Ketika jiwa sudah terpuruk, rasanya hidup tak ada artinya lagi. Semua mimpi pergi tanpa pamit, batin pun menjerit. Semangat pudar membuat wajah muram tak bersinar.
Keadaan seperti itulah yang terjadi pada saya akhir-akhir ini. Ketika wajah lain auranya terpancar dan penuh semangat, saya justru melangkah dengan tatapan kosong. Hanya raga saya yang seakan menyentuh bumi. Sementara jiwa saya berkelana ke sana kemari.
Tak perlu lagi saya tutup-tutupi. Saya memang sedang terpuruk, dan sulit sekali rasanya untuk mengaktifkan semangat.
Ini bukan kali pertama bagi saya tersandung dan terjatuh. Saya kerap berhadapan dengan pilihan yang serba sulit, rencana-rencana yang gagal, musibah dan bahkan kesengsaraan. Silih berganti menghampiri, tak kenal ampun dan tentu saya tidak menginginkannya.
Dan terjatuh lagi, when’s this gonna be over!
Saya yang berusaha untuk kembali bangkit, ternyata jatuh lagi dan kali ini ke jurang yang makin dalam. Saya hancur, hancur lebur layaknya terjun bebas tanpa parasut!
Mungkin yang saya katakan di sini terlihat seperti hiperbola, sok mendramatisir. Tapi saya bicara apa adanya.
Kali ini saya bener-bener terpuruk. Patah semangat, dan mungkin pula sudah remuk. Saya telah dihantam begitu keras, jatuh tersungkur hingga ke titik terendah dalam hidup. Suatu kondisi yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya.
Bagi saya, ini sebuah titik dimana dunia terasa jungkir balik. Saya sudah terhempas cukup jauh dari jalur kehidupan yang seharusnya saya jalani. Tersadar, semua waktu saya terbuang sia-sia. Bahkan segala yang saya upayakan selama ini, ternyata percuma.
Mimpi-mimpi dan ekspektasi yang pernah saya rencanakan sebelumnya, tak mampu lagi untuk saya jawab. Saya merasa seolah-olah sudah menjadi rongsokan dari kehidupan saya di masa lalu. Mungkin juga menjadi sampah bagi semesta.
Saya marah, kecewa! Lagi-lagi saya harus menyalahkan diri sendiri, menyiksa atau bahkan membenci.
Saat ini saya kalah, bener-bener kalah. Saya angkat tangan, pasrah! Saya sudah tak berdaya lagi. Saya masih hidup tetapi jiwa ini sudah mati. Jantung saya masih berdetak tetapi tubuh ini kaku. Mati rasa, segalanya hambar tak berarti.
Saya sudah tidak memiliki pegangan. Tangan saya tak mampu meraih apa pun. Semesta tak mau lagi mengulurkan tangan untuk mengeluarkan saya dari keterpurukan ini. Ia sudah berpaling dan tak lagi menganggap saya ada. Baginya, hidup saya hanyalah satu noktah kecil yang tidak memberikan arti apa-apa tentang kehidupan.
Saya sudah merasa tidak lagi berguna dalam menjalani hidup ini. Semesta sudah tak lagi berpihak dengan hidup saya. Mencekik dengan erat, merampas paksa sukacita dan kenikmatan hidup yang sudah pernah saya miliki.
Kejam memang..
Dasyatnya rasa pahit yang saya alami membuat saya tak lagi berpikir logis. Saya sudah tak mampu lagi menguasai setiap pikiran saya. Saya kehilangan jati diri.
Kini, jangankan untuk tersenyum, mendongakkan kepala saja saya tak mampu. Saya malu terhadap diri sendiri. Tidak bernilai lagi dalam hal apapun. Sekujur tubuh ini dipenuhi dengan rasa penyesalan, rasa bersalah dan rasa kecewa yang teramat sangat dalam.
Sulit sekali berdamai dengan keadaan, terlebih dengan diri sendiri. Bumi pun serasa berhenti berputar. Menghabiskan waktu, saya hanya bisa dengan mengutuki nasib.
Ingin rasanya pergi sejauh mungkin, ke suatu tempat yang tak berpenghuni. Saya ingin sendiri saja tanpa ada yang mengganggu. Bahkan tanpa ada ambisi hidup yang sering berujung menyiksa batin.
Di sini, saya masih sendiri memikul semua beban yang begitu berat. Saya tidak tahu lagi harus melangkah kemana. Saya kehilangan arah. Semua sudah gelap, tak ada satu pun cahaya yang menuntun agar saya merasa yakin bahwa saya masih berguna.
Saya sudah tak tahu lagi harus mengatakan apa lagi. Seolah cerita hidup saya telah berhenti sampai di sini. Sampai dimana saya sudah benar-benar menyerah terhadap semua yang saya jalani.
Ah sudah lah, saya lelah!
Skenario Tuhan sudah berjalan, mustahil saya bisa menghentikannya. Waktu tidak bisa diputar ulang, begitupun masa lalu tetap tidak akan pernah kembali.
Jika suatu saat nanti saya bisa bangkit kembali dan mewujudkan apa yang menjadi harapan saya, berarti Tuhan masih sayang kepada saya. Namun jika sebaliknya, ternyata Tuhan juga ikut membenci saya.
Perbedaan Sitemap XML dan HTML – Pada post kali ini saya akan membahas tentang perbedaan sitemap XML dan HTML pada Blog/Website.
Bagi seorang blogger, istilah “Sitemap” mungkin sudah akrab dan tidak asing lagi. Namun meskipun sudah mengerti sitemap, ternyata masih ada beberapa blogger yang tidak mengetahui perbedaan sitemap XML dan HTML pada blog/website.
Kronologinya : Saya pernah membaca sebuah argumen seorang blogger, sebut saja Ponijo. Si Ponijo ini nampaknya sudah khatam betul soal website. Tapi aneh! Menurut sang Ponijo, bahwa sitemap HTML itu nggak penting.
Tulisannya kurleb begindang :
“Mbah google kan butuhnya sitemap berekstensi XML, sedangkan membuat sitemap (daftar isi) di blog/website itu hasilnya berekstensi HTML. Kira-kira matching nggak, tuh?. Bagi saya sih sitemap kek gini nggak penting.. xixixi” , Tulis Ponijo.
Ahk jadi pengin saya sentil nih hidungnya si Ponijo.. 😁
Ini anggapan yang keliru ya. Saya punya pemahaman yang berseberangan dengan si Ponijo. Monmaap nih, dari argumennya bisa dipetakan kalau si Ponijo sepertinya belum mengerti perbedaan sitemap XML dan HTML pada blog/website.
Nah itu kejutan, menarik yekan untuk diobrolkan!
Jika ada yang masih bingung tentang perbedaan sitemap XML dan HTML seperti si Ponijo. Baca artikel ini sampai selesai ya. Sebab artikel ini akan membahas perbedaan sitemap XML dan HTML pada blog/website.
Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa Sitemap (Peta situs) ada dua kategori, yaitu sitemap XML dan sitemap HTML.
Omong-omong sudah tahu kan, dari kedua sitemap ini yang harus di submit ke google webmaster?? Yaps, betul sitemap XML. Tapi bukan berarti sitemap HTML nggak penting lho Ponijo!
Memang jika ditelusuri secara rinci dan mendetail, sitemap XML dan sitemap HTML sangat jelas memiliki perbedaan, namun kedua sitemap tersebut sama-sama memegang peranan penting di dalam sebuah website.
Bisa dikatakan sitemap HTML dan XML ibarat dua sisi mata uang, saling terintegrasi dan tak bisa dipisahkan.
Jadi gini lho Ponijo! 😁
Kalau berbicara tentang dunia website, selalu ada dua sisi yang berbeda. Perhatikan!
Sisi pertama adalah sisi yang ditampilkan secara visual, atau seperti yang terlihat saat kita membuka sebuah website. Dan di sinilah dibutuhkan fungsi sitemap HTML dengan Cara membuat sitemap otomatis di blog/website.
Sedangkan sisi kedua adalah sisi yang berada di balik seluruh konten website yang tidak bisa dilihat oleh semua orang. Nah di sinilah dibutuhkan fungsi sitemap XML dengan Cara Submit Sitemap.xml ke Google Webmaster
.
Sampai di sini sudah paham kan, Ponijo? Jika belum paham, ulangi baca dari atas. Bagi yang sudah paham mari kita lanjutkan karena kita belum masuk ke inti pembahasan.. hehh.
Apa perbedaan SiteMap XML dan HTML?
Sebelum melihat perbedaan sitemap XML dan sitemap HTML, sebaiknya kita pahami dulu dasar-nya (basic).
Perbedaan XML dan HTML adalah :
📍XML
📍HTML
XML singkatan Extensible Markup Language
HTML singkatan Hypertext Markup Language
XML menyediakan sebuah kerangka kerja (framework) untuk menentukan bahasa markup
HTML merupakan bahasa markup standar
XML merupakan tipe bahasa Case Sensitive atau peka terhadap besar dan kecil
HTML merupakan tipe bahasa Case insensitive atau tidak peka terhadap besar dan kecil kalimat
Informasi terstruktur
Informasi tidak terstruktur
XML spasi bisa dipertahankan
HTML tidak dapat mempertahankan spasi
XML harus menggunakan tag penutup
HTML tag penutup bisa diberikan atau tidak (optional)
Pada XML urutan (Nesting) harus dilakukan dengan benar
Pada HTML urutan (Nesting) tidak terlalu diperhitungkan
XML tidak boleh ada error
HTML Error kecil dapat diabaikan
XML untuk transfer data (informasi)
HTML menyajian data (informasi)
Setelah kita mengetahui perbedaan XML dan HTML, selanjutnya mari kita lihat perbedaan sitemap XML dan sitemap HTML pada blog/website.
Berikut perbedaan sitemap XML dan HTML pada blog/website. Silakan lihat tabel di bawah ini :
Sitemap XML
Sitemap HTML
📍Definisi Secara Umum
Sitemap XML adalah daftar isi blog yang digunakan oleh search engine atau mesin pencari seperti Google, Bing, Yandek, dll.
Sitemap HTML adalah daftar isi yang berfungsi menampilkan semua judul artikel pada blog yang nantinya dapat dilihat oleh pengunjung.
📍Ekstensi File
Sitemap XML berekstensi file.xml
Sitemap HTML berekstensi file.html
📍Kegunaan
Sitemap XML dibuat untuk Search Engine
***
Sitemap XML biasanya berisi metadata sepeti kapan terakhir kali URL di-update, seberapa cepat perubahan berlangsung, alamat URL, sekumpulan link menuju halaman suatu website dsb.
Sitemap HTML dibuat untuk Website Users
***
Sitemap HTML berisi link yang menuju ke halaman utama sebuah website seperti Contact Us atau Shoping Cart.
📍Fungsi
Sitemap XML berfungsi untuk mempercepat proses indexing.
Sitemap HTML berfungsi untuk mempermudah user membuka website.
📍Fokus
Sitemap XML fokus untuk optimasi di luar tampilan website, seperti SEO (Search Engine Optimization) dan crawling.
Sitemap HTML fokus untuk optimasi tampilan visual website.
📍Support
Sitemap XML disupport oleh konten.
Sitemap HTML disupport oleh format.
📍Mekanisme
Sitemap XML bekerja di balik layar
Sitemap HTML tampil di layar.
Dari tabel di atas, sebetulnya sudah cukup jelas perbedaan Sitemap XML dan HTML pada blog/website.
Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa Sitemap XML dibuat untuk mesin pencari (Search Engine) seperti Google. Sedangkan Sitemap HTML dibuat untuk pengunjung website.
Itulah perbedaan sitemap XML dan HTML yang “wajib” ada pada sebuah blog/website.
Dan agar saya juga tidak dianggap sok tahu, sama si Ponijo *haha*. Berikut ini saya lampirkan sebuah pernyataan dari Matt Cutts yang merupakan Kepala dari Tim Google Webspam.
Ketika ditanya mana yang lebih penting antara Sitemap XML dan HTML?
Matt Cutts menjawab “Sitemap HTML”. Sitemap HTML membantu pengunjung website (pembaca) dan Search Engine untuk menelusuri sebuah website. Sitemap HTML adalah hal yang sangat berguna dan penting untuk memilikinya.
Jadi kalau masih ada blogger yang bilang sitemap HTML itu nggak penting, kemungkin dia nggak mengerti perbedaan sitemap XML dan HTML.
Perlu diketahui sebetulnya tujuan utama Sitemap XML bukanlah untuk mengoptimasi SEO, melainkan mempermudah penjelajahan di sebuah website.
Namun karena hal tersebut mempengaruhi SEO, maka keberadaan Sitemap XML memiliki pengaruh yang besar pada optimasi SEO website.
Intinya adalah sitemap XML dan HTML memang jelas berbeda, tapi posisinya sama-sama penting. Dalam sebuah website sudah pasti harus ada sitemap HTML dan XML dengan tujuan SEO (Eh SEO lagi, malas ahk ngomongin SEO.. haha).
Terlepas dari semua itu, menurut saya sih hal pertama dan paling utama dalam blog/website adalah konten. 😊
Namun sebagai usaha daya upaya ikhtiarnya atau apapun itu namanya.. hehe, kita sebagai pemilik blog/website perlu memahami perbedaan sitemap XML dan HTML.
Semoga artikel ini bisa bermanfaat, sekaligus menambah wawasan bagi sobat khususnya yang belum tahu.
Oh, jangan sungkan ya untuk memberikan komentar, kritik, uneg-uneg dan masukan. Dengan senang hati akan saya tampung sebagai bahan pelajaran untuk lebih baik. Terima kasih
Cara Submit SiteMap ke Google Webmaster – Kesempatan kali ini saya akan membagikan salah satu rahasia Blogspot, yaitu bagaimana cara submit sitemap ke Google Webmaster / Google Search Console.
Tutorial cara submit sitemap ke Google Webmaster ini sangat berguna khuususnya bagi sobat pemula. Yaps, agar artikel yang kita buat bisa cepat terindex di search engine.
Namun sebelum membahas lebih jauh tentang cara submit sitemap ke Google Webmaster, ada baiknya saya mengawali pembahasan dari dasar.
Sebagai pemilik blog/website, siapa sih nggak mau artikelnya bisa bertengger di pejwan alias halaman pertama google? Ehm, jangankan masuk di pejwan. Melihat tulisan bisa mejeng di search engine saja, saya sudah cukup bahagia sebetulnya.
But wait!! Jangan ngarep deh artikel bisa masuk di pejwan kalau belum men-submit sitemap ke google webmaster. Itu sih sama saja ngarepin kucing beranak kadal, mustahil. 😁
Logikanya gini, bagaimana caranya artikel kita bisa masuk ke halaman pertama google, sementara mbah google saja tidak mengenal situs kita kok. Lucu kan ya? Secara otomatis artikel kita akan susah terindeks.
Itulah alasan betapa pentingnya men-submit sitemap ke google webmaster, yang sedang kita obrolkan ini.
Perlu diketahui, di sini saya tidak membicarakan tentang teknik SEO (Search Engine Optimization) atau semacamnya. Tetapi saya akan mencoba mengulik kembali manfaat dari SiteMap atau peta situs itu sendiri.
Secara umum manfaat sitemap adalah untuk mempercepat index di mesin pencari google. Selain itu bisa meningkatkan “page views” dan mengurangi “bounce rate”. SiteMap juga bisa membantu dalam mendongkrak SEO (halah kok SEO muncul lagi.. hehh).
Mengingat betapa pentingnya SiteMap ini, maka kita pun (((wajib))) memasang SiteMap atau peta situs blog kita ke Google Webmaster. Untuk apa?? Ya itu tadi, sebagai salah satu langkah menuju SEO (aduhh SEO lagi, SEO lagi.. hehh).
Ini pengalaman saya dulu lho! Awalnya saya cuek sama si SiteMap. Karena saya pikir Blogspot itu kan produknya si Google, jadi tanpa kehadiran si SiteMap pun pastilah cepat dikenali dan diideks olehnya.
Masa iya mbah Google tega sih nggak mengenali URL di produknya sendiri? Walhasil, artikel yang saya buat tidak muncul di search engine. *dodolnya diriku!
Setelah membaca ulasan di berbagai artikel. Salah satu cara agar artikel yang kita buat bisa cepat terindeks oleh google, yaitu dengan cara submit sitemap ke Google Webmaster.
Ehm, antara “SiteMap” dan “Google Webmaster”!!
FYI, SiteMap (Peta Situs) ada dua kategori. Yaitu sitemap HTML dan sitemap XML. Kedua sitemap tersebut memiliki perbedaan. Silakan baca apa Perbedaan Sitemap XML dan HTML pada website.
Sedangkan, sitemap XML dibuat untuk membantu mesin pencari google dalam proses indexing. Jadi dalam konteks ini sitemap XML lah yang perlu kita submit ke google webmaster.
Apa itu SiteMap XML?
SiteMap XML adalah sebuah file berekstensi .xml (bukan ekstensi .htlm) yang memuat daftar dari seluruh artikel sebuah blog/website. Strukturnya terdiri dari judul dan URL saja.
SiteMap XML inilah yang menjadi rujukan bagi search engine dalam melakukan crawling untuk mendeteksi konten sebuah blog/website. Dengan demikian, proses indeks menjadi lebih cepat dan tidak ada halaman URL yang terlewatkan oleh robot crawler (spiderbot).
Selain itu, SiteMap XML pula yang membuat Google bisa menampilkan halaman website ketika dicari oleh pengguna di internet.
Eh! Thanks to the internet barusan saya jadi tahu, saat menulis draft artikel ini saya juga googling dan menemukan informasi bahwa Sitemap diperkenalkan oleh Google pada tahun 2005 lho!
Saat ini Google, Yahoo, Ask, dan Bing bergabung untuk mendukung protokol sitemap berupa XML. Sehingga sitemap XML telah menjadi sebuah protokol standar mesin pencari pada setiap search engine.
Lalu, bagaimana cara membuat SiteMap XML?
Berikut cara membuat SiteMap XML yang bisa kita gunakan. URL utama sitemap XML untuk postingan, cukup menambahkan sitemap.xml di akhir URL blog.
Formatnya :
https://ricohaloho.blogspot.com/sitemap.xml
Selain itu, kita juga dapat membuat jenis sitemap tambahan, dengan cara menambahkan kode berikut di akhir URL blog. Seperti :
sitemap-page.xml
feeds/posts/default?orderby=updated
atom.xml
SiteMap XML untuk postingan halaman statis (page). Formatnya :
Sebagai catatan, sitemap ini berlaku hanya untuk 500 postingan pertama saja ya. Jika memiliki lebih 500 postingan, tambahkan lagi sitemap untuk postingan selanjutnya. Formatnya :
Note : Silakan ganti ricohaloho.blogspot.com/ dengan alamat blog masing-masing.
Setelah kita membuat SiteMap XML blog kita selanjutnya silakan di submit ke Google Webmaster.
Bagaimana cara submit SiteMap ke Google Webmaster?
Cara submit sitemap ke google webmaster ini sangat mudah. Saking mudahnya banyak juga yang nggak tahu, termasuk saya. Tapi itu dulu.. :)
Berikut ini cara submit sitemap ke Google Webmaster :
Hal pertama yang harus dilakukan yaitu mendaftarkan blog terlebih dulu di Google Webmaster. Saya asumsikan sudah memiliki akun ya di Google Webmaster (kalau belum silakan daftar dulu). Selanjutnya :
➤ Login ke akun Google Webmaster/ Google Search Console
➤ Pada Dashboard bilah sebelah kiri, klik menu Sitemaps (Peta situs)
➤ Lalu akan ada kotak isian, masukan URL Sitemap XML sesuai format di atas.
➤ Klik tombol “Submit”. Lalu, refresh!
Jika ingin submit lebih dari satu jenis sitemap XML, lakukan dengan hal yang sama. Jika berhasil maka kita akan menerima pemberitahuan “Sitemap Submitted Successfully”.
➤ Done!
Sampai sini kita sudah berhasil submit sitemap ke Google Webmaster/Google Search Console. Gimana, gampang banget kan sob?
Tunggu!!!
Apakah URL sitemap di atas semuanya wajib di submit ke google webmaster? TIDAK. Kita cukup men-submit URL utama sitemap.xml saja. Jenis sitemap tambahan di atas hanya back-up untuk berjaga-jaga.
Jadi, jika URL utama sitemap.xml mengalami keterlambatan index maka sitemap tambahan tadi bisa digunakan sebagai penggantinya.
Namun ada juga pakar menyarankan lebih dari satu sitemap agar artikel lebih cepat terindeks. Terserah sih, menurut saya cukup satu jenis sitemap saja, yang penting tidak “error”. 😄
Sekian dulu pembahasan tentang cara submit Sitemap ke Google Webmaster. Semoga artikel ini bermanfaat. Selamat mencoba! Terima kasih
Cara Membuat SiteMap Otomatis di Blog/Website – Waktu luang kali ini saya akan berbagi, bagaimana cara membuat sitemap otomatis di blog/website.
Disclaimer : Artikel ini membahas cara membuat sitemap otomatis di blog/website pada platform Blogspot. So, jika platform blogging yang sobat gunakan adalah Blogspot, silakan baca sampai selesai ya! Karena ini penting banget.. L.O.L
Tutorial cara membuat sitemap otomatis di blog ini merupakan salah satu tips sederhana SEO (Search Engine Optimization) yang perlu diperhatikan secara serius oleh pemilik blog/website.
Oh iya, saya mau ngaku dosa dulu. Sebetulnya jika melihat ke diri sendiri, saya belum terlalu berani untuk speak up soal SEO. Karena saya masih merasa ilmu saya belum pantas untuk cuap-cuap apalagi sampai menggurui seperti ini.
Tapi di sisi lain, saya juga mau dong membuat tutorial di blog. Biar orang-orang pikir saya paham SEO. Iya, biar kelihatan jago kyak ada ilmunya gitu *haha*. Jadi, tolong hargai usaha saya. 🤭
OK then, let’s get started..
Apa itu SiteMap?
Menurut [ Wikipedia ], SiteMap adalah salah satu alat bantu untuk mempermudah dalam pengenalan peta situs di dalam website. Apabila diterjemahkan, SiteMap artinya peta situs.
Bisa dikatakan, SiteMap (peta situs) merupakan kumpulan link URL halaman posting suatu blog yang telah dikelompokkan berdasarkan labelnya/kategori. SiteMap disebut juga dengan daftar isi artikel di sebuah blog/website.
Platform Blogspot sendiri sudah menyediakan SiteMap, namun menurut saya SiteMap default Blogspot terlihat biasa saja dan kurang menarik. Karenanya perlu untuk didandani atau direkonstruksi dengan cara membuat sitemap otomatis di blog/website.
Apa manfaat membuat SiteMap di Blog/Website?
Manfaat membuat sitemap di blog/website :
Untuk mempercepat Indeks. Jadi, dengan cara membuat sitemap di blog/website, maka search engine akan lebih mudah mengidentifikasi data URL/isi dari situs atau blog kita. Sehingga, blog kita akan lebih cepat terindeks di mesin pencari Google.
Selain itu, manfaat SiteMap adalah untuk mendongkrak SEO di blog. Jadi, dengan cara membuat sitemap di blog/website. Maka blog akan dinilai lebih terstruktur dan bisa membuat situs atau blog lebih SEO friendly.
Tak hanya itu, dengan cara membuat sitemap di blog/website ini bisa meningkatkan “page views” dan mengurangi “bounce rate” dari situs atau blog kita.
Itu sih kata mereka yang ahli SEO, bukan kata saya lho. Kalo saya sih, nggak ngerti apa-apa.
Djujur! Tujuan awal saya membuat sitemap (daftar isi) otomatis di blog adalah tak lain dan tak bukan, sebagai navigasi untuk mempermudah user saat mencari artikel berdasarkan label (kategori) yang ada di situs atau blog saya ini.
Logikanya gini, SiteMap (peta situs) layaknya sebuah daftar isi dalam buku. Dengan cara membuat sitemap di blog/website, harapannya sih agar user dapat dengan mudah untuk menemukan artikel apa yang sedang mereka cari.
Sebagai contoh bisa kalian lihat SiteMap Blog ini (di atas foto profil/sebelah kanan) atau silakan klik tombol di bawah.
Mengingat betapa pentingnya SiteMap ini. Timbul lah niat menulis thread dengan judul “Cara membuat sitemap otomatis di Blog/Website”, yang sedang kita obrolkan ini.
Menariknya, SiteMap yang akan saya bagikan kali ini memiliki fitur yang sangat komplit. Jadi ketika kita memposting artikel terbaru, SiteMap secara otomatis akan terupdate menampilkan judul postingan sesuai dengan label yang ada.
Postingan terbaru akan secara otomatis masuk dalam daftar isi, jadi kita tidak perlu repot memasukkan satu persatu. Sehingga dapat memberikan ruang informasi kepada user untuk mengetahui postingan terbaru di blog kita.
Secara otomatis hal ini juga akan menginformasikan ke search engine bahwa blog kita masih dikelola dengan baik dan masih terus memberikan manfaat kepada banyak orang.
Multifungsi yah! Artinya selain tampilan visual blog kita udah keren, kredibel blog kita juga diakui sama mbah google, wow!!
Lalu jika saya ditanya, apakah SiteMap penting dan harus ada di sebuah blog/website?
Kalo saya sih, YES!! Tahu deh yang lain. Tergantung yang punya situs atau blog lah. Buat sebagian orang mungkin nggak penting, tapi buat saya penting. Apalagi setelah saya mengetahui manfaat membuat sitemap di blog/website, ahh penting banget woii! 🤣
Tapi ya, terserah sih mau pakai sitemap apa nggak (bodo amat.. haha), yang penting saya udah ngasih kode lho di sini.
Nah bagi adik-adik yang tertarik dan peka sama kodenya abang *haha*. Berikut ini, ada tiga versi SiteMap otomatis di blog/website yang recommended bagi sobat pengguna Blogspot. Check it out :
SiteMap otomatis di blog/website Versi-1 :
Sitemap ini menampilkan sebuah susunan label blog, jika label di-klik maka akan muncul semua artikel yang ada pada label tersebut. Ini sih keren, asli!
.tabbed-toc ul,.tabbed-toc ol,.tabbed-toc li {margin:0;padding:0;list-style:none;}
.tabbed-toc .toc-tabs {width:20%;float:left;}
.tabbed-toc .toc-tabs li a {display:block;font:normal bold 12px/28px Helmet,Freesans,Sans-Serif;overflow:hidden;text-overflow:ellipsis;color:#fff;text-transform:uppercase;text-decoration:none;
.tabbed-toc .toc-tabs li {display:inline;float:left;}
.tabbed-toc .toc-tabs li a,.tabbed-toc .toc-tabs li a.active-tab {background-color:#2f77bd;box-shadow:2px 0 7px rgba(0,0,0,.4);}
.tabbed-toc .toc-tabs li a.active-tab {background-color:white;color:#333;}
.tabbed-toc .toc-content {border:none}
.tabbed-toc .toc-line,
.tabbed-toc .panel li time {display:none}
.tabbed-toc .panel li a{height: auto;}
</style>
<div class="tabbed-toc" id="tabbed-toc">
<span class="loading">Memuat…</span></div>
<script>
var tabbedTOC = {
blogUrl: "hhttps://ricohaloho.blogspot.com/", // Blog URL
containerId: "tabbed-toc", // Container ID
activeTab: 1, // The default active tab index (default: the first tab)
showDates: false, // `true` to show the post date
showSummaries: false, // `true` to show the posts summaries
numChars: 200, // Number of summary chars
showThumbnails: false, // `true` to show the posts thumbnails (Not recommended)
thumbSize: 40, // Thumbnail size
noThumb: "data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAAAEAAAABCAIAAACQd1PeAAAAA3NCSVQICAjb4U/gAAAADElEQVQImWOor68HAAL+AX7vOF2TAAAAAElFTkSuQmCC", // A "no thumbnail" URL
monthNames: [ // Array of month names
"Januari",
"Februari",
"Maret",
"April",
"Mei",
"Juni",
"Juli",
"Agustus",
"September",
"Oktober",
"November",
"Desember"
],
newTabLink: true, // Open link in new window?
maxResults: 99999, // Maximum post results
preload: 0, // Load the feed after 0 seconds (option => time in milliseconds || "onload")
sortAlphabetically: true, // `false` to sort posts by published date
showNew: 7, // `false` to hide the "New!" mark in most recent posts, or define how many recent posts are to be marked
newText: ' – <em style="color:red;">New!</em>' // HTML for the "New!" text
Berbeda dengan sitemap versi-1, Sitemap ini langsung menampilkan label blog dan semua artikel yang ada pada label tersebut. Artikel akan tersusun rapi sesuai label.
Udah ahk! 3 script itu saya rasa sudah cukup ya sebagai referensi. Semuanya sudah saya coba dan SiteMap -nya berhasil tampil di blog ini.
Gimana sob, keren nggak? Ehm, apa cuma saya yang lihat ini keren. 😆
Bagaimana cara membuat SiteMap otomatis di Blog/Website?
Berikut cara membuat sitemap otomatis di Blog/Website :
➤ Masuk ke Dashboard Blogspot
➤ Pilih “Halaman/Laman”
➤ Klik “Halaman baru” (ingat bukan postingan lho!)
➤ Tulis Judul “SiteMap” , “Peta Situs” atau “Daftar Isi”. Dan buat kalimat seperlunya (Opsional)
➤ Ganti mode penulisan dari “Compose” menjadi “HTML”
➤ Copy salah satu script SiteMap yang kalian suka, dan Paste -kan Script tersebut pada halaman kerja kalian di mode HTML.
➤ Simpan dan langsung publikasikan tanpa pratinjau.
➤ Selesai
Demikian pembahasan tentang cara membuat SiteMap otomatis di Blog/Website.
Dan agar saya tidak dianggap sok tahu, perlu kalian ketahui bahwa script code di atas saya ambil dari berbagai sumber di internet.
