Minggu, 31 Januari 2021

Perjalanan Arus Balik Menuju Bekasi

Perjalanan arus balik menuju Bekasi kami memutuskan untuk kembali road trip menjajal jalan lintas timur sumatera lagi.

Kenapa?? Alasan yang paling logis, tentu karena udah berhasil kami eksekusi saat perjalanan menuju kampung, minggu lalu.

Sepengalaman saya, secara umum kondisi jalan lintas timur sumatera bagus. Sehingga perjalanan terasa nyaman, lebih ringan dan mudah dilalui.

Are you ready, guys?

PULAU SAMOSIR–PEKANBARU

perjalanan-arus-balik-dari-pulau-samosir-menuju-bekasi

Bayangkan, hari itu adalah hari pertama di tahun 2021. Kami berangkat naik kapal feri IHAN BATAK 12.00 WIB dari pelabuhan Ambarita. Setibanya di pelabuhan Ajibata 13.00 WIB langsung meluncur, let's go!!

Senandung lagu “Pariban dari Jakarta” yang dipopulerkan Suryanto Siregar mengalun merdu di telinga, mengantar keberangkatan kami meninggalkan Pulau Samosir siang itu.

Di tengah perjalanan menuju Siantar, cuaca murung diiringi nyanyian gerimis. Seolah-olah kondisi ini merepresentasikan bahwa, Pulau Samosir bersedih atas kepulangan kami kembali ke rantau.

Perlahan tapi pasti, langit semakin kelam. Sore hari kami tiba di Siantar dan belanja oleh-oleh. Oh iya, di Kota Pematang Siantar ada tulisan begini, "PEMATANG SIANTAR SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI". Artinya apa ya??

perjalanan-arus-balik-dari-pulau-samosir-ke-bekasi

Lalu, kami menepi di salah satu warung pangsit. Meski antriannya ramai, tak ragu jatah ponakanku yang yang tersisa, saya lahap semua. Alasan pembenarannya, nanti kalau sudah di jalan bakalan susah cari makan. Walhasil kekenyangan, galau. 🤪

Tak berapa lama kami kembali melaju di atas roda, menjemput kelam. Jalan arus balik saat itu sungguh bersahabat. Hanya ada beberapa kendaraan yang kami lewati, mungkin banyak orang memilih untuk tahun baruan di rumah.

Sesekali kaca mobil sengaja kami buka. Udara sejuk membelai wajah. Spidometer bergeser sangat cepat. Kita sepakat untuk melalui jalanan sepanjang jalur arus balik ini seoptimal mungkin dengan acuan, Senin (04/01/2021) sudah bisa masuk kerja normal.

Malam semakin larut, jalanan semakin kelam, ternyata waktu sudah pukul 00.50 WIB (02/01/2021), kami rehat sejenak di salah satu SPBU Kota Pinang, Labuhan Batu, Sumatera Utara.

perjalanan-arus-balik-dari-pulau-samosir-menuju-bekasi

Gpl, sejam kemudian kami melanjutkan perjalanan. Badan masih lelah dan kantuk tak tertahankan. Bayangkan saja, malam itu mata sudah 5 watt semua, tapi konsentrasi dituntut untuk selalu prima. Ah namanya juga perjalanan jauh, jadi dinikmati sajalah!

Sebetulnya yang membuat kami berupaya tetap semangat adalah melihat dan melintasi gapura selamat datang dan selamat jalan yang ada di gerbang suatu kota. Semua tampak berjalan lancar.

Jadi begitu melihat tulisan gapura "Selamat Jalan" di suatu kota, rasanya timbul semangat yang baru layaknya habis menang memainkan game yang kemudian “go the next level” gitu lho!

Apalagi malam itu, ketika kami sudah tiba di pintu tol menuju Pekanbaru. Yeeyyy, ada sedikit keceriaan terpancar.

Sebagaimana sudah saya ceritakan di post sebelumnya, jalan tol Duri–Pekanbaru aspalnya masih mulus jadi bisa mempercepat perjalanan. Kanan kirinya perkebunan. Namun yang saya takutkan adalah : bijimane kalo ada babi hutan yang melintas. Omegot!!!

Masih di Tol Dumai–Pekanbaru, 05.30 WIB kami kembali rehat sejenak di salah satu rest area, saya lupa itu lokasinya di kilometer berapa. Rest area ini masih kelihatan seperti barak darurat.

Di sana kami ngopi, gaes!

perjalanan-arus-balik-dari-pulau-samosir-ke-bekasi

Pukul 07.00 WIB kami melanjutkan perjalanan. Tak terasa kami sudah keluar tol dan memasuki daerah kabupaten provinsi Riau, Pekanbaru. Aroma kota oil and gas semakin terasa.

perjalanan-arus-balik-dari-pulau-samosir-ke-bekasi

PEKANBARU–JAMBI

Seperti kita ketahui, Pekanbaru memang terkenal dengan propinsi yang kaya akan sumber daya alam minyak dan gas.

Apalagi ketika melewati kawasan PT. Chevron Pacific Indonesia, nuansa itu semakin kental, euy, ada banyak bangunan tangki-tangki perusahaan minyak di tepi jalan lintas timur ini. Selebihnya sih, pemandangan kebun kelapa sawit dan pemukiman warga.

Masih di wilayah Pekanbaru, 10.15 WIB kami berhenti untuk mengisi 'kampung tengah' alias makan, gaes. Di sini kami break agak lama.

perjalanan-arus-balik-dari-pulau-samosir-ke-bekasi

Lanjut 11.35 WIB, let’s go!!! Perjalanan masih panjang. Gapura-gapura selamat datang dan selamat jalan yang melintang masih banyak yang harus dilintasi. Semangat harus tetap disemai hingga tiba di kota tujuan, Bekasi.

Perjalanan menuju Jambi, dilema melanda. Saat itu sudah sore hari, kami keluar dari jalan lintas timur sumatera. Sesuai petunjuk GoogleMaps, mengikuti jalan alternatif melewati perkebunan.

