa pada diri sendiri, lantaran menilai semua kekurangan saya secara berlebihan. Lalu menghakimi diri saya sendiri, dan berujung memberikan ‘hukuman’ pada diri sendiri.

Kadang kasihan juga sih sama diri sendiri ini, huhh

Seperti halnya kejadian ketika saya tersandung dan terjatuh, lalu down berada di titik terendah. Saya masih ingat betul, ada banyak kritikan yang tertangkap oleh telinga saya. Mirisnya kritikan itu sungguh membunuh karakter. Sakit rasanya, Wak!

Sekalipun itu alasannya untuk kebaikan saya sendiri, alih-alih memberi semangat. Namun kritikan itu justru membuat saya merasa seperti manusia terburuk yang pernah ada di muka bumi ini.

Entahlah, mungkin saja saya yang terlalu mendalami karakter. Tapi yang pasti, saya kasihan melihat diri saya sendiri saat itu. Nyesek!

“Hidupmu berharga, kamu sudah ada di titik ini. Bukan hanya karena perjuanganmu sendiri. Namun perjuangan banyak orang di sekitarmu, orangtua, keluarga, saudara, sahabat dan banyak yang lain. Waktu akan berjalan terus. Jadi cintai dirimu, hargai hidupmu”.

Dulu perspektif ini disampaikan oleh seorang hamba Tuhan. Dimana saat itu saya mengalami musibah yang meninggalkan bekas di sisa hidup saya. Namun perspektif itu baru–baru ini kembali saya selami.

Waktu luang membuat saya menjelajahi kekurangan dan kelebihan saya, mengenali siapa saya dan batas kemampuan saya. Di sinilah saya menemukan bahwa mencintai diri sendiri menjadi hal yang perlu diprioritaskan.

Setelah mengingat, menimbang, menelusuri, menganalisa dan menindaklanjuti! Mencintai diri sendiri ini ternyata banyak aspeknya.

Yang terutama dan paling penting adalah penerimaan diri. Saya harus bisa menerima diri sendiri apa adanya dan memahami batas kemampuan saya.

Menerima kelebihan sekaligus berlapang dada menerima kekurangan dalam diri saya, termasuk kondisi tubuh saya yang tidak terlalu tampan ini.

Di sisi lain, saya juga harus menyadari bahwa ada yang namanya pemberian. Pemberian ini ya antara lain jabatan, harta, dan hal–hal yang sifatnya duniawi.

Yepz, meski hal ini agak sulit *teteup nggak terima..*, namun kalo bukan dimulai dari sekarang mungkin saya akan terus dihantui rasa kecewa, cemas, bahkan sampai menyalahkan diri sendiri yang berujung depresi.

You know what i mean kan? Yeah, begilu lah harapan versus kenyataan. Emang kudu kuat.

Tugas saya selanjutnya, belajar memaafkan diri sendiri. Memaafkan kesalahan diri sendiri ini, saya anggap bagian dari intropeksi diri untuk menjadi sosok yang lebih baik.

Mungkin saya akan mencoba berdamai dengan diri sendiri dengan berusaha untuk memaafkan apa pun kesalahan saya di masa lalu. Termasuk “Sesuatu yang kusesali”.

Saya juga harus sadar diri, harus bisa mengesampingkan ekspektasi. Meskipun hal ini sangat berat bagiku. Karena jika saya tetap menomorsatukan ekspektasi, itu artinya saya tidak mencintai diri sendiri.

Dan impactnya mungkin saya tidak bisa menghargai diri saya sendiri atau bahkan kurang bersyukur atas apa yang saya miliki saat ini.

Selanjutnya upaya yang saya lakukan untuk mencintai diri sendiri adalah menjaga kesehatan.

Minggu lalu, ketika saya on duty. Temen saya bilang, “Co, emang nggak pengap kerja pake marker sama face shield?”. Ehm, kamu mah kepo kisanak!!

Kalo mau tahu, pengap banget cuyy. Tapi ya balik lagi, saya harus mencintai diri sendiri. Apalagi dimasa pandemi yang semakin masif saat ini. Menjaga kesehatan itu penting towh.

Berikut ini beberapa cara mencintai diri sendiri. Bagian ini saya anggap sebagai langkah peremajaan. Saya akan mulai dari hal-hal yang sederhana. Misalnya :

✔️ Pakai masker dan sedia hand sanitizer.
✔️ Potong kuku yang udah ketombean gegara coronce.
✔️ Mencukur rambut dan bulu–bulu yang sekiranya mengganggu estetika.
✔️ Beli cotton bud biar nggak budeg–budeg banget.
✔️ Tidur yang cukup 7–8 jam/hari, dan olah raga (kalo nggak males tapinya).
✔️ Makan teratur sesuai jamnya, etc.

Selain itu, menjaga kesehatan di sini bukan hanya kesehatan secara fisik, tentu saja menjaga kesehatan rohani dan mental.

Nah, demi alasan menjaga kesehatan mental. Saya juga akan memprioritaskan aktivitas yang membuat perasaan senang dan bahagia. Seperti :

✔️ Meluangkan waktu untuk bersantai, ini semacam quality time untuk diri sendiri. Misalnya : Ngopi, dengerin lagu favorit, browsing berita, etc.

✔️ Melakuan hobi kecil-kecilan, Misalnya : membersihkan aquarium, dan menulis di Blog. Ehm, meskipun tidak dihargai secara komersial alias dibayar dengan uang. Namun cukup menyenangkan ketika tulisan bisa nangkring di search engine.

✔️ Menuntaskan tanggung jawab moral (bukan pekerjaan, red) yang masih menumpuk. Misalnya, membersihkan rumah agar bisa betah. Kan males juga kalo di pojokan ada ayam bertelur, di ruang tamu ada panci gosong, di langit-langit ada genderuwo beranak.

✔️ Lebih selektif dalam berteman, mengabaikan haters dan mencoba memahami mengapa mereka bersikap seperti itu.

✔️ Bermain jika membutuhkan dan tentu saja menghindari pengaruh buruk. Misalnya : mabok, judi, etc.

✔️ Mencoba untuk tersenyum, sekalipun dalam keadaan sulit.

✔️ Bersyukur dan berterima kasih pada diri sendiri, serta orang yang disekitar yang sudah bersedia menerima keberadaan diri.

✔️ Memberi waktu untuk memahami diri, dan memberi afirmasi atau penguatan kepada diri sendiri. Tidak berfokus pada kelemahan.

✔️ Mencoba melihat kembali segala pencapaian, prestasi, keputusan terbaik, pujian, dan kemampuan, etc.

Oh iya, saya pernah membaca sebuah artikel menarik yang menyarankan mencintai diri sendiri dengan cara melakukan ‘Meditasi’ selama 15 menit per hari. Sepertinya bagus nih untuk dicoba. ^_^

Yass!!! Intinya melakukan apa yang kita sukai adalah kebebasan, dan menyukai apa yang kita lakukan adalah kebahagiaan. Kira-kira seperti ittu!

So, dengan adanya waktu luang belakangan ini, maka tugas saya adalah menjaga kesehatan dengan memenuhi kebutuhan fisik, rohani dan mental yang sudah saya sebutkan di atas.

Dengan mencintai diri sendiri, harapannya sih bisa melepaskan beban sosial, sehingga mampu belajar untuk memahami diri sendiri dan bersyukur atas hidup ini.

Sebelum tulisan ini saya akhiri, saya mau bilang kepada diriku sendiri. Terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Segagal-gagalnya rencana, banyak hal yang tak bisa diwujudkan, setidaknya sudah mampu melewati.

Tenang saja wahai jiwaku, selama masih diberi kesehatan dan umur panjang semuanya bisa dikejar kembali.

Jadi gimana, sebelum kamu mengucapkan happy valentine. Coba jawab pertanyaan saya ini. Apakah kamu sudah mencintai dirimu sendiri?

Jika ‘Iya’, eta terangkeunlahhh seperti apa bentuk kecintaanmu pada dirimu sendiri? (jangan ngarang kamu)

Jawab di kolom komentar ya! Siapa tahu cara mencintai diri sendiri versi kamu, bisa bermanfaat buat yang lain, terutama buat pria sederhana seperti saya ini. Terima kasih

See you on top..

Nite & GBU more. Bye..!!!
Minggu, 07 Februari 2021

Hal–hal Yang Perlu Diketahui Saat Perjalanan Lewat Jalan Lintas Timur Sumatera

Punya rencana jalan–jalan, atau mau pulang kampung lewat jalan lintas timur sumatera? Simak kuy!!

Disclaimer : Tulisan ini bukan ditujukan kepada keturunan Sultan ya. Horang kayah mah mau jalan–jalan nggak perlu mikir. So, feel free to skip! 
Kecuali ya kalian–kalian kelas menengah ngehe yang hidup cuma dari gaji tanpa campur tangan warisan orang tua seperti saya. Baca sampai selesai, karena ini penting banget! L.O.L.

Tulisan ini akan mengurai hal–hal yang perlu diketahui saat melakukan perjalanan lewat jalan lintas timur sumatera. Semoga bisa membantu dalam membuat itinerary perjalanan terutama bagi sobat yang memiliki keterbatasan waktu dan uang.

Membuat itinerary perjalanan sangat penting untuk memperkirakan buget dan jadwal yang harus dipersiapkan. Meski kadang ketika di lapangan semuanya bisa meleset, eh meleset. Setidaknya udah ada bayangan.

Mungkin ada sebagian orang yang berpikiran bahwa jalan–jalan atau mudik dengan naik mobil ke Sumatera Utara itu biayanya hampir sama naik pesawat. Ah ngapain sih naik mobil? Belum biaya bahan bakar, biaya konsumsi, belum nginep, capeknya, etc.

Ehm, bener juga sih anggapan begitu. Tapi balik lagi ke gaya perjalanannya. Kalo kamu mudik naik mobil, tapi makannya harus ke restoran mewah, nginep harus ke hotel berbintang, mau mandi harus ke sauna.. hehe. Nah kalo sudah begini memang betul mending naik pesawat sekalian.

Padahal ada kok jalan–jalan yang hemat bin irit, hehe.. Untuk alasan ini, emang kudu siap makan ala kadarnya, nginep pun tidur seadanya. Dan tak kalah penting berdoa. *Uhuk!

hal-hal-yang-perlu-diketahui-saat-perjalanan-lewat-jalan-lintas-sumatera
Tol Trans Sumatera

Sebetulnya alasan kami untuk memilih menggunakan mobil sebagai alat transportasi saat mudik akhir tahun lalu yaitu tak lain dan tak bukan, efisiensi biaya.

Saya paham kok! Setiap orang memang memiliki gaya perjalanan masing–masing, tergantung buget.

Namun dari pengalaman seru perjalanan mode hemat bin irit beberapa hari lalu. Saya mendapat sebuah hikmah bahwa, “Sehebat apapun kehidupan kita sebetulnya, kebutuhan dasar manusia hanya sandang dan pangan”. Lainnya hanya memenuhi gaya hidup. Right??

Saya sendiri sudah merasakan manfaatnya. Sepengalaman saya, ada banyak kelebihan yang bisa dirasakan ketika perjalanan pulang kampung menggunakan mobil :

Mempunyai waktu yang fleksibel. Misalnya saat di perjalanan jika kita ingin istirahat, makan, etc, waktunya bisa dikondisikan. Sedangkan saat menggunakan transportasi umum kita selalu terikat dengan jadwal mereka, sekalipun itu udah kebelet.

Selain itu, kita bisa mengunjungi suatu tempat dengan itinerary sendiri. Misalnya saat melakukan tour keliling Pulau Samosir . Yepz, lebih mudah pergi kemana pun yang kita mau. Dan ini akan sulit bagi mereka yang jalan-jalan dengan naik pesawat, kereta atau kapal.

Selanjutnya, kita bisa mengenal daerah yang dilalui. Menurut pengalaman saya (selama perjalanan saat mudik menuju kampung dan arus balik), ada banyak kota dan provinsi yang saya lalui.

Sehingga membuat saya dapat lebih mengenal dan melihat secara langsung daerah-daerah dan bentuk rumah adat masing-masing daerah yang ada di sepanjang jalan lintas timur sumatera.

Menariknya lagi, kita dapat menjalin kekompakan bersama keluarga. Tentu saja akan ada pembagian tugas selama perjalanan. Misalnya : siapa yang menyetir, siapa yang sebagai navigator, siapa yang menemani supir agar tidak tertidur, dan juga tak kalah penting siapa yang seksi konsumsi.. ^ _ ^

Dan ini akan membutuhkan kerja sama yang bagus, serta kebersamaan dan kehangatan khas keluarga yang hanya didapatkan saat berkendara bersama.

Dan masih banyak lagi kelebihan yang lain..

Dari beberapa kelebihan perjalanan mode hemat bin irit di atas. Saya coba tarik simpul bahwa, “Pengalaman dari setiap perjalanan tidak bisa dinilai dengan materi”. Bener enggak??

Ada bayak kenangan dan cerita pengalaman (suka duka) yang terukir selama di perjalanan. Dan kisah itu tidak dapat dirasakan oleh mereka yang memilih jalan pintas, naik pesawat misalnya.

Yepz, yang saya maksud di sini adalah jangan pernah bandingkan sebuah pengalaman dengan materi ya, anak muda. Catat!! 😝

Jadi gimana, punya rencana mau jalan–jalan, atau mudik ke arah Sumatera Utara dengan buget minimalis? Simak kuyy..!

Berikut beberapa catatan saya selama perjalanan menjajal jalan lintas timur sumatera :

✔️ Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima apalagi ini perjalanan jauh. Apakah sanggup menghadapi medan perjalanan seperti yang sudah saya ceritakan di post sebelumnya.

✔️ Pastikan pulsa cukup agar bisa mengakses GoogleMaps. Bila perlu print out rute perjalanan seperti yang kami lakukan waktu itu. Hal ini gunanya untuk mem-backup, karena memang ada di beberapa titik perjalanan yang susah sinyal/gangguan koneksi internet.

✔️ Optimalkan perjalanan saat pagi/siang/sore, karena memang di sana masih minim penerangan. Apalagi saat melewati perkebunan, paling banter juga seperti glow in the dark, kena sinar baru bercahaya.. ^ _ ^

✔️ Selama perjalanan akan sering berpapasan dengan kendaraan truk besar dan panjang. Jadi waspadalah! Utamakan keselamatan, karena keluarga menunggu di rumah.

✔️ Jangan terpancing dengan mobil yang berusaha mendahului kita. Boleh–boleh aja sih kebutan yang penting terkontrol, dan patuhi rambu-rambu lalu lintas.

✔️ Pertimbangkan juga beban yang diangkut, jangan sampai melebihi kapasitas kendaraan. Kalo mau naruh barang di atas mobil, pastikan safety (diikat sekencang-kencangnya). Seperti halnya mobil yang di depan kami saat itu, barangnya 1/1 terjun bebas dari atas.. ^ _ ^

✔️ Hemat itu perlu, bukan berarti pelit ya. Jadi bawalah persediaan makanan, dan minuman yang cukup. Siapkan juga camilan yang banyak. Tau kan camilan? Itu loh cebelum cepuluh, ada celapan dan camilan. Ee

✔️ Perkiraan waktu tempuh tidak selalu sama dengan prediksi google karena ada banyak hal-hal yang terjadi di luar kontrol kita. Seperti halnya pengalaman kami saat itu, jalan alternatif yang ternyata difortal (tutup), macet karena ada kecelakaan/hal lain, atau bahkan nyasar, etc.

✔️ Istirahat yang cukup, dan fokus saat di perjalanan. Nikmatin perjalanan, jangan malah sibuk live streaming, demi kelihatan wuahh di media sosial.

Emang sih, sampai saat ini belum ada larangan untuk hal itu. Hanya saja untuk alesan keselamatan, bukan hanya keselamatan kita loh ya. Tentu saja keselamantan pengguna jalan lainnya.

Kalo boleh urun saran, nanti saja kalo udah sampai selamat sampai tujuan. Kan bisa di-upload dan diceritain lagi. Kyak saya dong, udah sebulan lewat masih asyik bercerita edisi pulang kampung.. haha. (habisnya seru sii..)

Oh, ini penting! Saat perjalanan jauh seperti halnya melewati jalan lintas Sumatera, aktifitas favorit di dalam mobil nggak jauh dari bercengkrama sambil mendengar lagu. Jadi, pastikan membawa play list idaman bagi penumpang.

Nah kalo kami sih saat mudik kemarin itu, kebetulan punya beberapa selera musik yang sama. Seperti koleksi lagu pop, lagu barat, serta lagu batak.

Misalnya nih ya, saat muter lagu batak.. seperti, Judul : Rap sai nimmu tua ahu, etc.

Lirik lagu Batak “Rap sai nimmu tu ahu” :

Judul lagu : RAP

Rap sai nimmu tu ahu
Tu dia ho laho, Tu si do nang ahu
Rap sai nimmu tu ahu
Dung tundalanmu, lupa do ho


Hu boto do hasian
Na songoni pangalahom
Molo adong di kangtunghi
Rap hita ito sai nimmu tu ahu


Unang sai gabusi ahu
Attar di dok ho ma, holong roham


Pargabusan mi ma aha
Bolo-bolo mi ma aha
Bolo-bolo mi ma aha


Pargabusan mi ma aha
Bolo-bolo mi ma aha
Bolo-bolo mi ma aha



Apalagi pas dibagian refrain liriknya :

Pargabusan mi ma AHA!
Bolo-bolo mi ma AHA!
Bolo-bolo mi ma AHA!

