Selasa, 06 Oktober 2020

Merindukan Ketenangan dan Kesenangan

Merindukan Ketenangan dan Kesenangan – Entah udah berapa lama musim kemarau melanda kota tempat saya tinggal.

Teriknya mentari membuat udara menyengat, tanah gersang, debu-debu beterbangan. Bunga di taman yang tadinya hijau, kini tampak layu – hidup segan matipun tak mau.

Fenomena ini seperti merepresentasikan perasaan “gundah gulana” yang sesungguhnya. Mungkin juga kamu sedang merasakannya.. ^ _ ^

Selain merindukan hujan, di musim kemarau yang tak kunjung usai ini, saya juga merindukan ketenangan serta kesenangan.

merindukan-ketenangan-dan-kesenangan

Biar saya uraikan dulu bagaimana merindukan ketenangan dan kesenangan yang saya maksud.

Bicara tentang ketenangan ...

Ketenangan bagiku adalah suatu kondisi yang benar–benar nyaman, tidak ada kebisingan, bebas dari konflik, tekanan, ancaman, termasuk urusan hutang piutang dan hal negatif lainnya.

Belakangan ini ada sedikit rasa gelisah dan khawatir yang menghantui pikiranku. Perasaan campur aduk tak karuan. Seperti ada sesuatu yang mengoncang jiwa, mengobok–obok kedamaian, dan merampas paksa kenyamanan hati.

Sudah kemarau tak kunjung usai, belum lagi pandemi coronce tak teratasi. Ditambah lagi intoleransi yang selalu mengintimidasi. Carut marut ini pun semakin menjadi seperti tak ingin disudahi.

Apalagi sebagai kota yang sibuk, tentu tak bisa lepas dari rutinitas di tengah kebisingan. Saban hari kebisingan menemani kita, selama bekerja - sampai pulang kembali ke rumah.

Sungguh jauh dari kata ‘tenang’ ...

Padahal di sela-sela kesibukan, kebutuhan untuk lari sejenak dari keriuhan itu perlu bukan? Maksud saya, meskipun sudah terbiasa dengan kebisingan, ada kalanya butuh kesunyian, keheningan dan ketenangan.

Kerinduan akan ketenangan ini pun begitu menggebu di benakku.

Ingin rasanya kulampiaskan semua amarah, gaduh, gelisah, gemuruh, gerah, dan semua rasa yang telah membuat diri ini tak tenang. Rasanya habis sudah batas kesabaranku. Ingin marah, karena hati sudah lebam rasanya.

Selain beban di pikiran, hiruk pikuk di sekitarku membuat saya merindukan ketenangan lebih dari apapun saat ini.

merindukan-ketenangan-dan-kesenangan

Selanjutnya di tengah musim kemarau panjang tak berkesudahan ini. Selain merindukan hujan dan ketenangan, hal lain yang saya rindukan adalah kesenangan.

Bicara tentang kesenangan ...

Menurut saya, kesenangan merupakan suatu kondisi yang mampu membuat hati tenang, riang dan gembira. Hati yang senang akan membuat kita merasa tenang.

Kesenangan bagiku adalah dimana kita bisa memanjakan body, suasana adem, membuat pikiran fresh, dan terasa sangat betah untuk tetap berada di situasi itu selama mungkin.

Namun dengan kenyataan yang ada, bukan hanya bikin puyeng pala kapten, tapi bikin emosi.

Kesenangan yang saya rindukan memang tak sedikit. Namun bukan kesenangan yang muluk–muluk seperti yang didambakan kebanyakan orang.

Ketika rutinitas terasa membosankan, mungkin sebagian orang akan pergi ke Mall atau Cafe, atau Diskotik untuk bersenang - senang.

Disini terlihat jelas kebisingan yang selalu menerpa pendengaran, ternyata bisa membuat sebagian orang menjadi pecandu kebisingan!

Tapi saya berbeda, saya tidak suka kebisingan. Saya senengnya kayak diem di lokasi yang menurut saya nggak begitu banyak orang di lokasi tersebut.

Bersenang–senang versiku, seperti : ngopi di pagi hari menghadap ke arah barat (ke arah timur silau soalnya). Santai di tepi pantai menikmati semilir angin. Berenang di danau di sore hari menjelang senja. Bercanda ria dengan saudara dan teman terdekat.

Dan masih banyak kesenangan yang lain, seperti malam ini duduk santai, tenang dan hening sambil ngetik tulisan ini, ditemani segelas kopi hitam. Itu sudah cukup menyenangkan.

Namun kesenangan yang sangat saya rindu adalah saya ingin diriku yang dulu semasa tinggal bersama keluarga tercinta. Meski hidup serba kekurangan tapi hidup penuh dengan sukacita.

Sebagai penutup manis, saya ingin merasakan  ketenangan dan kesenangan mulai malam ini. Saya ingin melupakan masalah–masalah yang pernah singgah dalam hidupku.

Karenanya, kamu juga perlu mencobanya ...

Yuk menikmati malam baik ini untuk kembali menenangkan diri. Sediakanlah secangkir kopi hangat dengan rasa yang paling kamu suka. Sambil membaca “RENUNGAN” ini.

Semoga kita semua baik–baik saja, dan tetap dalam lindungan–NYA. Amen

Terima kasih

See you next time ..

Nite & GBU more. Bye ..!!

0 komentar:

Posting Komentar

1. Relevan (Tidak Out of Topic).
2. Sopan, jangan meninggalkan komentar SPAM di blog saya.
3. Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA.
4. Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir.
Terima kasih atas perhatiannya!

 
;