Silakan dicoba ya sob! Konon dengan cara membuat sitemap di blog/website, bisa membuat blog kita akan lebih baik dari sebelum-sebelumnya.
Tunggu! Apakah membuat sitemap di blog/website dengan model di atas benar-benar bisa membuat blog kita jadi lebih SEO Friendly?
Hadeuhh, pertanyaannya serius banget yah! Kan tadi udah saya bilang kalo saya ini bukan jago SEO.. hihi.
Sebelum saya membuat SiteMap di blog ini, visitor -nya sangat sedikit (paling juga 1, 2. Eh 3 deng biar lebih banyakan). Puji Tuhan, setelah membuat SiteMap, visitor blog saya tetap segitu. 😄
Jadi silakan disimpulkan sendiri ya Ronaldo!
Oh iya, kalau belum paham nggak perlu dibaca berulang-ulang juga, apalagi sampai menghafal script -nya (kecuali ya, kalau kalian mau diet sehat.. haha)
Cara Membuat Tombol Spoiler di Blog/Website – Waktu luang kali ini saya akan berbagi bagaimana cara membuat tombol spoiler atau tombol buka tutup (show/hide) di blog/website.
Tutorial cara membuat tombol spoiler di blog/website ini penting khususnya sobat newbie, agar tampilan blognya lebih menarik gitu.
Namun sebelum membahas lebih jauh tentang cara membuat tombol spoiler di blog/website. Sebaiknya kita pahami dulu pengertian “spoiler”. Mengingat istilah ini banyak bertebaran di media sosial.
So, bagi yang belum tahu silahkan disimak agar tidak keliru (yang sudah tahu, CMIIW ya!).
OK then, let's get started.. :)
Apa itu Spoiler?
Menurut [ Wikipedia ], Spoiler adalah tulisan atau keterangan mengenai suatu cerita, yang membeberkan jalan cerita tersebut. Bahasa Indonesianya adalah “beberan/bocoran”.
Namun jika kita telusuri secara mendetail, kata “Spoiler” berasal dari bahasa Inggris yaitu “Spoil” yang artinya merusak atau mengganggu. Maka, Spoiler artinya perusak atau pengganggu.
Setelah mengetahui definisi “Spoiler”, mungkin bagi pembaca yang awam akan sedikit mengerutkan kening dan bertanya-tanya. Apa sih arti spoiler yang sebenarnya? (Beberan atau Perusak?)
Ehh, udah kayak pilihan berganda ya. Cuma kali ini jawabannya, semua benar! 😁
Jadi gini, sebetulnya istilah “spoiler” ini memiliki makna yang beragam sih, tergantung dari sudut mana kita mengartikannya.
Pengertian spoiler dari segi media, silahkan tekan tombol spoiler di bawah ini!
Arti SPOILER dari segi Media :
Kalo dari segi media, spoiler adalah sebutan untuk orang yang suka membocorkan jalan cerita dari sebuah film, buku, musik, atau serial televisi yang baru muncul dan banyak dinantikan publik. Ini yang disebut spoiler = perusak.
Misalnya, tanpa prolog kadang si tukang spoiler ini udah nyerocos bercerita tentang ending dari sebuah cerita (sebut saja drakor).
Malas juga sih lihat mahluk tipe kyak gitu. Jadi kurang seru, feel -nya jadi nggak dapat deh, karena udah diceritain duluan.
Makanya kalo kalian perhatikan di media sosial, wajar bila si tukang tebar spoiler ini sangat dibenci banyak orang. Mungkin juga kamu salah satunya yang dilabelin tukang spoiler. Ee! *mulai dah julit
But, wait! Jangan asal ngomong spoilar spoiler deh. Beda kasus kalo kamu yang nanya duluan. Itu sih namanya bukan spoiler, tapi KEPO. Plakk!! *dilempar pake bakiak 🤣
Nah sekarang sudah tahu kan, spoiler itu artinya apa? Ingat-ingat ya. Jangan sampai saban hari tiarap di media sosial, tapi ilmunya nggak ada. Masa arti spoiler saja nggak tahu. SKIP!!
Itu pengertian spoiler dari segi media, namun waktu luang kali ini saya akan membahas tentang spoiler dari sudut yang berbeda, yaitu dari segi Informasi Teknologi atau lebih spesifik di dunia blogging/website.
Bicara tentang spoiler dari segi Informasi Teknologi, bukan berarti menceritakan film yang udah kita tonton ke teman-teman (Oalah kagak danta!).
Dari segi Informasi Teknologi, Spoiler adalah sebuah fitur dimana kita bisa menyimpan atau menyembunyikan sebagian konten di sebuah artikel.
Bisa dikatakan, tombol spoiler adalah sebuah tombol buka dan tutup (show & hide) yang dapat menyembunyikan suatu konten berupa teks, script, gambar atau video.
Konten akan muncul jika pembaca artikel (user) meng-klik tombol spoiler tersebut. Sebaliknya, konten akan tersembunyi jika pembaca artikel (user) meng-klik ulang tombol spoiler tersebut.
Itulah menariknya topik yang sedang kita obrolkan ini. Unik ya kan!
Berikut contoh tombol spoiler atau tombol buka tutup di blog/website. Artinya ketika kita klik tombol “lihat spoiler”, maka teks akan muncul.
Silahkan klik tombol spoiler di bawah ini!
FYI, Penggunaan spoiler pada awalnya dipopulerkan di situs forum seperti Kaskus, Indowebster, dan forum online yang menggunakan Vbulletin lainnya.
Di sana disediakan fitur yang bisa kita gunakan dengan hanya menekan tombol “Add Spoiler” yang tersedia pada menu panel posting.
Namun seiring dengan merambaknya kepopuleran dunia blogging, penggunaan spoiler juga seringkali diterapkan oleh pemilik blog/website di postingan artikel, termasuk saya.
Bagi sobat Kaskuser misalnya, pasti tidak asing lagi dengan yang namanya spoiler ini ya kan?
Saya sendiri terinspirasi dari fitur spoiler yang ada di Kaskus. Meskipun saya tak pernah membuat thread di sana (Kaskus), tapi saya merasa tertantang dengan fitur spoiler ini. Sepertinya layak untuk dicoba, keren.
And than.. saya pun tertarik untuk mengaplikasikannya di blog saya ini. SKIP!!
*Silahkan sembunyikan lagi konten dengan meng-klik ulang tombol spoiler.
Lalu, mungkin akan timbul pertanyaan baru, apa sih gunanya spoiler? Ngapain sih harus pakai spoiler?
Baik, akan saya coba jawab.
Apa fungsi Spoiler?
Fungsi spoiler adalah :
✔️ Untuk menyembunyikan sebagian konten yang terlalu panjang/lebar agar terlihat rapi.
✔️ Untuk menghemat space artikel agar lebih praktis dan keren.
✔️ Untuk menghemat kuota pembaca.
✔️ Untuk mempercepat proses loading page, terutama konten yang bandwith killer (ukuran besar) seperti gambar atau video.
✔️ Untuk membagikan kejutan kepada pengunjung blog kita berupa teks, gambar, atau hal menarik lainya.
✔️ Atau bahkan spoiler bisa juga digunakan untuk menipu (jangan yah!). Misalnya, disebutkan Ariel dan Cut Tari lagi “anu”, eh.. pas di-klik ternyata Dinar Candy lagi ngegosip, misalnya ya misal. *Mau dong digosipin sama Dinar Candy 🤣
Banyak kan manfaat tombol spoiler di blog/website. Makanya kalo sekiranya artikel yang saya tulis sudah kepanjangan, artikelnya akan saya bonsai (diceperin), ya diakalin gitu dengan cara membuat tombol spoiler di Blog/Website.
Nah yang jadi masalahnya, platform blog seperti Blogger dan Wordpress tidak menyediakan fitur spoiler seperti yang ada di Kaskus. Untuk bisa membuat tombol spoiler pada posting blog, harus digunakan kode-kode khusus, yang cukup panjang.
Jadi, gimana udah jago main kode-kodean? Baguslah!
Kalo sudah jago main kode-kodean sih, menariknya tombol spoiler ini bisa dimodifikasi dan dikreasikan sesuka hati agar postingan semakin menarik.
Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Langsung saja yuk meluncur ke TKP!
Bagaimana cara membuat tombol spoiler di blog/website?
Untuk membuat tombol spoiler atau tombol buka tutup (show/hide) di postingan Blog/Website. Silahkan kalian gunakan daftar listing code di atas dan pasang kode tersebut kedalam artikel blog kalian.
Edit tulisan "CARA MEMBUAT TOMBOL SPOILER ATAU TOMBOL BUKA TUTUP (SHOW/HIDE) DI BLOG/WEBSITE – Rico Sihaloho" yang ada pada script, dan ganti dengan konten kalian.
Ingat! Cara pemasangan kode ini kalian harus menyimpannya di bagian mode “HTML” bukan di “Compose” yah.
Oh iya, perlu dipertimbangkan ada beberapa kelemahan jika menggunakan spoiler ini. Silahkan klik tombol di bawah ini !
➤ Konten di dalam spoiler kemungkinan akan terlewatkan (tidak dibaca). Karena tidak semua pengunjung mengerti cara membuka spoiler (Warga +62 masih banyak yang gaptek cuyy!).
➤ Ada juga pengunjung yang takut kalau meng-klik spoiler, mungkin dikira link. Ini ada kaitannya sama si gaptek.
➤ Ada juga pengunjung malas buka spoiler. Ah you know lah, minat baca generasi micin! Jangankan meng-klik tombol spoiler, artikel penting sekalipun meski kita sodorkan ke depannya boro-boro mau baca. 😁
➤ Untuk spoiler ini, saya belum tahu pasti, apakah mesin pencari juga dapat mengindeks konten dalam spoiler atau tidak. Jadi bagi sobat yang tahu, silahkan komen di bawah.
➤ Dan lainnya (bisa sobat tambahkan dengan menulis di kolom komentar).
Sampai di sini dulu pembahasan tentang cara membuat tombol spoiler di Blog/Website. Kalo ada masukan, kritikan, unek-unek silahkan berkomentar yah!
Semoga tutorial cara membuat tombol spoiler ini bisa bermanfaat bagi siapapun yang ingin mempercantik blog-nya. Thanks!
Waktu Dan Energi Juga Investasi – Postingan ini tidak penting, sama seperti postingan sebelumnya yang hanya berisi curcol saya yang sama sekali tidak penting. Namun meski begitu, saya ingin tetap menuliskannya.
Jadi ya, bagi reader yang tak mengenal saya secara personal, atau bagi yang kenal tapi nggak begitu peduli, mending skip this post and save your time. Waktu dan energi juga investasi lho.
Sedangkan bagi yang kenal sama saya, yang diam-diam suka ngintip postingan saya (munafik dan nggak peka), tapi kepo nya luar biasa *hehh*. Nggak apa-apa dibaca buat bahan gibah kalian.
Sementara bagi reader yang mengenal saya dan peduli (entahlah, mahluk tipe ini masih ada atau sudah punah) silahkan dibaca sampai selesai. Tapi kalo sudah dibaca, jangan lupa kasih saran di kolom komentar yah!
Khususnya bagi blogger yang sedang melakukan tour blogwalking. Silahkan berinvestasi di blog saya ini. Caranya? Cukup berkomentar sesuai ketentuan (lihat di bawah postingan). Karena secara tidak langsung kamu akan dapat blacklink gratis lho. Waktu dan energi juga investasi yakan!
Yang udah baca sampai paragraf ini, jangan kecewa, karena kita belum masuk ke pokok pembahasan. 😄
Back to the beginning..
Waktu luang saat yang tepat untuk merenung dan intropeksi diri. Nampaknya saya pun harus melakukan hal yang sama. Mengingat semua perjalanan yang pernah dilalui di tahun sebelumnya. Jika menilik ke belakang banyak yang bisa dijadikan pelajaran.
Seperti halnya judul thread kali ini, waktu dan energi juga investasi. Mungkin akan terdengar agak sedikit ngehe yah, tapi ini saat yang tepat untuk mengaplikasikannya.
Baik, biar kujelaskan dengan lebih sederhana bagaimana saya bisa menyebutkan“waktu dan energi juga investasi”.
Apa itu investasi??
Secara umum, investasi adalah penanaman modal dengan jangka waktu tertentu demi memperoleh imbal balik yang lebih besar di masa depan.
Memang istilah investasi merupakan suatu yang berhubungan dengan aset ataupun uang (harta). Namun bukan hanya uang (harta) yang bisa disebut investasi.
Istilah investasi ini juga bisa diterapkan dalam hal lain, waktu dan energi misalnya. Menurut saya, waktu dan energi juga investasi.
Seperti yang sudah disinggung di atas, sederhananya bahwa berinvestasi memiliki tujuan untuk yang lebih bermanfaat. Sama halnya, waktu dan energi perlu dialokasikan untuk hal-hal yang bermanfaat. Saya menyebut ini sebagai investasi.
Dua hari yang lalu. Saya janjian untuk bertemu dengan teman satu kerjaan dulu di kedai kopi tidak jauh dari rumah.
Dalam perbincangan kami, temen meminta saya untuk ikutan reuni dengan dalih silahturahmi. Waktu, tempat dan biaya yang harus dikeluarkan selanjutnya akan di share by WhatsApp.
Tawaran itu saya tolak mentah-mentah. Iya saya tolak. Saya bilang saja, sibuk!
Belakangan ini memang tak sedikit ajakan, basa-basi ataupun sekedar sapaan dari beberapa orang yang kemudian saya abaikan. Terlebih lagi orang tersebut pernah cacat perilaku di mata saya.
Saya memutuskan untuk mengabaikan mereka. Karena menurut akal sehat saya, investasi saya terlalu besar untuk mereka yang berdampak minim pada hidup saya.
Bukan hanya pada diri saya saat ini, tapi juga di masa depan saya. Saya tegaskan, khususnya orang yang reputasinya jelek di mata saya.
Saya sudah mengambil jarak dari kaum mereka yang seperti itu. Muak! Setidaknya, ini adalah upaya untuk menjaga kebaikan yang terkadang begitu rapuh untuk dipertahankan. Sekaligus upaya untuk mencintai diri sendiri.
Meskipun saya tidak terjun di bidang Entrepreneur. Tapi dulu saya sempat mempelajari poin–poin dasar dalam berinvestasi.
Pertama. Memiliki tujuan yang jelas (objective). Waktu dan energi juga investasi, ini penting!!
Apa tujuannya?? Untuk reuni atau silahturahmi saja kah? Ehm, jangan-jangan ajang pamer jabatan atau banda. Untuk sharing kah? Untuk bersenang–senang kah? Untuk debat kah? atau kemungkinan terburuk untuk nipu kah? Etc.
Kedua. Memahami resiko terburuk yang akan terjadi dikemudian hari. Dalam berinvestasi, imbal balik (return) dan risiko (risk) akan selalu beriringan.
Waktu dan energi juga investasi. Jika berteman dengan seseorang yang hanya meminta tolong, lalu pergi dengan sebuah kata “maaf”. Apakah investasi ini berhasil? TIDAK. Ini akan memperburuk situasi.
Atau jika bertemu dengan seseorang hanya untuk menyusahkan, menuntut, menggurui, menceramahi, atau melukai dengan kalimat halus *sindiran*.
Bahkan parahnya lagi hobi membanding-bandingkan pencapaiannya dengan kita, yang diselipkan dengan kata-kata motivasi ta*k kucing. Percuma! Buang–buang waktu dan energi, atau bahkan biaya.
Djujur saya tak pernah seperhitungan ini, namun dari pengalaman pahit yang saya alami dari sebagian orang. Akhir-akhir ini, saya memperhitungkan setiap aspek yang harus saya korbankan untuk akhirnya mau bersosialisasi dengannya atau bahkan untuk bertemu.
Di sini mungkin salah satu alasan mengapa beberapa orang menyebut saya menjadi pribadi yang berubah dari sebelumnya. Ada yang bilang “tertutup” (pintu kali ahk!), bahkan ada yang langsung menghakimi “sombong”.
Padahal bagi saya, itu adalah cara saya memilah dan memilih toxic people di kehidupan saya dan menyesuaikan pola hubungan saya dengan toxic people ini.
You know what i mean, kan? Maklumlah sekarang jaman udah banyak perubahan.
Saya rasa secara alamiah ini terjadi pada hampir setiap orang. Bagaimana orang-orang di sekitar hidup kita saat ini berubah komposisinya dengan sekian tahun silam misalkan.
Nggak usah jauh-jauh, coba perhatikan orang di sekitarmu. Yang tadinya hidupnya melarat, kampungan, sering merih, setelah kenal duit bisa saja berubah. Masalah? Nggak juga sebetulnya, hanya saja kita lebih baik tau diri deh.
Maksud saya apa?? Ya maksud saya di sini, silahkan berinvestasi dengan orang-orang yang tepat dan disaat yang tepat. Nggak mau kan, saban hari makan hati, disindir, diremehkan, atau bahkan dilecehkan *hehh*?
Tunggu! Lah bukanya makan hati (ampela) itu enak Co?? Ehm.. enak sih, tapi kalo hatinya diiris-iris, gimana? Hahh. *ah you know lah!
Ya intinya, selagi kamu masih nyaman bersosialisasi dengan seseorang, silahkan. Namun sekiranya udah kurang nyaman, mundur lah teratur. Ingat! Waktu dan energi juga investasi lho.
Walaupun cocoklogi saya ini kurang bisa diterima nalar (cocoklogi apa ngarang.. hehh), tapi saya yakin gambaran seperti ini nggak sampai membuat kening Anda mengerut.
Seperti halnya saya mengupayakan untuk tak terlalu mengerutkan kening, biar gak cepat keriput. Karena pastinya, jika sudah keriput maka saya mikir pahala saya udah banyak apa belum? Kalo sudah banyak, ya sudah mending mati dibanding di sisa usia harus gagal terus dalam berinvestasi. *Tjaaahhh!
Nah, itulah alasan pemilihan judul thread kali ini, waktu dan energi juga investasi. Sampai di sini dulu cuap-cuap kita malem ini. Terima kasih
- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact