Senin, 21 Oktober 2019

Empat Musuh Kopi

Empat musuh kopi – Ilmu ini termasuk bagian dari filosofi kopi yang saya pelajari belakangan ini.

Kirain cuman kamu doang yang banyak musuhnya. Ternyata kopi juga ada musuhnya lho! Ehe..

Sore itu, kebetulan Partner SC48 melakukan coffee testing yang sebenarnya tidak wajib saya ikuti. Saya ikut saja nimprung sebagai audiens. Mayan buat nambah ilmu, pikirku.

empat-musuh-kopi

Seperti biasa, selesai ritual manual brewing, lanjut ke sesi "communicating about coffee".

Demi alesan memenuhi kekepoan saya, hampir tak ada ulasan yang saya lewatkan. Disaat itulah saya pertama kali mendenggar “musuh kopi”. Menarik yekan untuk diobrolkan? 😊

Tentu saja musuh kopi ini perlu kita perhatikan. Khususnya bagi teman yang punya stok kopi di rumah, agar kopi kesayangan kita nggak cepet apek dan bau tengik.

Oh iya! Terlepas dari suasananya, teman-teman pernah nggak merasa kalo kopi yang kita seduh di rumah, tak senikmat kopi yang diracik di kedai Starbucks?

Saya sendiri sudah bereksperimen tentang hal ini. Kopi yang saya seduh di rumah, kok rasa dan aromanya nggak karuan. Harusnya kopi berbau layaknya kopi pada umumnya.

Tapi itu bener-bener aneh! Kok baunya kayak baju direndem 9 bulan 10 hari. Whoooekkk! Namun tetap saja habis saya telen!

Dari pembelajaran yang saya ikuti saat class perkopian tersebut. Sekarang saya jadi tahu, ternyata selain teknik seduh, ada juga faktor ‘X’ yang mempengaruhi cita rasa dan aroma kopi yang kita seduh, inilah yang disebut musuh kopi.

Musuh kopi (Enemies of coffee) merupakan faktor-faktor eksternal yang dapat mempercepat penurunan kualitas kopi pada saat resting time atawa saat penyimpanan kopi sebelum diseduh.

Salah satu penyebab kopi kurang nikmat, karena kopi tersebut sudah tidak fresh. Untuk itu, ke depannya biar lebih berhati-hati menyimpan kopi kesayangan kita di rumah ya gaes.

Kopi yang nikmat adalah kopi yang terjaga kesegaranya. Freshness dari kopi sangat lah penting karena kopi yang sudah tidak segar tentunya cita rasa dan aroma alaminya berkurang.

Secara umum, setelah di sangrai (roasting), biji kopi akan mulai kehilangan kesegarannya. Kalo kita ingin menyimpannya, biji kopi yang masih utuh akan bertahan kurleb 3-4 bulan setelah kopi di-roasting. Sedangkan kopi bubuk hanya bertahan paling lama 1-2 minggu.

Kopi-tidak-fresh-perhatikan-musuh-kopi
Manual Brewing

Dengan kata lain, kopi yang masih berbentuk biji akan tahan lebih lama dibanding kopi yang sudah dihaluskan (bubuk) itu pun jika kita menyimpan kopi dengan cara yang benar.

Oleh karenanya, sebagai penikmat kopi, sebaiknya kita harus mengetahui bagaimana menyimpan kopi yang baik dan juga harus mengenal beberapa musuh kopi yang dapat mempercepat penurunan kualitas dari biji kopi.

Kepoin yuk! Apa saja sih yang menjadi musuh kopi? Atawa apa saja sih yang harus dihindari dari kopi kesayangan kita, biar nggak cepet apek dan bau tengik?

Ada empat musuh kopi yang “wajib” kita ketahui diantaranya adalah suhu, kelembaban, udara dan cahaya.

Untuk lebih jelas, saya akan coba uraikan one by one. Cekidot :

1. SUHU

Faktor pertama yang mempengaruhi dari kualitas kopi adalah suhu. Sangat disarankan untuk jangan menyimpan kopi kesayangan anda di tempat yang panas (ruangan bersuhu tinggi).

