Senin, 29 Juli 2019

Perbedaan Kopi Single Origin dan Blend

Hup! Tringgg!! I’m back.. Ngopi sadayana! 😎

Postingan ini sebagai penjelasan post “Sebelumnya”. Kali ini saya akan membahas tentang apa perbedaan kopi "Single Origin & Blend".

Informasi ini merupakan hasil riset yang valid dengan narasumber terpercaya ahli dibidangnya *bukan kaleng-kaleng.. hoho

Apa perbedaan kopi Single Origin & Blend??

Coba deh perhatikan setiap packaging kopi Starbucks, pasti lo akan menemukan label "Single Origin & Blend".

So, jika lo mengaku sebagai penggemar kopi, ada satu pertanyaan penting buat lo nih. Apa perbedaan kopi Single Origin & Blend??

Perbedaan_single_origin_dan_blend
Single Origin
Perbedaan_single_origin_dan_blend
Blend

Hayo.. mana nih manusia yang ngaku-ngaku sering nongki di Starbucks? Anak muda yang suka update status gambar kopi duyung di medsosnya!

Tahu gak perbedaannya apa? Kalo gak tahu, ngaku aja deh! gak usah malu-malu.

Kalo saya perhatiin, selama ini lo cuma ngopa-ngopi doang. Saban hari pamer upload foto dengan kepsen sepanjang potongan novel yang ceritanya tempe, meminjem quote orang ternama yang sudah lama dicabut nyawanya.

Yaelah, gaya doang lo! tapi gak pernah peduli sama hal kecil lainnya. Jangan apatis dong anak muda! 😆

Makanya dibaca sampai selesai ya, karena ini penting banget.. hehe. Bagi para suhu kopi, kalau salah mohon dikoreksi. CMIIW ya gaes..!

Jujur nih, awalnya saya juga bingung sama label itu. What does it mean? Alih-alih demi alesan kepo, saya berusaha mencari tahu dan mencari inpoh sebanyak-banyaknya.

Jadi kalo Starbucks kebetulan ada live Coffee Testing atau Coffee Talk, saya memilih untuk mendengarkan & menyerap informasi. Want to know ajj gitu yakan..

Tak sampai disitu, dan agar saya juga tidak dianggap “Sok tahu” perlu di-underlines, pencerahan ini juga saya dapatkan bukan sekedar (((dengar2))), tapi saya juga ikutan tester rasa kopi manual brew ala Starbucks.

So, perbedaan kopi Single Origin & Blend memang cukup kontras loh gaes.

Bagi coffee expert mungkin istilah "Single Origin & Blend" sudah akrab dan tidak asing lagi.

Tapi nyatanya tidak sedikit penikmat kopi, bahkan bisa dikatakan Mbah kopi (baca: pendekar kopi) yang sepertinya sudah khatam betul tentang kopi, tidak mengerti kedua istilah tersebut.

Nah itu kejutan, menarik yekan untuk diobrolkan!

Perbedaan_single_origin_dan_blend
Master kopi :D
Perbedaan_single_origin_dan_blend
Hayo :D

Analoginya begindang (lihat gambar di atas) :

Jika disajikan 3 cup/lebih kopi manual brew yang berbeda di atas meja, kepada orang yang awam tentang kopi. Kemungkinan akan menganggap semua kopi di meja itu sama, “Ah sama aje rasanya..” atawa, malah timbul tanya, “kok warnanya gak hitam?”.

But, jika kopi tersebut diberikan pada mereka yang sudah terbiasa dengan manual brew, tentu saja persepsinya akan berbeda. Setiap cup akan terasa tak sama walaupun warnanya serupa. Itulah menariknya Single Origin dan Blend yang sedang saya obrolkan ini.

Perbedaan_single_origin_dan_blend
Coffee Testing By : Dwi :)

Pemberian istilah Single Origin & Blend disini berfungsi, untuk menyempitkan asal dan varietas kopi-kopi yang ragamnya luar biasa banyak itu. Untuk membuatnya spesifik, khas, dan partikular.

Selain itu, istilah tersebut berguna untuk memudahkan orang-orang mengingat nama dan rasa dari kopi yang sudah diminumnya.

Kedua istilah tersebut dalam hal ini mengacuh pada area, wilayah atau daerah khusus yang digunakan sebagai tempat menanam kopi itu (narasumber : Dwi).

Lantas, apa perbedaan Single Origin & Blend?

Single Origin

Secara sederhana Single Origin adalah asal mula, tempat pertama kali kopi tersebut berasal. Biasanya single origin berdasarkan pada satu wilayah, tempat, atau daerah spesifik yang tidak boleh dibuat sembarangan (direkayasa).

Coffee Blend

Coffee Blend merupakan kombinasi biji kopi dari beberapa daerah, untuk mendapatkan citarasa yang diinginkan. Bukan cuma kombinasi dari daerah yang berbeda saja, akan tetapi juga bisa percampuran jenis kopi. Misal arabika dan robusta atau arabika dan arabika tapi dari daerah yang berbeda.

*Kira-kira begitu informasi yang bisa saya kutip dari live kontes malem itu.

Untuk memperkuat keakuratan informasi tersebut. Saya kembangkan dengan mencari tahu sendiri. Bertanya langsung ke Mbah gugel..

Menurut "Wikipedia", kopi single origin adalah kopi yang ditanam di satu asal geografis yang sama. Umumnya berasal dari perkebunan kopi yang sama atau bisa juga biji kopi spesifik yang dikumpulkan dari satu daerah atau negara. Kemudian kopi tersebut diberi nama sesuai dengan asal kopi tersebut, contoh : kopi Sumatra, kopi Papua, dll.

Kesimpulan penulis :

Single Origin yaitu kopi asli, kopi yang masih asli dari suatu daerah dan belum dicampur (bisa single atau multi varietas). Atawa kopi yang sepenuhnya berasal dari satu/beberapa perkebunan kopi tapi masih di suatu daerah yang lebih umum (negara yang sama).

Sedangkan Coffee Blend yaitu kebalikannya, kombinasi biji kopi dari beberapa daerah.

Kembali ke laptop!

Timbul pertanyaan di benak saya : Apakah ada aturan seberapa luas atau seberapa sempit daerah tersebut? Apakah satu provinsi atau satu pulau (satu daerah), bahkan satu negara bisa disebut Single Origin?

Misalnya : Bisa saja yekan bagi orang yang berasal dari luar Indonesia menyebutnya single origin karena kopi-kopi tersebut berasal dari satu negara (Indonesia).

Bagi yang tinggal di luar negri, single origin Indonesia bisa jadi kopinya berasal dari Sumatera, Jawa, Manado, Flores, dll. Negara “+62” kan luas men!

Sampai tulisan ini diterbitkan *berita kali ahk*, saya pribadi belum menemukan jawabannya. So, kalo ada yang sudi untuk menjawab silahkan berikan masukan di kolom komentar ya teman-teman.

Monmaap kalo sok mengkritis, boleh dong! Namanya juga belajar, masa harus manggut2 terus. Kapan pinternya?

Next, jika ada yang bertanya : Manakah yang lebih nikmat, Single Origin atau Blend?

Dari pengalaman saya sebagai audiens setia, saat uji coba atau tester rasa yang saya ikuti selama ini. Menurut saya, tergantung selera, jika lo termasuk pendekar kopi (kopi pahit, kental dan wangi), Single origin pilihan yang pas, karena rasanya "strong (fullbody)" .

Tapi tetap waspada ya gaes, bagi yang punya penyakit maag maupun jantung, kopi ini akan segera merespon di tubuh.

Rasanya cukup keras, saya udah coba minum hasil manual brewing ala Starbucks. Omegot!! matane melek, siaga satu terus *haha*. Yaps, sangat cocok bagi yang lagi kejar tayang alias kerja lembur.

Jika kamu tidak begitu suka dengan Single Origin yang ‘rasanya’ tidak bisa diajak kompromi. Contohnya, ada peminum kopi yang tidak suka dengan rasa yang ringan tapi juga tidak mau terlalu bitter, jadi pilihan yang dirasa cocok adalah kombinasi  kopi dari beberapa daerah yang disebut kopi Blend.

Yaps, pada akhirnya, semua kembali lagi ke selera masing-masing. Yang penting, kalau lo punya alat kopi yang cukup memadai di rumah, saya jamin lo bisa menikmati kopi jenis apapun, baik itu Single Origin atawa Jomblo origin *hehe* maupun Blend.

Saya rekomendasikan, beli saja alatnya French Press di Starbucks supaya lebih praktis. Oia, opsi lain ada Aero Press. Harganya? Lihat aje sendiri yak!

Perbedaan_single_origin_dan_blend
French Press
Nah itu saja dulu, inpoh yang bisa saya sharing-kan disini. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman penikmat kopi. :)

Udah paham kan sekarang? Inget-inget yah apa perbedaan Single Origin dan Blend. Nanti kalo ada yang nanya, lo bisa ngejawab dengan singkat, padat, jelas dan penuh percaya diri.

Bila perlu, lo yang malah ngasih inpoh ini ke orang lain *kalo mau share artikel ini juga boleh kok.. hahha*. Lo pasti jadi keliatan lebih catchy dan pantes disebut penggemar kopi sejati. Terima kasih

See you on top gaes :)

Nite & GBU more. Bye..!!
Senin, 22 Juli 2019

Istilah dan Informasi Pada Kemasan Kopi Starbucks

Istilah dan Informasi pada kemasan kopi Starbucks - Dengan adanya istilah dan Informasi pada kemasan kopi Starbucks, maka akan memberikan kita dasar secara garis besar untuk memilih cita rasa dan aroma yang disukai dari kopi yang hendak dibeli.

Seperti yang sudah kita ketahui, dalam bisnisnya, Starbucks bukan hanya menjual minuman panas dan dingin yang disajikan dalam cup gambar duyung siap saji (ready to drink).

Starbucks juga menyediakan makanan, camilan, serta barang-barang lain seperti gelas, tumbler, kopi kemasan dan segala perintilannya.

Dari sekian banyak produk berkualitas yang mereka tawarkan pada penggemarnya. Saya tertarik untuk membahas “kopi kemasan” di Starbucks.

Kronologinya :

Saya kerap mendapati banyak peminum kopi pemula di Starbucks, yang kelamaan berdiri di depan rak kopi dan membaca informasi panjang lebar mengenai kopi yang hendak dibelinya. Kadang sampai garuk-garuk kepala saking puyengnya gitu. *Antara puyeng dan kutuan beda tipis yak?
 

Istilah & Informasi apa saja yang tertera pada kemasan kopi Starbucks


Istilah_dan_informasi_kemasan_kopi_starbucks
Packaging tampak depan :)
Istilah_dan_informasi_kemasan_kopi_starbucks
Packaging tampak samping :)

Bagi para coffee expert, mungkin istilah semacam tasting note/ cupping notes, single origin, blend, dark roast dan lain-lain bukanlah hal yang asing.

Namun bagi peminum kopi newbie tentu keterangan seperti ini membuat pusing kepala kapten. Nah itu kejutan!! Menarik yekan untuk diobrolkan?

Untuk mencegah kepuyengan itu, saya akan memaparkan sedikit dari istilah & informasi penting apa saja sih yang ada di kemasan kopi Starbucks tersebut? Check it out gaes :

1. Brand Kopi

Sama seperti kemasan produk di toko lain pada umumnya. Ini sudah pasti brand yang menerbitkan kopi tersebut.

Karena disini saya membahas geray kopi Starbucks tentunya gak bisa move on sama gambar Siren (duyung) yang membahenol itu.

2. Identitas Kopi

Ini sebagai identitas si kopi kemasan tersebut. Biasanya nama kopi menggunakan ukuran font -nya paling besar. Misalnya: Espresso, Guatemala, Pike Place, dll.

3. Logo Kopi

Setiap kopi kemasan di Starbucks tentunya memiliki logo untuk mencirikan kopi tersebut. Logo ini memiliki sejarahnya masing-masing.

Misalnya : kopi Sumatra (harimau), kopi Kenya (gajah), dll. Selain itu, ada juga logo berupa huruf. misalnya : Espresso (E).

Eh kamu puyeng ya sama ketiga istilah tersebut? Makanya ngopi dong.. hehh. Saya coba analogikan ke “manusia” :

– Logo adalah wajahnya.
– Identitas adalah penampilan fisiknya (termasuk logo), komunikasi dan perilakunya.
Brand adalah keseluruhan manusia itu, jiwa dan raganya (termasuk identitas, otomatis termasuk logo juga). Brand ini mewakili keseluruhan nilai-nilai esensial dari suatu entitas. Kira-kira seperti ittu Ferguso! Ingat-ingat ya! 😁

4. Single Origin dan Blend

Single origin artinya kopi tersebut hanya berasal dari satu daerah saja. Misalnya : Sumatra, Kenya, dll.

Sedangkan, Blend merupakan campuran biji kopi dari beberapa daerah, untuk mendapatkan citarasa yang diinginkan. Misalnya : Espresso, House blend, dll.
Lanjut baca : 

5. Varietas Kopi

Disini banyak orang keliru, mencampuradukkan antara single origin dengan varietas. Single origin adalah istilah untuk mengidentifikasi asal daerah biji kopi tersebut ditanam.

Sedangkan, varietas kopi merupakan istilah yang merujuk pada jenis kopinya (spesies). Mungkin banyak orang yang kurang tahu bahwa kopi itu terdiri dari beberapa varietas (bukan hanya Arabika dan Robusta saja).

Semua kopi yang dijual Starbucks, varietasnya kopi Arabika. Namun kopi Arabika juga memiliki sub-varietas. Misalnya varietas kopi Arabika yang populer : Bourbon, Caturra, Ethiopian heirloom, Geisha, Mundo novo, Pacas, Tekisik, Typica, Catuai, dll. Nah, berbeda varietas tentu beda rasa kopinya. Lanjut baca :

6. Flavorlock

Sebagai fentilasi udara pada kemasan kopi (udara bisa keluar, tapi gak bisa masuk). Lanjut baca : 

7. Deskripsi

Ini deskripsi dari si kopi tersebut (adanya di samping kemasan). Biasanya disini keterangan regionnya dijelaskan secara singkat dan spesifik. Region artinya wilayah tempat kopi itu tumbuh.

Jadi kalo kopinya "Blend" akan dijelaskan blend kopi dari mana. Contohnya pada kemasan “ESPRESSO” (from Amerika Latin dan Asia/Fasifik).

Contoh lain : “SPRING SEASON BLEND” (from Papua New Guinea and Colombia, sun-dried from Ethiopia and aged Sumatra). Nah, itu dipaparkan jelas beserta regionnya.

8. Tasting Notes

Ini merupakan poin penting yang akan mengarahkan kita pada rasa kopinya. Jadi sedikit banyak cita rasa kopi yang dijelaskan pada tasting notes ini adalah valid. Misalnya : Espresso - dengan tasting notes "rich and caramelly".

Disini kita harus mengenal karakteristik kopinya. Bagian dari trik market, packaging memang didesain sangat menarik. Tapi jangan mau dibegoin sama packaging ya. Setiap kemasan berbeda-beda tasting notes-nya.

Ya samalah kyak lagi PDKT sama gebetan yekan, pasti kelihatan perfect semua, nyatanya sesudah “dirasain” baru deh ketahuan karakter aslinya. Eh cocoklogi saya masuk gak yak? 🤭

Yaps! maksud saya, karakter kopi tersebut rasanya akan ketahuan sesudah diseduh (brew).

Perbedaannya nanti bisa dilihat dari : Aroma, Body, Accidity, dan Flavor. Jadi gak ada salahnya bertanya dulu sama Barista. Kira-kira seperti apa karakter kopi yang akan kita beli itu.
Lanjut baca : 

9. Level Roast

Level roast atau tingkat kegelapan sangrai kopi, artinya semakin gelap rasanya akan semakin pahit. Jadi tentukan level kopimu sebelum membeli. Ada tiga jenis level roast di Starbucks yaitu Blonde Roast, Medium Roast, dan Dark Roast.

Selain dari keterangan pada kemasan, secara visual kita bisa membedakannya berdasarkan warna kemasannya.

Seperti : Dark roast (warna cokelat tua), Medium roast (cokelat muda), tapi hal ini tak berlaku buat yang special editions yak.

Ada juga saya lihat kemasannya didesain warna mencolok misalnya warna Pink, Biru, atau masih banyak lagi. Ya acuannya, tetap pada label saja. Oke!
Lanjut baca : 

10. Berat Kopi & Expired date.

Berat Kopi ini artinya seberapa banyak kopi di dalam kemasan. Rata-rata kopi kemasan di Starbucks berat netto 250gr di badrol 150K-an saja (harga update per-januari 2020, kalau ada perubahan harga ke depannya. Bukan urusan saya.. Haha)

Expired date, untuk menjelaskan kapan kopi tersebut akan kadaluarsa. Sehingga kita tahu bagaimana caranya menghabiskan kopi tersebut dalam waktu secepat-cepatnya. *Kidding

Inpoh tambahan dari Penulis!

Kopi kemasan di Starbucks masih berupa biji kopi utuh. Namun, bisa kok minta langsung di grind, GRATIS!!

Kasih tahu ke Barista tingkat kehalusan yang kamu mau. Karena kopi bubuk hasil grinder tentu punya tingkat kehalusan yang berbeda (tergantung owner).

Misalnya : halus, sedang, atau kasar. Eh biar kerenan dikit, kita pake istilah kokopian deh "fine, medium dan coarse". Ini semua tergantung mau kamu seduh dengan apa kopimu.

Bagi sobat yang gak mau repot bawa bubuk kopi (biji kopi) ke kantor. *Yakali bawa-bawa toples kopi gitu yekan.. hehh

Starbucks juga punya produk kopi instan kok. Beli saja kopi stick (sachet) biar lebih praktis. Disana juga banyak kok pilihannya. Mau yang panas, dingin atau panas dingin *meriang dong.. hehe*.

Istilah_dan_informasi_kemasan_kopi_starbucks
Kopi Stick (Sachet) 
Sekian dulu inpoh yang bisa saya sharing-kan disini. Mudah-mudahan sedikit membantu para newbie dalam menentukan kopi apa yang kelak dibeli.

Ingat setiap kemasan kopi di Starbucks memiliki keterangan yang berbeda-beda. Jangan malu bertanya pada Barista biar tidak salah beli.

Kalo belum jelas, tunggu saja postingan saya di next konten ya! Akan saya kupas satu persatu, yang pasti gabung saja di blog saya di ricohaloho.blogspot.com

Oh iya, tulisan ini merupakan murni otodidak hasil pengamatan saya. Dan agar saya juga tidak dianggap “Sok Tahu”.

Jadi ya, kalau ada kekurangan dari inpoh di atas jangan ragu menambahi di kolom komentar ya, atau silahkan berkomentar dengan sopan.
Anda sopan – saya segan! Terima kasih

See you on top :)

Nite & GBU more. Bye..!!
Senin, 15 Juli 2019

Tahu atau Sok Tahu?

Salam sejahtera untuk kita semua! Ngopi sadayana! 😎

Judul thread kali ini, tahu atau sok tahu? Namun sebelumnya lapangkan dulu hatimu, karena malam ini saya ingin mendaratkan segalon curhat dulu.

Siang itu, saya menghela nafas yang panjang campuran antara lelah badan dan lelah pikiran. Coffee break itu rasanya akan bener-bener saya manfaatkan untuk bersantai ria sambil ngopi tampan.

Saat itu pilihan saya jatuh pada minuman favorit anti galau, yaitu "Double Shots Iced Shaken Espresso". Minuman ini salah satu dari sekian banyak minuman favorit saya di kedai kopi yang sedotannya warna hijau itu. Loh, minuman favorit kok banyak? *habisnya enak semua sih kopinya.. hehe*.

Lalu, saya berbaur ditengah keramaian orang yang menikmati "lunch & coffee break" di tempat itu. Tetiba saya melihat sesosok bloger, sedang asyik ngeblog di tengah hiruk pikuk keramaian dan penuh kebisingan. Wow!!! *tak lupa diliput*

Tahu_atau_sok_tahu
Terciduk :D
Bayangkan posisi ini persis berada di samping jalan raya yang selalu macet parah dan sangat bising. Belum lagi kalo dengar mobil container yang suka mengklakson keras sekali, atau ban mobil yang tetiba meledak, bikin jantung rasanya mau copot. Saya terpukau dan salut melihat kawan yang satu ini. Dia bisa fokus merajut tulisannya dengan situasi yang seperti itu.

Saya sendiri kalo ngeblog harus dalam sitkon terkendali. Diupayakan steril dari suara, gerakan, vibra, dan termasuk desahan-desahan. Hal semacam itu bisa membuat pikiran saya buyar. Selain itu kudu siap kopi dua ember, supaya ide bisa bercucuran. *susah konsen*

Okey kembali ke masalah curhat saya yang bergalon-galon tadi. :)

Mengingat wanita cantik jelita itu ngeblog, ada spirits yang melonjak untuk semangat menelorkan tulisan. Itu makanya malem ini saya sempatkan untuk bertelor.. eh

Menulis di blog itu emang sesuatu yang awesome loh. Melampiaskan segala unek – unek, serasa ada kepuasan tersendiri. Ibarat anak kecil yang menemukan lahan bermain yang luas dan diijinkan berlarian sebebas mungkin.

Selain itu, ngeblog itu bisa memotivasi diri sendiri untuk belajar hal-hal baru. Tentunya mengasah daya-daya kreativitas dan nalar untuk terus belajar dan menyempurnakan tulisan. Betapa nikmat yekan, meracik sendiri bahan tulisan lalu mengolahnya dengan bahan yang ada hingga mempublishnya.

Anyway.. tak sedikit orang di luar sana yang berkomentar kalo orang yang menulis itu adalah orang yang “sok tau”. Hallow!! Jangan negatif thinking dong kisanak. Hmm.. antara “tahu” atau “sok tahu”? *menarik yekan untuk diobrolkan!

Menulis di blog bukan semata-mata hanya menulis. Saat menulis atau bahkan sebelum dipublish, tulisan tersebut tentunya sudah dipelajari terlebih dahulu oleh Penulis (Author). Misalnya dengan mencari referensi untuk memperkaya tulisan. Paling tidak ada pesan moral yang tersirat dalam tulisan tersebut. So, jangan asal main tuduh “sok tahu” yak!

Di kanca perbloggingan (karya tulis), ada dua hal yang sangat penting untuk mendukung teori yang kita tulis, yaitu data dan fakta. Idealnya, sebuah tulisan didukung dengan dua hal tersebut sekaligus. Apalagi tulisan yang sifatnya memaparkan hasil pemikiran.

Kalo kedua hal tersebut tak mendukung, maka tulisan itu masih perlu pembuktian lebih lanjut bahkan bisa dikatakan bulsit. Namun, menurut saya gak masalah dong kalo cuma salah satunya masih bisa mendukung. *mulai ngeles*

Katakanlah, tulisan itu cuma didukung oleh data. Kan gak semua teori bisa dibuktikan dengan fakta. Misalnya : “keburukan seseorang” tak bisa dibuktikan dengan fakta. Alesannya? Ya karena bukan fakta yang membuktikan keburukan, tetapi waktu. *tjaaahh :D

Awal menulis di blog saya kepikiran juga, apakah jika saya menulis tentang sesuatu nanti saya akan dicap “sok tau”, “sok pintar”, atau “sok menggurui”? Hal ini membuat saya ragu, dan banyak mikir. Ah, daripada kebanyakan mikir nanti malah gak jadi-jadi, mending terjun langsung.

Terserah sih mau ngejudge saya kaya apa. Saya menulis blog cuma sekedar mencari ruang yang tepat yang cocok buat numpahin semua keresahan yang saya rasakan atau yang udah saya alami dan sekitar lingkungan saya. Syukur-syukur yakan, ada yang bisa kalian petik dari tulisan saya. *anjrit pede akut* 😆

Oke kembali ke laptop!! #EA

Jadi begindang! Ketika menuliskan sebuah artikel melibatkan sebuah topik, tentu kita berharap ada yang baca, baik itu Netter maupun Netizen. Sebelumnya udah tahu belum perbedaan kedua istilah ini? *menulis ini sambil pasang muka sotoii*

Netter : penguna internet (seseorang/ individu/ organisasi) untuk mencari suatu informasi. Kalo netter itu lebih ke ingin tahu doang, misalnya kayak browsing ato jelajah tentang sesuatu.

Netizen : sebuah gabungan dari kata “Warga (citizen) dan Internet” artinya “Citizen of the net”. Kalo netizen itu lebih ke pengguna internet yang aktif terlibat komunitas online dan sering menyuarakan opininya.

Ups! jangan salah, dari pengertian diatas istilah Netizen tak selalu memiliki konotasi negatif yak. Netizen ini dibagi dua karakter (ini hanya perspektif saya) :

Netizen smart artinya berkomentar memberi argumen dan ide kreatif yang sifatnya konstruktif (membangun), sebaliknya ada Netizen sinting artinya selalu berkomentar tak relevan sama topik alias asbun, bahkan komentarnya selalu memancing emosi. Maklum aje lah! ya namanya juga “sehat tapi gak waras”. Ehh

Nah sekarang tentukan siapa kamu. Neter atau Netizen?

Maksud saya, kalo netizen sinting ini membaca sebuah tulisan, pasti langsung negatif tingking. Kepinteran, kadang belum dibaca dan gak ditela’ah tapi langsung ngejudge. Misalnya : “Ah sok tahu”, atau “emang dia siapa sok nulis ini itu.. blabla dan banyak kemungkinan opini negatif lainnya, nah itu yang dimaksud netizen sinting.

Ironisnya, netizen model kek gini ini, tidaklah lebih baik dari siapa yang dia kritik.

Jadi untuk menyanggah dan mematahkan opini negatif seperti itu. Dan agar saya juga tidak dianggap “sok tahu” saat menuliskan sesuatu topik di blog saya ini. Makanya saya tuliskan sedikit argumen yang mudah-mudahan bisa diterima oleh nalar para netizen sinting di luar sana.

Supaya netizen tidak asbun dan asal tuduh, sekarang kita bahas terlebih dulu perbedaannya. *PERHATIKAN!

TAHU : Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata TAHU artinya mengerti sesudah melihat (menyaksikan, mengalami, dan sebagainya). Kesimpulan Penulis - TAHU yaitu kemampuan menjelaskan sesuatu, berdasarkan pengetahuan didukung dengan data serta fakta yang bisa diverifikasi validitasnya.

SOK TAHU : frasa yang terdiri dari dua kata, “SOK dan TAHU”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata SOK adalah [Jk adv] (1) berlagak (suka pamer dsb); (2) merasa mampu dsb, tetapi sebenarnya tidak: -- tahu.

Sedangkan menurut bahasa Batak kata SOK artinya sama dengan PANSOBIL (Pattang so bilak), TEAL dan macam iye iye. Dari pengertian tersebut kata SOK selalu memiliki konotasi negatif. Kesimpulan Penulis - SOK TAHU yaitu kemampuan menjelaskan sesuatu yang tidak didukung pengetahuan, tak ada data serta fakta yang bisa diverifikasi validitasnya.

Cukup jelas??

Kalo belum, silahkan cek dan ricek atau dikonfirmasikan ke ahli bahasa atau pakar penulisan dimanapun di dunia ini.

Oke, begini deh biar lebih tumangkas (baca : jelas), saya kasih studi kasus :

Kalo ada bocah SD yang dapat menjelaskan kenapa fatamorgana bisa terjadi di siang hari yang panas terik, dan dia mampu menjelaskan fenomena tersebut dengan data serta fakta yang bisa diverifikasi validitasnya, maka dia “TAHU”.

Dengan studi kasus yang sama, kalo ada sarjana jebolan Universitas ternama sekalipun yang dapat menjelaskan kenapa fatamorgana bisa terjadi di siang hari yang panas terik, tetapi dia tak mampu menjelaskan fenomena itu dengan data serta fakta yang bisa diverifikasi validitasnya, maka dia “SOK TAHU”.

Sekarang sudah jelas dong, bahwa antara “TAHU” dan “SOK TAHU” sama sekali tidak terkait dengan gelar akademis atau tingkat pendidikan. Ini hanya soal keuletan seseorang dalam mencari validitas teorinya, untuk tujuan mendukung penjelasan teoritiknya. Tinggal bagaimana si penulis mengolah rangkaian penjelasannya, yang akan menjadikan tulisannya bisa diterima pembaca.

So.. menurut saya, justru kalo ada orang yang banyak berkomentar tentang “sesuatu”, tapi backgroundnya gak berkaitan dengan “sesuatu tersebut” jelas banget kan “SOK TAHU” nya? Misalnya, dia jurusan Tataboga tapi banyak bicara soal Listrik. Itu baru namanya “SOK TAHU”, syukur-syukur gak kesetrum. Eh

Tanpa kita sadari tak sedikit orang seperti itu, hanya bisa memprotes karya orang lain. Padahal dia sendiri tak mengerti apa-apa. Kan ngehe! :D

Monmaap nih, tulisan ini sebagai remind buat para BACOTER (Netizen sinting, red). Jangan asal nyap-nyap oke! ✌

Sekian dulu cuap-cuap kita hari ini, sampai berjumpa lagi di segmen selanjutnya!

Nite & GBU more.. Bye!!

Senin, 08 Juli 2019

Niat baik tak selalu dibalas dengan kebaikan

Salam sejahtera untuk kita semua! :)

Hari ini saya enjoy banget gaes! Mulai dari pagi hari disuapin sarapan, sampe malem hari disuapin tagihan bulanan.

Emang sih sesuatu yang dimulai dengan baik, tak selalu diakhiri dengan kebaikan lagi. #EA

Niat_baik_dibalas_dengan_keburukan

Nah kebetulan banget, kesempatan kali ini saya ingin membahas suatu hal yang korelasinya erat dengan keluhan saya di atas.

Pernah nggak sobat meminjamkan uang atau barang ke teman, saudara atau kerabat, dll. Namun ketika tiba waktu pengembalian cuma minta maaf, atau ketika ditagih malah ngasih sejuta alasan klasik?

Langsung saja yak..! - NGOPI SADAYANA! 😎

Manusia adalah makhluk sosial, tidak akan pernah mampu hidup tanpa pertolongan dan campur tangan orang lain. Saya pun paham betul, dalam hidup ini ada manis, pahit, asem, asin sampe rasa ayam bawang, ehh.

Sebagai makhluk sosial, tentunya kita harus berinteraksi dengan sesama. Sehingga memiliki banyak teman, sodara dan kerabat, sangatlah penting dalam hidup.

Kita bisa saling berbagi dalam hal apapun, suka duka, saling mensupport satu sama lain dan bisa saling membantu untuk keluar dari kesulitan saat ada masalah.

Itu makanya saya selalu berusaha dan terus berusaha, mencoba berbuat baik kepada yang membutuhkan kebaikan itu.

Kalau bukan ke sodara, sahabat atau kerabat terdekat, ke siapa lagi kita meminta bantuan. *yekali ke Ratna Sarumpaet? Ke Hotman Paris??

“Niat baik akan dibalas dengan kebaikan”. Pesan itu tak pernah lupa dari ingatan saya, pesan baik dari orang tua. Kamu.. saya dan kita semua juga mulai dari kecil selalu diajarkan untuk berbuat baik.

“Nak! Kamu harus jadi anak yang baik yah! kamu harus terus menabur kebaikan. Karena apa yang kamu tabur, itu juga yang nanti akan kamu tuai”. Begitulah orang tua selalu mengingatkan kita.

Memang untuk menjadi orang baik tidaklah mudah. Meski begitu adanya, akhirnya kita pun berupaya untuk selalu berbuat baik. Tanpa pilih-pilih kepada sahabat, rekan, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita.

Setiap agama dan budaya di manapun selalu mengajarkan kita untuk saling tolong-menolong. Menolong sesama dengan tulus dan tanpa pamrih. Sikap tolong menolong antar sesama apalagi teman terdekat, pasti harus dijadikan skala prioritas.

Tolong menolong bisa didefinisikan : sikap saling membantu untuk meringankan beban (kesulitan, penderitaan) orang lain dengan melakukan sesuatu. Bantuan yang dimaksud dapat berbentuk bantuan tenaga, waktu, ataupun dana.

Dari definisi tersebut, disini ada kata “saling” memiliki makna lain “ada interaksi bolak - balik” atau relasi dua arah (simbiosis mutualisme). Yaps, bukan berarti semata-mata saya berbuat baik, berharap lebih dari apa yang sudah saya berikan. Setidaknya mengerti untuk berterimakasih dan mengerti cara menghargai orang.

Saat akan melakukan sesuatu hal dengan niat baik. Tak jarang saya akan berpikir, semuanya akan baik-baik saja, akan mendapat reaksi yang baik dan menerima akibat yang baik pula.

Menyenangkan rasanya ketika kita mampu membantu dan melihat orang yang dibantu tersenyum kembali, ketawa lepas bahagia.

Tapi, apa jadinya kalau kebaikan hati kita disalahgunakan? Bukannya berterima kasih dengan menjaga kepercayaan. Eh, malah mengkhianati dengan mengulur-ulur waktu pengembalian uang dan barang yang dipinjemnya atau malah cuek-cuek saja.

Disinilah faktanya semakin terlihat sebuah realita bahwa ternyata “niat baik tidak selalu dibalas dengan kebaikan”. Tak jarang sebuah niat baik bisa mendatangkan kekesalan, kekecewaan, kesedihan dan rasa tidak percaya lagi.

Kadang saya berpikir, "niat saya kan baik melakukan hal ini, seharusnya mendapatkan balasan yang baik dong!".

Mungkin sobat juga pernah mengalami kondisi dimana teman kita sering memanfaatkan kebaikan kita secara nggak tahu diri dan tidak tahu berterimakasih.

Pasti kesal sekali ya kalau berurusan dengan orang-orang yang nggak tahu diuntung seperti itu. Mereka itu suka memanfaatkan kita hingga membuat kita pusing perut dan naik tensi.

Tak bisa dipungkiri memang, ada banyak orang memiliki kelakuan yang tercela dan sungguh menyebalkan seperti itu. Bala bantuan atau kebaikan yang kita lakukan justru merugikan diri sendiri.

Saya suka herman lihat manusia yang bisanya hanya minta tolong. Bukankah manusia diberikan otak untuk mikir. Masa iya, maunya disuapin terus, maunya dibantu terus? Maunya dicekokin terus mulutnya? *loe pikir dong pake otak!

Hubungan model kek gini ini kental dengan Friends with Benefits. Impact nya, akan ada rasa kecewa dari salah satu pihak (yang membantu), karena didalamnya ada asas manfaat. Dan akhirnya membuat kita jengah berlama-lama bersamanya.

Makanya tak salah bila ada orang mengatakan :

"Kamu tidak akan tahu sifat asli seseorang sampai kamu berurusan soal uang dengannya"

Ini berdasarkan pengalaman pribadi saya. Saya bukannya mau menyombongkan diri yak, karena saya emang terkenal rendah hati dan ramah tamah terhadap siapa saja yang kenal saya *hehe*. Entah kenapa kalo ada yang minta bantuan, hati saya susah untuk menolak.

Kabar baiknya bagi teman yang memiliki sifat seperti itu, bukanlah hal yang buruk. Ada yang bilang “Sebuah niat baik adalah panggilan hati. Karena untuk memiliki niat baik, merupakan wujud suara nurani.” So, biarlah itu menjadi kealamian sifat kita. Itu juga patut kita syukuri, bukan kah itu anugerah Tuhan.

Tak sedikit loh, orang tampilnya mehong, hidupnya sok glamour, ngomongnya setinggi langit-langit, tapi gak punya hati untuk menolong, banyak men! :D

Nah oleh karena kebaikan saya yang luar biasa ini, maka saya sering disalahpahami, dimanfaatin bahkan dibego-begoin orang sekitar saya. Setiap keluh kesah mereka hitungan menit akan saya respons dengan baik, tapi bukan dengan sebaliknya.

Orang yang sudah dianggap seperti saudara malah berkhianat. Orang yang sudah dibantu malah menipu. Orang yang kita tolong, ujung-ujungnya malah ketahuan nyolong.

Orang yang butuh uang, setelah dibantu justru malah hilang dengan tumpukan hutang. Dan masih banyak lagi pengalaman-pengalaman buruk lainnya. *sakitnya tuh disini kisanak (nunjuk dada)

Hal yang manusiawi, semua orang ingin diberi pengakuan, dan apresiasi! Termasuk kamu (orang-orang susah diluar sana) juga begitu kan? Sulitkah mulutnya itu untuk mengucapkan "Terima kasih"?

Jujur, terkadang hati ini gak ikhlas jika "air susu dibalas dengan air tuba". Ketika suatu kebaikan dianggap "biasa saja". Bahkan menjadi hal yang "sudah biasa". Kalau begitu, sah-sah saja kan kalau saya bersikap acuh dan gak perduli padanya??

Melalui tulisan ini, saya berbagi sedikit pesan agar tak ada lagi korban azas manfaat yang konon dilakukan oleh orang-orang disekitar kita. Waspadalah!

Kita sangat dianjurkan untuk saling berinteraksi satu sama lain. Namun tetaplah berhati-hati dalam memilih teman, karena tidak semua orang pantas kita jadikan teman.

Ada orang yang mau berteman dengan kita hanya semata-mata disaat dia butuh saja. Ada juga teman yang bisa kita ajak untuk saling berbagi segala sesuatu disaat suka maupun duka (makna sesungguhnya teman).

Bahkan ada pula teman yang tega mengorbankan kita demi kepentingan pribadinya. Disaat dia kesulitan berbagai cara dia merayu kita untuk membantunya, tetapi setelah dia dibantu tidak ada tanggung jawab alias “takabur”.

Parahnya lagi, ketika kita bener-bener butuh akan bantuannya, dia hanya meminta maaf begitu saja dengan entengnya. Itupun cuma lewat pesan singkat via sms atau WA. Benar-benar perbuatan tidak terpuji.

Yang namanya hidup nggak mungkin berjalan mulus lurus kyak jalan tol, pasti ada ajah cobaannya, sob. Artinya yang meminjamkan pun ada kalanya butuh uangnya kembali. Dia juga butuh biaya hidup kan??

Tapi kenapa ketika ditagih, si peminjam bisanya minta maaf doang. Sungguh nggak bisa diajak berkompromi. Pun seandainya benar2 nggak punya uang, usaha dong, minjem kek ke siapa gitu. Orang lagi butuh bantuannya (darurat) malah cuma maaf. *Otak mati kali yak!

Semoga kita dijauhkan dari manusia tipe kek gini ini. Tipe seperti inilah yang saya sebut manusia "unfaedah" atau manusia tidak berguna.

Monmaap nih!! Tulisan ini bukan maksud hati melarang berbuat baik yak. Tapi ingatlah, budi baik tidak selamanya berbuah baik. Jangan karena kita telah menganggap orang tersebut sebagai teman baik, kita rela mengorbankan segalanya.

Setiap orang pasti punya prinsip yang berbeda dan punya karakter tersendiri. Bahkan anak kembar sekalipun yang lahir dari rahim yang sama memilik sifat yang berbeda.

Wajah manis belum tentu hatinya tulus loh, kita harus mawas diri dan benar-benar mempelajari karakter seseorang tersebut.

Orang belum tentu menilai kita seseorang yang baik, sebaliknya juga kita. Semua kebaikan itu akan nampak dari tingkah laku dan kehidupan pribadi seseorang.

Faktor ekonomi sering kali membuat seseorang buta, dia rela mengorbankan kawannya sendiri demi mengejar kesenangan. Kyak manusia yang ittu!

Maksud saya, jika kita adalah orang-orang yang berpendidikan, berhati mulia, dan keturunan orang yang baik upayakan lah menjauhi perilaku tercela tersebut. Namun apapun itu, ketika niat baik sudah tertanam, janganlah untuk disesali karena itu anugrah dari Tuhan.

Seperti kata bijakers, niat yang ikhlas akan mendapatkan pahala, berlapangdadalah jika suatu saat kebaikan yang kita berikan kepada seseorang dibalas dengan keburukan.

Anggaplah itu sebagai ujian buat kita, karena adakalanya suatu saat nanti kebaikan itu akan kembali juga kepada kita.

Dan yang tak kalah penting :  segera menghindar dari orang yang kira-kira tak berguna alias unfaedah seperti itu.  Itu lebih baik,  suatu saat nanti maka akan jelas terlihat siapa yang jadi benalu.  :D

Baca juga : Karma itu real

Dan bagi manusia yang bisanya minta tolong terus (tapi nolongin gak pernah) saya ingin mengingatkan untuk tidak lupa belajarlah mulutmu itu mengucapkan "Terima Kasih".

Walau bantuan tersebut dimatamu itu biasa saja, tapi orang yang menolong itu tulus. Dan gunakan otakmu itu belajar mambalas kebaikan dengan kebaikan ya, agar hidupmu itu lebih berguna. Hargai setiap orang yang peduli denganmu.

Loh, kok, ramai-ramai menatap ke arah saya?? Gak terima? #apalo??

Sampai disini dulu cuap-cuap kita hari ini. Sampai berjumpa lagi di segmen selanjutnya!

Nite and GBU more.. Bye!!

Senin, 01 Juli 2019

Senja di Telaga Pasiraya

Welcome July!

Senja di Telaga Pasiraya - Kalau mendengar "Pasiraya", mungkin kening anda akan mengerut dan bertanya : “Pasiraya di daerah mana? Masih di planet bumi kah?”

Dan mungkin sebagian lagi mendengar Pasiraya, yang kamu bayangkan adalah dusun.

Yapz, tempat ini memang dikenal daerah yang tempatnya jauh dari keramaian kota. Tapi jangan salah, di Pasiraya bisa menikmati momen sunset yang indah dan tak kalah bagusnya.

Daerah yang termasuk dalam wilayah Cikarang Selatan ini, pemandangannya lumayan ketje dan menyenangkan. Dijamin betah berlama-lama.

Pasiraya – Ciksel juga punya spot sendiri lho buat nikmatin senja ala danau kecil. Ya, “Telaga Pasiraya”, kira-kira begitulah masyarakat lokal menyebut tempat ini.

senja-di-telaga-pasiraya

Meski danaunya nggak berpasir, tapi kita bisa duduk-duduk di pinggir danau dan melihat proses matahari tenggelam. Keren!

Jadi ceritanya, sore itu motor saya lajukan perlahan-lahan menuju warung soto betawi kesukaan saya yang di Pasiraya - Ciksel.

Entah kenapa saya ingin menikmati perjalanan, jadi saya tak terburu-buru. Kemudian mendapati warung soto betawi yang saya tuju ternyata tutup. Semesta merintih!

Terlanjur jauh, yaudah main saja sekalian.
Senja di Telaga Pasiraya. Saya melihat sesuatu pemandangan mengagumkan yang benar-benar memukau pandangan mata saya. Sebuah pemandangan yang luar biasa.

senja-di-telaga-pasiraya

Sedikit meluangkan waktu untuk melihat indahnya warna langit dikala itu nggak bakalan rugi. Akhirnya saya memilih rehat sejenak untuk menikmati senja di Telaga Pasiraya.

Saatnya menikmati senja di Telaga Pasiraya. Sambil "ngopi ketje" di pinggir danau tuh syahdunya luar biasa.

Apalagi dengan kehadiran sunset. Saat-saat dimana Matahari secara perlahan mulai tampak meredupkan pancaran panas dan cahaya terangnya, membawa kekaguman tersendiri.

Bagi saya sunset pertanda bahwa hari yang panjang akan segera berganti ke malam yang tenang, di mana ada bintang-bintang dan rembulan yang menghiasi langit, ada ketenangan malam yang menyatu dengan alam.

Saya bersyukur tinggal di negara Indonesia yang letak geografisnya dilalui oleh garis khatulistiwa dan dianugerahi dengan kontur (relief) permukaan bumi yang bervariasi akan sangat mendukung untuk dapat menyaksikannya setiap sore hari.

Karena penomena yang sangat indah ini mungkin tidak dapat dinikmati oleh seluruh penduduk diberbagai belahan bumi ini. Seperti halnya menikmati senja di Telaga Pasiraya.

Betapa sangat indah pemandangan alam yang tercipta. Kekaguman atas penomena alam itu akan membuat saya selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan atas segala Ciptaan-Nya.

senja-di-telaga-pasiraya
Senja di Pasiraya :)

Sebelumnya saya mau ngaku dosa dulu. Sebetulnya ini bukanlah tentang senja terindah, lebih tepatnya sebagai sunset yang indah yang pernah saya abadikan *hehe*.

Jadi jangan kecewa kalo ternyata best sunset versi @Hup beda sama yang kalian bayangin. Foto yang saya pake hampir nggak diedit, paling cuma crop aje. Supaya kalian bisa liat aslinya kaya gimana. Monmaap viewnya kurang bagus hasil kamera jadul. :)

Lokasi yang seperti ini menjadi favorit bagi saya. Selain dari suasananya yang jauh dari kebisingan, ditambah dengan latar belakang sunset sore hari itu, saya asyik menikmati keindahan alam. Rasa penat dan lelah tak membuat saya enggan untuk menikmati suasana sore itu.
Wuiih! Pas banget khan buat lokasi piknik kecil-kecilan. Meski hanya sejenak.. 😊

Memang alangkah lebih sempurna jika situasi seperti ini dibarengi dengan deburan ombak yang menghantam bebatuan di tepian danau.

Tapi buat saya ini sudah cukup mengagumkan kok, karena deburan detak jantung saya udah cukup mengimbangi situasi seperti ini. *lebay 😁

Syukur terbesar pada Tuhan, atas kesempatan yang diberikan pada saya untuk bisa menyaksikan cara matahari berpamitan di kala senja. Ya, menikmati senja di Telaga Pasiraya.

Tak sedikit loh yang mengejar matahari sebelum terbenam hingga membayar mahal dan meluangkan sekian satuan waktu demi menemani pamitnya Matahari.

Padahal saya tadinya tidak ada niat mengejar matahari terbenam, eh malahan saya yang ditungguin sama si sunset.

Saya tak perlu mengkhususkan waktu, budget, dan tenaga untuk dapat mengagumi betapa elegannya Matahari beranjak. Oh men! Ini harus saya akui hari ini diakhiri dengan indah.

Yaps, ternyata tanpa kita sadari disekitar kita juga banyak yang bisa kita lihat karya Tuhan yang luar biasa.

Ada kalanya senja tak perlu diistimewakan dalam waktu khusus untuk dapat terlihat indah. Juga ada kalanya kita tak perlu pergi jauh untuk dapat melihat matahari yang sama akan terbenam.

Walau ada kalanya juga kita harus melakukan hal itu. Mengunjungi tempat-tempat dimana matahari berpamitan dengan cara yang tak biasa.

Menyiapkan waktu khusus untuk menikmati setiap inci keindahan yang disajikan sebuah penomena bernama sunset. Mengabadikan momen istimewa meski yakin esok akan berjumpa lagi kok.

Ya, maksud saya, sesekali.. sempatkanlah waktu untuk menikmati salah satu lukisan keindahan dari yang Sang Pencipta.

Menikmati hidup itu nggak mesti mewah, nggak harus glamour dan hedon, nggak harus jauh mengejar matahari terbenam. Cukup dengan cara sendiri, biar gak kelihatan banget kurang piknik.

Sampai disini dulu cuap-cuap kita hari ini, sampai berjumpa lagi di segmen selanjutnya! Terima kasih

See you on top..

Nite & GBU more. Bye..!!
 
;