Senin, 26 Agustus 2019

Tiga Level Roasting Kopi di Starbucks

Ngopi sadayana! 😎

Postingan ini sebagai penjelasan post “Sebelumnya”. Kali ini saya akan menbahas tentang level roasting kopi di Starbucks.

Level roasting (sangrai) biji kopi ini, penting untuk diobrolkan. Jadi, jangan hanya pinter menyangrai informasi hoax di media sosialmu yah. Ehe..

So, jika lo mengaku sebagai penggemar kopi, inpoh ini “wajib” dipahami.

Kopi memang rumit dalam proses pengolahannya gaes, mulai dari bibit, penanaman & perawatan, proses pascapanen (dry process &wet process), proses roasting, penyimpanan hingga teknik seduh.

Oleh karenanya, jangan sampai kita ngaku penggemar kopi tapi tidak tahu filosofi kopi dan kekayaan citarasanya, termasuk tahap pengolahannya yaitu proses roasting (sangrai).

Proses roasting sendiri merupakan tahap pengolahan kopi mulai dari green beans sampai super gosong *hehe*.

Cita rasa dan aroma kopi yang timbul setelah melewati tahapan proses roasting inilah yang disebut level roasting. Sebagai catatan : beda level roasting, maka beda pula rasa yang dihasilkan saat diseduh.

Level-roasting-kopi-starbucks
Blonde-Medium-Dark

Pada tahap proses roasting ini, biji kopi akan mengalami banyak perubahan mulai dari perubahan ukuran dan berat, pengurangan kadar air, hingga perubahan warna.

Biji kopi mentah akan diolah menjadi kaya rasa, aromanya yang wangi dan renyah ketika diicip yang lebih kita kenal sebagai “kopi” atawa yang saya sebut "Holly water". Asyikkk :D

Well, cara yang paling umum digunakan untuk menggambarkan tingkat roasting biji kopi adalah dengan melihat warna dari biji yang sudah di roasting.

Namun kalo mau dipikir-pikir sepertinya warna juga sebetulnya bukanlah merupakan cara yang akurat dalam menilai hasil roasting, karena biji kopi banyak variannya.

Bisa dikatakan, cara ini hanya berlaku pada Roaster (House Blend) tertentu. Jadi warna merupakan cara yang nyaman untuk mengkategorikan level roasting.

Dalam industri kokopian, mungkin “level dan deskripsi roasting” tentunya memiliki standar yang berbeda.

Misalnya, kopi yang dikategorikan sebagai medium roast di Roaster X, jika dibandingkan dengan medium roast di Roaster Y bisa saja karakteristik dan teksturnya sedikit lebih dark..dst.

So, yang perlu diingat adalah standar “level roasting” di berbagai Roaster itu tidak sama.

Starbucks misalnya, menggunakan nama Starbucks Roast Spectrum™  untuk mengkategorikan kopi menjadi tiga profil roasting (lihat gambar)

Starbucks-roast-spectrum
Starbucks roast spectrum

Keterangan gambar :

1.Green Coffee -> 2.Starbucks Willow Blend -> 3.Veranda Blend -> 4.Breakfast Blend -> 5.Guatemala Antigua -> 6.Kenya -> 7.Pike Place Roast -> 8.House Blend -> 9.Organic Yukon Blend -> 10.Sumatra -> 11.Komodo Dragon Blend -> 12.Caffe Verona -> 13.Espresso Roast -> 14.Italian Roast -> 15.French Roast.

[1 – 3] Light/Blonde roast
[4 – 9] Medium roast
[10 – 15] Dark roast

Jadi, tentukan level roasting biji kopi kesukaanmu yang hendak dibeli untuk diseduh nantinya. Mau tahu perbedaannya apa? Cek it out gaes :

1.Starbucks® Blonde Roast (“light-bodied and mellow“)

Biji-kopi-blonde-roast
Light/Blonde roast
Secara visual, profil warna biji kopi pada level light/blonde roasts warnanya cokelat kekuningan (terlihat terang), dan tidak ada minyak pada permukaan bijinya.

Karakteristik aroma dan rasa kopinya lembut, tingkat kafein dan keasamannya cukup jelas. Rasa original dari biji kopi dipertahankan, sedikit *tidak ada* rasa yang dirubah (transform).

Hal ini karena, biji kopi Light/Blonde Roast disangrai (roasting) dengan waktu yang tidak lama dengan temperatur rendah.

Umumnya biji kopi dipanggang tepat hingga terjadi letupan pertama. Hal ini dikenal sebagai tahap "first crack". First crack adalah letupan yang terjadi karena percampuran karbondioksida dan air dalam biji yang bereaksi saat dipanaskan.

Bagi temans yang menyukai kopi dengan tekstur hampir sama seperti teh, maka level Light/Blonde roast merupakan pilihan yang pas. Contoh : Veranda Blend™.

2.Starbucks® Medium Roast (“smooth and balanced”)

Biji-kopi-medium-roasts
Medium roast

Secara visual, profil warna biji kopi pada level medium roast warnanya cokelat gelap, dan tidak ada minyak yang terlalu kentara pada permukaan bijinya. Ketika diseduh pun rasanya sudah lebih membentuk karakter pahit-manis yang nikmat.

Karakteristik aroma dan rasa kopinya lebih seimbang, tingkat kafein dan keasaman yang lebih sedikit dan memiliki profil tekstur yang lebih kental daripada light roast.

Hal ini karena, pada profil medium roast, fase yang terjadi adalah proses “caramelyzed (baca : karamelisasi)” yang cenderung membentuk karakter aroma dan rasa “sweet” pada kopi.

Pada fase ini, biji kopi dipanggang melewati letupan pertama namun tidak sampai letupan kedua (antara akhir dari tahap first crack dan sebelum awal tahap second crack).

Kopi yang disangrai dalam level medium cenderung memiliki rasa yang lebih intens dibandingkan dengan light, tapi kadarnya tetap tidak sekuat dark roast. Karena ia mampu menghadirkan rasa dan komposisi yang pas.

Tidak heran kalau level roasting ini pun cukup digemari oleh banyak peminum kopi.
Contoh : Colombia, Kenya, Breakfast Blend, dll.

3.Starbucks® Dark Roast (“fuller-bodied and bold“)

Biji-kopi-dark-roast
Dark roast

Secara visual, profil warna biji kopi pada level dark roast warnanya cokelat lebih gelap atau cenderung hampir berwarna hitam, dan memiliki minyak yang mengkilap pada permukaan bijinya akibat proses sangrai yang lama.

Sehingga minyak (kopi) yang dikandungnya dikeluarkan cukup banyak. Biasanya terlihat jelas pada cangkir ketika kopi diseduh (brew).

Hal ini karena, pada profil dark roast telah melewati “proses” panjang, biji kopi dipanggang hingga letupan kedua (second crack). Fase yang terjadi adalah proses “carbonyzed” pada biji kopi.

Sehingga karakteristik aroma dan rasa kopi umumnya akan cenderung pahit, agak gosong, kafein dan keasaman paling sedikit. Contoh : Caffe Verona, Sumatra dll.

Keunggulan kopi dark roasts ini, menurut saya terletak pada aromatik yang khas dan wangi begitu diseduh dengan air panas. Oh, satu lagi keunggulan kopi level dark roast ini menurut saya adalah.. ganteng & elegan kalo difoto, untuk dipamerkan di medsos. :D

Manual brew kopi Sumatra

Jadi, kira-kira seperti ittuhhhh perbedaan ketiga level roasting kopi di Starbucks dari tingkat Light/Blonde -> Medium -> Dark.

Mengetahui level roasting ini, sekali lagi, sangat penting untuk membantu penggemar kopi memilih apa yang kita sukai dan apa yang akan kita beli.

Kesimpulan :

Semakin lama biji kopi di-roasting (disangrai), maka semakin banyak pula minyak yang akan muncul di permukaan biji kopi dan warnanya terlihat menjadi lebih gelap.

Selain itu kadar kafein dan keasaman pada kopi akan semakin rendah bahkan hilang.

Pada akhirnya, ini semua adalah tentang selera. Kalo lo memang penikmat kopi, saya merekomendasikan beli saja kopi kemasan di Starbucks.

Disana banyak pilihannya, cobain dulu perbedaan aroma dan cita rasanya berdasarkan “Single Origin dan Blend” atau berdasarkan “Level roasting”.

Monmaap yak! Saya bukan bagian maketer dari Starbucks yang mencari target pasar seluas cakrawala.

Saya mah apa atuh! Saya hanya segelintir jigong yang nempel di sela-sela gigi geraham yang besar. *eh.. kok mendadak sendu?* 😆

Tapi, yang pasti saya tahu, kopi Starbucks memang juaranya dalam kanca kokopian.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi temans pengemar kopi. Jika ada penjelasan saya yang kurang pas, silahkan beri masukan di kolom komentar ya senior. Sampai disini dulu cuap-cuap kita hari ini. Terima kasih

I'll come back another time :)

Nite & GBU more. Bye..!!
Minggu, 18 Agustus 2019

Definisi "Tasting Notes" kopi

DIRGAHAYU Republik Indonesia ke-74
Bersatulah Indonesiaku.. Merdeka!!

Merdeka!!! Merdeka!! Ngopi sadayana! 😎

Definisi-tasting-notes
Queen Mo

Postingan ini sebagai pejelasan post “Sebelumnya”. Kali ini saya akan membahas tentang apa itu tasting notes (catatan rasa) pada kopi.

Topik ini tak kalah menarik untuk diobrolkan. Karena tasting notes merupakan poin penting yang akan mengarahkan kita pada rasa kopinya.

Ketika membeli kopi kemasan di Starbucks, tasting notes ini merupakan pertanyaan yang paling penting untuk ditanyakan karena menyangkut kompleksitas kopi yang akan kita beli.

Tentunya para Barista lebih tahu untuk menjelaskan secara gamblang. Apakah kopinya mempunyai unsur Rich (kaya rasa), Delicated (lembut) atau Earthy (tanah), Fruity (buah)?

Jadi sedikit banyak cita rasa kopi yang dijelaskan pada tasting notes ini mutlak bener adanya. Dengan adanya deskripsi rasa kopi pada kemasan, kita bisa mengetahui rasa apa yang akan kita icip nantinya.

Oh iya, Tasting notes kopi khususnya Starbucks ditulis dengan Bahasa Inggris *yakale bahasa Batak.. hahh*.

Contoh :

Starbucks® ESPRESSO (Rich & Caramelly)
, SUMATRA (Earty & Herbal), ICE COFFEE (Citrusy & Caramelly Smooth), KENYA (Juicy & Complex), atau sejumlah variasi kombinasi lainnya.

*Are you fucking understand? 😁

Kalo nggak ngerti, jangan panik. Makanya scroll terus artikel ini ampe selesai ya gaes, biar pada ngerti.. Ehe

“Eksistensi bukan ditentukan oleh kartu baik, tapi bagaimana cara memainkan kartu buruk dengan baik”. Rasa-rasanya hal ini bisa diasosiasikan dengan dunia kokopian yekan?

Kesederhanaan bukan berarti membuat kualitas menjadi jelek, justru malah membuat obrolan tentangnya bisa menjadi lebih intens.

Maksud saya, ngopi itu memang nikmat dan ternyata dibalik kenikmatan itu ada sesuatu proses yang perlu dipelajari. Apa itu? Yaps, cara unik untuk mendeskripsikan cita rasa dari kopi atau tasting notes.

Seperti yang sudah saya singgung di posting sebelumnya, bahwa kopi itu banyak sekali varietasnya.

Omong-omong berdasarkan asal kopi tumbuh, Starbucks membagi kopi yang dijualnya menjadi tiga region, yaitu semenanjung Arab dan Afrika, Amerika Latin dan Asia Pasifik. Contoh : Kopi Indonesia termasuk dalam wilayah Asia Pasifik.

Berikut peta wilayah penanaman kopi terbaik di dunia, atau wilayah THE COFFEE BELT.


The-coffee-belt-starbucks
The coffee belt

Secara umum ketika kopi selesai roasting dan diseduh akan mengeluarkan rasa dan aroma yang berbeda, kopi tersebut akan menunjukkan identitas diri berdasarkan wilayahnya.

Umumnya pula, untuk mendeskripsikan tasting notes dari kopi ditentukan oleh Fragrance (bau kopi saat masih dalam bentuk bubuk atawa belum diseduh air panas).

Fragrance bisa jadi bau apa pun mulai dari bau rempah, rumput, buah, kayu, sampai bau tanah. Selanjutnya nanti sesudah diseduh (brew), baru masuk ke topik yang lebih spesifik yaitu “Karakteristik biji kopi” (aroma, body, accidity dan flavor).

Nah, untuk mengidentifikasi karakter kopi yang varietasnya luar biasa banyak itu, tentunya harus melalui kegiatan cupping atau coffee testing dengan melakukan tehnik manual brew (seduh manual).

Starbucks sering melakukan coffee testing atau coffee talk (customer). Ini menurut saya, sebuah cara untuk mengkomunikasikan para pecinta kopi dari berbagai macam tipe dengan standarisasi dunia perkopian.

Coffee-testing-barista-starbucks
Para Master Coffee :D

Dari coffee testing yang pernah saya ikuti, ternyata bukan hanya aroma, kopi juga memiliki varian rasa yang sangat berbeda.

Mungkin bagi sebagian orang, cita rasa kopi bisa jadi sama saja : pahit jika tak pakai gula. Namun rupanya, tiap jenis kopi punya ciri khas dalam hal cita rasa dan aroma.

Bagi para penikmat kopi yang masih awam, akan sangat sulit sekali memcium aroma-aroma tersebut karena tingkat kepekaan hidung kita yang belum familiar.

Namun bagi para penikmat kopi khususnya Barista mencium kopi dengan aroma-aroma tersebut sudah menjadi keharusan karena untuk mengidentifikasi karakteristik dari sebuah kopi.

Karenanya, setiap Barista atau karyawan yang bertugas di balik gerai Starbucks harus terampil mengidentifikasi kopi berdasarkan asalnya dengan mencium wanginya. Barista harus paham tasting note pada setiap kopi yang mereka tawarkan.

Rasa dan aroma yang tercermin dari kopi dipengaruhi oleh daerah asalnya. Bisa dikatakan tanaman kopi itu sangat sensitif terhadap lingkungan tempat tumbuhnya. Apa saja yang ditanam di sekitar tanaman kopi bisa menentukan rasa dan aromanya.

Sebagai referensi merujuk pada pembagian wilayah coffee belt. Berikut rekapitulasi tasting notes, yang saya kutip dari catatan seorang Julius (seorang Barista SC48 yang saat ini mendapat PIN "Creating Inspired Moment") saat mengikuti live kontes di sore itu.

Tasting-notes
Catatan Julius :D

Siapa tahu gambarnya buram, maklom hasil jebretan kamera jadul. Saya coba bermain tabel.

LATIN AMERICA AFRICA/ARABIA ASIA/FASIFIC
Character Kopi
Well-Balanced Rich-Flavor Full body
Tasting Notes
Cocoa & Nuts Citrus, Fruity, Floral Herbal & Spicy
Accidity
Bright Hight Balanced

Paham!! Okey akan saya coba uraikan dengan kata-kata cinta.. hihi

Testing notes kopi dari region Asia Fasifik :
Herbal & Spicy atau kental dengan aroma herbal, seperti rempah-rempah, chinnamon. Selain itu, sebagian lagi Earty atau aroma tanah yang baru tersiram air hujan. Hal ini tak lepas dari letak geografis Indonesia yang beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi.

Testing notes kopi dari region Afrika dan Arab :
Citrus, Fruity floral atau penuh dengan aroma buah-buahan sesuai dengan lingkungan di Afrika yang penuh dengan tumbuhan dan buah-buahan.

Testing notes kopi dari region Amerika Latin :
Cocoa & Nuts atau kaya dengan aroma kacang-kacangan, jeruk, coklat dan sedikit rasa spicy, papar Ardiyan (coffee master di Sbux Sc48).

Kalo kita sudah tahu unsur-unsur tersebut, maka kita memasuki penggambaran terakhir yang bertujuan untuk merasakan kopinya di mulut. Hasil dari segmen terakhir pada bagian inilah yang disebut catatan rasa atau tasting notes.

Jika ada yang bertanya, Apakah kita bisa belajar coffee testing sendiri? “Bisa!”. Jelas kita bisa melakukan coffee testing di rumah dengan step-step baku yang harus kita lakukan ala Starbucks. Tunggu saja posting saya di next konten yak.. :)

Contoh tasting notes ala @Hup.

Josganjoss!

Ketika “Caramel Machiatto” dijodohkan dengan “Merdeka Doughnut”. Hmm, mau tahu tasting notes -nya? “Delicious & Gurih2 Enyoii". #tepokjidat 😁

Sampai disini dulu cuap-cuap kita kali ini. Terima kasih

See you on top gaes ;)

Nite & GBU more. Bye..!!
Senin, 12 Agustus 2019

Fungsi "Flavor Lock" pada kemasan kopi

Duduk sama rendah, Berdiri? Mau kemana.. ngopi dulu lah!Duduk sama rendah, Berdiri? Mau kemana.. ngopi dulu lah!

Ngopi sadayana! 😎

Postingan ini sebagai penjelasan post “sebelumnya”. Kali ini saya akan membahas tentang apa fungsi flavor lock atau ada yang menyebutnya air valve, yaitu sebuah katup/lubang kecil pada bungkus kopi.

Eh, kopi yang saya maksud bukan kopi instan yang sering lo beli di warung itu ye, yang harganya seribuan. Hihi

Kronologinya ; tak jarang saya mendapati peminum kopi yang mencium aroma pada bungkus kopi di Starbucks, tanpa mengetahui fungsi dari flavor lock ini. *Jangan-jangan readers juga belum tahu nih? Hehh*

Jika lo mengabaikan lubang kecil nan mungil ini, saya pastikan sampai kucing beranak kadal pun, lo kgak bakalan mendapat aroma apa-apa.

Makanya, bagi yang belum tahu baca yak sampai selesai.. biar pinter! Kan nggak elok dilihat mengendus-endus udah kyak “Unit K-9” aje (baca : Ca-nine). Eh

Djuzur nih, awalnya saya juga nggak paham soal lubang. Namun saya selalu berupaya mencari solusi dari setiap kekepoan saya. Setelah mendapat pencerahan dari narasumber terpercaya ahli dibidangnya, akhirnya saya pun enjoy urusan lubang.

Saya coba raba-raba, lalu saya hirup aromanya. Oh men! ternyata itu lubang bukan sembarang lubang. Hmm.. asoy geboy!

Jadi begindang, meski lubangnya kecil banget (nggak muat 2 jari, ehh) dan sering dicuekin, diabaikan, bahkan tak dianggap sama sebagian orang. Ternyata lubang kecil ini memiliki peranan yang sangat penting loh gaes.

Apa-itu-flavor-lock
Live kontes :D
Fungsi flavor lock adalah untuk menjamin kualitas biji kopi sebelum kemasan dibuka. Selain itu, untuk memperpanjang masa aktif biji kopi tersebut, agar tetap fresh dan nikmat saat disajikan. Narasumber : Andiny (Coffee Master), saat coffee testing sore itu.

Jika teman-teman bertanya, gimana kalo lubangnya dibikin sendiri, ditusuk gitu? Eits, tunggu dulu.. jangan maen tusuk-tusuk aje yak! Hehh. Itu bukan solusi yang tepat gaes. Cara itu justru menurunkan cita rasa dan kualitas kopinya. Kalo nggak percaya cobain aje.

Sebenarnya flavor lock ini bukan asal bolong begitu saja. Benda yang pasti selalu ada pada bungkus kopi ini (khususnya Starbucks) merupakan sebuah teknologi yang dirancang dengan menggunakan valve satu arah sebagai satu-satunya jalan buat keluar karbon dioksida (CO2) dari dalam bisa keluar, tapi udara dari luar tak bisa masuk.

Flavor lock atau biasa disebut lubang valve satu arah ini, memiliki manfaat yang sangat signifikan dalam penyimpanan kopi. Awet atau enggaknya kopi lo banyak dipengaruhi sama si lubang ajaib ini. Terutama saat pascaroasting atau istirahat selesai roasting (resting time).

Secara ilmiah, kurleb selama 14 hari setelah biji kopi diroasting akan mengeluarkan gas CO2. Semakin gelap profil roastingnya, semakin banyak CO2 yang dihasilkan. Namun terlalu sedikit CO2  juga tidak baik, karena kesegaran kopi menjadi semakin pendek waktunya.

So, sangat dianjurkan untuk jangan membeli produk kopi yang tak memiliki flavor lock. Itu bisa bikin kualitas kopi menjadi buruk layaknya menikmati rasa kopi yang terbakar, apek dan tidak segar.

Well, demi alesan memenuhi kekepoan saya yang luar biasa ini. Dan agar saya juga tidak dianggap “Sok tahu”, perlu bukti untuk mendukung tulisan saya agar tak dianggap nonsen.

Sebagai objek penelitian disini saya ambil kopi “KATI KATI Blend” harga 135rb saja. *Emang harus banget yak diceritain?*, yakale lo minat mau nyobain.. haha.

Flavor-lock-fungsinya
Tampak dari luar :)
Flavor-lock-fungsinya-apa
Tampak dari dalem :)
Berikut mekanisme kerja flavor lock atawa air valve pada kemasan kopi.

Flavor lock memiliki bagian dalam seperti pegas yang dilapisi oleh filter berbahan nylon dilengkapi dengan sealed (bukan silit :D). Pegas tersebut gunanya untuk mendorong lubang udara bergerak keluar. Namun sebaliknya, ketika ada tekanan udara dari luar, maka flavor lock akan semakin kencang tertutup.

Dengan kata lain, flavor lock ini hanya bisa terbuka kalau ada tekanan dari dalam, sedangkan kalo tekanan datang dari luar, maka flavor lock akan semakin tertutup rapat.

Fungsi-flavor-lock-pada-bungkus-kopi
Valve satu arah :)
Saya coba analogikan :

Seperti Tol Jakarta – Cikampek deh, kalo arus mudik biasanya diberlakukan sistem Contraflow (one way). Artinya mobil dari Jakarta bebas keluar, tapi mobil yang menuju Jakarta nggak bisa lewat karena jalannya udah diblok. *keseringan merayap di Tol, sampai analogi pun nggak jauh dari Tol*

Belon ngerti? Makanya ngopi biar cerdas!

Gini deh biar gampang, flavor lock seperti pintu rumah kita yang hanya bisa terbuka satu arah saja, beda sama pintu store Starbucks (SC48) yang bisa terbuka dua arah. 😆

Masih nggak ngerti? Kirimin alamat lo biar saya prospek dulu. *kidding.. hahhh

Uniknya belum banyak produsen packaging yang bisa membuatnya. Teknologi flavor lock ini termasuk teknologi baru. Membuat produk flavor lock pada kemasan kopi lebih sulit daripada membuat kemasan kopi itu sendiri yang bahannya terbuat dari foil & zipper.

Hal ini membuat produk flavor lock masih harus import dari negara lain dan harganya pun cukup mahal. Belum bisa di dapatkan di Indonesia.

Terus gimana kalo flavor lock bocor?

Ini hanya saran penulis yak! Segera masukkan kopi Anda ke dalam coffee canister yang kedap udara. Karena ada beberapa faktor eksternal yang dapat menurunkan kualitas kopi, diantaranya adalah suhu, udara, cahaya dan kelembaban.

Seperti yang sudah disebutkan, salah satunya “udara” dapat membuat kualitas kopi menurun. So, jangan biarkan kopi kesayangan Anda masuk angin ya gaes! Agar kopi atau yang saya sebut holly water itu, tetap fresh dan nikmat saat disajikan. :)

Nah sekarang udah tahu khan fungsiflavor lock? Jadi kalo mau menghirup aroma kopi pada kemasannya. Tekan pelan2 bungkusnya, ingat pelan-pelan! jangan kyak ngeremas adonan.

Lalu dekatkan c*ngornya, eh hidungnya ke lubang flavor lock ini. Tarik nafas sedalem2nya dan rasakan sensasi aroma kopinya.

Lihat kawan yang satu ini, santai khan? 👌

Apa-manfaat-flavor-lock
Cara mencium yang bener :)
Semoga penjelasan diatas dapat memberikan informasi bermanfaat bagi penggemar kopi yang belum mengetahui fungsi flavor lock pada kemasan kopi.

Dan tak kalah penting, selalu perhatikan ya standar packaging produk kopi yang benar jika tak ingin kecewa dengan kualitas kopi yang kita idam-idamkan. Sampai disini dulu cuap-cuap kita malem ini. Terima kasih

I'll come back another time :)

Nite & GBU more. Bye..!!
Senin, 05 Agustus 2019

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta

Jangan sok spesial.. situ bukan indomie!Jangan sok spesial.. situ bukan indomie!

Postingan ini sebagai penjelasan post “sebelumnya” . Kali ini saya akan membahas apa perbedaan kopi Arabika dan Robusta.

Tentunya hal ini sangat penting untuk diobrolkan, karena masih banyak coffee addict (pecandu kokopian,red) tak tahu bahwa dua jenis kopi ini sebenarnya memiliki ciri khasnya masing-masing.

Mungkin ada yang bilang gini,"Ah bacot, yang penting ngopi aje deh!". Oke tak masalah memang, tapi lumayan juga yekan, untuk nambah-nambah ilmu baru?

Bagi reader yang ingin tahu lebih jauh, baca terus yah sampai habis. :)

Kalo bicara sejarah kopi, dan segala titik bengeknya, buseng materinya sampai 5 BAB coy! So, saya akan membahas garis besarnya saja yak.

Apa perbedaan kopi Arabika dan kopi Robusta??

Secara umum, kopi Arabika merupakan varietas kopi yang pertama ditemukan dan dibudidayakan hingga saat ini. Kopi Arabika pula yang pertama masuk ke Indonesia pada abad XVIII.

Hanya saja, serangan penyakit karat daun Hemileia Vastatrix (HV) menghancurkan tanaman arabika pada saat itu. Lalu masuklah kopi Robusta yang lebih bandel terhadap penyakit.

Perbedaan_kopi_arabika_dan_robusta
Arabika vs Robusta
Banyak perbedaan dari kedua jenis kopi ini, maka dari itu saya akan mengurainya one by one. Dan agar tidak terlampau bertele-tele dan puyeng, saya mencoba merangkumnya dalam tabel berikut :

ARABIKA ROBUSTA
Bentuk dan Struktur biji kopi
Cenderung lonjong dengan ukuran lebih besar.
Cenderung bulat dengan ukuran lebih kecil.
Wilayah tempat kopi tumbuh
Dataran tinggi, 700-1700 mdpl dengan suhu 16-20°C.
Dataran rendah, 400-700 mdpl dengan suhu 21-24°C.
Ukuran pohon kopi
Tinggi pohon hanya 2-4 meter, dan warna "green bean" lebih terang.
Tinggi pohon mencapai 4-6 meter, dan warna "green bean" kurang terang.
Kekuatan tanaman kopi
Rasa buah lebih manis, sehingga lebih rentan terserang penyakit (hama).



Lebih tahan (robust) terhadap serangan hama karena mengandung Chlorogenic acid dan kafein lebih banyak (buah lebih pahit).
Kadar gula
6-9%. Kadar gula yang lebih tinggi membuat kopi arabika lebih ringan.

3-7%. Kadar gula rendah menentukan tingkat kelarutan kopi, sehingga kopi robusta akan terasa lebih kental.
Kandungan kafein
1,2%. Kandungan kafein yang lebih sedikit membuat rasa arabika lebih lembut (smooth).
2,2%. Kandungan kafein yang lebih banyak membuat rasa robusta lebih pahit (bitter).
Negara penghasil
75% kopi arabika dihasilkan oleh Brazil, Kolombia, Peru, Nicaragua, Hawaii, Yaman, Ethiopia, dan Indonesia.

25% hasil kopi dunia adalah robusta dengan Indonesia sebagai produsen robusta terbesar di dunia selain Vietnam, Srilanka, Madagascar, dan Nigeria.
Tasting note (rasa)
Aroma buah, kacang-kacangan, bunga, dan rempah sering muncul pada kopi arabika. Keasaman (acidity) yang lebih tinggi dan rasa pahit yang samar membuat kopi arabika lebih nikmat bagi banyak orang.

rasa robusta lebih pahit daripada arabika dengan aroma yang juga tidak senikmat arabika. Namun kopi robusta tetap memiliki penggemar setia, khususnya mereka yang suka kopi pahit dan kental.
Harga
Harga Arabika lebih mahal, karena butuh perawatan yang lebih ekstra dan memiliki rasa yang lebih nikmat

Harga Robusta biasanya lebih rendah. Tapi saat ini terdapat robusta kualitas premium yang harganya dapat menyaingin Arabika.


Baik, setelah melihat data pada tabel di atas, setidaknya akan timbul pertanyaan : Lantas, kenapa kopi Arabika lebih “menggoda” dibanding Robusta?

Secara ilmiah ketika tanaman kopi banyak terkena sinar matahari, maka tanaman kopinya lebih cepat berkembang dan memproduksi beans, dibanding kurang terkena sinar matahari. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh faktor ketinggian wilayah tempat tumbuhnya si kopi tersebut.

Artinya tumbuh di atas ketinggian 700 mdpl, kopi Arabika sedikit mendapatkan sinar matahari (sejuk), sehingga butuh waktu lama untuk panen/produksi.

Sedangkan kopi Robusta yang tumbuh di bawah ketinggian 700 mdpl, yang notabenenya banyak mendapat sinar matahari sehingga cepat panen/produksi.

Coffee_talk_starbucks
Coffee Talk By : Andiny :)

Menariknya, meskipun Arabika terdengar lebih sulit memproduksi, namun Arabika memiliki keunggulannya tersendiri, terutama dari segi tasting note (catatan rasa).

Beberapa orang mendeskripsikan bahwa Arabika mempunyai karakter rasa dan aroma kopi yang lebih lembut. Sedangkan kopi Robusta mempunyai karakter rasa yang lebih kuat dan ‘kasar’ atau pahit.

Perbedaan yang cukup kontras yaitu dari segi ketebalan beans (density). biji kopi Arabika body-nya lebih padat dibanding kopi Robusta. Jika ditimbang dengan berat yang sama, jumlah beans Robusta lebih banyak dari Arabika (Robusta lebih ringan).

Kok bisa? Karena beans Arabika lebih ke body atawa rasa dari si beans-nya, sedangkan Robusta lebih ke produksi beans-nya. Dengan kata lain, hasil panen Arabika lebih ke "Quality" beans-nya, sedangkan Robusta lebih ke "Quantity" beans-nya. *sampai disini paham ya! :)

Nah, dari segi ketebalan beans (density) Arabika dan Robusta ini, tentunya menggunakan proses roasting (sangrai) yang berbeda. Hal ini berkaitan dengan kekuatan beans tersebut saat di-roasting.

Dibanding Robusta, biji kopi Arabika lebih kuat di-roasting meski sampai ke level roasting paling hitam sekalipun. Atau, hasil roasting Arabika lebih hitam dibanding Robusta, meskipun Robusta di-roasting dengan level roasting paling hitam sekalipun. Hal ini mengacuh pada faktor density si kopi tersebut.

Selain itu, perbedaan kadar kafein antara Arabika dan Robusta sangat signifikan. Robusta memiliki kadar kafein dua kali lebih banyak dari Arabika.

Tentunya perbedaan kafein ini akan mempengaruhi rasa pada kopi tersebut. Sebagai catatan : kafein membawa rasa pahit terhadap rasa kopi.

Karena Arabika mengandung kafein yang sedikit dan kadar gula lebih tinggi, maka rasa dari kopi nya lebih smooth dan bervarian.

Misalnya : buah-buahan, beri-berian, bunga, coklat maupun kacang-kacangan dan rempah ( biasanya ditulis : blueberry, lemon note, nuty, cocoa, red berry) dll. Sehingga kopi Arabika lebih menggoda dan menjadi favorit bagi para coffee addict.

Sebaliknya, Robusta mengandung kafein yang lebih banyak dan kadar gula lebih rendah, maka rasa dari kopinya lebih kasar/pahit yang sangat membekas di lidah (after taste). 

Sehingga tak banyak peminatnya, namun membuat efek kafein lebih terasa pada tubuh. Mungkin ini terdengar positif bagi sebagian orang yang ingin men-dopping ketika di kejar target pekerjaan, namun rasa pahitnya mengurangi kenikmatan ketika diminum.

Kesimpulan : soal rasa kopi, Arabika memiliki kualitas paling superior di dunia kokopian. Robusta tak bisa menandingi kopi Arabika. #catet!!

Sebagai inpoh tambahan, varietas kopi itu sangat banyak sekali. Jadi tidak terbatas pada Arabika dan Robusta saja yak.

Ada 4 varietas kopi yang memiliki posisi kuat yaitu Arabika, Robusta, Liberika dan Excelsa (dua varietas kopi terakhir makin populer di kalangan peminum kopi dan banyak petani yang menanamnya).

Yaps, dari sekian banyak varietas kopi ini masing-masing memiliki sub-varietas juga. Misalnya sub-varietas Arabika yang populer : Bourbon, Caturra, Ethiopian heirloom, Geisha, Mundo novo, Pacas, Tekisik, Typica, Catuai, dll. Nah, berbeda varietas tentu memengaruhi rasa kopinya.

Singkatnya, kalo penasaran dengan informasi yang saya tuliskan ini. Sering-sering aje main ke Starbucks, kalo lagi sepi mereka suka ada live kontes kok..!

Demikian perbedaan kopi arabika dan robusta yang bisa saya sharing -kan di sini. Semoga bermanfaat ya buat sobat pecinta kokopian nusantara.

Jika ada masukan, unek-unek, kritik, koreksi.. silahkan tinggalkan komentar atau bisa hubungi saya di “”. Terima kasih

See you on top :)

Nite & GBU more. Bye..!!
 
;