Alesanya? agar kopi di dalam wadah tidak lembab (berembun) yang akan menyebabkan timbulnya jamur di dalam kopi. Tentu saja hal ini nantinya merusak biji kopi yang akan kita konsumsi.

So, jika kita ingin meletakkan kopi di meja dapur, pastikan tidak dekat oven atau kompor.

2. KELEMBABAN

Faktor kedua yang mempengaruhi dari kualitas kopi adalah kelembaban. Sangat disarankan jangan menyimpan kopi kesayangan anda di tempat yang lembab.

Kenapa? Karena kopi yang disimpan di tempat yang terlalu banyak kelembaban nantinya tidak mengeluarkan rasa dan aroma aslinya, atau flavornya akan "Off". Simpan kopi kesangan anda di tempat yang kering.

So, bukan ide yang bagus untuk menyimpan kopi di lemari es atau kulkas. Jangan yak!

3. UDARA

Faktor ketiga yang mempengaruhi dari kualitas kopi adalah udara. Sangat disarankan, segera masukkan kopi ke dalam wadah yang tertutup rapat atau canister yang memiliki seal kedap udara. Jangan dibiarkan terkena udara, karena rasa dan aroma kopinya bisa berkurang bahkan hilang.

So, setelah kita membuka kopi dari kemasannya, tutup lagi dengan rapat kemasan kopi yang sudah dibuka. Jangan biarkan kopimu masuk angin yak! :)

4. CAHAYA

Faktor terakhir yang mempengaruhi dari kualitas kopi adalah cahaya. Sangat disarankan kopi jangan terkena cahaya matahari. Sinar matahari yang langsung mengenai biji kopi akan menyebabkan biji kopi kepanasan (gerah), akibatnya kopi menjadi lembab dan ketika kemasan dibuka kopi akan berbau apek dan flavor aslinya tentu saja akan memudar.

So, jangan menyimpan (meletakkan) kopi di tempat cerah seperti di dekat jendela.

Coba perhatikan coffee shop di sekitar kita, mereka tidak pernah meletakkan biji kopi mereka tepat didepan kaca yang mengarah langsung ke matahari.

Starbucks misalnya, kopi-kopi yang dijual di sana tidak ada yang langsung bersentuhan dengan matahari atau dengan kata lain, Starbucks selalu meletakkan kopi yang dijualnya di dalam rak kopi yang berada disudut ruangan yang benar-benar tidak terkena matahari. Hal ini untuk mengindari paparan sinar matahari secara langsung.

Kira-kira seperti ittuhh..

Baik, itulah empat musuh kopi yang “wajib” kita ketahui ya gaes. Setidaknya dengan mengetahui musuh kopi ini, kita bisa mencegah penurunan cita rasa kopi. Agar kopi kesayang kita, atawa yang saya sebut "holly water" itu tetap segar dan lejatos saat disajikan.

Saya paham! Setelah membaca tulisan ini, mungkin bisa membuat sebagian peminum kopi pemula tensinya naik. Mungkin pula mereka membatin.. :D

Bahkan mungkin ada juga yang ngedumel “Huhh.. Authornya payah!! Mau mengenalkan kopi kok udah ngatur-ngatur. Harus ini harus itu. Begini nggak boleh, begitu nggak boleh, tidak boleh suhu sekian lah, timbangan lah, timer lah, alat-alat khusus lah, tidak boleh disimpan disini lah, disitu lah”. *Aku tuh nggak mau digituin!!

Oke oke! Jangan langsung marah-marah dong anak muda, tetap jaga kesehatan. Kita punya hati keras seperti batu.. nggak boleh ittu! Hihi

Coba deh pikir-pikir, nggak apalah ya kan! Selama aturan-aturan itu sifatnya positif. Tentu tujuannya untuk mendapatkan cita rasa dan aroma yang kita idam-idamkan. Bukan begitu? Begitu bukan?? :D

Saran Penulis :

Untuk menikmati secangkir kopi yang nikmat dan lejatos di rumah, pastikan kopi kita selalu segar. Sebagai pertimbangan :

Beli kopi yang telah dikemas dan pastikan kemasan kopi yang anda beli memiliki flavor lock. Untuk kesegaran optimal usai disangrai.

Setelah kita membuka kopi dari kemasannya, segera masukkan kopi kesayangan anda dalam wadah atau coffee canister yang dapat ditutup rapat dan kedap udara.

Penyebab-kopi-tidak-fresh-perhatikan-musuh-kopi
Coffee canister :)
Penyebab-kopi-tidak-fresh-perhatikan-musuh-kopi
Karet seal :)

Bila perlu, pilihlah coffee canister dengan karet seal. Karet seal ini dapat lebih memastikan coffee canister tertutup lebih rapat dan kedap udara.

Lalu, simpan kopi di tempat yang memiliki suhu ruangan baik, kering dan gelap seperti lemari kabinet dapur.

Selain itu, sebaiknya membeli kopi dalam bentuk biji dan ketika ingin meminumnya barulah di grind atau digiling. Supaya rasa yang dikeluarkan lebih fresh. Hal ini merujuk pada pernyataan seperti yang sudah di uraikan di atas, bahwa biji kopi lebih tahan lama ketimbang yang sudah di giling (dibubukkan).

Beli biji kopi (whole bean) secukupnya, dan menggiling biji kopi sebanyak yang anda butuhkan. Hingga batas sebelum kesegaran kopi tersebut hilang. Jika anda membeli kopi bubuk, maka cukup membeli untuk porsi selama 1-2 minggu saja.

Bagi anda penikmat kopi, saya rekomendasikan beli saja kopi kemasan di Starbucks. Karena menurut saya, tidak terlalu riskan penyimpanannya. Kemasannya yang sudah dilengkapi dengan flavor lock dan berat kemasannya yang tidak terlalu banyak atau tidak terlalu sedikit. Rata-rata berat netto 250gr saja.

empat-musuh-kopi
Kopi kemasan Starbucks

Pass lah buat seminggu, soal harga? jelas lebih hemat dibanding anda ngopi 'ngeteng' di Starbucks yang bisa bikin dompet kurus.

Itu hanya saran ya! Yang pasti sih, dalam hal penyimpanan kopi selalu perhatikan keempat musuh kopi di atas.

Dan tak kalah penting, dikondisikan saja jangan sampai kebutuhan primer anda terbengkalai demi kopi. Ya! ngopi sesekali ke Starbucks nggak apalah, habis itu ya nyusu lagi, nyaset lagi kita.. eh kita. Sampai disini dulu cuap-cuap kita malem ini. Terima kasih!

See you on top :)

Nite & GBU more. Bye..!!
Kamis, 10 Oktober 2019

Mengenal Kopi Starbucks® Sumatra

Mengenal Kopi Starbucks Sumatra - Saya mau cerita, tapi kalo lo mau cerita sukses semata. Jujur ini cerita bukan buat lo!

Cerita ini agak lucu bin ngehe. Saya pernah menyaksikan dialog antara si P (pembeli) dengan si B (Barista)

P : Kopi arabika mbak..!
B : Oh, Americano! Sizenya apa kak?
P : Bukan! Arabika mbak.. Arabika! (Nada naik 2 oktaf)
B : Iya kak, kopi hitam.. bla.. bla.. *Barista belum selesai ngomong, si P pergi tanpa pamit.

And than..! Walau dengan kecepatan siput, akhirnya si P datang juga.. hahh.
P : Kopi hitam deh mbak.. *Oke deal*

Padahal kedua sebutan itu tujuannya sama yaitu kopi hitam. Mungkin si P ini anti banget kali yak sama produk Amerika, makanya dia kekeh pengin produk ARABia.

Kalo di Starbucks kopi hitam itu panggilan sayangnya “Americano” yes. Dan jenis kopi yang dipasarkan di Starbucks 100% Arabika. Kalo nggak percaya lihat saja pada kemasan kopinya.

Baik, kalo berbicara tentang dunia kopi, maka ruang lingkupnya akan luas sekali. Karena banyak negara di dunia ini produsen kopi.

Sehingga jika kita hanya mengenal kopi “Arabika atau Robusta” saja, tentunya tidak akan relevan lagi di jaman now yang serba spesifik ini. Allow Ferguso!!

Coba deh sesekali main ke Starbucks, lihat rak kopi mereka. Meskipun Starbucks merupakan merk dagang Amerika, namun kopi yang diolahnya berasal dari berbagai negara.

Gerai kopi tersohor ini menjual beragam jenis kopi kemasan yang berisi biji kopi (whole bean) yang berasal dari berbagai negara mulai dari Ethiopia, Kenya, Columbia, hingga Sumatra.

Kopi-Starbucks-Sumatra
Merchandise :)

Nah, dari sekian banyak kopi berkualitas yang dijual di kedai Starbucks, saya tertarik untuk mengulas kopi Sumatra. Alesannya?

Hmm.. apa ye!! Ya, karena kopi tersebut berasal dari daerah kelahiran saya, yang dikenal sebagai pulau Andalas itu. #APALOE? 😁

Yass! Starbucks mengklaim bahwa kopi Sumatra menjadi jenis kopi paling favorit dan digemari oleh pelanggannya. Nggak cuma lezat dan nikmat, kopi Sumatra mengharumkan nama Indonesia juga lho.

Gak tanggung-tanggung kopi Sumatra masuk urutan keempat besar sebagai kopi terfavorit di seluruh Dunia. Ketje berat kgak tuh?? Tentu saja saya bangga.. :)

Sebelum saya mengaum lebih keras sampai ke Danau Toba sono. Saya asumsikan temans penikmat kopi sudah paham “Istilah & Informasi pada kemasan kopi Sbux”. (Bagi yang belon paham, silahkan diklik dan dibaca)

Yuk kita ulas atribut apa saja yang mendeskripsikan kopi Starbucks® Sumatra!

Kopi-starbucks-sumatra
Tampak depan :)
Kopi-starbucks-sumatra
Tampak samping :)

Coba lihat kemasan kopi Starbucks® Sumatra di atas. Apa yang terkesan?
“Harimau!!!”. Yaps, betul! Logonya Harimau men!

Awalnya saya bingung dengan logo tersebut. Timbul tanya dalam benak saya, "Apa korelasi antara Kopi sama Harimau?".

Saya berpikir keras, saking kerasnya sampai otak saya meleleh dan cairannya keluar dari kuping. *Antara otak yang meleleh sama congek beda tipis! 😆

Pelis! Jangan ngetawain hipotesa saya ini. Saya ini kan cuman amatiran. Saya berpikir kalo kopi Sumatra itu, ya kotoran Harimau yang dipungutin sama orang Sumatera. *Jaka sembung bawa golok*.

Tapi, saya pikir ulang! Sepertinya si Raja hutan itu lebih memilih memakan Luwak atau kemungkinan terburuk, Harimau lebih memilih memakan manusia/ petani daripada kopi. Harimau yang aneh.. pikir saya saat itu.

Kopi-starbucks-sumatra
Class perkopian :D

“Harimau Sumatra bisa saja punah, namun iconic pulau Sumatra memang sudah mendunia. Sehingga Harimau sebagai iconic daerah Sumatra dijadikan sebagai logo kopi Sumatra untuk mencirikannya”, kata si moderator saat ada presentasi. *86 Bossku! Inpoh dicopy manis.

Sekarang udah tahu kan alesan pemilihan logo kopi Sumatra. Inget-inget yak! :)

Next! Lihat label di samping kemasan.

Kopi Sumatra termasuk “Single Origin”. What??
Ini pertanyaan saya di posting “sebelumnya” : Apakah ada aturan seberapa luas atau seberapa sempit daerah tersebut? Apakah satu provinsi atau satu pulau (satu daerah), bahkan satu negara bisa disebut Single Origin?

Pulau Sumatera kan luas men!! Bisa jadi kopinya berasal dari Lampung, Jambi, Sidikalang, Berastagi, Samosir Island, Lintong, dll.

Kalo faktanya campuran dari beberapa daerah, berarti saya sebagai orang Sumatera bisa dong menyebut kopi Sumatra ini termasuk kopi “Blend”. Bener nggak senior??

Apalagi jika kopi Sumatra mengatasnamakan negara +62, mungkin orang luar negri akan menyebutnya Single Origin Indonesia.. wuahh ruang lingkupnya makin luas men!! :D

Saking keponya, usut punya usut ternyata bener. Kopi Starbucks® Sumatra itu kopi Blend dari empat daerah yaitu : Samosir Island (Toba), Simalungun, Kabanjahe dan Siborong-borong.