Ponakan-ponakanku ikut nyanyi cuyy, kadang kami seperti ada yang komando-in, lalu koor.. seru! 😁

Tuh, saya bilang juga apa? Bener kan, momen seperti ini hanya ada saat road trip perjalanan jauh dengan menggunakan mobil.

Terbukti koleksi play list seperti ini sangat membantu banget dalam menjaga mood selama dalam perjalanan panjang lho!

Jadi, sebaiknya dikomunikasikan dulu deh, lagu apa yang mau diputer. Jangan sampai yang satu sukanya dangdut, yang satu lagi keroncong, yang lainnya rock'n roll atau bahkan lagu seriosa. Repot nanti, bisa-bisa selama perjalanan semua penumpang pakai Earphone masing-masing. Skip!!!

Next, berikut ini biaya akomodasi (bahan bakar) selama perjalanan pulang pergi saat mudik melewati jalan lintas timur sumatera :

KMAmount
6.248
Rp. 200.000/Pertalite
6.465
Rp. 210.000/Pertalite
6.817
Rp. 210.000/Pertalite
7.096
Rp. 140.000/Premium
7.356
Rp. 173.000/Pertalite
7.757
Rp. 209.000/Pertalite
8.002
Rp. 100.000/Pertalite
8.738
Rp. 190.000/Pertalite
9.019
Rp. 142.000/Pertalite
9.346
Rp. 177.000/Pertalite
9.739
Rp. 172.000/Premium
10.073
Rp. 176.000/Pertalite
10.387
Rp. 166.000/Pertalite
📍Catatan : Sepanjang perjalanan, kami pakai AC terus ya, kecuali lagi istirahat.

Oh iya, biaya di atas belum termasuk tiket kapal feri Merak–Bakauheni, tiket kapal feri Ajibata–Ambarita (Samosir), E-Tol, dan segala tetek bengek perjalanan. Jadi jangan lupa isi E-Tol, dan membawa uang tunai secukupnya.

Kumaha sob, kalo mau ditotal jauh lebih hemat kan dibanding naik pesawat?? Ingat, ini biaya perjalanan untuk 6 orang lho. Kalo naik pesawat hitung aje sendiri, yess!

So, nggak mesti naik pesawat. Tidak ada salahnya kok untuk mencoba jalan–jalan atau pulang kampung lewat jalan lintas timur sumatera dengan menggunakan kendaraan sendiri. Mau nyoba naik motor mungkin.. hehh.

Baik, pembahasan seputar edisi pulang kampung sepertinya sudah clear dan akan saya close sampai di sini. Tok.. tok.. tokk!! (suara ketukan palu)


Omong-omong dari beberapa judul tulisan saya yang bertajuk seputar edisi pulang kampung ini. Kira-kira pesan moral apa sih yang dapat kita petik?? *Oalah, boro-boro ada pesan moral yang bisa dipetik dari tulisan lu Co.. 😆

Sttt... Perhatikan!!

Sesungguhnya tak ada perjalanan yang sempurna, apalagi perjalanan jauh. Lelah iya, ngantuk iya. Namun cobalah untuk menikmati setiap proses perjalanan.

Secara fitrah, perjalanan seharusnya menghadirkan kesenangan bukan menjadi hari-hari yang penuh keluhan. Karena keluhan juga tidak akan membuat perjalanan menjadi sempurna. *Tjaaahhh! #dileparkeJonggol.

Itu saja sii yang bisa saya sharing–kan di sini. Semoga tulisan ini berguna bagi reader yang ingin melakukan perjalanan jauh, seperti halnya perjalanan mudik lewat jalan lintas timur Sumatera. Sekian dan terima kasih!

Ehh cuma mau ngasih tahu, field komentar terbuka untuk umum lho..

See you on top.

Nite & GBU more. Bye..!!!
Rabu, 27 Januari 2021

Pulau Samosir Negeri Indah Kepingan Surga

To the poin..

Negeri Indah Kepingan Surga adalah sebutan lain untuk Pulau samosir. Pulau Samosir adalah sebuah pulau yang berada di tengah-tengah Danau Toba, Sumatera Utara.

Us you know, Danau toba menyajikan keindahan alam yang menakjubkan, terutama keindahan alam pulau Samosir yang lokasinya tepat berada di tengah-tengah danau.

Pulau-samosir-negeri-indah-kepingan-surga

Jadi gini, jika Danau Toba adalah kaldera hasil letusan gunung berapi, maka Pulau Samosir adalah pulau vulkanik di tengah kaldera.

Danau Toba dan Pulau Samosir adalah sebuah paket yang tidak bisa terpisahkan. Ibarat dua sisi mata uang, keduanya saling terintegrasi dan saling melengkapi.

Tanpa Pulau Samosir, Danau Toba akan terlihat flat dan kurang menarik untuk dipandang. Sebaliknya tanpa Danau Toba, Pulau Samosir juga tidak ada apa-apanya. Bisa dikatakan pulau samosir menjadi semacam “daya tarik” dari Destinasi Wisata Danau Toba .

pulau-samosir-negeri-indah-kepingan-surga-

Umumnya wisatawan yang melancong ke Pulau Samosir melakukan berbagai kegiatan menyenangkan. Seperti : pendakian gunung, berkemah, mengarungi wisata alam Danau Toba dengan menggunakan kapal.

Olahraga air menjadi hiburan terbaik disana, seperti : waterbikes, jetsking, banana boat, kano, atau berenang dan memancing, ect. Tak hanya itu, disana juga tersedia penyewaan sepeda, sepeda motor dan banyak juga toko-toko souvenir.

Selanjutnya membahas tentang pernyataan yang mengatakan Pulau Samosir adalah Negeri Indah Kepingan Surga. Nampaknya, tidak terlalu berlebihan sebagai sebutan lain Pulau Samosir.

pulau-samosir-negeri-indah-kepingan-surga-

Jika ada yang bertanya, kenapa Pulau Samosir disebut Negeri Indah Kepingan Surga??

Perjalanan tour keliling Pulau Samosir minggu lalu, saya rasa sudah cukup membantu menjawab pertanyaan tersebut.

Namun opini saya tentang samosir Negeri Indah Kepingan Surga tidak sampai disitu. Yuk simak, sedikit spekulasi bulsit saiahh..

INDAH. Apa yang terbesit dibenak dongans? Indah itu merupakan suatu kondisi yang sangat memanjakan mata dan terasa sangat tertarik untuk tetap berada di tempat itu selama mungkin.

Yaps, itu memang benar adanya, mungkin bagi dongans yang sudah pernah kesana akan berpendapat yang sama. Bahkan mungkin dongans yang baru pertama berkunjung ke Pulau Samosir pasti langsung bilang “wow!!” atau bahkan double “wow woww!!”. Stop it you.. 😄

pulau-samosir-negeri-indah-kepingan-surga-

Paras eloknya yang menarik untuk dipandang, dan panoramanya yang luar biasa. Keajaiban alam pulau Samosir sungguh menyuguhkan pesona pegunungan hijau memanjakan mata.

Kita bisa menyaksikan matahari terbit dan matahari terbenam yang spektakuler, udara yang menyejukkan hati, hamparan air jernih yang menyegarkan pikiran, serta keajaiban lain yang hanya bisa ditemukan saat kaki kita tiba di pulau Samosir. Dan saya setuju bahwa pulau samosir merupakan negeri indah.

KEPINGAN SURGA. Selanjutnya bicara soal kepingan surga. Ehm.. monmaap nih saya belum pernah ke surga. Namun, saya akan mencoba mengulas dengan menggunakan nalar sebagai manusia.

Kata “kepingan surga” mungkin yang dimaksud suatu keadaan yang sungguh aman, tidak ada konflik, bebas dari gangguan dan hal negatif lainnya, serta sangat erat hubungannya dengan tempat yang begitu indah yang didambakan oleh segenap insan manusia. 

Saya punya firasat bahwa jika plesiran ke Pulau Samosir, dongans bakalan betah untuk tinggal lebih lama. Kondisinya yang nyaman untuk dihuni, dan suasananya yang tenang teramat sangat damai. 

Berbanding terbalik dengan atmosfir di perkotaan. Pulau Samosir udaranya sejuk dan segar, membuat perasaan semakin nyaman karena tentu saja manusia pada umumnya membutuhkan udara yang segar dan sejuk. Dan yang jelas bebas polusi dan kebisingan. 

Pulau Samosir merupakan kepingan surga? Saya sih setuju, tapi nggak pake banget (heheh..). Saya lebih setuju kalo ada pernyataan yang mengatakan bahwa samosir adalah negeri indah kepingan surga yang perlu didandani atau direkonstruksi.

Kok bisa??? Saya memiliki alasan khusus yang menurut saya pribadi perlu di cermati secara serius.

Jadi sepanjang perjalanan tour keliling Pulau Samosir beberapa hari lalu saya mengamati, memang banyak pemandangan yang luar biasa dan didukung oleh akomodasi yang memadai. Makanannya juga lejat dan enak. 

Namun yang menjadi salah satu alasan saya belum cukup yakin atas pernyataan yang mengatakan bahwa pulau samosir adalah kepingan surga, yaitu : 

Jalanan umum yang sempit dan minimnya penggunaan marka jalan, atau bahkan kurangnya penerangan saat malam hari. Seperti halnya kami saat pulang dari Pangururan itu, hadeuhh gelap gulita (sahira parbeguan.. haha). 

Belum lagi ada beberapa titik jalanan yang rusak/rawan longsor. Hal ini tentu menyebabkan kondisi yang kurang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang melaluinya. 

Padahal jalanan umum sebagai akses untuk menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya, merupakan salah satu sarana yang sangat penting. Karena hal ini menurut saya adalah inti untuk memberikan kemudahan memperlihatkan keindahan bumi Samosir. 

Bagaimana Pulau Samosir menjadi negeri indah kepingan surga kalo saja jalanan untuk melihat negeri samosir yang indah itu masih sempit.

Masa sekelas kepingan surga jalannya sempit.. hhihi. Dan ini adalah kepingan surga menurut saya masih dalam kondisi yang perlu didandani atau direkonstruksi. 

Dalam bahasa batak toba, ada peribahasa (umpasa) yang menyatakan “Marsipature Hutana be” dalam artian bahasa indonesia yaitu mari kita mengembangkan daerah kita masing-masing. 

So, dalam mengembangkan daerah saya, saya mencoba memberikan saran dan kritikan mengenai potensi dan hal yang perlu dicermati oleh pihak yang terkait untuk mengwujudkan bahwa Samosir adalah Negeri Indah Kepingan Surga. 

Sudah seharusnya diadakan pelebaran jalan, dan menggunakan marka jalan tipe scotchlight (marka jalan yang mampu berpendar kala terkena sinar), serta menambah penerangan. 

Dengan demikian, pasti semakin banyak wisatawan yang datang ke samosir karena akses yang mereka lewati nyaman dan membuat mereka ingin melihat lebih lagi surga yang tersembunyi di Pulau Samosir. 

Selanjutnya ini sebenarnya masalah klasik terkait kebersihan air danau toba. Dulu yah dulu, saking jernihnya air danau toba ini bisa langsung diminum. Sekarang coba aja sendiri.. 

Sebenarnya, kalau kita telaah lagi, dampak negatif terhadap ekosistem danau ini terjadi akibat berbagai aktivitas masyarakat sekitar.

Mulai dari MCK, pertanian, perikanan, pariwisata, perhubungan, ataupun kegiatan-kegiatan bisnis, sehingga Danau Toba mengalami perubahan-perubahan ekologis yang membuat kondisinya jauh berbeda dari kondisi alami semula. 

Maksud saya di sini, diharapkan peran serta masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan. Jangan membuang sampah (limbah) sembarangan ke Danau Toba. 

Dan masih banyak sebenarnya menurut saya yang perlu direkonstruksi untuk sebutan yang menyeret kata “surga”.

THINK AGAIN! Kalo dongans ingin menjawab, mungkin lebih baik jawab dalam hati masing-masing. Mauliate/Terima kasih.

I love Samosir Island.. good luck!

Nite & GBU more. Bye..!!! 😎
Selasa, 06 Oktober 2020

Merindukan Ketenangan dan Kesenangan

Merindukan Ketenangan dan Kesenangan – Entah udah berapa lama musim kemarau melanda kota tempat saya tinggal.

Teriknya mentari membuat udara menyengat, tanah gersang, debu-debu beterbangan. Bunga di taman yang tadinya hijau, kini tampak layu – hidup segan matipun tak mau.

Fenomena ini seperti merepresentasikan perasaan “gundah gulana” yang sesungguhnya. Mungkin juga kamu sedang merasakannya.. ^ _ ^

Selain merindukan hujan, di musim kemarau yang tak kunjung usai ini, saya juga merindukan ketenangan serta kesenangan.

merindukan-ketenangan-dan-kesenangan

Biar saya uraikan dulu bagaimana merindukan ketenangan dan kesenangan yang saya maksud.

Bicara tentang ketenangan ...

Ketenangan bagiku adalah suatu kondisi yang benar–benar nyaman, tidak ada kebisingan, bebas dari konflik, tekanan, ancaman, termasuk urusan hutang piutang dan hal negatif lainnya.

Belakangan ini ada sedikit rasa gelisah dan khawatir yang menghantui pikiranku. Perasaan campur aduk tak karuan. Seperti ada sesuatu yang mengoncang jiwa, mengobok–obok kedamaian, dan merampas paksa kenyamanan hati.

Sudah kemarau tak kunjung usai, belum lagi pandemi coronce tak teratasi. Ditambah lagi intoleransi yang selalu mengintimidasi. Carut marut ini pun semakin menjadi seperti tak ingin disudahi.

Apalagi sebagai kota yang sibuk, tentu tak bisa lepas dari rutinitas di tengah kebisingan. Saban hari kebisingan menemani kita, selama bekerja - sampai pulang kembali ke rumah.

Sungguh jauh dari kata ‘tenang’ ...

Padahal di sela-sela kesibukan, kebutuhan untuk lari sejenak dari keriuhan itu perlu bukan? Maksud saya, meskipun sudah terbiasa dengan kebisingan, ada kalanya butuh kesunyian, keheningan dan ketenangan.

Kerinduan akan ketenangan ini pun begitu menggebu di benakku.

Ingin rasanya kulampiaskan semua amarah, gaduh, gelisah, gemuruh, gerah, dan semua rasa yang telah membuat diri ini tak tenang. Rasanya habis sudah batas kesabaranku. Ingin marah, karena hati sudah lebam rasanya.

Selain beban di pikiran, hiruk pikuk di sekitarku membuat saya merindukan ketenangan lebih dari apapun saat ini.

merindukan-ketenangan-dan-kesenangan

Selanjutnya di tengah musim kemarau panjang tak berkesudahan ini. Selain merindukan hujan dan ketenangan, hal lain yang saya rindukan adalah kesenangan.

Bicara tentang kesenangan ...

Menurut saya, kesenangan merupakan suatu kondisi yang mampu membuat hati tenang, riang dan gembira. Hati yang senang akan membuat kita merasa tenang.

Kesenangan bagiku adalah dimana kita bisa memanjakan body, suasana adem, membuat pikiran fresh, dan terasa sangat betah untuk tetap berada di situasi itu selama mungkin.

Namun dengan kenyataan yang ada, bukan hanya bikin puyeng pala kapten, tapi bikin emosi.

Kesenangan yang saya rindukan memang tak sedikit. Namun bukan kesenangan yang muluk–muluk seperti yang didambakan kebanyakan orang.

Ketika rutinitas terasa membosankan, mungkin sebagian orang akan pergi ke Mall atau Cafe, atau Diskotik untuk bersenang - senang.

Disini terlihat jelas kebisingan yang selalu menerpa pendengaran, ternyata bisa membuat sebagian orang menjadi pecandu kebisingan!

Tapi saya berbeda, saya tidak suka kebisingan. Saya senengnya kayak diem di lokasi yang menurut saya nggak begitu banyak orang di lokasi tersebut.

Bersenang–senang versiku, seperti : ngopi di pagi hari menghadap ke arah barat (ke arah timur silau soalnya). Santai di tepi pantai menikmati semilir angin. Berenang di danau di sore hari menjelang senja. Bercanda ria dengan saudara dan teman terdekat.

Dan masih banyak kesenangan yang lain, seperti malam ini duduk santai, tenang dan hening sambil ngetik tulisan ini, ditemani segelas kopi hitam. Itu sudah cukup menyenangkan.

Namun kesenangan yang sangat saya rindu adalah saya ingin diriku yang dulu semasa tinggal bersama keluarga tercinta. Meski hidup serba kekurangan tapi hidup penuh dengan sukacita.

Sebagai penutup manis, saya ingin merasakan  ketenangan dan kesenangan mulai malam ini. Saya ingin melupakan masalah–masalah yang pernah singgah dalam hidupku.

Karenanya, kamu juga perlu mencobanya ...

Yuk menikmati malam baik ini untuk kembali menenangkan diri. Sediakanlah secangkir kopi hangat dengan rasa yang paling kamu suka. Sambil membaca “RENUNGAN” ini.

Semoga kita semua baik–baik saja, dan tetap dalam lindungan–NYA. Amen

Terima kasih

See you next time ..

Nite & GBU more. Bye ..!!
Rabu, 30 September 2020

Sesuatu Yang Kusesali

Sesuatu yang kusesali – Ada sesuatu yang kusesali. Sesuatu yang telah kusia-siakan dan sudah tiada. Sebuah kisah buruk. Saya membuangnya begitu saja, Ia telah lenyap dan hilang.

Sudah lama saya hidup tanpanya, mulai dari menangis sampai lupa pernah memilikinya. Sesuatu yang kusesali..

Jalan setapak yang kulalui ternyata jalan yang salah. Sering tersandung oleh bebatuan.

Bangkit.. lalu tersandung, bangkit lagi dan terjatuh lagi. Begitu menyakitkan. Meski tak bisa saya tahan, sungguh saya tak tahu apa yang bisa dilakukan.

Entah berapa lama saya menahan rasa hampa, namun selama itu pula terdiam, hingga menjadi duri dalam daging. Sesuatu yang kusesali..

Manusiawi bila Ia pernah saya anggap segalanya. Namun pada akhirnya terbuang dengan cara menyedihkan. Berulang kali saya mengingatkan diri, namun tak mampu melawan arus.

Pada saat itu saya bener–bener kalap, saya hanya ingin memberikan reward ke diriku sendiri. Tapi ternyata saya tak mampu mengontrol diri. Sungguh di luar ekspektasi..

Seperti mimpi, segalanya yang terjadi di luar dugaan. Anggapanku keliru, mengharapkan keajaiban yang mustahil. Sesuatu yang kusesali..

Layaknya terjun bebas dari ketinggian 2000 mdpl tanpa parasut, jatuh ke tanah hancur berkeping–keping. Pikiran ini kacau, hidup jadi nggak tenang, tidur pun tidak nyenyak.

Menunggu dalam sebuah penantian panjang. Waktu pun merubah segalanya. Berharap akan bisa kembali seperti semula. Namun itu hanya sebuah ilusi. Sesuatu yang kusesali..

sesuatu-yang-kusesali

Saya tersadar bahwa tak mungkin saya mampu kembali memperbaikinya. Tak mungkin kugapai harapan, dan kembali merajut asa yang sudah pudar.

Kini segala kisah tercipta dalam kalbu yang terdalam. Bahkan luka saat kehilangannya yang dulu, belum sembuh dan telah membekas menjadi sebuah cerita.

Semua menjadi sia–sia. Karena kegagalanku di masa lalu, atau takdir yang memang sudah seharusnya begitu?

Inikah alasan Tuhan menciptakan semesta?

Terdiam dalam keheningan, meneteskan air mata. Mungkin saja anganku untuk menemukannya kembali, hanyalah doa yang tak pernah menjadi nyata.

Entah apa yang saya pikirkan dan apa yang saya lakukan, yang pasti orang–orang disekitarku penuh tanya. Ada apa denganku??

Lalu terdiam ...

Menyesal? Ya, saya rasa ada sesuatu yang kusesali. Ia sudah saya buang dan saya sia-siakan.

Tak sedikit kritikan, dan opini yang mereka lontarkan tanpa perasaan. Banyak nasehat tanpa solusi. Hal itu kadang membuatku merasa seperti manusia terburuk yang pernah ada.

Namun ketahuilah sodara, bahwa saya juga marah kepada diriku sendiri. Saya juga kecewa pada diriku sendiri. Bahkan saya pun berulangkali menghukum diriku sendiri.

Ada sesuatu yang kusesali, namun sesal itu pun serasa tak cukup. Nyesek rasanya! Syukur masih bisa waras untuk tidak mendahului kehendak Tuhan.

Saya menarik napas dalam- dalam dan berpikir lagi.. mengapa saya hidup, pasti ada rencana Tuhan yang telah di siapkan bagiku.

Alasan itu terkadang membuat saya semakin kuat ketika menghadapi segala sesuatu yang sedang terjadi.

Saya, seseorang yang selama ini selalu berada di zona nyamanku. Masih berharap semoga bisa tergantikan dan tak akan rela kulepaskan.

Wahai semangatku kembali lah dengan caramu, bersamaku dalam dekapan rindu. Saya Merindukan Ketenangan dan Kesenangan, merindukan lingkungan yang menghargai dan menyayangi saya.

Sesuatu yang kusesali yaitu sesuatu yang telah saya sia–siakan dan saya buang. Impian. Angan. Harapan.

Jika Ia datang kembali, masih pantaskan saya mendapatkannya? Masih sanggupkah saya memeluknya? Dimana rasa maluku saat menatapnya?

Apa saya nyerah? Tidak. Saya akan selalu berupaya menggapainya. Bagaimana? Entahlah, saya tak akan berhenti berharap. Tapi sekarang, tak boleh ada yang tau tentangnya atau kisahnya akan terulang.

Mulai sekarang akan kujaga meski harus kusembunyikan. Sesuatu yang kusesali. Sebuah hasrat. Sebuah cita.

Hmm, penyesalan memang jahat ya? Ia selalu datang di akhir. Andai saja waktu dapat diputar kembali, namun saya tak mau jatuh ke dalam lubang yang sama.

Memang di atas tanah di bawah langit tak ada yang sempurna. Dikala yang salah terlanjur diperbuat. Yang bisa kulakukan hanyalah berucap maaf. Seraya berterimakasih.

Tuhan telah menyadarkanku. Karena sudah memberiku pelajaran yang sangat berharga. Menyentilku agar menjadi seorang yang lebih baik kedepannya.

Hingga malam ini tiba, dengan merubah segala beban di pikiranku menjadi butiran–butiran yang lebih kecil. Goresan pena ini menjadi self reminder, sekaligus “janjiku” demi sesuatu yang kusesali.

Terima kasih sahabat. Semuanya berkat kisah yang kalian ukir di dinding maya. Setidaknya motivasi itu sudah membuka sedikit celah dibenak saya.

Djujur! Saya kagum akan kisah kalian. Meski belum semua saya baca. Saya iri. Saya malu.

Semoga masih diberi peluang untuk menyambut kembali kebahagiaan kelak. Hopeful .. 😇

Nite & GBU more. Bye..!!!
Jumat, 11 September 2020

Indahnya sunset di Waduk Jatiluhur

Indahnya sunset di Waduk Jatiluhur – Sudah lama mendengar adanya Waduk Jatiluhur yang berada di Purwakarta. Salah satu destinasi wisata di provinsi Jawa Barat.

Penasaran juga dengan alam ciptaan Tuhan yang indah ini. Pasalnya banyak teman yang saya lihat berfose ala koboy disana, keren euyy!!

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Perjalanan kesana terealisasi juga minggu yang lalu, bersama keluarga @Sihaloho tercinta.

Hari itu kebetulan kami melakukan ritual berupa temu kangen keluarga. Setelah bernostagila dan bercerita panjang x lebar, nampaknya muka saya pucat karena kurang piknik.

Siangnya kita keluar untuk lunch di Solaria yang di City Walk. Setelah lunch, ada sedikit keceriaan terpancar. Oh ternyata saya kelaperan sob. Pantas pucat.. 😁

Rute selanjutnya kita muter ke Maykarta, salah satu kawasan tersohor di Kota Cikarang. Tapi tujuannya nggak jelas muter–muter aje. Tadinya cuman mau nyari tempat yang adem saja, ya quality time gitu ceritanye.

Di tengah perjalanan, ada rencana mau ke Bandung. Tapi berhubung besoknya ada schedule syuting jadi nggak mungkin. Mau ke puncak Bogor, tidak kuat macetnya.

My brother punya ide, gimana kalau kita ke Waduk Jatiluhur?? Padahal saat itu udah jam 13.30 WIB. Yang namanya muka–muka pucat karena kurang piknik, tentu saja tawaran ini sayang dilewatkan. Jadi nggak ada penolakan sedikit pun.

Yaudah langsung dah meluncur ke TKP..

FYI, Wisata Waduk Jatiluhur sendiri terletak di Kec. Jatiluhur, Kab. Purwakarta, Provinsi Jawa Barat (±9 km dari pusat Kota Purwakarta).

Waduk Jatiluhur merupakan sebuah bendungan terbesar di Indonesia dengan luas mencapai sekitar 8.300 hektar yang dibangun untuk membendung sungai Citarum.

Awalnya waduk ini berfungsi sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta II dan memiliki sistem limpasan terbesar di dunia.

Namun kini Waduk Jatiluhur sudah digunakan menjadi multi fungsi, seperti sebagai penyedia air irigasi untuk sawah di daerah sekitar waduk.

Selain itu, Waduk Jatiluhur juga berfungsi sebagai budi daya perikanan, pengendali banjir dan bahan baku air minum. Termasuk dijadikan sebagai objek wisata alam yang menjadi ikonik Kota Purwakarta.

Okey, saatnya menuju lokasi!!

Masuk dari gerbang tol Cibatu (Cikarang Pusat) yang kebetulan dekat sekali dengan Maykarta. Waktu tempuh perjalanan ± 1 jam, kita keluar dari gerbang exit tol Jatiluhur, Purwakarta.

Nggak terlalu jauh dari sana tinggal ngikutin sesuai petunjuk arah kita belok kiri, menuju Wisata Waduk Jatiluhur. Tapi sempat nyasar karena GPS nya ngaco. Untungnya ada warga yang baik hati.

Jalan menuju Wisata Waduk Jatiluhur lumayan mulus ya dan tidak macet, sehingga tidak terasa melelahkan. Tanjakan dan berkelok–kelok, ditambah lagi suasana sejuk dengan pemandangan yang hijau nan permai membuat lamanya perjalanan pun tidak terasa.

Dan tiba lah di pintu masuk GRAMA TIRTA JATILUHUR, yang artinya “kampung air”. Harga tiket masuk ke Wisata Waduk Jatiluhur @Rp.25000. Mungkin karena hari libur kali yah.

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Setelah bayar tiket, kita meluncur ke lokasi..

Kalau tadi tanjakan, nah sekarang turunan menuju waduk. Perjalanan dari gerbang utama ke lokasi tak kalah  mengasyikkan dengan pemandangan khas jalanan berliku, dan pepohonan di kiri dan kanan jalan. Nggak lama, terlihatlah pemandangan yang mempesona.

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Waduk ini sungguh memiliki panorama yang sangat indah dan membuat saya takjub. Suasana dan indahnya pemandangan di Waduk Jatiluhur membuat otak menjadi lebih fresh. Melihat hijaunya alam disana, cukup memanjakan mata.

Kawasan Waduk Jatiluhur sangat luas. Kita bebas memilih tempat untuk berpiknik. Sembari mencari tempat nongkrong yang pass. Kita berkeliling memutar waduk ini sampai ke ujung.

Kawasan Jatiluhur ini memiliki banyak fasilitas rekreasi yang memadai. Ada hotel dan bungalow, restoran, bar, dsb. Namun karena tujuan awal bukan untuk bersenang–senang ke Hotel jadi kita lewatin aje. ^ _ ^

Selain itu masih banyak fasilitas rekreasi lainnya. Terutama fasilitas rekreasi dan olahraga air. Misalnya : Playground, Jatiluhur waterpark, mendayung, selancar angin, ski air, boating, Jetsky, kano dan lainnya.

Menariknya di Waduk Jatiluhur ini juga terdapat budidaya ikan keramba jaring apung. Sekaligus menjadi sumber rezeki masyarakat sekitar.

Di ujung jalan ada pasar ikan. Disini kita bisa memborong ikan-ikan segar hasil tangkapan warga dari Waduk Jatiluhur. Kualitas ikannya sangat baik karena fresh dari waduk. Tapi disana beraroma kurang sedap, bau amis.

Finally kita nemu tempat nongkrong yang bagus di sebuah lapangan di tepi waduk dengan view yang indah. Ya, spot yang tepat untuk melihat dan memotret matahari saat mau berpamitan.

Untuk area parkir di sepanjang tepi waduk cukup luas dengan keamanan yang lumayan terjamin dan disana juga terdapat banyak penjaja wisata kuliner.

Langsung dah merapat ke tepi waduk. Rasanya pengin banget nyemplung.

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur
Sihaloho Junior :)

Panorama waduk dengan latar belakang bukit yang sangat eksotis, menjadi daya tarik tersendiri. Ditambah lagi berdiri dengan gagah Gunung Parang dan Gunung Tiga Menara di sekitar waduk. Bagus untuk dipotret..

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur
Oxcel :)

Di tempat ini anginnya kencang, jadi rugi banget kalau tidak main layangan ya kan. Makanya si Ozil, Evelyn dan Oxcel asyik main layangan terus.

Wisata Waduk Jatiluhur recommended bagi yang  suka selfi, ada banyak spot foto sangat cocok untuk hunting foto-foto keren yang memberi hasil jepretan tak biasa.

Indahnya sunset di Waduk Jatiluhur..

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Semakin senja, sungguh terlihat lukisan indah ciptaan Tuhan. Perpaduan antara birunya langit dengan pantulan sinar matahari dari permukaan waduk, serta rimbunnya pepohonan di sekitar waduk membuat susana sangat syahdu.

Entah kenapa dan sejak kapan saya seneng melihat saat langit berubah warna menjadi orange bercampur dengan merah muda atau keungu–unguan. Saya sendiri sulit menjelaskannya *hehe*.

Yaps, nama bekennya “sunset”. Saat-saat dimana Matahari secara perlahan mulai tampak meredupkan pancaran panas dan cahaya terangnya, membawa kekaguman tersendiri.

Baca juga :

● Senja di Telaga Pasiraya

Bagi saya, penomena menjelang terbenamnya Matahari di ufuk barat pada sore hari merupakan pemandangan alam yang sangat indah. Seperti indahnya sunset di Waduk Jatiluhur.

Di tengah heningnya suasana sekitar waduk sambil ngobrol hangat dengan angin yang semilir, kami menikmati indahnya sunset di Waduk Jatiluhur. Menyaksikan matahari yang mulai terbenam di ufuk barat.

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Selain dari suasananya yang jauh dari kebisingan, pemandangan alam yang terhampar sungguh menambah kesyahduan dengan cahaya jingga dari Matahari yang mulai terbenam. Penomena inilah yang saya dambakan sebagai penikmat sunset.

Ada keindahan tersendiri disaat kita melihat pemandangan. Karena pemandangan dapat membuat mata kita manja dan fresh kembali.

Begitu juga kepenatan yang ada, dengan pemandangan yang indah ia akan pergi bersama indahnya pemandangan alam.

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Semakin senja semakin ramai pengunjung. Saking asyiknya menikmati indahnya sunset Waduk Jatihur yang semakin menggoda dari balik gunung, jadi enggan untuk pindah ke tempat lain.

Hmm.. ternyata jalan-jalan ke Waduk Jatiluhur di Purwakarta, nggak kalah asyik yah dengan wisata di tempat lain.

Walaupun tak seindah "Destinasi Wisata Danau Toba" (Oalahh danau kok dibandingin sama waduk.. hehe), namun cukup mengobati rasa rindu saya terhadap kampung halaman. Situasi seperti ini sudah lama saya nantikan.

Menikmati indahnya sunset di Waduk Jatiluhur, menjadi sebuah pengalaman yang mengesankan dan sulit untuk dilupakan terutama bagi muka–muka pucat karena kurang piknik seperti saya.

Btw, suasana di Waduk Jatiluhur ini agak mirip kyak di Situ Patenggang, Bandung. Bedanya kalau di Situ Patenggang ada “BATU CINTA” nya. Nah kalau di Waduk Jatiluhur ini, banyak sih batu tapi sayangnya nggak pake CINTA. Eh!

Jadi gimana, ada rencana kah mau menikmati indahnya sunset di Waduk Jatiluhur? Rugi loh kalau belum pernah kesana.

Baik, seperti matahari yang lelah dan tenggelam di penghujung hari, cerita saya kali ini pun berakhir di sini dulu yak.

Dan sebagai sedikit pelajaran jangan lupa untuk hidup seperti Matahari, meskipun dia nggak selalu keliatan, tapi dia nggak pernah berhenti bersinar. Anjaaay!! *maksain banget*

Terima kasih!

See you next time..

Nite & GBU more. Bye..!!
Minggu, 06 September 2020

Transfer Gagal Tapi Saldo Terpotong

Seperti biasa postingan yang saya buat itu biasanya berlatarbelakang dari pengalaman pribadi.

Pernah nggak sobat mengalami transfer uang lewat ATM gagal, tapi saldo terpotong? Saya baru saja mengalami hal ini.

Suatu kejadian yang sangat NGEHE, membuat saya panik dan resah. Ketika melakukan transfer uang lewat ATM gagal, tapi saldo terpotong sesuai nominal yang ditransfer.

transaksi-gagal-tapi-saldo-terpotong

Kronologinya :

Hari Jumat, 28/08/2020 (13.30 WIB) motor kuluncurkan menuju ke ATM BCA terdekat. Suatu aktivitas yang sebenarnya sudah menjadi rutinitas di akhir bulan (dompet kurus kering plus bayar tagihan).

Setelah parkir, saya lihat di depan ATM BCA antrian panjang. Saya memutuskan untuk transfer lewat mesin ATM BRI jaringan prima yang kebetulan berada di sebelah gedung bank BCA.

Jadi daripada saya harus keluar bayar parkir lagi, sekalian saja lompat pager (nggak usah dibayangin juga).  ^ _ ^

Sampai deh di ATM BRI (4 unit), dan nggak pake lama kartu ATM BCA saya tancapkan. Saya langsung check saldo, hmm.. cukuplah pikirku!

Transaksi pertama dan kedua tidak ada masalah. Transaksi ketiga saya mau transfer dari BCA ke rekening BRI milik saya (tagihan via BRI), maklom banyak beban hidupnya. ^ _ ^

Saya pilih menu transfer, saya ngisi kode bank, no rekening tujuan, nominalnya dan muncul nama saya sebagai penerima. Merasa yakin dan saya klik “OK”saja. Dan keterangan di layar ATM “Transaksi sedang diproses”.

Namun saat itu yang membuat saya heran adalah proses loading berjalan lama sekali. Biasanya kalau mesin ATM normal kan ada bunyi reketek–reketek gitu. Nah ini nggak responsif dah.

Saya pikir mungkin sedang terjadi gangguan koneksi. Karena khawatir kartu ATM ketelan, akhirnya transaksi saya “cancel”. Kartu ATM langsung keluar, dan muncul tulisan di layar ATM “Transaksi Tidak Dapat Diproses”.

Akan tetapi, saat saya melakukan pengecekan saldo di unit ATM sebelahnya, ternyata saldo terpotong sesuai nominal yang ditransfer tadi.

Dalam hati saya masih berprasangka baik, karena kedua rekening tersebut milik saya. Jikalau transfernya gagal ataupun sukses  (pending) artinya uang masih tetap akan masuk ke akun saya.

Tetapi saya tunggu sampai dua jam kemudian belum juga sampai. Alhasil saya pun panik. Bingung, kaget, resah dan gelisah bercampur aduk menjadi satu. Transaksi gagal tapi saldo terpotong. Kok bisa ye???

Pikiran saya berubah menjadi penuh dengan prasangka buruk. Bagaimana jikalau uang saya tidak kembali. Mungkinkah ini salah satu bentuk scamming, penipuan atau yang lain? FYI, nominal transfer “cuma” RP.2500000 sii.

Tak mau berlama-lama dalam kepanikan, saya pun menghubungi Call Center Halo BCA di nomor “1500888”. Namun selalu dalam antrian telepon alias queueing. Susah banget tersambung dengan Call Officer – nya.

Hingga akhirnya tersambung dengan operator yang mengaku bernama Gadis (gadis bukan perawan kali ah). Saya menceritakan kronologi kejadian “transfer gagal tapi saldo terpotong” tersebut.

Saat si Gadis itu mulai bikin laporan, belum juga ada konklusi yang saya dapat. Eh tiba–tiba telepon terputus, pulsa habis. - _ -

Saya telpon lagi Call Center Halo BCA masih di nomor “1500888”. Lagi -lagi susah nyambung. Berulangkali  saya telepon tapi muter–muter terus, tekan 1, 2, 3.. dst. Entah sampai berapa digit yang sudah saya tekan.

Syukur bisa nyambung, kirain dengan si Gadis yang tadi itu. Tapi ternyata tidak. Kali ini dengan perempuan yang berbeda (lupa namanya).

Wuahh saya kudu cerita lagi dong case-nya dari awal. Hmm, mudah–mudahan perempuan yang ini nggak putus lagi pikirku *hehe*. Kan bisa makin NGEHE, kalau cerita terus tanpa nemu solusi.

Saya ditanya kronologi kejadian, waktu transaksi, data rekeningnya, nomor rekening dan nama pemilik, nama ibu kandung, rekening tujuan, nominalnya, nomor mesin ATM, dll.

Pokoknya semua pertanyaannya saya jawab dengan penuh percaya diri. Untungnya dia nggak sampai nanya ukuran BH personil “Duo Semangka”. Kalau itu sii djujur saja nggak tau.. Ehe

Saat membuat laporan itu, memang Mbaknya agak lama ngurusnya. Sampe dia berkali-kali bilang, “Masih saya bantu cek ya, Pak!” sambil taktiktuk suara keyboard.  Saya jawab “Iya” lalu diam, krik.. krik.

Sepertinya prosedurnya seperti itu tiap nggak ada kalimat yang meluncur dari dia ataupun saya, dan emang lagi diutak-atik bakalan dijawab gitu.

Kadang saya disuruh tunggu dengan nada dering musik klasik ala BCA. “Mohon ditunggu sebentar ya, Pak”. Saya jawab Iya, iya dan iya.. udah lebih dari 10 menitan. Takut terputus lagi aja ini.

Setelah bersabar menunggu, saya pun dikasih nomor laporan pengaduan 208X0XXXXX. Dengan catatan, laporan diproses 7 hari kerja dan maksimal pada tanggal 08/09/2020 (deadline).

Besoknya saya pun berinisiatif untuk mencoba check saldo. Hasil NIHIL, belum juga di - refund dari pihak BCA (Oalahh sabtu–minggu bank libur kali Pak).

Kembali saya coba lagi push lewat E-mail, dan WhatsApp BCA.

transfer-gagal-tapi-saldo-terpotong

Senin, 31/08/2020 saya merapat ke KCP bank BCA terdekat. Tiba di depan CS, saya kasih saja nomor laporan pengaduan dari Call Center Halo BCA.

“Oh ini tinggal tunggu saja Pak”, katanya.

Saya tanya penjelasan soal case tersebut kenapa bisa terjadi, ternyata bagian CS tidak paham hal itu. Mereka hanya bisa lihat data transaksi saja.

Daripada CS nya gabut. Yaudah sekalian saja saya daftar mobile banking BCA. :)

Sorenya saya coba cek saldo, sudah masuk dana refund–nya dari BCA. Padahal baru juga pagi tadi laporan.

Besoknya saya ditelpon sama Call Center BCA bahwa dana sudah dikembalikan. Syukurlah, masalahnya sudah selesai.

Dari pengalaman saya ini. Ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan, jika sobat punya masalah yang sama  “transaksi gagal tapi saldo terpotong”. Atau selain itu, masih banyak jenis-jenis transaksi gagal yang lain.

Pertama - Jangan panik dan tenangkan jiwa. Coba tarik napas yang panjang dari hidung, tapi jangan lupa dikeluarin lagi yah! Oh iya, jangan pula nekat menghembuskannya ke muka orang lain di sebelah. Bisa - bisa baku hantam.. 😁

Proses pengembalian uang (refund) untuk transaksi gagal tapi saldo terpotong, sesuai penjelasan operator itu, memakan waktu maksimal 7 hari kerja.

Kedua - Sebaiknya datang saja langsung ke Bank yang bersangkutan, agar mudah menjelaskan kejadian kepada pihak Bank. Jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi Call Center Bank (pastikan pulsa cukup) atau Email, WhatsApp, etc.

transfer-gagal-tapi-saldo-terpotong

Catat nomor laporan pengaduan yang diberikan Call Center Bank. Selanjutnya kita hanya perlu menyebutkan nomor pengaduan tersebut, tidak perlu menjelaskan lagi kronologi kejadian dari awal. *wasting time :)

Ketiga - Jika mau transfer lewat ATM, usahakan menggunakan ATM Bank yang bersangkutan. Misalnya kartu ATM BCA, maka sebaiknya menggunakan mesin ATM BCA saja. Jadi ketika terjadi system error, maka pihak Bank akan mudah untuk melakukan tracing.

Keempat - Ketika mesin ATM kurang responsif, infonya transaksi tetap diproses. Jadi tidak perlu menekan berbagai tombol hingga berulang-ulang kali, atau bahkan menekan "cancel". Tunggu saja hingga ada keterangan transaksi gagal atau berhasil.

Udah itu aja sii..

Jadi, gimana? Apa kalian pernah mengalami kejadian NGEHE seperti yang barusan saya alami “transfer gagal tapi saldo terpotong? Share yah di kolom komentar di bawah ini.

Semoga artikel ini membantu teman yang sedang mengalami hal yang sama. Terima kasih!

See you on top..

Nite & GBU more. Bye..!!!
Senin, 31 Agustus 2020

Project yang katanya berskala Internasional

Oh yes dear, pada nyadar nggak sii belakangan ini saya nggak update blog? Hmm, nggak ada ternyata! *bubarrrr* ^ _ ^

Walaupun nggak ada yang nanya, saya bakalan nekat ngasih tau kenapa saya belakangan ini kudet. Maklom, baru pindah kerja. Jadi sok sibuk!

Saya resmi dipindah dari bagian “Spare Box”. Saya sudah dimutasi ke sebuah kota terlengkap di timur Jekardah.

Saat ini saya stay di salah satu perusahaan yang ‘katanya’ berskala Internasional. OH YEAHH???

OK. Pencitraan doang, nih saya ceritain kebenarannya..

Jadi ceritanye *curhat dimulai*, ketika saya masih aktif ikatan dinas di bagian “Spare Box”. Saya dapat tawaran dari My Bos untuk bergabung di project yang katanya berskala Internasional ini.

Awalnya saya ogah–ogahan. Bukan karena di bagian “Spare Box” itu gajinya tumpeh–tumpeh kyak Rafi Ahmad.

Tapi karena setelah mengulik inpoh soal project yang katanya berskala Internasional ini, (((dengar–dengar))) sepertinya kurang sesuai dengan ekspektasi.  ʘ‿ʘ

Seperti lagunya Doraemon lho sob (versi Sunda) : “Kuring mah hayang kieu, Kuring mah hayang kitu, Hayang kieu, hayang kitu sagala hayang..”. Manusiawi bukan?

Namun setelah saya pikir-pikir dengan seksama, akhirnya tawaran itu saya terima dengan lapang dada.

IYA, SAYA TERIMA!

Sebetulnya bisa saja saya tolak. Namun jika tawaran itu saya tolak dengan alesan tidak sesuai ekspektasi. Sepertinya saya terlalu egois bin naif, lebih mementingkan hak daripada kewajiban saya sebagai bawahan.

Saya ingat betul ucapan salah satu senior saya dulu. Belio bilang “Co kerja itu harus ikhlas, biar nanti gajinya juga jadi berkah. Sekarang mah banyak–banyakin nyari berkah”. Beuhh menohok!

Ketika mendengarkan nasehat belio tuh, saya langsung terbelalak. Rasanya saya kyak tertohok gimana gitu. Terhipnotis, tersugesti.. hehe. He’s absolutely right.

Ucapan itu sangat berfaedah dan sarat akan pesan moral. Kadang jabatan tinggi dan gaji gede juga percuma kalau tidak bisa menjadi berkah, apalagi tidak bermanfaat bagi sesama!

Kembali ke laptop! #EA!

Project yang katanya berskala Internasional ini, HO-nya ada di Jekardah. Namun cabangnya banyak sekali (Sabang–Merauke). Salah satunya di kota terlengkap penderitaannya di timur Jekardah.

Menariknya, kantor cabang yang berlokasi di timur Jekardah ini merupakan cabang terbesar di seluruh Indonesia (National Distribution Center). Bangga dikit boleh yah! *apanya yang mau dibanggain coba ^ _ ^

Saya nggak bisa sebut nama perusahaannya. Privasi dikit dong.. hehh. Singkat cerita perusahaan ini bergerak di bidang distributor produk farmasi, atau sebagai inovator di bidang pelayanan kesehatan (sedikit bocoran).

Layanannya mencakup distribusi, pemasaran dan penjualan, clinical reach, program farmasi, serta pelayanan yang berfokus pada kesehatan.

project-yang-katanya-berskala-internasional

Reaksi saya sewaktu pertama kali memasuki perusahaan ini adalah “wew.. !!”. Perusahaan dengan tipe bangunan yang tampil elegan dan mewah.

Sebetulnya ketika saya ditawarin untuk bergabung di project ini. Saya langsung googling mencari informasi dengan berbagai macam keyword. Mulai dari alamatnya, gajinya, owner-nya dari planet mana.. dsb, termasuk gedungnya gedee atau sekelas ruko.

Jadi alasan paling kuat kenapa saya menerima tawaran itu ya karena alasan terakhir itu sih. Ehe..

Sebagai karyawan yang sedang masa percobaan (bahasa kerennya masa probation). Kita dikasih kesempatan selama dua minggu ‘tandem’ untuk mempelajari jobdesk–nya (Sebodoh itu kah sampai dua minggu?).

Saya sempat kepikiran, dua minggu?? Jangan–jangan mau dijadikan kelinci percobaan buat bikin vaksin anti corona. Oh men, saya belum siap menjadi terkenal karena si coronce itu.

Umumlah yah! Agenda hari pertama adalah pengenalan perusahaan secara umum, penjelasan fasilitas, tata tertib, struktur organisasi, dll.

Tenyata pas masuk ke bagian yang lain dari perusahaan ini, saya dibikin melongok dan ngomong “wew.. weww!!” lagi. Ah stop it you..! 😁

Perusahaan ini dibangun di atas lahan kurlep 3500m dengan fasilitas memadai.

Walau isinya banyak banget banget bangetttt produk kesehatan (Oke lebay!). Tapi teteup keren, produk tersusun dengan rapi, higenis nyaris tanpa debu.

Ya, iyalahh namanya juga bidang farmasi. Kalau banyak oli mah itu bengkel, norak!! 🤭


project-yang-katanya-berskala-internasional

Efektif per tanggal 01 Agustus 2020, saya sudah terjadwal masuk di project yang katanya berskala internasional ini.

Sedikitpun tak ada yang saya takutkan, nggak takut kalau nggak bisa bergaul dengan orang baru. Nggak takut karena belum mengenal partner, team dan atasan baru disini. Lah saya mah aslinya supel sebetulnya.. hehe

Saya juga nggak terlalu kwatir kalau harus kembali belajar mulai dari awal. Nggak takut pada suatu hal yang belum pernah saya kerjakan di waktu sebelumnya. Justru saya menyukai suatu perubahan atau tantangan.

Omong - omong secara prosedural, nggak jauh beda dengan PT. GAC Samudera Logistik (Perusahaan tempat pertama kali saya terjun bebas dalam dunia kerja). Di sanalah saya mendapat banyak knowledge.

Jadi saya tak terlalu kewalahan untuk dipekerjakan di project yang katanya berskala internasional seperti ini.

Salah satu aturan menarik di sini, setiap kita memasuki area plan harus menggunakan APD lengkap. Jadi disitu masuk sudah harus terpasang dengan rapi, serta harus menggunakan ID card (akses).

Yang pasti “taking fhoto is frohabited”. Dilarang membawa henpon ke dalam area plan. Kecuali saat stock opname dan sudah ada ijin dari si user–nya. Jadi bagi yang suka main henpon saya sarankan jangan melamar ke sini.

Yass!! Tak terasa sudah sebulan saya bergabung di project yang katanya berskala Internasional ini *yaelah baru juga sebulan.. hehh*.

Tapi kalau mau dipikir–pikir, daripada saban hari harus mengeluh karena nggak sesuai ekspektasi. Saya coba petik hikmahnya, dari hal yang kecil dulu yah!

Jika ke project yang lama waktu tempuh bisa hampir 1 jam (kalau lancar), pasalnya jalur macet tentu saja intensitas rawan kecelakaan. Makanya dulu berangkat kerja itu waswas banget.

Selain itu di sana juga harus bayar parkir (Rp.3000), belum lagi kena bea cukai penyeberangan antar daerah Cikarang – Cibitung (Rp.1000). Kalau pulang–pergi? Hitung saja sendiri.

Meskipun saya bukan #AnakEkonomi yang #NggakMauRugi, tentu saja hal ini bisa jadi pertimbangan. 😁

Sedangkan project yang sekarang ini, gak terlalu jauh dari rumah. Kalau naik motor waktu tempuh sekitar 20-30 menit. Kalo merayap belum tau sih, belum saya cobain.

Biaya parkiran? Mau kerja bawa “Counteiner 1 x 40 fit” juga, gratis tis tis!

Mau nginep di kantor? Sok atuh, mau fitness?? Boleh.

Dari segi jam kerja? Yaps, disini kerja lebih manusiawi. Saat ini sih saya udah mulai enjoy. Selain itu, kerja disini bisa tenggo (disitu teng langsung go!). Kadang belum teng, udah go.. 😁

Kira-kira seperti itu!

Dari curhatan saya yang nggak jelas ini, saya hanya ingin berbagi pengalaman kepada para pembaca yang saat ini menjalani atau bernasib sama dengan saya. Mari kita jalani mutasi kerja dengan ihklas.

Udah ye gitu aja updatenya. Yang kerjanya udah nerapin new normal teteup dipatuhi ya protokol kesehatannya. Kayak Bosskuh yang itu dong, kalau kerja pake masker sama face shield. Monmaap itu tukang las ya?? Ehe..

Terima kasih ye sudah sudi untuk membaca tulisan ini!

See you on top..

Nite & GBU more. Bye..!!
 
;