Masihkah harus tetap tangan mendayung, agar tidak hanyut terbawa arus?
☆☆☆
☆☆☆
Tiap kali tanggal 31 Mei itu datang menghampiri.. Ada rasa senang, namun sekaligus ada rasa khawatir juga. Yepppiie! hari ini saya ulang tahun.. *gak ada yang nanya! Haha* - NGOPI SADAYANA! 😎
Yaps, masih termasuk umur pemuda menurut kategori umur WHO yang terbaru. Terlepas saya masuk kategori umur yang mana, saya setuju dengan opini sebagian orang bahwa umur itu sesuatu yang relatif, yang penting bagaimana spirit dan energi kita.
Orang bisa saja umur 23 tahun tapi kalau pikirannya semurawut, ruwet, stress dan energinya rendah, bisa jadi seperti orang sudah 70 tahun wujudnya gak karuan. Bener gak?
Seperti biasa, saya tak punya standart khusus mengenai b’day moment, tidak ada yang begitu spesial, tak ada yang begitu “wow!", Tak mendapat ucapan “happy b’day” pun no what what!
Bahkan field wall dan notifikasi di facebook sengaja saya disable agar tak ada yang tahu dan memposting ke timeline facebook saya. *I think it will make my wall get dirty with many similar posts there.. :D
Meskipun ternyata ada beberapa teman yang tahu dan ingat hari ultah saya dan mengucapkannya lewat pesan, dan media sosial secara pribadi of course it's Ok for me.
![]() |
| :D |
Nah salah satu yang biasa saya lakukan saat berulang-tahun adalah merefleksi diri dan bermeditasi (saat teduh) sebagai ucapan syukur atas kasih Tuhan. Selalu dalam doa saya minta Tuhan membimbing setiap langkah saya.
Well, kalau mau dipikir-pikir sebenarnya yang layak mendapatkan ucapan selamat atas hari ulang tahun saya adalah “sosok Ibu” yang telah melahirkan saya. Karena pada hari lahir saya mengingatkan bagaimana susah payahnya belio melahirkan saya tanpa bantuan medis.
Penuh perjuangan dan kebahagiaan ketika mendengar suara tangisan saya yang meledak-ledak dan menggelegar seperti gluduk sekian tahun yang lalu di sebuah desa di Amsterdam (Ambarita terus masuk dalam) tepatnya di Siarsam dolok.
Ibu saya lah yang paling layak mendapatkan ucapan itu. Untuk itu saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk Ibu saya R.br.Napitu dan tentunya terimakasih juga buat Bapak saya J.Sihaloho. Karena kedua orang tua saya sudah sepakat, membulatkan niat, berencana untuk kehadiran saya atas ijin Tuhan. Bukan karena faktor mabok, pergaulan bebas atau unsur ketidaksengajaan lainnya.
Mengingat, menimbang dan menindaklanjuti! Pada dasarnya bagian dari “kehadiran” seseorang di muka bumi pertiwi ini adalah mengemban sebuah tanggung jawab. Mengingat hal itu, ada keinginan yang kuat, agar dapat mengaktualisasikan kehadiran diri menjadi lebih baik di dunia yang fana ini.
Namun timbul pertanyaan dibenak saya, dengan bertambahnya satu tahun usia ini, Apakah hari lahir saya ini pertanda menunjukkan bahwa kelak akan semakin bertambah sehat? Apakah waktu yang masih tersisa, cukup untuk berbuat? Atau akhirnya, semua ini hanya sampai begini sajakah?
Sementara dengan bertambahnya usia akan bermunculan kendala secara alami. Kondisi fisik yang sudah tak ketje lagi *hehe* terbatas untuk menunjukan eksistensi. Peluang berkarya dalam upaya “unjuk gigi” yang semakin sempit bahkan tak ada. Pikiran yang sudah tak lagi secerdas sewaktu masa muda dulu itu.
Hmm.. kini saya sadar, rupanya waktu bisa merubah banyak hal, termasuk dalam diri pribadi seseorang beserta orientasi-orientasinya..
Selain itu, selama hayat masih di kandung badan, masih tetap harus memikul yang namanya tanggung jawab. Paling tidak, tangung jawab yang proporsial : terhadap orang tua, keluarga, handai tauladan/sahabat dekat yang memerlukan. Oleh karena itu seyogyanya adalah semangat/spirit sangatlah penting.
Jadi, memang, dalam hal ini.. banyak hal yang belum saya tuntaskan..!
Di antaranya, segelintir cita-cita, impian yang tersimpan jauh dan hampir hilang. Belum lagi, tanggung jawab lain, seperti urusan duniawi yang serba material dan praktis ini. Dan masih banyak tanggung jawab lainnya yang harus dilakukan sebagai kewajiban. Semua ini membutuhkan energi pikiran dan konsentrasi serta kesehatan fisik yang tentu saja harus prima.
