Rabu, 30 September 2020

Sesuatu Yang Kusesali

Sesuatu yang kusesali – Ada sesuatu yang kusesali. Sesuatu yang telah kusia-siakan dan sudah tiada. Sebuah kisah buruk. Saya membuangnya begitu saja, Ia telah lenyap dan hilang.

Sudah lama saya hidup tanpanya, mulai dari menangis sampai lupa pernah memilikinya. Sesuatu yang kusesali..

Jalan setapak yang kulalui ternyata jalan yang salah. Sering tersandung oleh bebatuan.

Bangkit.. lalu tersandung, bangkit lagi dan terjatuh lagi. Begitu menyakitkan. Meski tak bisa saya tahan, sungguh saya tak tahu apa yang bisa dilakukan.

Entah berapa lama saya menahan rasa hampa, namun selama itu pula terdiam, hingga menjadi duri dalam daging. Sesuatu yang kusesali..

Manusiawi bila Ia pernah saya anggap segalanya. Namun pada akhirnya terbuang dengan cara menyedihkan. Berulang kali saya mengingatkan diri, namun tak mampu melawan arus.

Pada saat itu saya bener–bener kalap, saya hanya ingin memberikan reward ke diriku sendiri. Tapi ternyata saya tak mampu mengontrol diri. Sungguh di luar ekspektasi..

Seperti mimpi, segalanya yang terjadi di luar dugaan. Anggapanku keliru, mengharapkan keajaiban yang mustahil. Sesuatu yang kusesali..

Layaknya terjun bebas dari ketinggian 2000 mdpl tanpa parasut, jatuh ke tanah hancur berkeping–keping. Pikiran ini kacau, hidup jadi nggak tenang, tidur pun tidak nyenyak.

Menunggu dalam sebuah penantian panjang. Waktu pun merubah segalanya. Berharap akan bisa kembali seperti semula. Namun itu hanya sebuah ilusi. Sesuatu yang kusesali..

sesuatu-yang-kusesali

Saya tersadar bahwa tak mungkin saya mampu kembali memperbaikinya. Tak mungkin kugapai harapan, dan kembali merajut asa yang sudah pudar.

Kini segala kisah tercipta dalam kalbu yang terdalam. Bahkan luka saat kehilangannya yang dulu, belum sembuh dan telah membekas menjadi sebuah cerita.

Semua menjadi sia–sia. Karena kegagalanku di masa lalu, atau takdir yang memang sudah seharusnya begitu?

Inikah alasan Tuhan menciptakan semesta?

Terdiam dalam keheningan, meneteskan air mata. Mungkin saja anganku untuk menemukannya kembali, hanyalah doa yang tak pernah menjadi nyata.

Entah apa yang saya pikirkan dan apa yang saya lakukan, yang pasti orang–orang disekitarku penuh tanya. Ada apa denganku??

Lalu terdiam ...

Menyesal? Ya, saya rasa ada sesuatu yang kusesali. Ia sudah saya buang dan saya sia-siakan.

Tak sedikit kritikan, dan opini yang mereka lontarkan tanpa perasaan. Banyak nasehat tanpa solusi. Hal itu kadang membuatku merasa seperti manusia terburuk yang pernah ada.

Namun ketahuilah sodara, bahwa saya juga marah kepada diriku sendiri. Saya juga kecewa pada diriku sendiri. Bahkan saya pun berulangkali menghukum diriku sendiri.

Ada sesuatu yang kusesali, namun sesal itu pun serasa tak cukup. Nyesek rasanya! Syukur masih bisa waras untuk tidak mendahului kehendak Tuhan.

Saya menarik napas dalam- dalam dan berpikir lagi.. mengapa saya hidup, pasti ada rencana Tuhan yang telah di siapkan bagiku.

Alasan itu terkadang membuat saya semakin kuat ketika menghadapi segala sesuatu yang sedang terjadi.

Saya, seseorang yang selama ini selalu berada di zona nyamanku. Masih berharap semoga bisa tergantikan dan tak akan rela kulepaskan.

Wahai semangatku kembali lah dengan caramu, bersamaku dalam dekapan rindu. Saya Merindukan Ketenangan dan Kesenangan, merindukan lingkungan yang menghargai dan menyayangi saya.

Sesuatu yang kusesali yaitu sesuatu yang telah saya sia–siakan dan saya buang. Impian. Angan. Harapan.

Jika Ia datang kembali, masih pantaskan saya mendapatkannya? Masih sanggupkah saya memeluknya? Dimana rasa maluku saat menatapnya?

Apa saya nyerah? Tidak. Saya akan selalu berupaya menggapainya. Bagaimana? Entahlah, saya tak akan berhenti berharap. Tapi sekarang, tak boleh ada yang tau tentangnya atau kisahnya akan terulang.

Mulai sekarang akan kujaga meski harus kusembunyikan. Sesuatu yang kusesali. Sebuah hasrat. Sebuah cita.

Hmm, penyesalan memang jahat ya? Ia selalu datang di akhir. Andai saja waktu dapat diputar kembali, namun saya tak mau jatuh ke dalam lubang yang sama.

Memang di atas tanah di bawah langit tak ada yang sempurna. Dikala yang salah terlanjur diperbuat. Yang bisa kulakukan hanyalah berucap maaf. Seraya berterimakasih.

Tuhan telah menyadarkanku. Karena sudah memberiku pelajaran yang sangat berharga. Menyentilku agar menjadi seorang yang lebih baik kedepannya.

Hingga malam ini tiba, dengan merubah segala beban di pikiranku menjadi butiran–butiran yang lebih kecil. Goresan pena ini menjadi self reminder, sekaligus “janjiku” demi sesuatu yang kusesali.

Terima kasih sahabat. Semuanya berkat kisah yang kalian ukir di dinding maya. Setidaknya motivasi itu sudah membuka sedikit celah dibenak saya.

Djujur! Saya kagum akan kisah kalian. Meski belum semua saya baca. Saya iri. Saya malu.

Semoga masih diberi peluang untuk menyambut kembali kebahagiaan kelak. Hopeful .. 😇

Nite & GBU more. Bye..!!!
Jumat, 11 September 2020

Indahnya sunset di Waduk Jatiluhur

Indahnya sunset di Waduk Jatiluhur – Sudah lama mendengar adanya Waduk Jatiluhur yang berada di Purwakarta. Salah satu destinasi wisata di provinsi Jawa Barat.

Penasaran juga dengan alam ciptaan Tuhan yang indah ini. Pasalnya banyak teman yang saya lihat berfose ala koboy disana, keren euyy!!

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Perjalanan kesana terealisasi juga minggu yang lalu, bersama keluarga @Sihaloho tercinta.

Hari itu kebetulan kami melakukan ritual berupa temu kangen keluarga. Setelah bernostagila dan bercerita panjang x lebar, nampaknya muka saya pucat karena kurang piknik.

Siangnya kita keluar untuk lunch di Solaria yang di City Walk. Setelah lunch, ada sedikit keceriaan terpancar. Oh ternyata saya kelaperan sob. Pantas pucat.. 😁

Rute selanjutnya kita muter ke Maykarta, salah satu kawasan tersohor di Kota Cikarang. Tapi tujuannya nggak jelas muter–muter aje. Tadinya cuman mau nyari tempat yang adem saja, ya quality time gitu ceritanye.

Di tengah perjalanan, ada rencana mau ke Bandung. Tapi berhubung besoknya ada schedule syuting jadi nggak mungkin. Mau ke puncak Bogor, tidak kuat macetnya.

My brother punya ide, gimana kalau kita ke Waduk Jatiluhur?? Padahal saat itu udah jam 13.30 WIB. Yang namanya muka–muka pucat karena kurang piknik, tentu saja tawaran ini sayang dilewatkan. Jadi nggak ada penolakan sedikit pun.

Yaudah langsung dah meluncur ke TKP..

FYI, Wisata Waduk Jatiluhur sendiri terletak di Kec. Jatiluhur, Kab. Purwakarta, Provinsi Jawa Barat (±9 km dari pusat Kota Purwakarta).

Waduk Jatiluhur merupakan sebuah bendungan terbesar di Indonesia dengan luas mencapai sekitar 8.300 hektar yang dibangun untuk membendung sungai Citarum.

Awalnya waduk ini berfungsi sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta II dan memiliki sistem limpasan terbesar di dunia.

Namun kini Waduk Jatiluhur sudah digunakan menjadi multi fungsi, seperti sebagai penyedia air irigasi untuk sawah di daerah sekitar waduk.