But, sorry to say nih.. bagi yang bukan orang Sumatera kalian harus tetap menyebutnya "Single Origin" aje yak! Nggak usah banyak protes. :D

Next, lihat tasting notes kopi Starbucks® SUMATRA, tulisannya begindang :
Earty & Herbal
Full-bodied with a smooth mouthfeel and lingering herbal flavors. Amazing with savory foods.
*Are you fucking understand?? Okey! Don’t panic! :D

Hal ini merujuk pada pembagian wilayah "The Coffee Belt" . Setiap region pasti memiliki perbedaan rasa yang disebabkan perbedaan iklim, tanah, cuaca, kelembaban, yang memengaruhi biji kopi di negara-negara tersebut. Lebih jelasnya, Silahkan baca “Definisi tasting notes”.

Nah, Kopi Starbucks® SUMATRA (Indonesia) termasuk wilayah dari Asia Pasifik. Tasting notes- nya : Earty & Herbal.

Kopi-starbucks-sumatra
Ilustrasi tasting notes

Earty : Kopi Starbucks® SUMATRA aromanya earty (tanah) maksudnya kental dengan aroma seperti bau tanah yang baru tersiram air hujan. Hal ini tak lepas dari letak geografis Indonesia yang beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi.

Herbal : Kopi Starbucks® SUMATRA juga kalau diseruput, akan terasa cita rasa dan aroma kopinya herbal (jamu). Ketika kita meminum kopi tersebut, kita seperti merasakan sedang menikmati jenis herbal tertentu atau rempah-rempah. Seperti : cengkeh, jahe, kayu manis, dsb.

Next! Lihat level roasting.

Kopi Starbucks® Sumatra termasuk “Dark roast”. Yaps, jadi setelah berulang kali icip-icip saat ikutan manual brew kopi Sumatra ini. Maka, rasanya memang full body, setrong, tingkat accidity rendah, dan memiliki aromatik yang khas.

Kabar baiknya bagi teman yang sudah kepincut sama cita rasa kopi Sumatra. Per bulan Agustus 2019 yang lalu, Starbucks meluncurkan produk teranyar mereka yaitu kopi Starbucks® Sumatra dengan level rosting “Medium roast”.

Kopi-sumatra-medium-roast
Sumatra medium roast

Hmm.. ini yang ditunggu-tunggu bagi penikmat kopi bukan? Ya, rasanya lebih soft aje dari dark roast.

Kepoin yuk! Apa sih keistimewaan kopi Sumatra, yang berasal dari tanah airku Indonesia (tanah kusewa, air kubeli.. hehe) sampai bisa mendunia? Bahkan membuat Penulis begitu excited.. :)

Dari hasil ulasan langsung dari narasumber terpercaya saat mengikuti coffee testing di Starbucks. Berikut beberapa fakta dari kopi Starbucks® Sumatra. Cekidot :
  1. Kopi Starbucks® Sumatra memiliki rasa yang kuat dan seimbang. Karakter rasanya yang setrong (lebih pahit) namun accidity rendah, berbeda dengan kopi-kopi lainnya.
  2. Kopi Starbucks® Sumatra memiliki konsistensi rasa yang baik. Tetap lezat meski dinikmati dalam kondisi dingin, berbeda dengan kopi-kopi lainnya. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh faktor genetik dan tingginya kualitas kopi Sumatra ini.
  3. Kopi Starbucks® Sumatra mampu berpadu dengan bahan-bahan tambahan dan menyajikan rasa khas yang semakin nikmat.
  4. Kopi Starbucks® Sumatra juga cocok dicampur dengan bahan lain seperti krim, gula, dan susu tanpa mengubah karakter rasa dan aromanya.
  5. Kopi Starbucks® Sumatra diolah dengan teknik khusus, tindakan ini membuat rasa kopi yang memiliki warna hitam kehijauan itu lebih kuat dan full bodied.
Selain itu, faktor lain yang mempengaruhi kualitas kopi Sumatra. Sejak masih berbentuk tanaman, Kopi Sumatera memang dirawat dengan baik dan hati-hati.

Mulai dari pemilihan varietas tanaman, tempat pohon kopi tumbuh, kesehatan tanaman, cara petik, serangan hama penyakit, cara pengolahan, roasting (sangrai), hingga brewing (cara seduh) semua diawasi dengan baik.

Karena itulah tak heran jika rasa kopi menjadi lebih kaya dan kuat.

FYI, ternyata Starbucks pun memfasilitasi petani kopi di Sumatera. Berbagai pengetahuan dan pelatihan khusus terkait pengembangan kopi, yang dikenal dengan "Starbucks Farmer Support Centre (SFSC)" tepatnya di Brastagi, Sumatera Utara.

SFSC ini memiliki program "Art in a cup". Melalui program tersebut Starbucks berkomitmen untuk mendukung perkebunan kopi di Sumatera dengan menyumbangkan sebagian hasil penjualannya, yaitu menanam 1 pohon kopi dari setiap 10 gelas yang terjual dari minuman spesial tersebut (Art in a cup).

Selain itu, 10% penjualan dari kemasan biji kopi Sumatra juga akan disumbangkan untuk kesejahteraan warga di lingkungan perkebunan kopi di Sumatera.

Wuahh!! Kalo mau dipikir-pikir, kekayaan sumber daya alam negara +62 memang beragam ya gaes.

Jika dikembangkan dengan baik, tentu akan memberikan keuntungan bagi masyarakat dan negara kita. Seperti Kopi Starbucks® Sumatra yang kini menjadi kopi favorit di dunia.

Gimana tertarik mencobanya?? Oh men, lejatoss! :D

Bagi Anda yang berminat membeli kopi Starbucks® SUMATRA untuk dijadikan persediaan di rumah atau di kantor. Anda bisa mendapatkannya dalam bentuk biji kopi.

Silahkan minta Barista untuk mem-grind biji kopi hingga berbentuk bubuk sesuai dengan grind size yang anda mau, tergantung dengan cara apa kopimu diseduh.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman pecinta kopi. Sampai disini dulu cuap-cuap kita malem ini. Terima kasih!

See you on top gaes! :)

Nite & GBU more. Bye..!!
Selasa, 01 Oktober 2019

Cara Mengidentifikasi Tasting Notes

World Coffee Day!! 😝

Hari ini, tanggal 01 Oktober merupakan Hari Kesaktian Pancasila. Namun, tahukah sobat? Tanggal 01 Oktober juga disepakati menjadi Hari Kopi Internasional (International Coffee Day) Atau biasanya disebut pula "World Coffee Day".

Well, bagi sobat penggemar kopi, tahu dong kita harus ngapain? *Ngopi sadayana 😁

Malam ini saya akan kembali menelorkan tulisan di blog ini, demi alesan “berbagi” kepada teman pecinta kopi. Ya meski hanya lewat tulisan. Karena sesungguhnya esensi dari NGOPI SADAYANA itu adalah “berbagi”.

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya baca dulu postingan sebelumnya “Manual brewing”.

Setelah kita berhasil melakukan proses manual brewing. Timing- nya menikmati kopi hasil manual brewing tersebut.

Yuk kita teruskan ke misi selanjutnya dengan pokok pembahasan baru yaitu “Cara mengidentifikasi tasting notes”. Pokok pembahasan inilah sebagai finishing dari proses Coffee Testing / Coffee brewing.

Dari kegiatan Coffee Testing yang saya ikuti, ketika kopi hasil brewing sudah jadi, jangan langsung diseruput begitu saja. So, lap dulu iler nya..! 😁

Untuk mendapatkan sensasi pada saat Coffee brewing. Ada seni tertentu dalam menikmati kopi hasil brewing ala Starbucks. Supaya lebih nikmat dan lebih menghargai proses dari pembuatan kopi tersebut.

Cara ini sekaligus untuk mengidentifikasi tasting notes kopi yang sedang kita diseduh. Disinilah kita akan beraksi ber-intim ria dengan si kopi, untuk belajar mengenal “Karakter biji kopi”.

Untuk membantu cara mengidentifikasi “Tasting notes” dari kopi hasil manual brewing itu.

Ada empat step yang harus kita lakukan saat menikmati hasil manual brew. Step-step tersebut, yaitu : SMELL (mencium), SLURP (menyeruput), LOCATE dan DESCRIBE.

Saya akan coba jelaskan dengan kata-kata sederhana ya, karena sesungguhnya inpoh yang saya bagikan ini adalah mutlak benar adanya. Karena didasari pikiran yang jernih dan hati yang ikhlas untuk berbagi. 😊

Cekidot bossku :

1. SMELL (mencium)

Cara-mengidentifikasi-tasting-notes-di-starbucks
Smelling :)

Sebelum kopinya meluncur ke dalam lambung, kudu di-SMELL dulu alias dicium aromanya atawa bahasa awamnya diendus (Bahasa Batak : dianggo/diumma).

Hmm.. aroma kopinya menggoda iman bener-bener deh, sistem syaraf seolah-olah di- CTRL+F5 (refresh) dan sebiji inspirasi langsung pletaakkkk... Tink!! Wohooo!!

Kopi memang 'pahlawan' bagi manusia yang lagi stucked dan miskin ide khususnya seperti saya ini. Karena dengan mencium aromanya, bisa bikin saya "bangkit dari kubur". Heheh

2. SLURP (menyeruput)

Cara-mengidentifikasi-tasting-notes-di-starbucks
Slurping :D

*nggak salah pilih model nih, yekan! 😁

Habis di-SMELL jangan diminum dulu ya sobat! Tahan, tahan kawan! hehe.. Woles, woless beroh.. kita kudu SLURP alias diseruput dulu.

Kali ini kita lakukan secara "tidak sopan" alias harus berbunyi. Sleeeeeerbbbbb..! Untuk apa?

“Untuk mendapatkan rasa atau bold (ketebalan) kopi di mulut kita”, kata Intan (Coffee Master) saat Coffee Testing.

3. LOCATE

Nah setelah itu ada tahapan LOCATE in your tounge. Maksudnya, sebarkan dalam mulut secara merata di pangkal lidah. Tahapan ini tujuannya untuk mengetahui tingkat keasaman (accidity) kopi, jelas Intan.

4. DESCRIBE

Terakhir DESCRIBE deh. Sampaikan apa yang kamu rasakan terhadap kopi yang barusan kita seruput. Tidak perlu malu/takut untuk menjelaskannya. Kan bisa saja kita mencium k*ntut  sementara yang lain seolah mencium coklat. 😂

Oh iya, supaya acara ngopi tampan makin cihuyyy, kita kudu mencari "jodoh" buat si kopi atau food sebagai pairing.

Kalau kopi berkarakter setrong seperti kopi SUMATRA, cocoknya dijodohin sama yang manis-manis. Kalau saya recomended sama Cinnamon Roll. Lejatos deh!! Suweerr!!

Next, kunyah kuenya pelan-pelan, lalu.. seruput lagi kopinya. Ah uhh ahhhhh kopinya meluncur mulus ke lambung melewati jalur kerongkongan. It's HEAVEN!! 😝

Kira-kira begitulah ilmu yang saya dapat dari Coffee Testing di Starbuck. Dari kegiatan seperti ini saya dapat mengenal lebih jauh kopi yang saya minum dan dapat merasakan sensasinya.

Semoga setelah ini anda dapat membuat manual brewing versi anda dengan ala Starbucks.

Bagi teman penikmat kopi bisa belajar membedakan beragam kopi yang kita minum sehingga mendapatkan pengalaman yang berbeda untuk setiap jenis kopi.

Nah itulah empat cara untuk mengidentifikasi tasting notes. Gimana berminat mencoba?

So, jika memang anda penikmat kopi. Saya merekomendasikan, beli saja kopi kemasan di Starbucks, yang notabenenya juara dalam kanca perkopian. Ini salah satu tips hemat juga loh *just my opinion :)

Kalo boleh urun saran! Cobain dulu perbedaan citarasa dan aroma kopi berdasarkan “Single Origin dan Blend”, atau berdasarkan “Level roasting”, bila perlu berdasarkan “teknik seduh” sesuai peralatan.

Untuk resep jitu, teknik penyeduhan, dan tips lainnya, boleh anda cari saja di postingan saya sebelumnya yess! (Gratis kok!).

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman pecinta kopi. Sampai disini dulu cuap-cuap kita malam ini. Terima kasih

See you on top gaes! :)

Nite & GBU more. Bye..!!
 
;