Berharap bisa touch down lebih awal di Jambi. Sialnya setelah melaju masuk perkebunan sejauh 10 Km, kami mendapati jalannya ternyata diportal (tutup). Semesta merintih! Finally, kami kembali ke jalan lintas timur sumatera.

Dengan semangat ‘45’, sore itu kami berhasil tiba di wilayah Merlung. Hmmm, kami beruntung bisa melewati tempat ini di siang/sore hari. Sehingga bisa menikmati suasana alam Merlung yang begitu adem.

Sambil mendengarkan sayup-sayup lagu favorit di play list. Saya tak henti berdecak kagum melihat betapa asrinya pemandangan di kanan kiri jalan, pepohonan yang berjejer rapi, hijau daun yang ranum dan langit yang mengepul awan putih. Sangat menyejukkan hati.

Namun seperti yang sudah saya wartakan sebelumnya *berita kali ah*, sepanjang jalan di daerah Merlung ini mulus beraspal, namun kontur jalanannya tanjakan dan turunan silih berganti yang disertai tikungan di tengah perkebunan.

Dua kali kami melihat kecelakaan tunggal lalulintas, mulai dari truk yang ngangkut kelapa sawit nyungsep di pinggir jalan, hingga mobil trailer yang kebalik pas tanjakan/tikungan.

Kejadian-kejadian tersebut membuat kami semakin berhati-hati lagi dalam berkendara. Untuk alasan keselamatan kami hanya menjalankan kendaraan dengan kecepatan antara 60-80km/jam.

JAMBI–PALEMBANG

perjalanan-arus-balik-dari-pulau-samosir-ke-bekasi

Yass! Pukul 19.20 WIB kami tiba di kota Jambi. Lalu, kami mencari warung pecel tempat kami makan saat kepulangan beberapa hari lalu. Namun tak ketemu jua, akhirnya karena udah laper kami berhenti di warung pecel tempat yang berbeda.

Amsyong!!! Maaf warung pecel ini agak kumuh, pelayannya juga *maaf* rada jorok. Tapi namanya juga lapar, apa saja langsung disikat. Tak peduli soal rasa.

Disini kembali dilema melanda, ketika itu segerombolan muda-mudi dengan tampang sangar dan penampilan yang agak mencurigakan duduk di samping kami.

Merasa seperti mau ditodong, kami buru-buru naik ke mobil, melanjutkan perjalanan menuju Palembang. Padahal lagi laper-lapernya itu, hadeuh.

Dengan kecepatan yang luar biasa, layaknya dikejar-kejar syetan. Sambil cilingak-cilinguk, takutnya diikuti (su’uzon.. haha).

Pukul 20.30 WIB kami berhenti di SPBU jalan Jambi-Palembang. Ada kali 2 jam kami istirahat di sana ngumpulin tenaga. Selanjutnya malam itu kami jalan terus menuju pintu Tol Palembang–Bakauheni.

PALEMBANG–BAKAUHENI

Akhirnya 03.30 WIB (03/01/2021) kami masuk tol Palembang – Bakauheni. Lagi-lagi dilema melanda. Perjalanan via tol dari Palembang ke Bakauheni yang seharusnya bisa langsung, Eh buset!! Kami malah dikeluarkan dari arena balapan.

Jadi saking semangatnya, sampai-sampai kami tak melihat marka jalan, ternyata kami dicampakkan/keluar dari tol dan kembali ke jalan lintas timur sumatera, sedih!

Saya yang didaulat sebagai Navigator utama merasa bersalah dong tentunya, ini kelalaian Navigator woii!!! (Ngantuk banget).. Tak terima dicampakkan, kembali kami mencari pintu masuk tol.

Masih di Tol Palembang–Bakauheni pukul 05.05 WIB, kami kembali rehat sejenak di salah satu rest area. Hmm, rest area ini bagus sekali, fasilitas lengkap, dan bersih. Bangunan permanen pendukungnya juga sudah bagus.

perjalanan-arus-balik-dari-pulau-samosir-ke-bekasi

Pukul 07.15 WIB let’s go!!! Di tengah perjalanan, tetiba mata menangkap marka tanda jalan tol bahwa Bakauheni tak jauh lagi.

Tersadar bahwa tiket kapal penyeberangan belum dipesan. Kami memutuskan berhenti di rest area berikutnya untuk top-up E-tol sekaligus beli tiket feri online by aplikasi “Ferizy”.

arus-balik-mudik

Perjalanan selanjutnya, tak terasa pintu keluar tol Bakauheni sudah berada di pelupuk mata. Kami serentak merasa legahhh, itu tandanya misi kami akan segera berakhir. Aktifitas pelabuhan Bakauheni sudah terlihat, meski dari kejauhan.

perjalanan-arus-balik-dari-pulau-samosir-ke-bekasi

Pukul 09.45 WIB tiba di pelabuhan. Kapal feri Bakauheni-Merak sudah bersandar di dermaga. Gpl, kami dipersilahkan masuk ke kapal.

Sembari menunggu di atas kapal, hiburan kecil-kecilan kami lempar koin dulu ah!

perjalanan-arus-balik-dari-pulau-samosir-ke-bekasi

Kalo dikasih goceng nih ya, orangnya bakalan terjun dari atas kapal lho. Tapi kurang seru ahh, kecuali kalo lompat dari atas kapal dengan posisi tengkurep. 😝

perjalanan-arus-balik-menuju-bekasi

Pukul 11.00 WIB kapal feri yang kami tumpangi berlayar menuju pelabuhan Merak. Oh, begitu indah selat Sunda. Saya sangat menikmati perjalanan ini.

perjalanan-arus-balik-dari-pulau-samosir-ke-bekasi

Ya, namanya juga berlayar tak ada kata macet, nggak terasa 13.00 WIB kapal sudah merapat di pelabuhan Merak.

MERAK–BEKASI

Selanjutnya perjalanan dari Merak ke Cikarang (Bekasi) kami tempuh selama kurleb 3 jam berjalan lancar. Sorenya kami sudah tiba di rumah dengan sehat walafiat.

Misi selesai!!!

Puji Tuhan, perjalanan kami dari mulai mudik menuju kampung halaman hingga arus balik menuju Bekasi berjalan lancar jaya.

Hanya saja kedalanya, mungkin waktunya yang terlalu mepet dan biaya perjalanan yang bikin dompet kurus. Ehh, udah kayak pilihan berganda ya, cuma kali ini jawabannya, semua benar! 😂

Udah gitu aja sih perjalanan arus mudik menuju Bekasi kemarin.

Oh iya, di next konten saya akan kasih sedikit bocoran kisaran biaya transport selama perjalanan pulang pergi. Nantikan jam tayangnya yah Ronaldo!! Tjaahhhh

Sekian dulu cuap-cuap hari ini, terima kasih!

See you next latter..

Nite & GBU more. Bye..!!!
Rabu, 27 Januari 2021

Pulau Samosir Negeri Indah Kepingan Surga

To the poin..

Negeri Indah Kepingan Surga adalah sebutan lain untuk Pulau samosir. Pulau Samosir adalah sebuah pulau yang berada di tengah-tengah Danau Toba, Sumatera Utara.

Us you know, Danau toba menyajikan keindahan alam yang menakjubkan, terutama keindahan alam pulau Samosir yang lokasinya tepat berada di tengah-tengah danau.

Pulau-samosir-negeri-indah-kepingan-surga

Jadi gini, jika Danau Toba adalah kaldera hasil letusan gunung berapi, maka Pulau Samosir adalah pulau vulkanik di tengah kaldera.

Danau Toba dan Pulau Samosir adalah sebuah paket yang tidak bisa terpisahkan. Ibarat dua sisi mata uang, keduanya saling terintegrasi dan saling melengkapi.

Tanpa Pulau Samosir, Danau Toba akan terlihat flat dan kurang menarik untuk dipandang. Sebaliknya tanpa Danau Toba, Pulau Samosir juga tidak ada apa-apanya. Bisa dikatakan pulau samosir menjadi semacam “daya tarik” dari Destinasi Wisata Danau Toba .

pulau-samosir-negeri-indah-kepingan-surga-

Umumnya wisatawan yang melancong ke Pulau Samosir melakukan berbagai kegiatan menyenangkan. Seperti : pendakian gunung, berkemah, mengarungi wisata alam Danau Toba dengan menggunakan kapal.

Olahraga air menjadi hiburan terbaik disana, seperti : waterbikes, jetsking, banana boat, kano, atau berenang dan memancing, ect. Tak hanya itu, disana juga tersedia penyewaan sepeda, sepeda motor dan banyak juga toko-toko souvenir.

Selanjutnya membahas tentang pernyataan yang mengatakan Pulau Samosir adalah Negeri Indah Kepingan Surga. Nampaknya, tidak terlalu berlebihan sebagai sebutan lain Pulau Samosir.

pulau-samosir-negeri-indah-kepingan-surga-

Jika ada yang bertanya, kenapa Pulau Samosir disebut Negeri Indah Kepingan Surga??

Perjalanan tour keliling Pulau Samosir minggu lalu, saya rasa sudah cukup membantu menjawab pertanyaan tersebut.

Namun opini saya tentang samosir Negeri Indah Kepingan Surga tidak sampai disitu. Yuk simak, sedikit spekulasi bulsit saiahh..

INDAH. Apa yang terbesit dibenak dongans? Indah itu merupakan suatu kondisi yang sangat memanjakan mata dan terasa sangat tertarik untuk tetap berada di tempat itu selama mungkin.

Yaps, itu memang benar adanya, mungkin bagi dongans yang sudah pernah kesana akan berpendapat yang sama. Bahkan mungkin dongans yang baru pertama berkunjung ke Pulau Samosir pasti langsung bilang “wow!!” atau bahkan double “wow woww!!”. Stop it you.. 😄

pulau-samosir-negeri-indah-kepingan-surga-

Paras eloknya yang menarik untuk dipandang, dan panoramanya yang luar biasa. Keajaiban alam pulau Samosir sungguh menyuguhkan pesona pegunungan hijau memanjakan mata.

Kita bisa menyaksikan matahari terbit dan matahari terbenam yang spektakuler, udara yang menyejukkan hati, hamparan air jernih yang menyegarkan pikiran, serta keajaiban lain yang hanya bisa ditemukan saat kaki kita tiba di pulau Samosir. Dan saya setuju bahwa pulau samosir merupakan negeri indah.

KEPINGAN SURGA. Selanjutnya bicara soal kepingan surga. Ehm.. monmaap nih saya belum pernah ke surga. Namun, saya akan mencoba mengulas dengan menggunakan nalar sebagai manusia.

Kata “kepingan surga” mungkin yang dimaksud suatu keadaan yang sungguh aman, tidak ada konflik, bebas dari gangguan dan hal negatif lainnya, serta sangat erat hubungannya dengan tempat yang begitu indah yang didambakan oleh segenap insan manusia. 

Saya punya firasat bahwa jika plesiran ke Pulau Samosir, dongans bakalan betah untuk tinggal lebih lama. Kondisinya yang nyaman untuk dihuni, dan suasananya yang tenang teramat sangat damai. 

Berbanding terbalik dengan atmosfir di perkotaan. Pulau Samosir udaranya sejuk dan segar, membuat perasaan semakin nyaman karena tentu saja manusia pada umumnya membutuhkan udara yang segar dan sejuk. Dan yang jelas bebas polusi dan kebisingan. 

Pulau Samosir merupakan kepingan surga? Saya sih setuju, tapi nggak pake banget (heheh..). Saya lebih setuju kalo ada pernyataan yang mengatakan bahwa samosir adalah negeri indah kepingan surga yang perlu didandani atau direkonstruksi.

Kok bisa??? Saya memiliki alasan khusus yang menurut saya pribadi perlu di cermati secara serius.

Jadi sepanjang perjalanan tour keliling Pulau Samosir beberapa hari lalu saya mengamati, memang banyak pemandangan yang luar biasa dan didukung oleh akomodasi yang memadai. Makanannya juga lejat dan enak. 

Namun yang menjadi salah satu alasan saya belum cukup yakin atas pernyataan yang mengatakan bahwa pulau samosir adalah kepingan surga, yaitu : 

Jalanan umum yang sempit dan minimnya penggunaan marka jalan, atau bahkan kurangnya penerangan saat malam hari. Seperti halnya kami saat pulang dari Pangururan itu, hadeuhh gelap gulita (sahira parbeguan.. haha). 

Belum lagi ada beberapa titik jalanan yang rusak/rawan longsor. Hal ini tentu menyebabkan kondisi yang kurang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang melaluinya. 

Padahal jalanan umum sebagai akses untuk menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya, merupakan salah satu sarana yang sangat penting. Karena hal ini menurut saya adalah inti untuk memberikan kemudahan memperlihatkan keindahan bumi Samosir. 

Bagaimana Pulau Samosir menjadi negeri indah kepingan surga kalo saja jalanan untuk melihat negeri samosir yang indah itu masih sempit.

Masa sekelas kepingan surga jalannya sempit.. hhihi. Dan ini adalah kepingan surga menurut saya masih dalam kondisi yang perlu didandani atau direkonstruksi. 

Dalam bahasa batak toba, ada peribahasa (umpasa) yang menyatakan “Marsipature Hutana be” dalam artian bahasa indonesia yaitu mari kita mengembangkan daerah kita masing-masing. 

So, dalam mengembangkan daerah saya, saya mencoba memberikan saran dan kritikan mengenai potensi dan hal yang perlu dicermati oleh pihak yang terkait untuk mengwujudkan bahwa Samosir adalah Negeri Indah Kepingan Surga. 

Sudah seharusnya diadakan pelebaran jalan, dan menggunakan marka jalan tipe scotchlight (marka jalan yang mampu berpendar kala terkena sinar), serta menambah penerangan. 

Dengan demikian, pasti semakin banyak wisatawan yang datang ke samosir karena akses yang mereka lewati nyaman dan membuat mereka ingin melihat lebih lagi surga yang tersembunyi di Pulau Samosir. 

Selanjutnya ini sebenarnya masalah klasik terkait kebersihan air danau toba. Dulu yah dulu, saking jernihnya air danau toba ini bisa langsung diminum. Sekarang coba aja sendiri.. 

Sebenarnya, kalau kita telaah lagi, dampak negatif terhadap ekosistem danau ini terjadi akibat berbagai aktivitas masyarakat sekitar.

Mulai dari MCK, pertanian, perikanan, pariwisata, perhubungan, ataupun kegiatan-kegiatan bisnis, sehingga Danau Toba mengalami perubahan-perubahan ekologis yang membuat kondisinya jauh berbeda dari kondisi alami semula. 

Maksud saya di sini, diharapkan peran serta masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan. Jangan membuang sampah (limbah) sembarangan ke Danau Toba. 

Dan masih banyak sebenarnya menurut saya yang perlu direkonstruksi untuk sebutan yang menyeret kata “surga”.

THINK AGAIN! Kalo dongans ingin menjawab, mungkin lebih baik jawab dalam hati masing-masing. Mauliate/Terima kasih.

I love Samosir Island.. good luck!

Nite & GBU more. Bye..!!! 😎
Minggu, 24 Januari 2021

Tour Keliling Pulau Samosir

Horas dongans!

Tour Keliling Pulau Samosir merupakan bagian dari posting sebelumnya, tadinya mau saya jadikan satu page di post “Agenda liburan di Pulau Samosir”. Tapi.. ah terlalu kepanjangan.

Pernah dong mendengar peribahasa, “Semut di ujung lautan tampak, tapi gajah di pelupuk mata tidak tampak?”.

Lucunya begitulah yang sering terjadi dikalangan anak rantau. Selalu eksis plesiran ke tempat yang jauh di negeri orang, namun tidak pernah melakukan perjalanan di kampung sendiri. Mungkin juga kamu termasuk salah satunya.. ^ _ ^

Misalnya, tak sedikit anak rantau meskipun lahir di Pulau Samosir namun belum tentu pernah melakukan tour keliling Pulau Samosir. Aneh tapi nyata..

Tour keliling Pulau Samosir bukan trip perdana bagi saya. Mudik di tahun sebelumnya juga saya sempatkan mengelilingi Pulau Samosir untuk mengekplorasi daerah sepanjang tepian Danau Toba.


Rasa-rasanya kalo Mudik Ke AMSTERDAM sepertinya kurang abdol jika tidak melakukan tour keliling Pulau Samosir. Ini semacam bentuk kerinduan saya terhadap kampung halaman.

FYI, Pulau Samosir sendiri luasnya hampir sama dengan luas negara tetangga kita, yakni Singapura. Pulau Samosir berada di ketinggian berkisar antara 900–1.600 mdpl, di sana juga ada jalan lingkar Pulau Samosir sepanjang kurleb 145 Km. Dan Pulau Samosir dihuni oleh suku batak toba.

Di area bukit Pulau Samosir terdapat pohon-pohon pinus yang tumbuh tertata dengan rapi. Tak hanya itu, disana pun ada panorama air terjun yang masih asri memukau yang bisa kita jelajahi.

Keliling-pulau-samosir

Sedangkan di sepanjang pantai Danau Toba (Pulau Samosir) terdapat sejumlah Restoran, Hotel yang eksklusif bagi wisatawan disertai akomodasi yang lengkap.

Eeh hotel yang saya maksud bukan hotel-hotelan yang biasa lo booking di Kalimalang yah! Hotel di Pulau Samosir itu, hotel high class loh. Soal harga mungkin relatif yah..

Dinas Parawisata Samosir mempunyai argumentasi tersendiri terhadap Pulau Samosir karena keindahan alamnya. Pulau Samosir dijuluki dengan sebutan “Negeri indah kepingan surga”. Wow!!!

Lalu, apakah benar Pulau Samosir adalah Negeri indah kepingan surga??? Tour keliling Pulau Samosir kali ini, akan menjawab pertanyaan tersebut.

Hari itu kami melakukan tour keliling Pulau Samosir. Kami berangkat dari rumah sekitar 11.00 WIB, sebetulnya udah kesiangan yah untuk ketegori tour.. 😁

Rute yang akan kami jajal yakni, mulai dari Tolping–Tomok–Huta Ginjang (Tanjungan)–Onan Runggu–Nainggolan–Palipi–Pangururan–Parbaba–Simanindo, dan kembali ke Tolping.

Starting...

jalan-jalan-keliling-pulau-samosir

Menuju Tomok. Tomok adalah pintu gerbang utama (umum) memasuki pulau Samosir. Tomok sendiri merupakan destinasi favorit di daerah Samosir. Tomok dikenal juga sebagai salah satu sentra penjualan souvenir khas Batak Toba.

Jadi, ketika turun dari kapal di pelabuhan Tomok, maka dongans akan mendapati ratusan kios yang berjejer di sepanjang jalan kurleb 1 Km yang menjual berbagai cinderamata seperti baju, ulos, patung, gelang, gantungan kunci, pernak-pernik dan segala perintilannya.

jalan-jalan-keliling-pulau-samosir

Masih di Tomok, jalan saja ke belakang pasar (kios-kios). Disana dongans bisa menemukan sebuah desa tradisional dengan rumah adat batak toba lengkap dengan patung Sigale-gale, kuburan tua Raja Sidabutar dan museum suku batak toba.

Jalan-jalan-keliling-pulau-samosir

Nggak jauh dari Tomok, hanya sekitar 15 menit. Kami tiba di Huta Ginjang (Tanjungan). Di sini banyak spot menarik yang sangat memanjakan mata gaes. Kami mampir sebentar di sebuah panatapan (tempat memandang).

Jalan-jalan-keliling-pulau-samosir

Jalan menuju kesana juga sudah mulus beraspal, namun tetap hati-hati saat berkendara tanjakan dan tikungan.

Masih seputaran Tanjungan ketemu Air terjun Sigarantung, posisinya persis dipinggir jalan raya (toilet lengkap).

perjalanan-keliling-pulau-samosir

Mungkin banyak juga yang nggak tahu, Pulau Samosir juga memiliki dua danau yang indah (danau di atas danau) yakni dikenal dengan danau “SIDIHONI dan AEK NATONANG”. Posisinya di atas di tengah pulau Samosir. Btw, udah pernah belum kesana??

Jadi mumpung lewat, kami mampir ke tempat wisata alam “AEK NATONANG” yang terletak di Desa Tanjungan, Kecamatan Simanindo, Pulau Samosir, Sumatra Utara. Karcis Rp.5000/orang.

jalan-jalan-keliling-pulau-samosir

Tapi jangan berencana untuk berenang disana yah, pasalnya danaunya berlumpur. Cukup menikmati keindahan alamnya dan tanaman di sekitar danau. Selain tampilan visualnya begitu menawan, yang terkesan adalah teramat sangat sejuk dan damai sentosa.

Selanjutnya turunan menuju Onan Runggu. Hmm, meski jalannya sudah naik kasta dari tahun sebelumnya namun teteup agak ngeri. Tetap waspada yah, disana ada beberapa titik pinggir jalan yang longsor dan berlubang.

Setibanya di Onan Runggu, kiri kanan jalan banyak sawah. Posisi jalan deket ke pantai. Di desa Nainggolan kami istirahat sebentar. Di sana kami makan siang di sebuah lapo. Lagi-lagi masakannya bikin ketagihan. Agoiaamanggg!

Perjalanan selanjutnya, munuju Pangururan melewati Palipi. Selama perjalanan tak ada rasa bosen, indahnya Danau Toba mengiringi perjalanan kami.

Jalan-jalan-keliling-pulau-samosir

Sore hari tiba di Pangururan, selanjutnya kami berkunjung ke Gedung Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba (GKT) yang berada di lereng gunung Pusuk Buhit tepatnya di Desa Sigulatti, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara.

Jalan-jalan-keliling-pulau-samosir

Di sini tempatnya nyaman sekali dan udaranya sejuk. Namun jalan menuju kesana cukup menguji adrenalin. Tanjakan dan berkelok, melewati pintu masuk ke wisata “Aek Sipitu dai” (sayangnya kami nggak sempat mampir.. huhu).

Jalan-jalan-keliling-pulau-samosir

Di Gedung Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba (GKT) sendiri disediakan banyak informasi, yang dikemas dalam bentuk teks, foto, infografis dan multimedia. Diantaranya mengenai bagaimana Danau Toba terbentuk, evolusi Kaldera Toba, Super Volcano Toba, Geosite-geosite, keragaman geologi, keragaman flora dan fauna, kearifan lokal, dan informasi wisata.

Jalan-jalan-keliling-pulau-samosir

Saat menulis draft artikel ini saya juga googling dan menemukan informasi bahwa Dewan Eksekutif United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menyepakati Kaldera Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris (07/07/2020). Wow lagi!!

keliling-pulau-samosir

Sehingga tidak bisa dipungkiri, bahwa Pulau Samosir merupakan salah satu kawasan Destinasi Wisata Danau Toba yang cukup banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara hingga saat ini.

Perlu diketahui juga, selain Kaldera Toba, sebelumnya sudah ada empat kawasan geoprak di Indonesia yang sudah diakui UNESCO, yaitu Gunung Batur di Bali, Ciletuh di Jawa Barat, Gunung Sewu di Jawa Timur, dan Rinjani di Lombok. Yeeeyyy..! We love Indonesia.

Nggak jauh dari sana, selanjutnya kami mampir ke AEK RANGAT (Hot Spring) di Pangururan.

Aek rangat adalah sebuah tempat pemandian air hangat dengan air belerang yang konon bagus untuk menyembuhkan dan menyehatkan kulit. Itu makanya saya agak lama berendam di sana, biar kurapnya pada kelupas.. hehe.

Waktu yang tepat sih kesini sore/malem. Di Hot Spring  sendiri masuknya sih nggak bayar, tapi keluarnya kudu jajan. Umumlah yah! Kalo udah dikeluarin ya bayar dong (nggak ada yang gratis abang! Eehh).

Karena udah gelap, kami putuskan untuk pulang ke rumah. Akhirnya kami tiba di rumah sekitar pukul 21.30 WIB.

*Silahkan scroll gambar (atasbawah)

Perjalanan Tour keliling Pulau Samosir
tour-keliling-pulau-samosir

tour-keliling-pulau-samosir

tour-keliling-pulau-samosir

tour-keliling-pulau-samosir

tour-keliling-pulau-samosir

tour-keliling-pulau-samosir

tour-keliling-pulau-samosir

tour-keliling-pulau-samosir

tour-keliling-pulau-samosir

tour-keliling-pulau-samosir

tour-keliling-pulau-samosir

tour-keliling-pulau-samosir

tour-keliling-pulau-samosir



Sebetulnya agak kuciwa sih, masih banyak tempat wisata di Pulau Samosir yang tidak kesentuh. Misalnya : Pemandangan Tele, Air Terjun Efrata, Pasir Putih Parbaba, Batu hoda, dan pemandangan indah sepanjang pantai dari Simanindo ke Tolping. Tapi karena keburu gelap, saya hanya bisa menelan air ludah.

Kembali ke laptop! #EA

Terkait dengan slogan "Negeri Indah Kepingan Surga" yang dicetus oleh Dinas Pariwisata Samosir. Nampaknya, tidak terlalu berlebihan sebagai sebutan lain Pulau Samosir.

Namun saya mempunyai sedikit opini yang berbeda, dan  akan saya bahas di next konten. Pembahasan tentang Pulau Samosir Negeri Indah Kepingan Surga tidak sampai di sini loh Ronaldo! Nantikan jam tayangnya yah. Tjaaahhh 😁

Seperti itu keseruan kami saat melakukan tour keliling Pulau Samosir beberapa hari lalu. Seru bukan??

Jadi ya, bagi dongans yang melancong ke Danau Toba jangan berhenti di Parapat saja. Tidak butuh biaya banyak untuk berkunjung ke pulau Samosir. Ibaratnya kalau sudah basah, mandi sekalian. Nyebur!

Sampai di sini dulu cuap-cuap kita malam ini. Terima kasih!

See you on top..

Nite & GBU more. Bye..!!!
Minggu, 17 Januari 2021

Agenda Liburan di Pulau Samosir

Agenda liburan di Pulau Samosir – Menikmati liburan akhir tahun lalu, mudik ke AMSTERDAM selama dua minggu termasuk diperjalanan yakni dari tanggal 21/12/2020–03/01/2021 banyak kenangan yang sulit untuk dilupakan.

Jadi ya, pengalaman seru liburan bukan hanya saat perjalanan menuju kampung, begitu pula saat berada di kampung halaman tentu memiliki banyak cerita yang tak kalah menarik untuk diobrolkan.

Tulisan ini akan mengurai agenda liburan di Pulau samosir. Namun sebelum cuap-cuap lebih jauh, saya kasih tahu dulu nih..

Kampung saya berada di Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Meskipun kampung saya ini tergolong dusun, tapi jauh dari kata menyeramkan.

Hmm.., serem sih enggak, cuma agak ngerii..! Tempat ini dikenal dengan komplek Cijantung. Selalu ramai, gecor suka bikin jantung serasa mau copot.

agenda-liburan-di-pulau-samosir

Di depan rumah (seberang jalan raya) ada Lapo Tuak dan banyak rumah warga. Jadi kalo malem nih ye, ramai dihibur sama ‘parmitu’. Tau kan kalo parmitu lagi nyanyi, beuhh merdu sekali dari suara 1–5, sampai suara perut. 😄

Selanjutnya, kira-kira 100m dari rumah bisa jungkir balik mandi sepuasnya ke Danau Toba. Jadi kalo mau renang nih, cuma handukan, atau bahkan pake kolor doang dari rumah. Seru pokoknya!

agenda-liburan-di-pulau-samosir

Sumber air mineral di sini, diambil dari air gunung yang dialirkan ke rumah masyarakat. Jernih dan seger, tapi kadang kalo hujan agak keruh. Siap-siap aje kuras bak mandi.

Saat saya di kampung, koneksi internet agak lemot *lemot apa nggak ada kuota beda tipis yah!*. Mungkin karena faktor Natalan juga kali yah jadi jaringan sibuk. Sinyalnya datang, lalu hempas, datang lagi.. hempas lagi. Agak kuciwa lah!

Makanya kalo kalian perhatikan selama liburan yang lalu, saya nggak pernah mengudara. Kalo ada yang hubungin saya juga pasti slow respon. Maafkeun yah, selain saya ‘fokus’ menikmati liburan bersama keluarga, yah itu tadi sinyalnya kabur-kaburan.

Lalu, apa saja agenda kami saat liburan di kampung halaman Pulau Samosir?

Saya sendiri pertama di kampung bawaannya ngasur gaes. Mungkin karena lelah diperjalanan juga kali yah. Pokoknya selimutan terus, suhu disana kan dingin sekali mamen.

Ya iyalah, orang udah lama tinggal di ‘neraka’ pulang ke Pulau Samosir yang katanya Negeri Indah Kepingan Surga , pasti kedinginan.

Ahh sok–sok an..

Tapi emang beneran dingin lohh, yang pasti udaranya juga seger banget. Pagi-pagi tuh berasa kayak di pilem-pilem korea gitu. Kalo ngomong ada asapnya 😁. Ponakan saya tuh penasaran, senang banget niup-niup sendiri pengin lihat asap yang keluar dari mulutnya.

Agenda berikutnya kami menikmati suasana Natal di kampung halaman. Silaturahmi dengan saudara dan keluarga terdekat. Banyak juga keluarga yang dateng ke rumah, termasuk kakak saya dan keluarganya yang juga mudik saat itu.

Bagian ini yang dinantikan saat mudik. Kumpul sama saudara dan keluarga tercinta menjadi sebuah momen yang luar biasa. Bernostalgia tentang kehidupan masa lampau. Sangat menyenangkan, bersendagurau, haru dan lucu semua bercampur jadi satu.

agenda-liburan-di-pulau-samosir

Agenda berikutnya, ziarah ke makam Oppung dan Uda (panggilan untuk adiknya Bapak). Kebetulan tempat makamnya berdekatan, dan tidak terlalu jauh dari rumah. Kalo jalan kaki sekitar 20 menit, kalo ngesot? Nggak tahu sih, belum pernah nyoba.

Sepulang ziarah ngapain lagi kalo bukan berenang. Selama liburan di kapung halaman, pagi dan sore itu berenang menjadi suatu rutinitas favorit.

agenda-liburan-di-kampung-halaman

Apalagi ponakan saya, hobi. Mereka berenang dengan suara yang memekik dan girang. Suasana liburan sangat kami nikmati dan menyenangkan. Yeaaaay, time to holidaaaay!

Agenda berikutnya masih dengan suasana Natal. Manjain lidah menikmati masakan Ibu.

Arsik, Ikan bakar, dan tak kalah nikmat ayam bakar ala Batak Toba yaitu “Napinadar” (Marsira Pege). Belum lagi setiap pagi makan lappet plus mie gomak pedas. Uh, yummy!

Pokoknya selama liburan di kampung selalu disajikan makanan super duper enak deh. Sungguh tradisi mudik yang apik. Setiap pulang kampung emang gitu.

Orang tua kalian gitu nggak sihh??

Saya juga heran, padahal dulu waktu saya masih di kampung, saya masih ingat betul, paling juga ada ikan asin (gulamo) atau ikan sampah kata orang sono mah.. 😝

Apakah ini semacam daya tarik gitu biar kita ingat terus kampung halaman?? Entahlah, yang jelas ini salah satu yang saya rindukan dari kampung halaman yaitu makanannya dan masakan Ibu.

Di rumah kami memiliki dua ekor anak anjing. Ponakanku ini awalnya takut, tapi lama-lama jadi bersahabat sama anjing. Apapun yang dia makan akan dibagi ke anjing, mulai dari lauk yang ada di meja makan, roti, sampai permen.

agenda-liburan-di-pulau-samosir

Agenda yang berikutnya, Senin 28/12/2020 menghadiri pesta/upacara adat “Sulang-sulang pahompu”.

Sebetulnya edisi pulang kampung beberapa hari lalu itu. Selain liburan temu kangen bersama keluarga, ada keperluan lain yang waktunya bersamaan yaitu menghadiri pesta kakak saya (mangadati).

Jadi sekali mendayung dua pulau terlampui, pulang kampung temu kangen orang tua dan saudara, sekaligus menghadiri pesta kakak saya/upacara adat batak “Sulang-sulang pahompu” di huta Siallagan, kurleb 4km dari rumah.

Upacara adat sulang-sulang pahompu sendiri sifat dan maknanya sama dengan upacara adat pernikahan orang batak toba.

Terlalu panjang bila saya paparkan, namun untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik (bagi sobat yang belum tahu). Di sini saya udah coba transkip pengertian Upacara Adat Sulang-sulang Pahompu. Serta sedikit spekulasi bulsit.. 😄

Silahkan tekan tombol spoiler di bawah ini!

Apa arti Sulang-sulang Pahompu :

Secara umum pengertian upacara Sulang-sulang Pahompu adalah pengukuhan upacara adat Pernikahan pada etnik Batak Toba.

Yang membedakan upacara Sulang-sulang pahompu dengan Upacara adat pernikahan ialah upacara Sulang-sulang Pahompu dilaksanakan setelah memiliki keturunan dan sebelumnya sudah menikah sah secara agama atau pemberkatan yang dilaksanakan di gereja. Akan tetapi upacara Mangadati (Adat Nagok) belum dilaksanakan.

Sedangkan upacara adat pernikahan adalah upacara adat yang dilaksanakan secara keseluruhan, mulai dari tahap awal hingga akhir.

Dalam upacara pernikahan itu ada beberapa tahap yang harus dilaksanakan. Adapun tahap-tahap upacara parnikahan seperti, Marhusip, Marhata sinamot/ Marsukkun utang, Martoggo raja, Martumpol, Mangadati/acara puncak, Maningkir tangga.
*****

Kira-kira gini : Nikah secara agama belum tentu nikah secara adat, tapi kalo nikat secara adat sudah pasti nikah secara agama. Sebagai catatan, bagi orang Batak Toba nikah secara adat sudah menjadi suatu “KEHARUSAN”.

Oke! Sedikit nyepik..

Saat menghadiri pesta “Sulang-sulang Pahompu” di huta Siallagan. Saya benar-benar kagum menyaksikan upacara adat Batak Toba berlangsung. Luar biasa sekali gaes.. maksudnya, luar biasa sekali duit yang mengalir hehhe…

Sebelum pesta, mesti ijin dulu ke Tulang (Paman), sembari memberikan udangan bagi-bagi duit (sinamot). Selagi pesta, mesti ada duit di nampan buat dibagi-bagi. Setelah memberi kado (dalam bentuk ulos), si pemberi kado mendapat amplop dari keluarga yang isinya, lagi-lagi, duit.

Sedang tamu menari tortor, keluarga pun ‘nyawer’ (mangolop-olopi) bagi-bagi duit. Sudah seperti ruangan Wallstreet saja saya pikir, uang mengalir di satu lantai. Wow!!!

Di sini saya tidak sedang membandingkan suku batak dengan suku lain. Saya sadar betul, salah satu keindahan Indonesia adalah keragaman adat istiadatnya. Adat setiap suku di Indonesia pastinya ada kekurangan tapi juga memiliki banyak kelebihan.

Terlepas dari aliran uang nan ‘heboh’ tersebut, pesta adat Batak menurut saya sangat unik. Terasa sekali persatuan dan kesatuan, baik diantara kaum keluarga semarga, maupun tidak semarga.

Siapapun yang hadir diberikan perhatian dan kesempatan yang sama. No one is left behind. Semua mendapat bagiannya.

Apalagi saat pembagian ‘jambar’. Jambar adalah hak pribadi atau suatu kelompok, karena kedudukannya dalam hubungan kekerabatan/adat batak. Ini salah satu membuat saya bangga jadi orang batak.

Sekarang udah paham kan, apa itu arti upacara adat Sulang-sulang Pahompu?? Nah kembali ke cerita saya sebelumnya, agenda liburan di Pulau Samosir..


Puji Tuhan semuanya berjalan lancar..

Agenda berikutnya, kami melakukan tour keliling Pulau Samosir. Sudah jauh-jauh liburan ke Pulau Samosir tentu saja, agenda rekreasi harus selalu dimasukkan ke dalamnya.

Jalan-jalan ke tempat wisata unik di Pulau Samosir menjadi bagian tak kalah menyenangkan. (Cerita pengalaman Tour Keliling Pulau Samosir akan diulas tersendiri di post berikutnya.. 🙏).

Kita lanjutkan saja ke agenda berikutnya, mengenang masa lalu.. 😊

Pulang kampung itu bukan cuma makanannya yang pasti bikin kangen. Kesempatan untuk menikmati suasana pedesaan juga jangan sampai terlewatkan.

agenda-liburan-di-pulau-samosir

Kampung halaman itu menyimpan semua kenangan masa lalu yekan. Segalanya bermula dari kampung, dan ingin sekali mengulang semua cerita masa lalu itu. Makanya sehari sebelum kepulangan, kami meluangkan waktu untuk mengenang masa lalu.

Kami mendaki bukit sekaligus berkunjung ke rumah oppung di Siarsam Dolok. Jalan kaki dari belakang rumah menuju ke bukit (dolok). Dengan hati yang riang dan gembira ponakanku ikut serta dalam petualangan ini. Keren!

agenda-liburan-di-pulau-samosir

Ini rumah oppung saya dulu (sekarang udah kosong). Sampai kelas 4 SD saya masih tinggal di sini. Kelas 5 SD baru pindah ke rumah yang sekarang. Banyak kisah terukir disini.

Petualangan kami tak sampai di sini, selanjutnya menuju puncak Simartali-tali..

agenda-liburan-di-pulau-samosir

Mungkin jika kalian pernah berkunjung ke Danau Toba, dari kejauhan atau bahkan dari atas kapal jika kalian amati. Selain pulau Tolping (sebuah pulau kecil di pinggiran danau toba di Tolping), maka akan terlihat sebuah bukit yang di puncaknya ada satu makam warna putih.

Nah itu lah tujuan kami sore itu..

agenda-liburan-di-pulau-samosir

Ponakan-ponakanku bukannya capek, justru mereka semangat untuk mendaki naik ke bukit. Kata ponakanku berasa seperti Sibolang 😁. Sambil ketawa cekikikan menikmati perjalanan. Wow energik sekali kau anak muda!!

agenda-liburan-di-pulau-samosir

Sesampainya di atas bukit, terlihat pemandangan yang sangat indah. Di sana ada bukit-bukit yang menghampar luas, dan banyak pohon pinus, udara sangat sejuk sekali.

agenda-liburan-di-pulau-samosir

Kenapa saya bilang mengenang masa lalu? Yah, di sini dulu tempat saya marmahan horbo (ngangon kebo).. 😂

Tidak hanya ada bukit-bukit saja, melainkan banyak perkebunan yang mengitari bukit-bukit. Ada kebun coklat, jeruk, jagung, bawang, dan masih banyak lagi.

agenda-liburan-di-pulau-samosir

Saya sangat senang berada di tengah-tengah hamparan alam yang begitu indah. Wajah-wajah ceria ponakanku ini mewakili perasaanku saat itu. Wow!!! Excited and great view love it!

agenda-liburan-di-pulau-samosir

Tak terasa hari sudah sore, kami bergegas untuk segera pulang ke rumah. Perlahan tapi pasti, kami menuruni bukit, hingga akhirnya tiba di rumah pukul 17.30 WIB, kembali berenang. Malamnya prepare balik kanan ke rantau .

*Silahkan scroll gambar (atasbawah)

Agenda Liburan di Pulau Samosir
agenda-liburan-di-pulau-samosir

agenda-liburan-di-pulau-samosir

agenda-liburan-di-pulau-samosir

agenda-liburan-di-pulau-samosir

agenda-liburan-di-pulau-samosir

agenda-liburan-di-pulau-samosir

agenda-liburan-di-kampung-halaman-pulau-samosir

agenda-liburan-di-pulau-samosir

agenda-liburan-di-pulau-samosir
😆

agenda-liburan-di-pulau-samosir

agenda-liburan-di-pulau-samosir

agenda-liburan-di-pulau-samosir
agenda-liburan-di-pulau-samosir


 
Kira-kira seperti itu agenda kami saat liburan di kampung halaman Pulau Samosir. Wuahhh... !!! Hampir tak ada waktu yang terlewatkan.

Agenda nya bener-bener padat, kendati demikian tak ada rasa bosen. Malahan rasanya pengen tinggal lebih lama. Tapi, kerjaan di kota sudah manggil-manggil.. hehh.

Misi selesai!!!

Agenda liburan di pulau samosir berakhir. Disitu saya mikir, benar kata lagu batak yang berjudul "Pulo Samosir" :
Pulo Samosir do, haroroanku Samosir do, Ido asalhu sai tong ingotonhu | Saleleng ngolungku hupuji ho | 2x.. dst /*ribak laeeee.. 😂
Sesubur-suburnya tanah di pulau jawa (Jawa Barat), semewah-mewahnya Jakarta kota metropolitan, meski sudah lama ‘bertapa’ di sana, namun tetap hanya Pulau Samosir yang saya rindukan. Asyik!!!

Betewe, gimana kabar kampung kalian, udah masuk listrik belom??? Hahah, Eh maksud saya bagaimana cerita liburan kalian, lebih seru dong pastinya..

Sampai di sini dulu yah cuap-cuap kita malam ini.

See you next time..

Nite & GBU more. Bye..!!!
 
;