Selain itu, Waduk Jatiluhur juga berfungsi sebagai budi daya perikanan, pengendali banjir dan bahan baku air minum. Termasuk dijadikan sebagai objek wisata alam yang menjadi ikonik Kota Purwakarta.

Okey, saatnya menuju lokasi!!

Masuk dari gerbang tol Cibatu (Cikarang Pusat) yang kebetulan dekat sekali dengan Maykarta. Waktu tempuh perjalanan ± 1 jam, kita keluar dari gerbang exit tol Jatiluhur, Purwakarta.

Nggak terlalu jauh dari sana tinggal ngikutin sesuai petunjuk arah kita belok kiri, menuju Wisata Waduk Jatiluhur. Tapi sempat nyasar karena GPS nya ngaco. Untungnya ada warga yang baik hati.

Jalan menuju Wisata Waduk Jatiluhur lumayan mulus ya dan tidak macet, sehingga tidak terasa melelahkan. Tanjakan dan berkelok–kelok, ditambah lagi suasana sejuk dengan pemandangan yang hijau nan permai membuat lamanya perjalanan pun tidak terasa.

Dan tiba lah di pintu masuk GRAMA TIRTA JATILUHUR, yang artinya “kampung air”. Harga tiket masuk ke Wisata Waduk Jatiluhur @Rp.25000. Mungkin karena hari libur kali yah.

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Setelah bayar tiket, kita meluncur ke lokasi..

Kalau tadi tanjakan, nah sekarang turunan menuju waduk. Perjalanan dari gerbang utama ke lokasi tak kalah  mengasyikkan dengan pemandangan khas jalanan berliku, dan pepohonan di kiri dan kanan jalan. Nggak lama, terlihatlah pemandangan yang mempesona.

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Waduk ini sungguh memiliki panorama yang sangat indah dan membuat saya takjub. Suasana dan indahnya pemandangan di Waduk Jatiluhur membuat otak menjadi lebih fresh. Melihat hijaunya alam disana, cukup memanjakan mata.

Kawasan Waduk Jatiluhur sangat luas. Kita bebas memilih tempat untuk berpiknik. Sembari mencari tempat nongkrong yang pass. Kita berkeliling memutar waduk ini sampai ke ujung.

Kawasan Jatiluhur ini memiliki banyak fasilitas rekreasi yang memadai. Ada hotel dan bungalow, restoran, bar, dsb. Namun karena tujuan awal bukan untuk bersenang–senang ke Hotel jadi kita lewatin aje. ^ _ ^

Selain itu masih banyak fasilitas rekreasi lainnya. Terutama fasilitas rekreasi dan olahraga air. Misalnya : Playground, Jatiluhur waterpark, mendayung, selancar angin, ski air, boating, Jetsky, kano dan lainnya.

Menariknya di Waduk Jatiluhur ini juga terdapat budidaya ikan keramba jaring apung. Sekaligus menjadi sumber rezeki masyarakat sekitar.

Di ujung jalan ada pasar ikan. Disini kita bisa memborong ikan-ikan segar hasil tangkapan warga dari Waduk Jatiluhur. Kualitas ikannya sangat baik karena fresh dari waduk. Tapi disana beraroma kurang sedap, bau amis.

Finally kita nemu tempat nongkrong yang bagus di sebuah lapangan di tepi waduk dengan view yang indah. Ya, spot yang tepat untuk melihat dan memotret matahari saat mau berpamitan.

Untuk area parkir di sepanjang tepi waduk cukup luas dengan keamanan yang lumayan terjamin dan disana juga terdapat banyak penjaja wisata kuliner.

Langsung dah merapat ke tepi waduk. Rasanya pengin banget nyemplung.

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur
Sihaloho Junior :)

Panorama waduk dengan latar belakang bukit yang sangat eksotis, menjadi daya tarik tersendiri. Ditambah lagi berdiri dengan gagah Gunung Parang dan Gunung Tiga Menara di sekitar waduk. Bagus untuk dipotret..

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur
Oxcel :)

Di tempat ini anginnya kencang, jadi rugi banget kalau tidak main layangan ya kan. Makanya si Ozil, Evelyn dan Oxcel asyik main layangan terus.

Wisata Waduk Jatiluhur recommended bagi yang  suka selfi, ada banyak spot foto sangat cocok untuk hunting foto-foto keren yang memberi hasil jepretan tak biasa.

Indahnya sunset di Waduk Jatiluhur..

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Semakin senja, sungguh terlihat lukisan indah ciptaan Tuhan. Perpaduan antara birunya langit dengan pantulan sinar matahari dari permukaan waduk, serta rimbunnya pepohonan di sekitar waduk membuat susana sangat syahdu.

Entah kenapa dan sejak kapan saya seneng melihat saat langit berubah warna menjadi orange bercampur dengan merah muda atau keungu–unguan. Saya sendiri sulit menjelaskannya *hehe*.

Yaps, nama bekennya “sunset”. Saat-saat dimana Matahari secara perlahan mulai tampak meredupkan pancaran panas dan cahaya terangnya, membawa kekaguman tersendiri.

Baca juga :

● Senja di Telaga Pasiraya

Bagi saya, penomena menjelang terbenamnya Matahari di ufuk barat pada sore hari merupakan pemandangan alam yang sangat indah. Seperti indahnya sunset di Waduk Jatiluhur.

Di tengah heningnya suasana sekitar waduk sambil ngobrol hangat dengan angin yang semilir, kami menikmati indahnya sunset di Waduk Jatiluhur. Menyaksikan matahari yang mulai terbenam di ufuk barat.

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Selain dari suasananya yang jauh dari kebisingan, pemandangan alam yang terhampar sungguh menambah kesyahduan dengan cahaya jingga dari Matahari yang mulai terbenam. Penomena inilah yang saya dambakan sebagai penikmat sunset.

Ada keindahan tersendiri disaat kita melihat pemandangan. Karena pemandangan dapat membuat mata kita manja dan fresh kembali.

Begitu juga kepenatan yang ada, dengan pemandangan yang indah ia akan pergi bersama indahnya pemandangan alam.

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Semakin senja semakin ramai pengunjung. Saking asyiknya menikmati indahnya sunset Waduk Jatihur yang semakin menggoda dari balik gunung, jadi enggan untuk pindah ke tempat lain.

Hmm.. ternyata jalan-jalan ke Waduk Jatiluhur di Purwakarta, nggak kalah asyik yah dengan wisata di tempat lain.

Walaupun tak seindah "Destinasi Wisata Danau Toba" (Oalahh danau kok dibandingin sama waduk.. hehe), namun cukup mengobati rasa rindu saya terhadap kampung halaman. Situasi seperti ini sudah lama saya nantikan.

Menikmati indahnya sunset di Waduk Jatiluhur, menjadi sebuah pengalaman yang mengesankan dan sulit untuk dilupakan terutama bagi muka–muka pucat karena kurang piknik seperti saya.

Btw, suasana di Waduk Jatiluhur ini agak mirip kyak di Situ Patenggang, Bandung. Bedanya kalau di Situ Patenggang ada “BATU CINTA” nya. Nah kalau di Waduk Jatiluhur ini, banyak sih batu tapi sayangnya nggak pake CINTA. Eh!

Jadi gimana, ada rencana kah mau menikmati indahnya sunset di Waduk Jatiluhur? Rugi loh kalau belum pernah kesana.

Baik, seperti matahari yang lelah dan tenggelam di penghujung hari, cerita saya kali ini pun berakhir di sini dulu yak.

Dan sebagai sedikit pelajaran jangan lupa untuk hidup seperti Matahari, meskipun dia nggak selalu keliatan, tapi dia nggak pernah berhenti bersinar. Anjaaay!! *maksain banget*

Terima kasih!

See you next time..

Nite & GBU more. Bye..!!
Minggu, 06 September 2020

Transfer Gagal Tapi Saldo Terpotong

Seperti biasa postingan yang saya buat itu biasanya berlatarbelakang dari pengalaman pribadi.

Pernah nggak sobat mengalami transfer uang lewat ATM gagal, tapi saldo terpotong? Saya baru saja mengalami hal ini.

Suatu kejadian yang sangat NGEHE, membuat saya panik dan resah. Ketika melakukan transfer uang lewat ATM gagal, tapi saldo terpotong sesuai nominal yang ditransfer.

transaksi-gagal-tapi-saldo-terpotong

Kronologinya :

Hari Jumat, 28/08/2020 (13.30 WIB) motor kuluncurkan menuju ke ATM BCA terdekat. Suatu aktivitas yang sebenarnya sudah menjadi rutinitas di akhir bulan (dompet kurus kering plus bayar tagihan).

Setelah parkir, saya lihat di depan ATM BCA antrian panjang. Saya memutuskan untuk transfer lewat mesin ATM BRI jaringan prima yang kebetulan berada di sebelah gedung bank BCA.

Jadi daripada saya harus keluar bayar parkir lagi, sekalian saja lompat pager (nggak usah dibayangin juga).  ^ _ ^

Sampai deh di ATM BRI (4 unit), dan nggak pake lama kartu ATM BCA saya tancapkan. Saya langsung check saldo, hmm.. cukuplah pikirku!

Transaksi pertama dan kedua tidak ada masalah. Transaksi ketiga saya mau transfer dari BCA ke rekening BRI milik saya (tagihan via BRI), maklom banyak beban hidupnya. ^ _ ^

Saya pilih menu transfer, saya ngisi kode bank, no rekening tujuan, nominalnya dan muncul nama saya sebagai penerima. Merasa yakin dan saya klik “OK”saja. Dan keterangan di layar ATM “Transaksi sedang diproses”.

Namun saat itu yang membuat saya heran adalah proses loading berjalan lama sekali. Biasanya kalau mesin ATM normal kan ada bunyi reketek–reketek gitu. Nah ini nggak responsif dah.

Saya pikir mungkin sedang terjadi gangguan koneksi. Karena khawatir kartu ATM ketelan, akhirnya transaksi saya “cancel”. Kartu ATM langsung keluar, dan muncul tulisan di layar ATM “Transaksi Tidak Dapat Diproses”.

Akan tetapi, saat saya melakukan pengecekan saldo di unit ATM sebelahnya, ternyata saldo terpotong sesuai nominal yang ditransfer tadi.

Dalam hati saya masih berprasangka baik, karena kedua rekening tersebut milik saya. Jikalau transfernya gagal ataupun sukses  (pending) artinya uang masih tetap akan masuk ke akun saya.

Tetapi saya tunggu sampai dua jam kemudian belum juga sampai. Alhasil saya pun panik. Bingung, kaget, resah dan gelisah bercampur aduk menjadi satu. Transaksi gagal tapi saldo terpotong. Kok bisa ye???

Pikiran saya berubah menjadi penuh dengan prasangka buruk. Bagaimana jikalau uang saya tidak kembali. Mungkinkah ini salah satu bentuk scamming, penipuan atau yang lain? FYI, nominal transfer “cuma” RP.2500000 sii.

Tak mau berlama-lama dalam kepanikan, saya pun menghubungi Call Center Halo BCA di nomor “1500888”. Namun selalu dalam antrian telepon alias queueing. Susah banget tersambung dengan Call Officer – nya.

Hingga akhirnya tersambung dengan operator yang mengaku bernama Gadis (gadis bukan perawan kali ah). Saya menceritakan kronologi kejadian “transfer gagal tapi saldo terpotong” tersebut.

Saat si Gadis itu mulai bikin laporan, belum juga ada konklusi yang saya dapat. Eh tiba–tiba telepon terputus, pulsa habis. - _ -

Saya telpon lagi Call Center Halo BCA masih di nomor “1500888”. Lagi -lagi susah nyambung. Berulangkali  saya telepon tapi muter–muter terus, tekan 1, 2, 3.. dst. Entah sampai berapa digit yang sudah saya tekan.

Syukur bisa nyambung, kirain dengan si Gadis yang tadi itu. Tapi ternyata tidak. Kali ini dengan perempuan yang berbeda (lupa namanya).

Wuahh saya kudu cerita lagi dong case-nya dari awal. Hmm, mudah–mudahan perempuan yang ini nggak putus lagi pikirku *hehe*. Kan bisa makin NGEHE, kalau cerita terus tanpa nemu solusi.

Saya ditanya kronologi kejadian, waktu transaksi, data rekeningnya, nomor rekening dan nama pemilik, nama ibu kandung, rekening tujuan, nominalnya, nomor mesin ATM, dll.

Pokoknya semua pertanyaannya saya jawab dengan penuh percaya diri. Untungnya dia nggak sampai nanya ukuran BH personil “Duo Semangka”. Kalau itu sii djujur saja nggak tau.. Ehe

Saat membuat laporan itu, memang Mbaknya agak lama ngurusnya. Sampe dia berkali-kali bilang, “Masih saya bantu cek ya, Pak!” sambil taktiktuk suara keyboard.  Saya jawab “Iya” lalu diam, krik.. krik.

Sepertinya prosedurnya seperti itu tiap nggak ada kalimat yang meluncur dari dia ataupun saya, dan emang lagi diutak-atik bakalan dijawab gitu.

Kadang saya disuruh tunggu dengan nada dering musik klasik ala BCA. “Mohon ditunggu sebentar ya, Pak”. Saya jawab Iya, iya dan iya.. udah lebih dari 10 menitan. Takut terputus lagi aja ini.

Setelah bersabar menunggu, saya pun dikasih nomor laporan pengaduan 208X0XXXXX. Dengan catatan, laporan diproses 7 hari kerja dan maksimal pada tanggal 08/09/2020 (deadline).

Besoknya saya pun berinisiatif untuk mencoba check saldo. Hasil NIHIL, belum juga di - refund dari pihak BCA (Oalahh sabtu–minggu bank libur kali Pak).

Kembali saya coba lagi push lewat E-mail, dan WhatsApp BCA.

transfer-gagal-tapi-saldo-terpotong

Senin, 31/08/2020 saya merapat ke KCP bank BCA terdekat. Tiba di depan CS, saya kasih saja nomor laporan pengaduan dari Call Center Halo BCA.

“Oh ini tinggal tunggu saja Pak”, katanya.

Saya tanya penjelasan soal case tersebut kenapa bisa terjadi, ternyata bagian CS tidak paham hal itu. Mereka hanya bisa lihat data transaksi saja.

Daripada CS nya gabut. Yaudah sekalian saja saya daftar mobile banking BCA. :)

Sorenya saya coba cek saldo, sudah masuk dana refund–nya dari BCA. Padahal baru juga pagi tadi laporan.

Besoknya saya ditelpon sama Call Center BCA bahwa dana sudah dikembalikan. Syukurlah, masalahnya sudah selesai.

Dari pengalaman saya ini. Ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan, jika sobat punya masalah yang sama  “transaksi gagal tapi saldo terpotong”. Atau selain itu, masih banyak jenis-jenis transaksi gagal yang lain.

Pertama - Jangan panik dan tenangkan jiwa. Coba tarik napas yang panjang dari hidung, tapi jangan lupa dikeluarin lagi yah! Oh iya, jangan pula nekat menghembuskannya ke muka orang lain di sebelah. Bisa - bisa baku hantam.. 😁

Proses pengembalian uang (refund) untuk transaksi gagal tapi saldo terpotong, sesuai penjelasan operator itu, memakan waktu maksimal 7 hari kerja.

Kedua - Sebaiknya datang saja langsung ke Bank yang bersangkutan, agar mudah menjelaskan kejadian kepada pihak Bank. Jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi Call Center Bank (pastikan pulsa cukup) atau Email, WhatsApp, etc.

transfer-gagal-tapi-saldo-terpotong

Catat nomor laporan pengaduan yang diberikan Call Center Bank. Selanjutnya kita hanya perlu menyebutkan nomor pengaduan tersebut, tidak perlu menjelaskan lagi kronologi kejadian dari awal. *wasting time :)

Ketiga - Jika mau transfer lewat ATM, usahakan menggunakan ATM Bank yang bersangkutan. Misalnya kartu ATM BCA, maka sebaiknya menggunakan mesin ATM BCA saja. Jadi ketika terjadi system error, maka pihak Bank akan mudah untuk melakukan tracing.

Keempat - Ketika mesin ATM kurang responsif, infonya transaksi tetap diproses. Jadi tidak perlu menekan berbagai tombol hingga berulang-ulang kali, atau bahkan menekan "cancel". Tunggu saja hingga ada keterangan transaksi gagal atau berhasil.

Udah itu aja sii..

Jadi, gimana? Apa kalian pernah mengalami kejadian NGEHE seperti yang barusan saya alami “transfer gagal tapi saldo terpotong? Share yah di kolom komentar di bawah ini.

Semoga artikel ini membantu teman yang sedang mengalami hal yang sama. Terima kasih!

See you on top..

Nite & GBU more. Bye..!!!
 
;