Ternyata semuanya tidak mengenal adanya keterbatasan waktu atau fisik manusia dalam perjalanan hidup ini. Saya yang telah berusia "tidak muda" lagi, ternyata tak boleh berhenti melakoni peran, tanggung jawab dan cita-cita, walau terbatas! Sesuai dengan kemampuan, kompetensi dan proporsinya. Tampaknya, tidak ada kata pensiun dini buat menjalani hidup dan tanggung jawab tersebut.
Memikul tanggung jawab itu dengan rutinitas yang sama selama bertahun-tahun belakangan, terkadang mulai terasa datar dan membosankan jika tidak pandai-pandai melakoninya. Jika semua hal-hal diatas tidak terjawab dengan baik, hidup itu ternyata tidak banyak manfaatnya.
Memang kesejahteraan hidup erat hubungannya dengan UANG. Namun, setelah saya pelajari UANG bukanlah esensi dari tujuan hidup: Mengapa saya dilahirkan dan dihidupkan oleh Tuhan di bumi ini? Masak iya karena selembar UANG?
Katakanlah seandainya setelah semua itu diperoleh dan dilewati. Maksud saya, jikalau pada akhirnya, semua itu ternyata : ada masa-masanya, ada saat-saatnya, bahkan ada batas-batasannya? What is the next step? *mikir*
Maka setelah menimbang-nimbang di hari Ulang Tahun saya ini, semakin bertambahnya umur, Saya memutuskan untuk mensyukuri atas apa yang saya terima dari Tuhan. Karena masih diberikan kesempatan (bertambahnya usia) dan dikaruniai beragam kejutan kehidupan dari-Nya yang semakin menguatkan saya.
Saya tidak bilang bahwa jalan saya sampai saat ini mudah. Ada beberapa hal yang membuat saya gusar bahkan tidak nyaman, namun ternyata tetap saya bisa temukan solusinya atau setidaknya bisa saya lewati dengan meminimalisir rasa sakit.
Mungkin ini adalah buah dari pengalaman saya. Suatu saat saya pernah ada di kondisi yang amat tidak baik. Tidak hanya psikis namun juga fisik. Titik terendah yang pernah saya alami sepanjang hidup saya. Saya masih ingat betul rasanya dan waktu itu saya tau tak ada yang benar-benar bisa mengerti apa yang saya rasakan, ya kecuali saya sendiri.
Namun saya yakin betul, Tuhan lah yang menuntun saya saat itu untuk bisa bangkit kembali hingga setampan sekarang ini.
Mulai dari situlah saya sadar.. tak penting seberapa banyak teman/ saudara/ keluarga/ seiman dan setanah air.. dll. yang saya miliki saat ini, tetapi seberapa banyak yang benar-benar bisa saya anggap atau layak saya jadikan sebagai teman/ saudara/ keluarga/ seiman dan setanah air.. dll.
Karenanya, jangan kaget kalau saya berubah draktis dalam hal bersosialisasi, sekadar menutup diri saja dari orang yang saya anggap "unfaedah".
Karenanya, jangan kaget kalau saya berubah draktis dalam hal bersosialisasi, sekadar menutup diri saja dari orang yang saya anggap "unfaedah".
Semoga di usia saya saat ini saya dapat menjadi seseorang yang lebih baik dan lebih dapat berkarya dari tahun-tahun sebelumnya. Tanggung jawab dalam menjalankan amanah itu melekat pada diri saya sekarang. Ketika hari ini, saya diberi umur panjang oleh Tuhan, tentu saja, saya senang dan bahagia.
Saya juga senang ketika mendapatkan ucapan "Selamat Ulang Tahun" dari begitu banyak orang, rekan, sahabat dan keluarga. Semua berdoa dan mengharapkan: agar saya selalu tetap sehat, sukses, semangat terus dalam berkarya dan selalu ceria.
Terima kasih... I really appreciate it!
Semua ucapan itu akhirnya menjadi semacam penyejuk jiwa yang tersimpan jauh di dalam relung hati, sebagai energi bekal semangat perjalanan kehidupan selanjutnya. Semoga, kita semua pun sehat, sukses dan selalu ceria di dalam menjalankan kehidupan masing-masing. Di manapun dan kapanpun!
Lalu..“Apa alesan saya untuk bersyukur?”, dan “Apa yang bisa saya syukuri?” tampaknya terlalu bertele-tele jika harus saya tuliskan sekarang. Tunggu saja postingan saya selanjutnya di blog channel yang sama.
Sepertinya tidak terlalu berlebihan kan ya, kalau saya pun akhirnya ingin mengatakan: "I love You ALL.." :D
Sampai disini dulu cuap-cuap kita hari ini, sampai berjumpa lagi di segmen selanjutnya!
*mohon maaf jika jadwal postingnya berpindah jam tayang, menyesuaikan jadwal kerja saya..fleksible :D
Nite &GBU more.. Bye!!!






























- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact