Selasa, 26 Maret 2019

Berkamuflase

Selamat malam pemirsahhhh...!

Sebelum meluncur ke topik pembahasan, sedikit nyepik-nyepik.. Hidup itu memang indah yakan, namun dibalik indahnya kehidupan banyak kebusukan di dalamnya sehingga bisa dimaknai bahwa hidup ini penuh kebulsitan, tipuan, kepalsuan dan kebohongan.

Tak baik memang jika melihat kehidupan dari sisi buruknya, tapi apakah baik jika hanya melihat sisi indahnya kehidupan, tanpa pernah melihat sisi buruknya kehidupan yang penuh penderitaan, penuh luka dan air mata yang menyayat hati?

Mungkin itu sebagai openingnya di segmen kali ini.. *Yok - NGOPI SADAYANA! 😎

Postingan ini merupakan lanjutan “Tentang media sosial” yang mana kali ini penulis akan mengulas sikap manusia yang suka berkamuflase atau bertindak “seolah-olah” yang menjadi ciri khas generasi milenial di jaman digital.

Ilustrasi
Di era teknologi yang semakin canggih saat ini, manusia hampir tidak bisa terlepas dari internet atau lebih spesifiknya media sosial. Dimana kita bisa menyerap segudang informasi atau bisa bertukar informasi secara militan.

Mohon maaf lahir batin nih, tak ada maksud menilai jelek ke media sosial atau melarang menggunakan media sosial. Tapi saya disini cuma ingin berbagi apa yang saya pikirkan, apa yang saya analisa dan dampaknya kepada sebagian orang.

Baiklah, secara fungsional internet berguna sebagai sarana komunikasi tanpa batas, pertukaran informasi, sebagai sumber informasi dan pengetahuan, dan membuat segalanya menjadi serba instan. Misalnya : silaturahmi semakin instan, ketemuan semakin instan, ampe mau bobo bareng aja semakin instan dan tak bisa dipungkiri akhir2 ini perkawinan instan alias “kawin dadakan” pun sering terjadi (eh korelasinya apa yak?).

Ketika media sosial booming, fenomena pamer pun semakin menjadi-jadi. Gak pandang umur, mulai dari anak bau kencur ampe anak bau kentut.. ehh. Semua berlomba-lomba serasa masuk di arena kompetisi untuk menonjolkan apa yang mereka punya. Bisa itu jabatannya, keahliannya, kekayaannya ataupun kesedihan mereka yang dipublis ke dalam beranda di medsos mereka.

Sayangnya gak jarang mendramatisasi situasi dan kondisi sebenarnya. Bahkan “halu” membuat drama-drama yang hanya bisa dia mengerti sendiri. Padahal ketika kita terjun ke dunia yang sebenernya, bahwa semuanya memang biasa aje. Dia hanya melebih-lebihkan sesuatu yang terlihat biasa.

Yaps.. seperti ketidakpuasan, memamerkan segala bentuk apa yang mereka pikir itu layak untuk di lihat oleh banyak orang. Disitu sudah mulai sedikit nampak dari impactnya sebuah media sosial, yang berubah fungsi dari tujuan awalnya.

Muncul lah gaya hidup baru yang tidak sehat, dan jujur saya pernah mengalami hal seperti itu sebelum akhirnya saya taubat.. *tjurhat :D. Tapi yang kita mau selalu tidak merasa puas, lapar dengan like, komentar dan haus dengan segala pujian, persetujuan atau perhatian dari banyak orang kepada kita. Bener gak?

Topik ini saya angkat lantaran saya abis terhempas di sebuah group media sosial yang saya miliki. Jadi begindang..

Awalnya seekor teman mengirim fotonya sendiri ke group WhatsApp. Berfose dengan gaya andalannya menggengam smartphone seri teranyar, lengkap dengan kaca mata tembus pandang. Tangannya agak dikepal menunjukkan merk jam yang mahal itu.. seolah-olah mengisyaratkan "Hey, I'm in lho..!", "Gue happy donk!!", "Jangan anggap remeh gue!!".. *mungkin ya mungkin :)

Di bawah gambar dimuat caption yang terdiri dari beberapa perkawinan kata berbahasa inggris berohh!

Mulanya foto ini tak ada yang merespon. Melihat style mode on si kawan, akhirnya saya sedikit mengkoreksi.. “ini Begu (nama samaran) yang dulu ***** itu yakan?”

Pas saya berkomentar begitu, one by one temans pun pada nimprung keluar dari cangkangnya.. hehe. Ada yang bilang gini.. "Woii.. merapat!! Rico lagi turun gunung, habis bertapa!!" jreng.. jreng.. group itupun seperti di BOOM..saling sahut menyahuti.. ya ujung2nya bisa ditebak bercanda online dan bernostalgile.

Singkat cerita si Begu itu langsung telpon saya, seolah-olah dia berusaha menyakinkan saya bahwa dia bukanlah Begu yang dulu..

Begu : Hello.. Co loe masih hidup aje?
Saya : lah loe sendiri kenapa belum mati sih? *maaf bercandanya kelewatan :D

Obrolan awalnya ringan berubah jadi agak sedikit berat untuk direspon, karena sudah berhubungan dengan hal-hal berbau pribadi. Obrolan pun didominasi belio dengan kata-kata super. Seolah-olah mengkerdilkan keberadaan orang lain. Begitu bangga dan sombong atas pencapaiannya saat ini. Pokoknya jauh beda deh dengan Begu yang saya kenal sebelumnya.

Tanya jawab yang berubah menjadi saling meledek dan berujung acara nasihat menasihati pun tak terelakkan lagi. Saya sempat minta tabloitnya atau yang versi online gitu? Siapa tau yekan bisa ikutan gaya ala perlente. Eh ternyata gak punya..

Saat dia asyik ngemeng, saya diam sejenak.. lahlu, saya bilang "Apah? Hello, hello.. putus-putus suara lo".. tutt.. uttutt!! (telpon saya matiin) *Please child don't try this at home OK!. Saya memutuskan membiarkan belio menikmati dunianya.

Mengingat alegori bahasanya si Begu itu, seketika pikiran rasionalku memunculkan pertanyaan yang cukup menggelitik di otakku. Mau sampai kapan hidup penuh kepalsuan seperti itu?

Bagi saya, berkamuflase sama halnya dengan tindakan kejahatan. What?? Iya, berkamuflase artinya menipu diri, menipu diri sama halnya menjadi orang lain, menjadi orang lain sama halnya membunuh diri sendiri. Nah ini yang saya maksudkan tindakan kejahatan. Sehingga tak ada lagi minat mendekatkan diri ketika kepura2an bersetubuh dengan angin.

Akhir-akhir ini saya sudah mengambil jarak dari kaum mereka yang seperti itu, baik teman, saudara dan apapun itu.. muak! Setidaknya, ini adalah upaya untuk menjaga kebaikan yang terkadang begitu rapuh untuk dipertahankan.

So, untuk yang ngerasa aje..!

Jaman memang menuntut dan menawarkan lebih dari yang kita punya, Ia selalu pintar meminta dan merayu, namun jangan sampai candu. Berinteraksi dengan mengendalikan diri secara konsisten merupakan suatu yang tak terbeli dan tampil apa adanya udah lebih dari cukup.

Saya lihat kau tak kuat menjadi rajawali dan mungkin belum saatnya meroket menembus cakrawala. Ada kelemahan yang jelas malu-malu kau tutupi dalam diri, tapi tak pernah kau akui. Ketahuilah bahwa sesungguhnya perlu waktu untuk bisa terbang dengan sempurna.

Belum cukup kuat kepakmu, mungkin belum saatnya kau menyentuh awan. Tentu saja saya tak ada upaya mencegahmu terbang tinggi, lebih tinggi lagi seperti yang diidam-idamkan banyak orang. Tapi perhatikan kekuatan sayapmu. Untuk bisa terbang tinggi ada proses belajar.

Bukan maksud hati menggurui, kau memiliki lebih banyak dari yang saya miliki. Kesombongan dan tingkah polahmu, bahkan terminologi bahasamu mengisyaratkan begitu kalapnya kau menghadapi jaman, yang sebenernya dalam hati kau tolak habis-habisan. Adakalanya kau melihat orang disekitarmu, di atas langit ada langit berohh.

Gak usah kau munafik, sebagai anak kost filosofi hidup pertama yaitu bisa menahan lapar. Jatah makan manusia normal yang tiga kali sehari bisa kau reduksi menjadi sekali sehari demi style mode on ala perlente untuk kau pamerkan di media sosialmu (kau pasti penganut seperi itu bukan? Ehh :D). Sudahlah gak usah membuat dirimu menjadi yang bukan-bukan. Kau selalu lebih baik dari apapun dan siapapun di dunia persilatan ini.

Saya ingat saat kita ngopi ngobrol begitu jujur dan serius, begitu intim. Kau tunjukkan sisi kemanusiaanmu yang tak sempurna dan tak mungkin sempurna, kau nampakkan segala kelemahanmu dan kau muntahkan segala kegundahanmu. Dan itu yang membuat saya nyaman untuk bertukar pikiran, karena kau tidak menempatkan diri sebagai hakim – yang memponis orang yang belum tentu bersalah.

Catatan ini mungkin tidak akan mengubah dan tak akan menjadi apa-apa. Jika boleh berharap, biar hanya sedikit kau mau ngegubris. Karena ketika rasa bosen menghampiri dan tak ada lagi minat untuk berbincang, mendegar, menyapa bahkan berempati. Saya takut jika suatu saat hal itu terjadi dan kau membutuhkannya.

Masih banyak beroh, masih banyak dampak yang pengen saya ceritakan. Tapi lain kali aja karna perlu jeda untuk menganalisa dan berpikir sedikit tidak waras dengan kegilaan ini semua.

Sekali lagi saya menikmati media sosial kok... meskipun saya gak mengikuti semua trends. Saya juga gak merasa pinter cenderung paok. Saya masih awam dan masih butuh banyak pengalaman untuk ngomongin ini semua. Terserah sih, kau mau ngegubris atau tidak. Bodo amat!

Sedikit pesan moral dari penulis :

Ada baiknya kita memanfaatkan inteligen untung mengungkap fakta, terutama di era digital sekarang ini. Guna memetakan segala sesuatu dalam hidup sosial dinamis, agar kita tak mudah dikibuli. Karena terlalu banyak hal di alam semesta ini yang terlihat tidak sebagaimana ia semestinya terlihat.

Maaf kalau tulisan ini agak sedikit nge-gass.. sumfah eneg teing berhadapan sama manusia yang munafik, hobi berkamuflase.

Sekian dulu ya cuap-cuap bulsit saya hari ini, sampai berjumpa lagi di segmen selanjutnya..

Nite & GBU more… Bye!! :)

Selasa, 19 Maret 2019

Selow !

Selamat malem eperibedih..!

Udah pada ngopi belom nih? Telat kali ye nyapa kayak gitu, maklom baru sempat mengudara. But sebagai makhluk yang respect sama kalian, no what what dong anggap aje lagi ngingetin.. *Yuk - NGOPI SADAYANA! 😎

Pulang dari Cibubur si kawan ngajak ngopi dulu. Kita ngopi sembari diiringi musik ber-genre reggae di kedai kopi itu dengan speaker kualitas suara yang mumpuni. Saya sungguh menikmati alunan musik itu hingga sedikit tersentuh berohh dengan liriknya. *kok bisa seorang Rico sampai tersentuh.. haha. Mau tau apa lagunya? Sebelumnya luangkan sedikit waktumu..

Sudah jauh saya melangkah, terus melangkah menapaki lika-liku kehidupan. Jatuh bangun sudah hal yang biasa, hingga menimbulkan berbagai bekas goresan. Luka itu sembuh, namun sangat disayangkan jika terluka lagi dengan kisah yang sama. Mata hati ini selalu melirik ke setiap sudut mencari sesuatu. Lalu! Sosok seperti apa yang saya cari?

Saya rehat sejenak dan merenungi, banyak problematika yang timbul di benak ini membuat saya teringat kembali. Siapa sebetulnya yang saya tunggu? berbagai persepsi dan argumen di pikiran ini mendefinisikan kata demi kata, kalimat demi kalimat yang terlontar entah darimana sumbernya. Pikiran kalut yang membebani otak ini membuat saya meneruskan perjalanan yang sudah terlanjur jauh.

Untaian kata-kata ini ingin saya rajut sampai di akhir tulisan. Namun saya khawatir pembaca tidak bisa menterjemahkan pesan yang tersirat yang hendak saya sampaikan memalui tulisan ini. Disamping itu saya bukanlah seorang pujangga, rasanya sulit untuk mendeskripsikannya dalam bentuk kata-kata mutiara. Karenanya saya akan coba merefleksikan melalui profesi melayani (service).

Okey! Dalam dunia pelayanan, tentunya setiap tempat pasti memiliki "main service" masing2. Misalnya : jika kita ke Bank disana kita akan dilayani dengan sambutan hangat. “Selamat pagi Pak/Ibu ada yang bisa kami bantu? Beda dengan rumah sakit, ketemu Dokter “Selamat pagi Pak/Ibu apa keluhan anda? Lain lagi kalau ke Mall atau departemen store “Selamat pagi kak.. silahkan!!” bahkan di pusat grosir “Selamat datang di “Butik bla bla..” boleh bunda jilbabnya, silahkan! Kira-kira seperti itu.

Terkait dengan dunia pelayanan, ternyata gak selamanya loh yang dianggap ramah oleh pelayan bisa ditanggapin ramah juga oleh si konsumen. Kok bisa? Nah itu lah yang mau saya obrolkan.

Memang ramah itu penting.. but jika terlalu ramah, malah jadi eneg. Saya pernah nemuin pelayan seperti itu di sebuah Swalayan. Ketika saya datang, si pelayan langsung memberikan sambutan hangat "Selamat malam kak!" dengan senyum lebar hingga melebihi lebar mukanya...” Saya balas dengan senyum yang tidak kalah lebar. Lalu saya diikutin terus, kemana saya pergi saya selalu digiring dari belakang. Kayak lagi di angon..!

Selama saya masih memilah dan mencari celana/baju yang ukuran dan warna yang pas. Si pelayan ngemeng mulu sampai mulutnya bau. "Ini juga bagus loh kak.. bla bla", "gak mau coba yang ini kak.. bla bla" dengan senyum yang masih berbinar-binar.

Saya coba cocokan ke badan saya.. "wuahh cocok tuh kak!" ucap si Mbak dengan lantang, sambil mengangkat kedua jempolnya. Lalu hening.. krik.. krikk! Terus saya coba lagi yang lain.. "Itu juga cocok banget kak!" Kemudian hening sepersekian detik.. *ngik

Tampaknya apa pun yang saya lihat dan paskan di badan saya selalu disamber dengan respons yang sama "Cocok tuh kak, iya bagus kak!" dengan nada bicara yang sama. Mungkin kalau saya, ambil bra dan daster juga pasti dia bilang "Cocok tuh kak!". Untung saya gak bilang "Mbak mau gak saya kawinin?" mungkin dia akan jawab "Cocok banget tuh kak!" :D

Setelah menemukan yang sreg, saya masuk ke ruang ganti/ fitting room di dalam toko baju atau Swalayan tersebut. Anehnya tuh pelayan ngemeng mulu dari luar ruang ganti yang hanya ditutupin dengan hording "gimana kak bagus kan? Masih ada size yang lain kok. Udah pas belom?"

Mendengar pertanyaan itu, saya keingat sebuah film yang mana ketika si pelaku pembunuhan dikenakan hukuman mati. Saat mau dieksekusi, pelaku dimasukan ke dalam ruangan yang ditutupi dengan hording. Hakim bertanya "bagaimana posisi anda, apakah sudah nyaman?" Ketika si pelaku bilang "sudah!" langsung disniper (tembak mati) dari luar.

Mengingat kisah itu, setengah berharap tidak ditembak mati. Saya jawab dari dalem kamar pas Iya mbak ini udah pas kok!". Celana/bajunya saya suka, tapi kalau berhadapan sama pelayan kyak gitu males juga yakan?

Beda lagi nih sama pelayanan disuatu departemen store yang pernah saya kunjungi. Ketika saya masuk si pelayan saya lihat asyik bercanda ria ama mantemannya. Padahal customer tampan sudah merapat, gak disambut nih? :)

Karena si pelayan asyik bercanda ria, saya cuek aje biarin deh yang penting pada heppi. Saya pun masuk saja, dan setelah saya muter-muter mencari apa yang saya cari belum juga ketemu. Saya pun bertanya sama si pelayan. Mbak..! mbak..! *gak dengar. Mbak.. Hellow! Sambil melambaikan tangan. Tetiba hening.. candaan mereka berhenti. Mbak, maaf mengganggu! kalo yang ini *nama barang* ada gak yah disini?

"Cari saja disana!" kata seorang pelayan sambil menunjuk ke pojokan. *mereka kembali bercanda ria.. What the fuck? Dari tadi saya dianggurin, dicuekin, bebas wara-wiri di dalam store tapi malah dapat jawaban sebegitu kamfretnya.

Adegan berikutnya sudah bisa ditebak bukan? Pas dia bilang seperti itu, tanpa penghormatan saya tinggalkan itu store dan saya berjanji dalam hati tak akan beli apa2 kesitu lagi seumur hidup saya. *Akutuhgakmaudigituin.. :D

Next.. masih seputar pelayanan, urusan makan tak hanya sebatas menyantap yakan. Tetapi juga cara menyuguhkan.

Sebagai contoh soto ayam Pak Nur yang saya suka makan saat saya tinggal di Pondok Ungu. Sampai saat ini saya masih ingat, saking enaknya hampir setiap pagi saya langsung ke tempat Pak Nur jualan soto di pinggiran kali terus minta dibungkusin. Rasanya sedap, gurih lengkap dengan bumbu pedasnya. Hmmm.. yummy! Sampai teman saya mencurigai saya, karena obsesi saya terhadap soto ayam tersebut.

Suatu saat, teman saya ini nanya. Lo tau gak gimana Pak Nur bikin sotonya? Ya samalah seperti bikin soto lainnya, kata saya.

Bukan, itu Pak Nur campur sotonya pake tangan yang tidak dicuci. Gue pernah lihat dia garuk-garuk keteknya terus langsung ngambil bihun dicampur-campur gitu.

Ah lo.. jangan bikin berita yang gak ada kebenarannya, itu sama saja menutup rejki orang lain, kata saya.

Yaudeh kalo gitu, besok pagi kita makan bareng disana ye, kata teman. Okeyy..!

Besok paginya, pas kita berdua kesitu kebetulan warung soto Pak Nur sepi. Terus kita berdua duduk di kursi. Menunggu Pak Nur sepertinya lagi cuci piring di balik tenda yang dijadikan sebagai dapur. Eh tetiba, ada suara kucuran air yang agak tersendat-tersendat ke arah kali dari balik tenda. Teman saya berbisik, "Tuh lihat dia lagi kencing".

Menyaksikan hal itu, kita berdua niat mau kabur. Ketika saya sama teman udah berdiri.. Pak Nur bilang, "Seperti biasa ya mas?" Kan gak enak ya kalau gak jadi beli, yaudah sekalian saja saya lihat kebenarannya. Astaga! bener pemirsa, keluar dari tenda Pak Nur gak cuci tangan. Langsung pegang bihun dan dicampur irisan daging ayam.. Uekkkkkkkk! Tentu saja setelah itu saya gak mau makan disitu lagi.

Besoknya teman saya pun ngajak makan di suatu tempat di PangJay. Cara membuatnya bikin kaget. Saya lihat sendiri Tante Sri yang membahenol itu bikin adonan. Tante Sri duduk ngangkang di lantai warung, sesekali dia ngelap mukanya yang penuh keringet lalu meremas2 adonan yang dia sajikan di atas sebuah tampi.

Lalu saya tanya teman, “Bang, itu bikinnya ekstrime banget yak? Langsung meremas2 makanan pakai tangan gitu, emang gak kotor?

Jawaban teman saya enteng banget, “Justru itu enaknya Co, kena-kena tangan” sambil asyik liatin Tante Sri yang masih ngangkang. Saya tersenyum, mungkin itu rahasianya. Hihi

Baik, mari kita petik sedikit intisari dari cerita bulsit saya ini. *Oalah intisari? Boro-boro ada yang mau dipetik.. Bodo ahk :D

Kalau dipikir-pikir, seperti orang yang sedang kasmaran berflower-flower, ingat kasus pelayan di Swalayan tadi. Kadang terlalu baik, terlalu disosor pun bisa membuat pasangan gak nyaman. Terkadang terlalu cuek pun seperti kasus pelayan yang bercanda ria tadi bisa bikin pasangan emosi.

Begitu juga soal soto ayam Pak Nur dan jualan Tante Sri. Bukan hanya melihat gesturnya yang menarik saat disajikan. Ada baiknya menitikberatkan bibit, bebet, bobot.. bukan sekadar statusisasi. Paras memang penting, tapi cantik itu relatif bukan?

Dibanding wanita yang saban hari narsis di sosmed, terus cari perhatian dengan segala skenario. Misalnya : mengeluh "Tuhan, aku lelah!" , per tiga hari statusnya sakit, mengunggah fotonya yang lusuh minta diperhatiin sama Om-Om, galau akut, bahkan gak segan2 datang bulan saja dipublish.

Suka berkhayal yang hiperbolis alias “halu”, terlalu haus perhatian dan romantisme, dan tak jarang berharap akan mengalami kejadian-kejadian persis yang ada di dalam film-film drama romantis Hollywood di dalam kehidupan nyata.

Suka ngambek, galau antara pilih makan bengbeng langsung apa bengbeng dingin. Pokoknya GALAU.. *bad reputation.

Masa hanya gegara bengbeng (karena hal yang sepele) harus kejar2an? ribet bener dah ahk. Mau yang bengbeng dingin? Tenangkanlah dulu dirimu, nanti kita beli lagi sayang, gak usah lari2an. Udah kyak kucing mau kawin aje harus kejar2an dulu. Kalau jodoh dia akan kembali sebagaimana dia ditakdirkan. Bukan begitu Ferguso??

Lantas! Pelayanan yang seperti apa seharusnya bisa dijadikan "gacoan"?

Kalau boleh memilih mungkin lebih baik seperti pelayan POM Bensin saja lah, gak perlu tampilan mehong, lenjeh, ribet, menor. Meskipun terlihat sederhana tapi simple, madiri dan selalu optimis yang selalu mengatakan "Kita mulai dari nol ya!" :)

Saya akan tersenyum sambil menjawab, Ok bebz, let's start from zero! Apa kamu serius mencintaiku?"

"Jangan kau tanyakan bang, cintaku padamu semurni Pertamax ini" balas wanita itu menggombal tak kreatif.. *Jdaaaaaar! :D

Saat ini saya menyeruput kopi hitam yang diiringi soundtrack yang pas banget dah “Selow”. Di akhir tulisan saya ucapkan terima kasih bung Wahyu Ramdani sang penyanyi lagu ini, anda memang menginspirasi.

Hidup_bahagia_itu_selow
:D
Karna ku selow, sungguh selow, sangat selow, tetap selow.. santai.. santai.. jadinye keseloann!! Haha

Sampai disini dulu ye cuap2 kita hari ini.. sampai ketemu lagi di segmen selanjutnya!

Nite & GBU more.. Bye!! :)

Senin, 11 Maret 2019

CIKARANG - Kota terlengkap di timur Jakarta

Oh yes dear, masih ingat gak Bekasi sempat viral di omongin di media sosial dengan nada kurang elok, lebih tepatnya di-bully.

Sindiran berupa meme (gak pake 'k') parodi yang bertuliskan, "Kalau lo lagi jalan tiba-tiba jalanan rusak, berarti lo udah masuk Bekasi".

Ironisnya, orang daerah yang tempat tinggalnya lebih antah berantah dari Bekasi malah ikut ngecengin Bekasi. 😆

Ahk! Tak kenal maka tak sayang kira-kira istilah inilah paling pass untuk menepis nyinyiran tersebut.

Padahal, Bekasi punya banyak wilayah yang bisa dikatakan menarik. Yaps, salah satu wilayah yang saya maksud adalah Cikarang - Kota terlengkap di timur Jakarta.

Bagi saya Cikarang suatu tempat yang nyaris sempurna untuk dihuni. Kota Cikarang dimana tempat saya merajut asa meraih mimpi.

Di kota ini saya merasakan jatuh bangun hidup sebagai petarung sejati, jatuh bangun berjuang sampai titik darah penghabisan. Kota kecil ini menjadi saksi, saksi dari perjalanan hidup saya dalam meraih angan.

Bukan maksud hati menyaingi sebuah puisi karangan Chairil Anwar yang berjudul “Karawang-Bekasi”.

Tapi saya disini sekedar sharing informasi buat temen2 yang baru datang atau yang mau mencoba datang menguji nasib ke Cikarang.

Cikarang yang dulu bukanlah Cikarang yang sekarang ya gaes, percaya deh!

Sekarang semuanya udah tersedia disini. Semua yang lo cari ada disini, semua yang lo butuhin ada di Cikarang-Bekasi.

Mau cari apa? Mall, Bioskop, Rumah sakit, Kampus, Stasiun kereta, Terminal bus, Stadion, Penjara (?), Cafe, Geray kopi, Distro, bahkan Sangkal putung (dukun patah tulang) juga ada lhoo! 😁

Memang sih kota penghubung antara Jakarta dan Bandung ini berasa kaya jigong yang nempel di sela sela gigi geraham yang besar.

Coba saja lihat di peta, Cikarang-Bekasi itu di apit tiga kota besar. Jakarta Timur, Bogor, dan Cikampek baru tembus ke Bandung. Kebayang dong, Bekasi itu berasa seperti Orchid Child (Baca: anak bawang).

Tapi jangan salah, dari sisi Industri, hampir semua perusahaan besar berskala dunia ada di Cikarang-Bekasi.

Kawasan sub urban Bekasi ini yang menopang denyut kehidupan Ibukota. Di sinilah saya begitu yakin bahwa Jakarta butuh Bekasi. Bukan Bekasi yang butuh Jakarta.

Cikarang-Bekasi udah terlanjur jadi prioritas utama para investor asing ketimbang kota-kota pinggiran Jakarta lainnya.

Soal penghuninya, Cikarang-Bekasi punya populasi cewek cowok yang ganteng2 terus cantik2 dari segala perjuru loh gaes (Multietnis).

Menurut saya anak Bekasi itu, anak yang mandiri, pekerja keras bukan anak alayer gitu, manja.

Saya sendiri naksir dan memilih Cikarang sebagai domisili saya, bukan tanpa alasan. Satu hal yang saya sukai di Cikarang adalah tempatnya strategis.

Terminal Cikarang menyediakan angkutan umum, baik bus maupun minibus menuju Jakarta, Bandung, Bogor, Bekasi, dan Karawang.

Kalau malas ke terminal, tunggu saja di depan pintu Toll Cikarang. Ngopi deh disitu sambil angkat kaki sebelah nungguin Bus.

Sebagai kota satelit, ada dua kawasan elit yang menjadi andalan di kota ini yaitu JABABEKA dan LIPPO Cikarang.

Ada yang belum pernah dengar? Kalau belum, berarti mainmu belum jauh nih.

Btw, Apa sih kepanjangan JABABEKA itu?? ada yang bilang, bahwa JABABEKA adalah JAwa BArat BEKAsi. Namun tafsiran ngawur saya menjabarkan, bahwa JABABEKA adalah JAkarta BAratnya BEKAsi diinjek massa.

Untuk kawasan JABABEKA sendiri, terdapat 2 pool shuttle bus yaitu : pool shuttle bus ke Bandara Internasional Soekarno Hatta, dan pool bus patas antar kota Primajasa jurusan Bandung (Leuwipanjang). Masing-masing sudah terjadwal berangkat setiap jamnya.

Kalo di LIPPO Cikarang, Ada shuttle bus Lippo Cikarang – Jakarta (Blok M) poolnya di Citywalk, melintasi jalan menuju gerbang tol Cikarang Barat. Benar, akses mudah dan fleksibel.

Selain itu saya kasih sedikit informasi angkot disini :
-Angkot K17 Cikarang -Cibarusah (24 hours)
-Angkot K33 Lippo Cikarang-Lemah abang (24 haours)
-Elf Minibus. No.50A Cikarang -Bekasi Timur (Pangkalannya di lamer Lippo Cikarang)
-Elf Minibus No.45 Cikarang-Bekasi Barat (Pangkalannya di lamer Lippo Cikarang)
-Elf Minibus No.59 Cikarang-Uki (Pangkalannya di depan pintu tol Cikarang)

Keunikan Elf minibus ini, kalau belum penuh, si minibus gak jalan2..hehe. Jadi buat yang mau bepergian kudu berangkat 30 menit lebih awal buat jaga-jaga kalau gak penuh2 penumpangnya.

Berdasar pengalaman, lebih baik menunggu di pangkalannya. Disamping itu bisa duduk di depan di samping joki lebih aman.

Angkot ini tanpa kernet. Jadi kalau anda duduk di tengah, siap-siaplah jadi kernet cadangan. Kalau gak jago ngitung duit, mending acting bobo ajah atau pura-pura mati gitu. 😁

Perjalanan Cikarang-Bekasi kalau lancar paling 20 menit. Kalau jam kerja biasanya penumpangnya lebih cepat penuh. Oh iya, di samping pangkalan Elf minibus No.59 lengkap penitipan motor.

Yang menarik lainnya. Soal UMR (gaji pokok) kalau dulu emang gedean Jakarta, sekarang Bekasi semakin di depan.

Soal hunian? Banyak kontrakan disini, jangan takut gak kebagian. Kontrakan di Cikarang bentuknya petakan, tidak disediakan apa2. Soal harga ya relatif tergantung kondisi kontrakan, umumnya sekitar 500-700rb/bulan.

Okey buat teman-teman siapa tau ada rencana mau kerja disini. Mau tau apa aja fakta-faktanya? Scroll terus berohh. Fakta tentang Cikarang – Bekasi tercinta ini :

1. Cikarang Ibukota dari Kabupaten Bekasi

Mungkin banyak orang yang tidak tahu kalau Bekasi itu terbagi dalam dua wilayah administrasi pemerintahan, yaitu Kota Madya Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Cikarang adalah Ibukota dari Kabupaten Bekasi (Jawa Barat).

Kota Cikarang sendiri terbagi kedalam beberapa wilayah yaitu Kecamatan Cikarang Pusat, Cikarang Barat, Cikarang Timur, Cikarang Utara dan Cikarang Selatan.

Karena Cikarang sekarang jadi Ibukota Kabupaten Bekasi otomatis pusat pemerintahan kabupaten Bekasi pindah ke Cikarang (Delta Mas) yang sebelumnya berada di Kota Bekasi.

2. Terdapat kawasan industri besar

Kota Cikarang adalah sebuah kota di Kabupaten Bekasi yang terletak 34 km sebelah timur Jakarta.

Cikarang dikenal sebagai Kota industri terbesar di regional Asia Tenggara. Ingat!! Asia Tenggara bukan hanya di Indonesia. Makanya gak heran kalo berkunjung ke Cikarang pasti banyak perusahaan bonafide.

Berikut Kawasan Industri yang berada di Cikarang :
Kawasan Jababeka (Cikarang Industrial Estate), Kawasan EJIP (East Jakarta Industrial Park), Kawasan Hyundai (Bekasi International Industrial Estate/BIIE), Kawasan MM2100 (Megapolis Manunggal Industrial Development), Kawasan Lippo Cikarang, Kawasan Delta Mas, Kawasan Industri Delta Silicon.

3. Kampus di Cikarang

Buat adik2 yang mau banget pinter atau pingin kuliah sambil kerja, jangan sedih. Di Cikarang peluang itu sangatlah terbuka lebar itupun jika niat ya. Ada banyak kampus di Cikarang. Sebagai referensi :

Jika anda punya duit lebih atau biar lebih prestise ada PRESIDENT UNIVERSITY (Perguruan Tinggi Swasta Termahal di Indonesia).

Jika anda punya budged yang paspasan maka bergabunglah dengan Kampus gak kalah ngetop seperti : UNIVERSITAS PELITA BANGSA, STMIK CIKARANG, LP3i, UNIVERSITAS BSI (resmi jadi Universitas 16/9/2018).

Masih banyak Kampus lain dicari2 aje mungkin terselip diantara ruko nasi goreng gitu alias kampusnya super mini, yang pentingkan bukan kampusnya tapi kualitasnya.

4. Rumah Sakit di Cikarang

Banyak disini Rumah Sakit ternama, Seperti : Rs.Siloam, Rs.Harapan Keluarga, Rs.Hosana Medika, Rs.Mitra Keluarga, Rs.Omni, Rs,Sentra Medika, Rs.Medirossa, Rs.Anisa, Rs.Amanda, Rs.Bhakti Husada dan masih banyak lagi. Jadi soal kesehatan terjamin deh.

5. Tempat wisata di Cikarang

Meskipun Cikarang terkenal dengan kawasan industrinya, bukan berarti Cikarang gak punya tempat buat menenangkan diri atau buat menyegarkan otak.

Cikarang juga punya tempat wisata untuk melepas penat. Cikarang juga punya beberapa tempat wisata yang unik dan menarik buat didatengin untuk liburan. Seperti :

Mall Lippo Cikarang, Sentra Grosir Cikarang, CityWalk, Waterboom Lippo Cikarang, Megati Waterpark, Matador Family Waterpark, Puri Nirwana Waterpark, Taman Buaya (siapa tahu mau ketemu sodaranya.. :D), Saung Ranggon, Kampung Djamoe Organik Cikarang yang dikelola Marta Tilar, Taman Sehati, Kota Deltamas, Sport Club Taman Santosa, Taman Central Park Meikarta.

6. Wisata kuliner di Cikarang

Emang sih, di Cikarang - Bekasi yang khusus dijadikan area wisata kuliner di siang hari, nggak ada!

Jangan coba-coba cari makanan di pinggiran jalan atau tendaan di siang hari, nggak bakal ketemu. Jadi kalo lapernya siang, nyari makannya musti ke warteg, rumah makan, atau ke mall.

Biar siang susah nyari makanan, tapi kalo makanan uda pada buka rasanya banyak banget pilihannya.

Bukannya lebay, penduduk Cikarang multietnis, imbas dari banyaknya pendatang di Cikarang, wisata kuliner di daerah ini cukup bervariasi, mulai dari ujung Jawa Timur hingga ujung barat Indonesia, Aceh.

Seperti : Mpek-mpek Palembang, Lapo, Martabak bangka, Ketoprak, Lontong, Sate Madura, Siomay khas Bandung, Sop Janda, Ayam bakar slawi, Bakmi golek, Bakso rudal, Ayam penyet, Ikan bakar, Soto tangkar, Sengsu (tongseng asu.. ahaha) dan masih banyak lagi.

Komplit deh, soal rasa mungkin tidak sempurna otentik sama, namun cukup mengobati kerinduan menyantap hidangan khas kampung halaman.

Coba saja sore-sore melipir ke CifestWalk rame banget di sana. Males disitu geser sedikit ke CityWalk, atau masih banyak lagi tempat tongkrongan seperti di Tamsos dan Jababeka. Bahkan disepanjang jalan raya juga banyak banget.

Nah, itu dia gaes fakta-fakta tentang Cikarang. Jadi sekarang bukan cuma Jakarta loh yang lagi berkembang, Cikarang pun jadi salah satu wilayah yang lagi berkembang pesat gaes.

Masih banyak hal yang ingin saya ceritakan dari kota kecil di ujung Bekasi ini, namun terlalu panjang jika saya ceritakan sekaligus di tulisan ini, nantikan saja di tulisan saya selanjutnya.

Singkatnya ayolah main ke Cikarang – Bekasi, biar anda tau enaknya tinggal di Cikarang – Bekasi.

Iya sih! Lu mah enak orang Jakarta “dielu – eluin”, lah saya mah di Cikarang “disia – siain”. *ngomong naon siaaa?? 😝

Sampai berjumpa kembali di segmen selanjutnya, Salam dari Cikarang – Bekasi !

Nite & GBU more sadayana.. Bye!!
Senin, 04 Maret 2019

Sejarah Blog "Rico Sihaloho"

Sejarah Blog "Rico Sihaloho" - Saya termasuk netter yang liar dan hobi berselancar untuk menikmati berbagai macam artikel di internet.

Sebagai pembaca, saya tidak peduli artikel tersebut ditulis pria atau wanita. Apakah itu tulisan hasil copy paste atau tidak.

Yang penting kontennya asyik dan bisa menambah wawasan saya atau bahkan sekadar hiburan, saya akan asyik pula melahapnya.

Bermula darisitu, saya terinspirasi sama para Author ketje itu karena konsistensinya untuk menulis. Hingga suatu saat, pas lagi ngopi.. sebiji inspirasi langsung pletaakkkk.. Tink!! Wohooo..!!! Tiba-tiba aje terlintas dipikiran, gimana ya kalau bikin karya tulis seperti mereka?

Setelah saya pikir-pikir kyaknya asyik deh untuk kenangan nanti dimasa tua, kan bisa dibaca sama cucu nantinya. Finaly Penulis membuat blog pertama dengan nama "Huplicious". *Apaan banget deh, namanya.. 😁

Terkesan “alay teing”. Blog itu saya buat sederhana banget, karena Penulis sendiri belum tau caranya desain blog, ngotak-ngatik script, Widget, nambahin HTML/CSS, pokoknya masih lugu, polos dan suci banget. Unyu-unyu..!

Namun blog saya yang pertama itu, usianya kurleb 3 tahun berakhir dengan naas. Maklum saat itu masih lagi maniak2nya darah muda. Blog tersebut tewas ditangan Penulis. Blognya saya hempaskan, dengan maksud untuk memulai sesuatu kehidupan yang baru.

Tadinya sudah ada beberapa segmen goresan pena di sana ala "young adult", yang sedang merangkak dan meraba tingkat kehidupan yang (nampaknya) menantang dan mau gak mau juga harus dilewati.

Gak keren rasanya kalo Penulis me-remove tulisan sendiri dengan alesan ingin "move on" dari kehidupan masa lalu.

Setelah blog pertama itu hilang dari pencarian Google, kemudian Penulis sok sibuk dengan kesibukannya sendiri. Lalu Penulis pidah lapak ke “KASKUS”. Meski disana tak pernah membuat Thread, tapi asyik bin seru bisa sharing dan mendapat solusi sampai ke akar-akarnya.

Dan ternyata meskipun Penulis bener bisa move on dari masa lalu, tapi nafsu untuk menulis tak terbendung. Rasanya seperti merontak-rontak. Sekadar memenuhi hasrat, akhirnya di tahun 2016, Penulis tetiba gatel untuk menulis lagi. Dan membuat blog kedua ini dengan nama awal “Pecinta Kopi”.

Mirisnya, blog ini akhirnya menjadi usang kembali dan tidak terawat. Kali ini dengan alasan yang beda, Penulis hampir hanyut, terlalu berat beban hidupnya *hehe*. Pikiran saya penuh dengan kerisauan manusiawi akan masa depan, sampai Overload. Akhirnya blog saya terlantar.

Setelah melewati proses panjang, akhirnya tahun 2018 menjadi saksi bisu blog “Pecinta Kopi” hidup kembali. Penulis memutuskan untuk mengubah nama blog dari "Pecinta Kopi" menjadi “Rico Sihaloho”.

Semoga yang kedua ini baik-baik saja, karena cukup masa lalu aje yang saya hempaskan.. kamu jangan. 😆

FAQ (Frequently Asked Questions)

Siapa admin Blog ini?

Adminnya saya sendiri Rico Sihaloho.

Kenapa membuat nama Blog Rico Sihaloho?

Karena saya ingin mengupayakan diri saya menjadi diri sendiri seutuhnya (apa adanya). Tetapi terlepas dari itu, orang lain bebas menilai saya seperti apa.

Kenapa konten di Blog anda seperti gado-gado?

Tag line blog saya ini tidak lebih dari sebuah curahan hati & pikiran yang dirajut dengan untaian kata yang dituangkan dalam bentuk artikel. Karenanya blog saya ini tajuknya random.

Saya menulis atas apa saja yang terlintas di pikiran saya. Artinya saya menulis tidak memiliki struktur dan fase hierarki seperti sejatinya para penulis di media konvensional. Saya juga tidak terlalu di pusingkan dengan rumus ngeblog yang harus gini dan harus gitu.

Kapan saja anda memposting tulisan anda?

Menulis bukan pekerjaan saya, jadi saya memposting tulisan saya di waktu luang saja. Di sisi lain, mohon maaf! Karena ini bukan buletin, jangan harapkan tulisan saya akan terbit konstan. Saya menulis jika si mood-nya mau bersenggama dengan saya. Mood yang menjadi amunisi saya untuk menulis.

Kenapa anda memilih platform Blogger?

Sebetulnya secara visual masih banyak platform yang layout -nya lebih bagus seperti WordPress yang memungkinkan adanya “Tag” dan “Kategori” (arsip lebih mudah ditemukan). Sementara Blogger hanya menyediakan “Label”.

Makanya banyak penghuni Blogger beralih ke WordPress. Tapi saya sudah kadung cinta sama Blogger, gimana dong?

Menurut saya platform Blogger terasa lebih user friendly. Alesan lainnya, di Blogger tak ada iklan bawaan sebagaimana di WordPress, jadi tampilan blog lebih bersih. Meskipun demikian WordPress juga saya jajal kok :D

Apakah konten Blog ini original?

Saya tidak bisa menjamin bahwa semua konten Blog ini original. Yang bisa saya pastikan adalah jika saya mentranskip sebagian atau seluruh konten dalam suatu artikel tentu dari sumber lain. Saya akan memberi tautan pada artikel tersebut.

Dimana anda bisa ditemui?

Saya bisa ditemui lewat domain maya dibawah ini :

Email         : info@sihalohorico.net
WhatsApp : Klik disini
WordPress : Rico Wordpress
Youtube     : Rico Youtube Channel

Apa alesan anda menulis?

Alesan pertama dan utama, saya hanya ingin mengisi waktu luang yang saya miliki. Inilah cara saya membunuh waktu, saya gunakan waktu luang untuk menulis daripada mubazir.

Selain itu, saya menjadikan kegiatan menulis Blog sebagai wadah berekspresi, berkarya, melepaskan emosi, berbagi kepada orang lain, dan menciptakan sentuhan pribadi di dalamnya.

Saya sendiri tidak ambil pusing mau dibawa kemana arah dan tujuan blog ini.Yang pasti saya enjoy saja dan menikmati apa yang saya perbuat di blog ini.

***
Ya mungkin sebagian orang menganggap bahwa blogging (menulis) itu tidak penting. Namun setelah saya renungi, selama saya “terjun bebas tanpa parasut” di dunia Blog, setidaknya ada beberapa alasan mengapa dunia blogging jauh lebih menyenangkan :
  • Menulis di Blog, saya dapat mengekspresikan perasaan, inspirasi, cerita, berbagi pengalaman, dan pengetahuan kepada dunia luas, juga dapat menambah wawasan. Saya bebas menulis apapun, termasuk topik yang mustahil diangkat oleh media massa.
  • Menulis di Blog saya anggap bisa menjaga kesehatan mental juga. Karena menulis dapat saya gunakan untuk introspeksi diri (self reminder), melatih disiplin diri, juga dapat memuaskan batin karena unek-unek dapat tersampaikan melalui tulisan. Dengan menulis saya dapat menyampaikan kritik ataupun saran kepada seseorang/lembaga dan menjelaskan sesuatu.
  • Bagi saya dunia blog adalah dunia yang personal sekaligus sosial. Personal dalam artian saya bebas menulis dengan menggunakan perspektif diri sendiri. Bisa menjadi apa saja, tanpa harus peduli dengan orang lain. Tak ada mahluk bernama boss. Sayalah satu-satunya yang mengendalikan Blog saya. Yang membatasi hanyalah seberapa banyak kuota internet dan tak jarang harus menunggu Wifi gratisan.. ahaha. Ada lagi, kalau listrik padam, tak bisa terkoneksi. :)
  • Menulis Blog bisa berperan sebagai jurnalis, editor, penerbit, serta pembaca sekaligus. Bayangkan, kita menjalankan sendiri semua pekerjaan itu. Mulai dari menulis, mengedit, me-layout, mengunggah foto hingga menerbitkannya sekaligus. Seperti apapun tulisan yang disajikan, maka itulah manifestasi diri kita. Ada proses ketika kita terketuk ide, mulai mencari wadah menulis, terkoneksi internet.
  • Dunia blog adalah dunia yang abadi. Tulisan itu menjadi jejak yang mengisahkan pemikiran pada satu kurun waktu, menjadi saksi atas apapun yang saya pikirkan, menjadi tanda yang mengantarkan ke aras kedewasaan dan kebijaksanaan.
  • Lewat blog ini sedikit banyaknya orang bisa mengenal siapa saya, bagaimana jalan pikiran saya, apa saja yang menjadi perhatian saya. Meskipun hal itu tak terlalu penting. :D
Selebihnya bodo amat lah, mau dibaca atau kagak, mau di apresiasi atau enggak bodo amat juga. Yang penting disini saya pengen nulis semau saya.

So, anggap aje ini sebagai diary digital dari seorang pria yang sedang mencari perubahan dalam setiap langkahnya, dalam denyut jantungnya, dalam setiap suapan nasi yang dimakannya, ataupun setiap seruputan kopi yang meluncur ditenggorokannya. Apaan yak anjritt lebay banget dah.. hahahh

Okeyy itu saja sih cuap-cuap saya tentang blog ini.

Sampai berjumpa lagi di segmen selanjutnya!
Nite & GBU more.. Bye!!! :)

 
;