Gini nih asyiknya kalau kita kongkow di Starbucks. More than just drinking coffee, yakan? kita juga dapetin experience, plus wawasan seputar dunia kopi.
FYI, secara umum cita rasa dan aroma kopi dipengaruhi beberapa faktor. Ada riset yang mengatakan bahwa :
Sekitar 55% cita rasa dan aroma kopi dipengaruhi oleh “Karakter biji kopi” atau saat kopi itu tumbuh (varietas kopi, ketinggian tempat tumbuh, iklim, proses pascapanen dll).
Dan 30% dipengaruhi saat proses roasting termasuk “Level roasting”, dan 15% dipengaruhi proses coffee brewing.
Sesuai judul, kita fokus ke 15% yaitu proses manual brewing atau teknik seduh yang ditentukan oleh Barista. Termasuk 4 pilar utama yaitu "Four fundamentals”.
Sesuai judul, kita fokus ke 15% yaitu proses manual brewing atau teknik seduh yang ditentukan oleh Barista. Termasuk 4 pilar utama yaitu "Four fundamentals”.
Manual brewing itu apa sih?
Mungkin selama ini kan kita tahunya pesen kopi, terus lihat Barista "crot ini.. crott itu.. masukin short kopi langsung jadi, right? Beuhh tokcer 3x nge-crott langsung jadi (yah ngomongin apaan nih?).
Nah, itulah yang disebut metode brew dengan menggunakan proses mesin espresso (siklus pembuatannya hanya butuh waktu cukup singkat sekitar 18-23 detik). #Catet!
Manual brewing adalah tehnik menyeduh kopi secara manual. Manual brewing bisa dilakukan dengan berbagai teknik sesuai peralatan. Misalnya dengan menggunakan : French press, Pour over atau Flat-bottom/Drip, Chemex, Aero press. dll.
Nah, dari berbagai macam teknik penyeduhan yang sering Starbucks lakukan. Saya tertarik mencoba memaparkan dengan menggunakan Pour Over atau Flat-bottom/drip.
Manual brewing di Starbucks dengan Pour Over atau Flat-bottom/drip menggunakan Flat-bottom/cone yang dilapisi "filter paper" dan menggunakan "server" sebagai media penampungan kopi yang menetes dari Flat-bottom.
Masih banyak istilah dan nama media yang digunakan tapi saya belum sejauh itu anak muda. 😁
Berikut ini teknik manual brewing ala Starbucks dengan menggunakan Pour Over atau Flat-bottom/drip.
Alat yang diperlukan untuk manual brewing
Silahkan anda lihat gambar di bawah ini.
Untuk melakukan manual brewing dengan standar Starbucks. Siapkan hal-hal berikut:
1. Server (Wadah untuk menampung kopinya)
2. Flat-bottom/cone
3. Filter paper
4. 30 gram kopi bubuk
5. Air panas sebanyak 450 ml untuk brewing dan air panas secukupnya untuk melakukan proses pre-heating. Dengan catatan : suhu "89°-90°C (Blonde roast), 88°C (Medium roast), 86°- 87°C (Dark roast)”.
6. Alat ngaduk, menurut saya pake sendok makan juga bisa.
Note : Proporsi (1 : 15) dengan menggunakan alat kopi tetes seperti Pour over/flat bottom.
Metode penerapan manual brewing di Starbucks adalah sebagai berikut :
Susun media seperti gambar di atas, jangan sampai kebalik.. ehh.
Langkah 1 :
Lakukan proses pre-heating dengan membasahi filter paper pada flat-bottom dan juga wadah penampungnya (server) dengan menggunakan air panas yang sudah disiapkan.
"Hal ini gunanya untuk menghangatkan alat-alat dan juga membuang zat-zat kimia pada filter paper", kata Andiny (Coffee Master) saat presentasi *mudah-mudahan saya gak salah dengar*.
Langkah 2 :
Buang air hasil pre-heating.
Langkah 3 :
Masukkan kopi bubuk sebanyak 30 gram ke dalam Flat-bottom, lalu ratakan kopinya agar proses brewing merata.
Langkah 4 :
Selanjutnya lakukan Blooming (5 detik).
Blooming adalah proses membasahi kopi bubuk dengan maksud untuk merekatkan bubuk kopi tersebut supaya proses brewing lebih merata. Selanjutnya, berhenti beberapa saat setelah proses blooming.
Langkah 5 :
Lanjutkan dengan proses brewing (1 menit 30 detik) yaitu menuangkan air panas yang sudah disediakan.
Karena kopinya House blend (medium roast) maka disini kita gunakan suhu 88°C dengan gerakan memutar secara konsisten dan air yang dituangkan juga dalam jumlah yang konsisten. Tidak boleh putus-putus, tambah Andiny. 😊
Langkah 6 :
Setelah air habis, tunggu beberapa saat hingga proses brewing selesai *hingga tetes terakhir*.
Lalu angkat flat-bottom dan aduk hasil brewing dengan sendok makan yang sudah disediakan. Atau dengan cara digoyang/diguncangkan dengan tujuan agar kandungan kopinya merata ke setiap larutan jiwa. *anjayy!
Begini lah penampakan ampas kopi setelah selesai di-brew.
Nah sampai disitu kita sudah berhasil menyelesaikan misi proses manual brewing. Prok.. prok.. prokk!
Kopi hasil brewing yang barusan kita kerjakan boleh di lihat seperti gambar di bawah ini.
Hmmm.. Perfectto! Numero uno!! Tapi jangan langsung diminum ya guys.. sabar.. sabar!!
Masih ada tips jitu dari Starbucks yang akan kita lakukan setelah brewing selesai. Apa itu? Tunggu saja postingan saya di segmen selanjutnya masih tetap di blog channel yang sama.
Nah, gimana tertarik untuk mencoba?? Bagi temans yang ingin belajar membuat kopi yang nikmat, sekaligus mengerti berbagai cara membuat kopi, dengan teknik yang berbeda. Recommended beli saja alat seduhnya di Starbucks terdekat.
Seperti : coffee press (french press), chemex, aero press, dll. Harga di cek aje langsung ya gaes. Kualitasnya gak usah diragukan lagi.
Liat-liat aje dulu.. hehe. *nego*
Seperti : coffee press (french press), chemex, aero press, dll. Harga di cek aje langsung ya gaes. Kualitasnya gak usah diragukan lagi.
Liat-liat aje dulu.. hehe. *nego*
![]() |
| Ngerihh..! :D |
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman pecinta kopi. Sampai disini dulu cuap-cuap kita malem ini. Terima kasih
See you on top cuyy :)
Nite & GBU more. Bye..!!
Nite & GBU more. Bye..!!























- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact