Postingan ini sebagai penjelasan post “Sebelumnya”. Kali ini saya akan menbahas tentang level roasting kopi di Starbucks.
Level roasting (sangrai) biji kopi ini, penting untuk diobrolkan. Jadi, jangan hanya pinter menyangrai informasi hoax di media sosialmu yah. Ehe..
So, jika lo mengaku sebagai penggemar kopi, inpoh ini “wajib” dipahami.
Kopi memang rumit dalam proses pengolahannya gaes, mulai dari bibit, penanaman & perawatan, proses pascapanen (dry process &wet process), proses roasting, penyimpanan hingga teknik seduh.
Oleh karenanya, jangan sampai kita ngaku penggemar kopi tapi tidak tahu filosofi kopi dan kekayaan citarasanya, termasuk tahap pengolahannya yaitu proses roasting (sangrai).
Proses roasting sendiri merupakan tahap pengolahan kopi mulai dari green beans sampai super gosong *hehe*.
Cita rasa dan aroma kopi yang timbul setelah melewati tahapan proses roasting inilah yang disebut level roasting. Sebagai catatan : beda level roasting, maka beda pula rasa yang dihasilkan saat diseduh.
Kopi memang rumit dalam proses pengolahannya gaes, mulai dari bibit, penanaman & perawatan, proses pascapanen (dry process &wet process), proses roasting, penyimpanan hingga teknik seduh.
Oleh karenanya, jangan sampai kita ngaku penggemar kopi tapi tidak tahu filosofi kopi dan kekayaan citarasanya, termasuk tahap pengolahannya yaitu proses roasting (sangrai).
Proses roasting sendiri merupakan tahap pengolahan kopi mulai dari green beans sampai super gosong *hehe*.
Cita rasa dan aroma kopi yang timbul setelah melewati tahapan proses roasting inilah yang disebut level roasting. Sebagai catatan : beda level roasting, maka beda pula rasa yang dihasilkan saat diseduh.
![]() |
| Blonde-Medium-Dark |
Pada tahap proses roasting ini, biji kopi akan mengalami banyak perubahan mulai dari perubahan ukuran dan berat, pengurangan kadar air, hingga perubahan warna.
Biji kopi mentah akan diolah menjadi kaya rasa, aromanya yang wangi dan renyah ketika diicip yang lebih kita kenal sebagai “kopi” atawa yang saya sebut "Holly water". Asyikkk :D
Secara visual, profil warna biji kopi pada level light/blonde roasts warnanya cokelat kekuningan (terlihat terang), dan tidak ada minyak pada permukaan bijinya.
I'll come back another time :)
Nite & GBU more. Bye..!!
Biji kopi mentah akan diolah menjadi kaya rasa, aromanya yang wangi dan renyah ketika diicip yang lebih kita kenal sebagai “kopi” atawa yang saya sebut "Holly water". Asyikkk :D
Well, cara yang paling umum digunakan untuk menggambarkan tingkat roasting biji kopi adalah dengan melihat warna dari biji yang sudah di roasting.
Namun kalo mau dipikir-pikir sepertinya warna juga sebetulnya bukanlah merupakan cara yang akurat dalam menilai hasil roasting, karena biji kopi banyak variannya.
Bisa dikatakan, cara ini hanya berlaku pada Roaster (House Blend) tertentu. Jadi warna merupakan cara yang nyaman untuk mengkategorikan level roasting.
Bisa dikatakan, cara ini hanya berlaku pada Roaster (House Blend) tertentu. Jadi warna merupakan cara yang nyaman untuk mengkategorikan level roasting.
Dalam industri kokopian, mungkin “level dan deskripsi roasting” tentunya memiliki standar yang berbeda.
Misalnya, kopi yang dikategorikan sebagai medium roast di Roaster X, jika dibandingkan dengan medium roast di Roaster Y bisa saja karakteristik dan teksturnya sedikit lebih dark..dst.
So, yang perlu diingat adalah standar “level roasting” di berbagai Roaster itu tidak sama.
So, yang perlu diingat adalah standar “level roasting” di berbagai Roaster itu tidak sama.
Starbucks misalnya, menggunakan nama Starbucks Roast Spectrum™ untuk mengkategorikan kopi menjadi tiga profil roasting (lihat gambar)
![]() |
| Starbucks roast spectrum |
Keterangan gambar :
1.Green Coffee -> 2.Starbucks Willow Blend -> 3.Veranda Blend -> 4.Breakfast Blend -> 5.Guatemala Antigua -> 6.Kenya -> 7.Pike Place Roast -> 8.House Blend -> 9.Organic Yukon Blend -> 10.Sumatra -> 11.Komodo Dragon Blend -> 12.Caffe Verona -> 13.Espresso Roast -> 14.Italian Roast -> 15.French Roast.
[1 – 3] Light/Blonde roast
[4 – 9] Medium roast
[10 – 15] Dark roast
[1 – 3] Light/Blonde roast
[4 – 9] Medium roast
[10 – 15] Dark roast
Jadi, tentukan level roasting biji kopi kesukaanmu yang hendak dibeli untuk diseduh nantinya. Mau tahu perbedaannya apa? Cek it out gaes :
1.Starbucks® Blonde Roast (“light-bodied and mellow“)
![]() |
| Light/Blonde roast |
Karakteristik aroma dan rasa kopinya lembut, tingkat kafein dan keasamannya cukup jelas. Rasa original dari biji kopi dipertahankan, sedikit *tidak ada* rasa yang dirubah (transform).
Hal ini karena, biji kopi Light/Blonde Roast disangrai (roasting) dengan waktu yang tidak lama dengan temperatur rendah.
Umumnya biji kopi dipanggang tepat hingga terjadi letupan pertama. Hal ini dikenal sebagai tahap "first crack". First crack adalah letupan yang terjadi karena percampuran karbondioksida dan air dalam biji yang bereaksi saat dipanaskan.
Umumnya biji kopi dipanggang tepat hingga terjadi letupan pertama. Hal ini dikenal sebagai tahap "first crack". First crack adalah letupan yang terjadi karena percampuran karbondioksida dan air dalam biji yang bereaksi saat dipanaskan.
Bagi temans yang menyukai kopi dengan tekstur hampir sama seperti teh, maka level Light/Blonde roast merupakan pilihan yang pas. Contoh : Veranda Blend™.
2.Starbucks® Medium Roast (“smooth and balanced”)
Secara visual, profil warna biji kopi pada level medium roast warnanya cokelat gelap, dan tidak ada minyak yang terlalu kentara pada permukaan bijinya. Ketika diseduh pun rasanya sudah lebih membentuk karakter pahit-manis yang nikmat.
Karakteristik aroma dan rasa kopinya lebih seimbang, tingkat kafein dan keasaman yang lebih sedikit dan memiliki profil tekstur yang lebih kental daripada light roast.
Hal ini karena, pada profil medium roast, fase yang terjadi adalah proses “caramelyzed (baca : karamelisasi)” yang cenderung membentuk karakter aroma dan rasa “sweet” pada kopi.
Pada fase ini, biji kopi dipanggang melewati letupan pertama namun tidak sampai letupan kedua (antara akhir dari tahap first crack dan sebelum awal tahap second crack).
Pada fase ini, biji kopi dipanggang melewati letupan pertama namun tidak sampai letupan kedua (antara akhir dari tahap first crack dan sebelum awal tahap second crack).
Kopi yang disangrai dalam level medium cenderung memiliki rasa yang lebih intens dibandingkan dengan light, tapi kadarnya tetap tidak sekuat dark roast. Karena ia mampu menghadirkan rasa dan komposisi yang pas.
Tidak heran kalau level roasting ini pun cukup digemari oleh banyak peminum kopi.
Contoh : Colombia, Kenya, Breakfast Blend, dll.
Tidak heran kalau level roasting ini pun cukup digemari oleh banyak peminum kopi.
Contoh : Colombia, Kenya, Breakfast Blend, dll.
3.Starbucks® Dark Roast (“fuller-bodied and bold“)
Secara visual, profil warna biji kopi pada level dark roast warnanya cokelat lebih gelap atau cenderung hampir berwarna hitam, dan memiliki minyak yang mengkilap pada permukaan bijinya akibat proses sangrai yang lama.
Sehingga minyak (kopi) yang dikandungnya dikeluarkan cukup banyak. Biasanya terlihat jelas pada cangkir ketika kopi diseduh (brew).
Sehingga minyak (kopi) yang dikandungnya dikeluarkan cukup banyak. Biasanya terlihat jelas pada cangkir ketika kopi diseduh (brew).
Hal ini karena, pada profil dark roast telah melewati “proses” panjang, biji kopi dipanggang hingga letupan kedua (second crack). Fase yang terjadi adalah proses “carbonyzed” pada biji kopi.
Sehingga karakteristik aroma dan rasa kopi umumnya akan cenderung pahit, agak gosong, kafein dan keasaman paling sedikit. Contoh : Caffe Verona, Sumatra dll.
Sehingga karakteristik aroma dan rasa kopi umumnya akan cenderung pahit, agak gosong, kafein dan keasaman paling sedikit. Contoh : Caffe Verona, Sumatra dll.
Keunggulan kopi dark roasts ini, menurut saya terletak pada aromatik yang khas dan wangi begitu diseduh dengan air panas. Oh, satu lagi keunggulan kopi level dark roast ini menurut saya adalah.. ganteng & elegan kalo difoto, untuk dipamerkan di medsos. :D
Jadi, kira-kira seperti ittuhhhh perbedaan ketiga level roasting kopi di Starbucks dari tingkat Light/Blonde -> Medium -> Dark.
Mengetahui level roasting ini, sekali lagi, sangat penting untuk membantu penggemar kopi memilih apa yang kita sukai dan apa yang akan kita beli.
Mengetahui level roasting ini, sekali lagi, sangat penting untuk membantu penggemar kopi memilih apa yang kita sukai dan apa yang akan kita beli.
Kesimpulan :
Semakin lama biji kopi di-roasting (disangrai), maka semakin banyak pula minyak yang akan muncul di permukaan biji kopi dan warnanya terlihat menjadi lebih gelap.
Selain itu kadar kafein dan keasaman pada kopi akan semakin rendah bahkan hilang.
Selain itu kadar kafein dan keasaman pada kopi akan semakin rendah bahkan hilang.
Pada akhirnya, ini semua adalah tentang selera. Kalo lo memang penikmat kopi, saya merekomendasikan beli saja kopi kemasan di Starbucks.
Disana banyak pilihannya, cobain dulu perbedaan aroma dan cita rasanya berdasarkan “Single Origin dan Blend” atau berdasarkan “Level roasting”.
Disana banyak pilihannya, cobain dulu perbedaan aroma dan cita rasanya berdasarkan “Single Origin dan Blend” atau berdasarkan “Level roasting”.
Monmaap yak! Saya bukan bagian maketer dari Starbucks yang mencari target pasar seluas cakrawala.
Saya mah apa atuh! Saya hanya segelintir jigong yang nempel di sela-sela gigi geraham yang besar. *eh.. kok mendadak sendu?* 😆
Saya mah apa atuh! Saya hanya segelintir jigong yang nempel di sela-sela gigi geraham yang besar. *eh.. kok mendadak sendu?* 😆
Tapi, yang pasti saya tahu, kopi Starbucks memang juaranya dalam kanca kokopian.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi temans pengemar kopi. Jika ada penjelasan saya yang kurang pas, silahkan beri masukan di kolom komentar ya senior. Sampai disini dulu cuap-cuap kita hari ini. Terima kasih
I'll come back another time :)
Nite & GBU more. Bye..!!




















- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact