Senin, 25 Februari 2019

Ketahui hal ini saat mengalami mutasi kerja

Selamat malam my something! - NGOPI SADAYANA! 😎

Kesempatan kali ini saya akan mengulas soal MUTASI.

Mutasi yang saya maksud disini, terkait dengan pemindahtugasan pegawai ke berbagai bidang dalam perusahaan atau biasa kita kenal dengan istilah rotasi, promosi dan demosi.

Mutasi bukan sejenis tindakan kejahatan yang sering anak muda lakuin sama pacarnya. *itu mutilasi cuk! :)

OK! Istilah 'mutasi' bukan hal yang asing dalam dunia kerja yakan. Bagi perusahaan yang sudah mempunyai sistem terorganisir, tentu ada mekanisme yang mengatur pegawainya dalam bekerja.

Penempatan pegawai sesuai dengan keahliannya atau "The right man in the right job". Suka-suka atasan dan manajemen deh, bawahan mah disuruh nungging ya nungging, disuruh jongkok ya jongkok.. itu typical pegawai yang taat asas dan aturan.

Mengalami mutasi kerja, bagi saya udah soal biasa. Easy going aje gitu! 

Seperti yang sudah pernah saya singgung sebelumnya, bahwa ditempat saya bekerja punya aturan main yang sangat baku “Siap ditempatkan dimana saja, kapan saja (Ke luar kota, ke luar pulau, ke luar negara, bahkan ke luar angkasa)”. :D

Kadang mengalami mutasi satu/dua tahun sekali, tetiba ada instruksi untuk pindah ke unit kerja yang lain. Kadang ada yang enam bulan. Bahkan ada hanya sebulan inilah yang disebut "back up".

Saya sendiri mengartikan mutasi itu sebagai penugasan pegawai dari satu tempat ke tempat lainnya. Artinya jika kita bekerja disebuah perusahaan, bukan hal yang tak mungkin untuk dimutasikan ke cabang, project atau client /vendor bagian mitra kerja dari perusahaan tersebut. Hal tersebut adalah wajar, karena perusahaan memerlukan orang-orang yang siap bekerja.

Seseorang dimutasi oleh pimpinan bukan tanpa alesan. Bisa karena kebutuhan perusahaan, project/client putus, mendapat project/unit baru yang membutuhkan tenaga yang berpotensi, atau bantuan tenaga baru yang masih fresh, yang menguasai suatu bidang. Mutasi model kek gini ini masih bersifat positif bagi jalannya operasional perusahaan.

Ironisnya, ada juga mutasi yang dilakukan oleh pimpinan kepada bawahannya karena faktor X. Model seperti inilah yang dikental dengan bau-bau like and dislike, bukan karena konduite  atau performa dari pegawai yang terkena mutasi.

Siapa tau bagi sebagian orang mendengar mutasi seperti sedang interview di depan HRD eh tetiba mules pingin kentut, gak dikeluarin sakit.. kalau dikeluarin auto ditolak. Enggak se ekstrim itu kok. :)

Mutasi tidak perlu ditakutkan ataupun dilebih-lebihkan. Tak selamanya kita akan berada dalam suatu tempat dan posisi. Cepat atau lambat pasti kita akan di-rolling. Dalam dunia militer (corps/kesatuan) dikenal dengan istilah "tour of duty" dan "tour of area" atau perpindahan tempat/lokasi dan posisi/jabatan seseorang dalam kemiliteran.

Saat dimutasi ke sebuah unit/project otomatis kita disana dituntut untuk menjaga nama baik perusahaan yang kita usung. Akan terasa asing dari departemen yang lainnya. Disinilah sering timbul yang namanya komplain dari pihak client/project dimana kita diploting.

Tapi hal ini bukan berarti mutasi menjadi sebuah malapetaka, kalau kita mampu dan siap bekerja. No problem!! Bagaimanapun, setiap pekerjaan memiliki tantangan masing-masing yakan! Asalkan mindset  kita selalu positif dan siap untuk beradaptasi dengan hal baru, mutasi kerja bisa menjadi tantangan yang asyik bin seru!

So gimana sih rasanya kalau dimutasi? ini pengalaman pribadi saya yak, jadi ga berani sampein kalau bukan pengalaman langsung.

Awalnya dimutasi rasanya nano-nano gitu deh, ngak nyaman rasanya seperti anak baru lagi. Namun dengan usaha dan kemauan semua terlewati bahkan kadang bisa lebih betah di tempat baru, so jangan kalah sebelum berperang. Saya jadi ingat kata-kata mutiara Bapak saya "Never comeback, before you try!".

Balik lagi cara memaknai mutasi itu, tergantung sudat pandang masing-masing yakan. Saya sendiri kadang memaknai mutasi sebagai musibah, kadang juga justru saya memaknainya sebagai sebuah anugerah. Kok bisa? Tunggu dulu..

Dzujur nih! kalau soal mutasi ini ada enaknya ada ngak enaknya juga. Saya coba ikutin budaya Indonesia dulu ya, biasanya melihat sesuatu dari yang gak enak dulu.

Gak enaknya :

Berat harus bercerai mata dengan kawan letting seperjuangan, sependeritaan di kantor lama udah kyak sodara. Rasanya sedih harus jauh dari mereka bahkan kadang sampai terjadi tumpah air mata.

Note : khususnya dimutasi dari perusahaan yang “enak” ya, kalo pare/pahit sih pasti dalam hati saya “Ya Tuhan kenapa gak dari dulu sih saya dimutasi.. :D” ini yang saya sebut dengan 'Anugerah'.

Enaknya :

Banyak enaknya kalau kita dimutasi itu, bisa banyak teman baru, menambah pengalaman/wawasan dan mendapat suasana kerja baru ya itung-itung refresh. Kan bosen juga kalau kerja di satu tempat terus kerjanya itu-itu saja.

Note : khususnya dimutasi ke perusahaan yang lebih “enak” ya, tapi kalau dimutasi ke perusahaan yang super duper bawel ya apes juga, ibarat lepas dari kandang singa masuk kandang buaya. Ini yang saya sebut dengan 'Musibah'. :D

Next.. Pegawai yang sudah sering dimutasi pastinya berpengalaman, bawaannya juga sersan (serius santai). Ada gak ada atasan kerja biasa aja sesuai kapasitasnya. Mainnya selow tapi pasti, dan kalau ada masalah berusaha mencegah atau di-keep dulu untuk mencari solusi. Artinya gak grasak-grusuk. Kalau salah ya terima (menerima kritikan) dan berusaha membenahkan diri ke depannya.

Berbanding terbalik dengan Pegawai yang tidak pernah dimutasi, panikan atau grasak-grusuk gak jelas (dikit-dikit laporan/ngadu ke atasan, seolah2 tak bisa ngatasin masalah dilokasi kerja), kerjanya nyari poin di depan atasan/menjilat karena takut dimutasi. Kalau lagi ada atasan kerja kyak bener aje.. ahaha.

Terus.. terus!! kalau ada masalah suka over bola artinya tidak mau terlibat (nyelamatin diri sendiri). Kalau berargumen di depan atasan suka bilang gini “Kalau saya pribadi sih.. bla.. bla.. (membela diri sendiri)” yang tujuannya melemparkan masalah itu ke temannya. Hati-hati kalau ketemu teman model kek gini ini, gak guna! Kalau di bawa kerja tim gak masuk tipe pegawai kyak gini. Sifatnya soliter! :D

Karenanya jika suatu saat kita dipindahtugaskan ke tempat baru, saya berbagi sedikit formula.. anjay formula! Wkwk. Mungkin beberapa masukan berikut dapat membantu kawan diluar sana yang mengalami hal serupa, Check it out bossku :

1.Mental

Persiapan mental merupakan fondasi utama untuk menghadapi mutasi kerja ke tempat yang baru. Sebaiknya kita berfikir positif tentang mutasi itu. Ikhlas dan tetap semangat, dimutasi bukan tak dibayar towh?

Tidak semua orang punya mental yang sehat dengan adanya mutasi. Banyak yang keterbelakangan mental (mental tempe), tapi masih aja dipakai perusahaan karena bawaan orang dalem! Ada juga ABS “Asal Bapak Senang” alias anak monyet! Biasanya pegawai tipe “ABS” pakai sistem SAP (Sesuai Amplop Putih) kan ngehek!

Setiap mau dimutasi ada saja alesannya, entah sakit sipilis lah, dan masih banyak alesan yang tujuannya agar tidak dimutasi. Temannya sudah ditugasin kemana-mana, nah kalau penjilat ini biasanya stay disatu tempat aje, gimana caranya dia jangan dipindah. Ini lah yang membuat rotasi tidak sehat. Hidupnya bagaikan benalu alias makan tulang teman. Karenanya ada kebanggaan tersendiri kita punya mental yang sehat sehingga layak dipasarkan atau lebih menjual dibanding si mental tempe itu.

2.Mindset (pola pikir)

Anggap saja mutasi sebagai pembelajaran untuk menimba ilmu baru dalam perusahaan. Dengan mutasi, kita memiliki kesempatan untuk mempelajari hal baru, bersama orang-orang baru, dan pengalaman baru tentunya ini bagian dari strategi untuk portfolio di cv kita tentunya. *meskipun CV tak dilirik :)

3.Perkenalkan diri

Meskipun kita sudah ratusan purnama gabung disebuah perusahaan di kantor sebelumnya, saat ini kita adalah orang baru. Segera menghadap atasan baru untuk memperkenalkan diri.  Kita yang harus aktif berkenalan dengan orang2 di kantor baru. Usahakan agar para staf dan karyawan bersedia memberikan dukungan dan kerja sama pada kita sebagai mitra kerja.

Kesalahan yang dilakukan pada perkenalan pertama kali, bisa memberikan akibat kurang menyenangkan, dan kurangnya dukungan atas kehadiran kita. Jangan sampai kita dicap belagu/songong. Bila penting lemparkan senyum selebar-lebarnya hingga melebihi lebar pintu ke tiap orang disana. Ya ramah dulu deh, supel, baik2in tuh orang lamanya. Ntar kalau udah saling kenal boleh deh ugal-ugalan lagi.. haha.

4.Adaptasi

Setelah kita menerima SK Mutasi dari kantor, sebaiknya kita bisa merapat 1 hari sebelum on duty di unit baru. Biasanya kita akan menemui tantangan pada lingkungan baru ketika dimutasi kerja. Tentu saja kita harus mengenal lingkungan, budaya kerjanya, sifat dan sikap orang-orangnya. Ini penting sekali karena nantinya sehari2 kita akan selalu berurusan dengan mereka. Tentunya adaptasi bisa kita mulai dengan kepo. Banyak bertanya cari tahu dulu seperti apa sih lingkungan dalam penugasan kerja kita berikutnya.

5.Pelajari SOP

Silahkan bertanya tentang gambaran umum, job desk maupun kendala yang sering dihadapi ke rekan2 seniornya yang nantinya akan kita geluti.

Ada kalanya kita lebih nerima atau manut. Maksud saya, kita sebagai anak baru kalau diomelin, di-pressure, disalahkan melulu, ikutin saja jangan dilawan apalagi baper (manja banget dah ahk). Ya wajar atuh namanya kita masih baru bergabung. Tidak semua pegawai langsung “klik” atas kehadiran kita, pasti ada saja yang tidak suka bisa jadi takut tersaingi atau apalah.

Jangan bilang pernah dimutasi kalau belum pernah denger kalimat “Apaan sih nanya mulu!” dari anak lamanya dan itu wajar, saya juga pernah kok sejahat itu sama anak baru..haha.

Note : ketika kita diomelin sambil kita perhatikan alurnya (kesalahan kita di sebelah mana gitu). Nanti kalau kita sudah tau bener alurnya bisa deh balik menyentil mereka.. :D

6. Pelajari Visi/Misi Unit Kerja.

Banyak pegawai yang cuman kerja, tapi gak paham proses bisnis perusahaan. Yang penting dapat transferan ke rekeningnya setiap bulan. Pegawai sejenis ini biasanya ngeluh melulu soal gajih padahal kontribusinya terhadap perusahaan Nol besar. Kerja gak becus, ditugaskan ke suatu project nolak melulu tapi pingin gaji segede gaban. Wkwk

Karenanya pelajari proses bisnis unit kerja tersebut, struktur organisasi nya, dan ruang lingkupnya. Agar kita paham alur (golden rule). Sehingga kita mempunyai gambaran secara komprehensip bagaimana proses bisnis di unit kerja tersebut, serta cara kerja karyawan.

Okey itu saja sih yang saya anggap lebih penting saat mengalami mutasi kerja. Selama bekerja sebagai pegawai, mengalami mutasi buat saya sudah hal yang biasa. Saya nikmatin aje dimana saya diploting. Meskipun banyak duri, baik dari atasan dan rekan sendiri. Karenanya saya tidak mau cinta mati terhadap project tersebut. Dan kadang saya berpikir “kira-kira besok saya dimutasi kemana lagi ya!”.


Sejauh ini alasan saya dimutasi karena Unit/Project nya putus cinta berohh. Tapi bukan berarti saya sudah sempurna gak pernah salah saat kerja (sering malah dapat semprotan dari atasan.. haha). Kalau kerja pasti ada aje problem, itu wajar. Manusia diciptakan dengan segala kekurangan dan kelemahan, karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Tuhan.

Terlepas dari kejenuhan rute bermotor saat pulang pergi dari/ke kantor, mutasi saya anggap my trip my adventure. Live your life, if you want a real adventure.. :D

So, mari hadapi mutasi dengan happy.

Sampai berjumpa lagi di segmen selanjutnya! Nite and GBU more.. Bye!!! :)
Senin, 18 Februari 2019

Memelihara Ikan Piranha di Akuarium

Ngopi sadayana! 😎

Memelihara ikan piranha di akuarium, menjadi pilihan yang pas untuk mengisi waktu luang di rumah.

Saya pernah membaca sebuah artikel yang mengatakan, bahwa mereka yang memiliki hewan peliharaan bisa mendapatkan manfaat kesehatan, baik secara fisik, emosional, maupun mental. Seperti : menghilangkan stress, mencari kesibukan, melatih tanggung jawab.. dll.

Informasi itu menjadi motivasi saya bertindak setengah bijak untuk memelihara ikan piranha di akuarium. Kebetulan saat itu saya lagi diterjang "suntuk sindrom" alias dunno what to do..


Awalnya saya tertarik dengan “nge-scape”, yang menonjolkan sisi artistik atau replika natural demi keseimbangan ekosistem akuarium.

Ah tampaknya gampang ini mah. Saya pun langsung beli akuarium, filter, aerator, lampu, batu-batuan, taneman air dan ikan. Lalu menata ornamen-ornamen tersebut.

Karena tak memahami konsep utama dari aquascape. Gak lama taneman pun ikutan berenang. Pusing pala kapten! Fiuhhh


Kecewa dengan kreativitas saya yang tak bernilai itu, saya pindah ke rencana B. Yaudeh, pelihara ikannya aje. Sampai ikan yang tidak jelas namanya saya beli. Tapi hal ini tak berlangsung lama. Saya nggak resep lihat ikan yang cuman geal-geol nggak jelas.

Saya pindah ke rencana C, bagaimana kalau memelihara ikan Piranha di akuarium? Saya pernah tonton youtube dan filmnya kyaknya menantang deh.

Yass! tak banyak mikir lagi, cek n ricek toko ikan di seputaran tempat saya tinggal. Temuan nihil. Inpohnya ikan ini termasuk ikan yang dilarang untuk diperdagangkan.

Saya cek di Olshop ternyata ada yang jual. Sepakat COD di Pasar burung - Bekasi. Saya order 10 ekor, harga @15rb. Agak mahal ya! Tapi tak apalah, saya yakin jika kita memelihara ikan, Tuhan akan memberikan rejeki untuk ikan itu lewat kita. *Tjaahh :D

Nah itulah awalnya saya memelihara ikan Piranha di akuarium.

Awalnya tidak ada problem yang signifikan. Hingga suatu hari, ketika saya pulang kerja tiba di rumah saya lihat penghuni tank ngambang semua. Shock.. penyebabnya apa ya? tragedi itu jadi sebuah misteri sampai sekarang.

Inilah foto korban sesudah saya evakuasi (sebelum penguburan massal)


Untuk menganalisa "case" tersebut. Saya pikir ada kalanya harus mengedepankan logika, karena akal tak selamanya sehat. Konon disamping punya niat yang kuat, harus diimbangi dengan processor otak yang mumpuni. Bukan begitu??

Saya coba menerapkan prinsip dan metode proses logika. Gak percuma dong jebolan ilmu sihir yang mengunggulkan permainan logikanya itu. Meskipun logikanya kadang terbalik, mohon maaf! mungkin lagi jatuh cinta, jadinya “Tak ada logika”.

Okey, saat itu saya bikin teori simulasi begindang :
Akuarium saya kan ukuran 60cmx40cmx35cm berarti volume = 84L (rumus MTK). Saya pikir akuarium ukuran segitu cukuplah buat 10 ekor, nanti setelah ikannya size 10cm/lebih akan saya pindah ke tank yang lebih besar.

Karena saya sadar saya itu newbie, gimana kalau saya beli 16 ekor. Dengan pertimbangan, estimasi mortality (angka kematian) mungkin kisaran 10-30% atau sekitar 1-5 ekor yang akan tewas. Saya anggap itu wajar. Artinya yang tersisa bertahan hidup sekitar 9-12 ekor.

Jadi tujuan teori nya gini, saya cuman butuh 10 ekor, yang 6 ekor buat cadangan aje, semacam spare -nya gitu. 😆

Timingnya implementasi, saya order lagi sebanyak 16 ekor, harga @10rb ukuran 2-3 cm masih unyu-unyu. Jalan beberapa bulan, lagi-lagi saya dapat problem. Saat itu saya lagi di rumah dan mati lampu.

Damn! Saya panik. Tindakan darurat yang saya lakukan, saya ambil selang dan meniupkan udara ke dalam akuarium sebagai pengganti aerator. Kebayang nggak selama mati lampu saya niup2 air di akuarium?


Tragedi kedua, 8 ekor dipastikan mokad! Asumsi penyebab ikan piranha mati di akuarium, kurangnya kadar oksigen yang terlarut di dalam air dan overpopulated penghuni tank.

Tapi nggak apalah, soalnya estimasi saya tidak jauh meleset, eh meleset. Semenjak tragedi itu, tinggallah 8 ekor ikan Piranha di rumah yang saya pelihara sejak mereka kecil sampai sekarang. Saat ini usia mereka udah 1 tahun. Seru juga!


Sebagai ikan peliharaan di akuarium, Piranha memang kurang menarik dibanding ikan hias lain seperti ikan mas koki, oscar atau arowana. Meski begitu ikan ini tetap menarik untuk dipelihara. Saya sendiri tertarik memelihara ikan ini karena reputasinya sebagai ikan "monster".

Pada umumnya, ada dua jenis piranha yang dipelihara di akuarium : Jenis Pygocentrus (bergerombol) dan Jenis Serrasalmus (solitare).

Jenis Pygocentrus ada 3 : Pygocentrus Natteri (Red Bellied Piranha, Amazone), Pygocentrus Cariba (Black Shoulder Piranha, Caribe), Pygocentrus Piraya (San Francisco Piranha). *Untuk karakteristiknya silahkan digooling aje ya!

Umumnya juga, ikan Piranha yang di jual di Indonesia yaitu Jenis Pygocentrus. Untuk jenis yang lain sudah mulai diperdagangkan tapi jarang, itupun dengan harga yang mahal karena masih impor dari negara asalnya.

Piranha saya ini Red Bellied Piranha breed lokal punya beroh. Dan ikan Jenis Pygocentrus inilah yang mau saya obrolkan.. :)


Pygocentrus Nattereri memiliki karakter yang suka bergerombol/koloni. Ikan ini bersifat karnivora, kanibal, predator, agresif, memiliki rahang yang kuat dan susunan gigi unik dan tajam.

Ikan ini juga makan dengan cara mencabik mangsanya. Ikan yang hidup berkoloni ini memiliki sifat kanibal yang akan memangsa koloninya yang sakit atau lemah, dan yang menjadi karakter dominan genus ini tubuhnya yang gempal, sekel dan padat.


Cukup menyenangkan melihat ikan ini makan, karena ikan ini menjadi terlihat sangat ganas. Di youtube bahkan saya pernah melihat ada yang memberi makan ikan mereka mossi (tikus) hidup. Keren.. namun sejauh ini saya tak senekat itu!

Sekilas Piranha sangat mirip dengan kerabatnya ikan Bawal (Pacu). Namun jika diteliti lagi akan nampak perbedaan yang sangat jelas. Perbedaan bisa dilihat dari bentuk mulut, rahang, gigi, sirip ekor bahkan bentuk tubuh.

Sebagai newbie yang masih meraba-raba, tentu memelihara Piranha awalnya banyak problem yang saya temukan. Seperti : ikan mabok, panik, pemalu, diem di permukaan air, dan kalau dikasih makan gak langsung disamber.


Berhubung saya tipe orang yang selalu merasa bersalah jika gagal akan sesuatu, saya menganalisis sampai ketemu titik permasalahan dan mendapatkan solusinya.

Dari kegagalan tersebut, saya berusaha mempelajarinya dan saya niatkan men-share pengalaman saya. Yakali ada yekan, yang minat mau memelihara ikan Piranha di akuarium! (mulia banget niatnya!)


Bagaimana cara memelihara ikan piranha di akuarium?

Red Belly Piranha (RBP) ikan yang hidup berkelompok jadi diusahakan rawatlah dengan jumlah minimal 6 ekor, kecuali jenis Serrasalmus.

Ketika pertama kali beli dan ditaruh di tank barunya, mereka tidak mau makan selama 3 hari. Mungkin mereka masih stress, tapi setelah itu makannya lahap.

Akuarium yang baru jangan langsung dicemplungin ikan. Colokin aje biarkan filter menyala kurang lebih 2 minggu hingga micro organisme yang bermanfaat bagi air dapat berkembang biak. Sistem sirkulasi tank dan filtrasinya belum mature, ditambah lagi masih bau lem bisa membuat ikannya mabok kepayang.

Tank Piranha cepat kotor karena makanannya daging dan kadang airnya cepat berbusa di permukaan. Oleh karena itu filternya harus memadai dan penggantian air juga diperlukan secara rutin 30% 3 hari sekali, atau 75% seminggu sekali.

Dari pengalaman saya, pas ganti air 30% dengan air baru (PAM) yang belum diendapkan, ikannya mabok, berenang sempoyongan, karena air masih mengandung kaporit. Saya sarankan, ganti dengan air yang sudah diendapkan semalam terlebih dahulu (minimal 12 jam).

Substrat seperti pasir dan kerikil tidak dianjurkan kecuali Piranha masih kecil. Kalau sudah dewasa nanti sekali ngiprit pasir terbang kemana-mana seperti di boom.

Sisa-sisa makan cepet dibersihin biar gak jadi bibit penyakit. Saat membersihkan akuarium, harap hati-hati. Bagaimanapun juga mereka ikan yang tertarik dengan daging, bisa saja tanganmu digigit.

Ukuran akuarium? Semakin besar akuarium maka akan semakin nyaman buat piranha. Tapi dikondisikan saja, kalo punya saya emang kurang ideal. Rencananya sih saya pengen bangun kolam baru pakai tembok kaca, semacam paludarium gitu! *korban youtube.. 😄

Untuk pakannya? sebenarnya ikan ini tidak terlalu rewel terhadap pakan. Berdasarkan pengalaman saya waktu Pygo masih pinyik, saya kasih FBW/Frozen Blood Worm/Cacing beku, Cacing tanah, Cacing sutra, hati sapi (mahal) atau ikan yang kecil-kecil juga bisa. *recommended buat gedein sampai size 5 cm.

Pakan lainnya : Ikan selar, Lele, Pelet AB, Usus ayam kiloan dibersihkan, recommended buat bantu cepet gede sampai ukuran dewasa, dan masih banyak lagi dicoba2 aja.. mana yang cocok dan paling gampang buat Owner.

Bahkan ada yang kasih udang kiloan, katanya buat merahin perut. Tapi menurut saya soal warna tergantung genetik atau batch ikan. Kalau saya warna tak masalah yang penting performa joss ganjos.

Untuk masalah Tankmate? Pernyataan Piranha binatang buas dan tak bisa dicampur dengan ikan jenis lain. 1000% itu bener.

Saya udah coba mulai dari masukin ikan mujair, lobster, patin, ikan mas, koki, koi, oscar, dan yang lain. Cepet atau lambat bakal kena juga. Saya pernah juga masukin ikan toman, karena saya pikir sama-sama predator bakal aman. Hitungan menit tinggal kepala.

Saya coba lagi masukin Bawal (Pacu) dengan ukuran yang sama, awalnya mereka akur dan tak ketahuan. Saya pikir trik ini akan berhasil, tapi sayangnya.. Bawal (Pacu) lebih cepat besar dari Piranha.

Alhasil penyamaran itupun ketahuan juga. Ikan Bawal mati mengenaskan disantap sama Piranha. Bahkan saya pernah masukin anakan Piranha, eh malah dijadiin dendeng deh.

Dari beberapa percobaan saya, tankmate sejati untuk Piranha yaitu ikan sapu-sapu. Ikan sapu-sapu ditengah Piranha berfungsi membersihkan tank dan sisa makanan Piranha.

Piranha di habitat aslinya hidup di air yang gelap, mereka selalu menghindari dari terpaan matahari. Sehingga di aquarium Piranha sangat sensitif dengan cahaya, gerakan tangan, dan bayangan, kagetan, takutan, langsung kocar-kacir menabraki kaca aquarium ketika ada yang datang mendekat. Bawaan orok emang gitu apalagi kalo masih kecil (size dibawah 10cm), kecuali jenis Serrasalmus.

Tapi itu bisa dirubah sedikit2, saran saya untuk awal-awal bagian luar akuarium (belakang dan samping) lebih baik ditutup sama kertas karton hitam, taro akuarium di tempat yang banyak orang lalu lalang. Sering-sering interaksi sama ikan.. ajak ngobrol gitu. 😆

Kalo sudah besar sih, yang ada kitanya yang kaget dan takut. Lama-lama Piranha akan sangat terbiasa bahkan akan mulai mengejar2 tangan kita. Nah kalo ikannya udah mulai berani, baru deh lampunya bisa sedikit2 dibuat lebih terang, trus mulai diajarin cara makan hand feeding. Jadi sekali dicemplungin langsung disikat.

Piranha hidup di PH rendah sekitar 5 - 6 (beli alatnya). Agar mencapai kisaran PH tersebut, air biasanya saya rendam bersama dengan daun ketapang yang sudah kering. Fungsinya dalam pemeliharaan ikan, katanya biasa digunakan untuk ikan yang lagi stress, agar gak gampang kena penyakit.

Dan itu terbukti..! Tadinya saya gak tau daun ketapang wujudnya seperti apa, tapi saya tanya langsung sama orang kampung sini.

Soal temperatur 22-27 C, sudah sesuai dengan kebanyakan temperature air di Indonesia dan tidak terlalu berefek jika perbedaan suhu tidak signifikan. Saya coba pake air hujan tak masalah.

Piranha rakus akan oksigen, karenanya sediakan aerator yang memadai. Untuk menambah udara boleh filternya agak ditinggikan agar kucurannya menambah gelembung udara.

Kalau saya nggak suka gemericik, jadi pipa output filternya saya tenggelemin aje. Mati listrik bisa ditoleran Piranha dewasa jika tidak lebih dari 3 jam dengan kondisi air tidak butek. Lebih dari itu ikan megap-megap dan sayonara.

Jangan telat makan, yang ini penting sekali. Piranha spesies kanibal jika telat memberi makan maka temannya pun jadi santapan. Ikan Piranha saya kalo telat makan pasti ada yang somplak, tapi ntar sembuh lagi.

Oh iya, jika ada piranha yg sakit, cepet-cepet dikarantina karena piranha yang kondisinya sedang tidak fit akan jadi sumber bullying dan berakhir jadi camilan bersama.

Begitulah sedikit pengalaman saya dalam memelihara ikan Piranha. Sejujurnya tulisan ini mutlak bener adanya karena didasari hati yang iklas untuk berbagi.

Kalau mau ngintip videonya waktu masih lucu-lucunya. Visit to My Youtube Channel kalau sudi ya di Subscribe. Ehh

Kesimpulan :

Memelihara piranha itu sedikit repot dan butuh perawatan khusus, selain itu mayan merogoh kocek juga berohh.

Ikan Piranha dilarang untuk diperdagangkan karena merupakan spesies invasif. Artinya ikan ini dapat merusak keseimbangan ekosistem perikanan, karenanya jangan dibuang ke sungai, danau. Selebihnya dapat disimpulkan sendiri.

Bagi yang hobi, selamat memelihara ikan Piranha di akuarium dan rasakan sensasi gigitannya. Terima kasih

Sampai berjumpa lagi di next konten! 👌

Nite & GBU more.. Bye!!!
Senin, 11 Februari 2019

OSB (Orang Selalu Benar)

Salam sejahtera untuk kita semua !!

Postingan ini merupakan lanjutan dari segmen “Katakan "adios" untuk hoax” yang kali ini bertajuk tentang ‘O.S.B (Orang Selalu Benar)’ yang disusun oleh Author : Rico Sihaloho alias penulis sendiri.

Langsung saja yak! - NGOPI SADAYANA! 😎

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Pilpres serentak akan digelar 17 April 2019 mendatang, dan KPU (Komisi Pemilihan Umum) menjadwalkan lima kali debat dalam kurun waktu Januari-April 2019. Debat Pilpres 2019 yang pertama telah digelar pada Kamis (17/01/19) bulan lalu. Ada yang gak nonton??

Rugi lho kalo gak nonton, agar gak salah pilih, demi masa depan Indonesia 5 tahun ke depan. *Ingat.. ingatt.. Tinggggg!!!*

Lalu bagaimana tanggapan Author melihat respon para pendukung kedua Paslon Capres dan Cawapres di sejagat raya saat ini yang membuat situasisasi semakin menggegerkan dan banyak mereka bereinkarnasi menjadi sosok OSB (Orang Selalu Bener).. check it out bossku !!!

Linimasa media sosial dibanjiri dengan ulasan tentang Pilpres. Opini-opini bijakers pun melumuri field komentar jejaring sosial. Saya perhatikan, tak sedikit teman-teman tetiba jadi politisi paling handal.

Padahal mereka hanyalah rakyat biasa, kamra, pegawai kantoran, ibu rumah tangga, Office boy, satpam, tukang taman, tukang ngutang (gak mampu bayar :D), tukang kredit yang tekor alias tumpur (kyak Om yang ittu!).

Kebanyakan dari “OSB” ini curhat tentang pandangannya terhadap kedua paslon capres-cawapres yang sudah memaparkan pencapaian dan memproklamirkan dirinya itu, masing-masing paslon punya kelebihan menurut pengakuaan kedua paslon itu. Salah satunya, ada yang bermain di Hight way (infrastruktur), ada juga yang mendaki gunung Mount Everest. Wow!!!

Sebagian netijen ada yang kemudian menjadi pengamat mahir, merasa menjadi timsus, sok-sok an menshare artikel dan menambahkan caption yang sok tahu dan sok bijak. Dan acap kali mereka menjustifikasi terhadap salah satu paslon. Bahkan sebagian lagi mereka seolah-olah ilmunya lebih hebat dari google, yang tugasnya menjelaskan sedetail mungkin, demi memenangkan paslon jagoan mereka.

Sayangnya, mereka seperti sedang memperjuangkan keselamatan bangsa ini, tapi ternyata di ending cerita nanti baru sadar bahwa semua yang terjadi hanya Imajinasi, resolusi omong kosong itu hanya terjadi di sekitar ekspetasinya saja alias gigit jari. Mengapa saya berasumsi demikian.. tunggu dulu! Justru itulah yang mau saya obrolkan.. :)

Memang masih banyak pendukung paslon yang santun. Yang tidak pernah terlibat perang mulut di media sosial dengan pendukung lawan. Yang tidak pernah peduli dengan retorika lawan dan lebih peduli pada visi misi yang diusung paslon jagoannya. Karena bagitu lah seharusnya.

Saya sendiri, sebagai seorang WNI yang menderita (wkwk..), pantang untuk ikut dalam politik praktis. Bukannya saya tidak menghargai sistem demokrasi di Indonesia tanah airku (tanah kusewa air kubeli.. :D). Justru ini lah cara saya lebih aware, kalo pun saya tidak bisa membantu setidaknya saya tidak membuat suasana malah tambah kacau. Saya berperan sebagai warga yang harus netral. Maksud saya, jangan memperkeruh situasi, kecuali situasu.. :D

Kadang saya sedih melihat mereka membenci sesuatu karena hal itu tidak sejalan dengan jalur pikiran mereka. Buruknya lagi sampai ada yang memaki-maki, ngamuk-ngamuk, sibuk kopar-kapir..dsb. Menyeramkan bukan? *tapi makasih lohhh, hal itu tak membuat saya ikut terguncang.. wkwk

Okeyy alesan mencolok alih-alih menyeret issu hitam SARA, hal itu sungguh menyedihkan dan memalukan. Apa tidak ada hal lain, yang lebih cerdas yang bisa diungkapkan? Mungkin cara ini masih mereka anggap ampuh untuk mengeksploitasi perilaku pemilih. Issu hitam SARA menjadi momok yang selalu digembar-gemborkan oleh mereka untuk menyerang pihak lawan.

Seringkali mereka merasa paling suci, merasa dihina, merasa dilecehkan, dan perasaan-perasaan lainnya yang selalu menghantui mereka. Sehingga mereka cepat sekali tersulut, tersungging, emosi, mengarahkan dan menggiring yang awam lainnya untuk ikutan marah-marah maju tak gentar membela yang bayar. Berani bacot di medsos, tapi tidak memperlihatkan indentitas aslinya dan bersembunyi dibelakang jabatan org lain.

Saya perlu ngemeng khusus soal ini, agar tidak ada yang salah paham. Kebenaran itu tidak dibangun dengan cara menyalahkan orang lain, Agama tidak butuh preman, dan Tuhan juga tidak butuh di-escort dengan Bodyguard. Selow aje kale bossku, ingatlah! bukan fakta yang membuktikan keburukan, tapi waktu.. kira-kira seperti ittu :)

Saya pikir jam terbang mereka ini sudah banyak, pikirannya semakin luas dan terbuka. Perlu kita ketahui, manusia tidak hidup dengan hanya agama ‘A’ di belahan bumi ini bahkan banyak yang tidak beragama (atheis). Lantas anda memperlakukan mereka dengan mendoktrin sebagai kafir dan tidak masuk surga?

Saya pikir Tuhan dalam agama yang saya yakini tak setega itu mendanggurhon (baca : mencampakkan) manusia ke dalam neraka hanya karena tidak menganut dan mempercayai agama Kristen dan ajarannya. Tuhan itu milik Universal sodara, jangan mempersempit kekuasaan Tuhan ya sodaraku yang tampan, yang ketje, yang suci dan mulia. :D

Sekip.. sekip.. skip!!!

Maksud saya disini kalo kita sudah punya pilihan satu diantara Paslon. Yaudah diem aje sii, gak usah banyak bacot dan mencari borok Paslon lain. Meskipun ada yang mewartakan A-Z balik lagi cara bersosial media yang cerdas. Nanti kalo sudah tiba tanggal mainnya, nah disitulah perlu hati-hati saat berada di bilik suara jangan sampai salah tusuk.

Perlu kita ketahui jua, kenapa saat pemilu harus masuk ke dalam bilik suara, kenapa gak di atas panggung? Fungsinya ya karena pencoblosan tersebut sifatnya rahasia/privasi, agar tak ada yang berantem lantaran beda pilihan. Jadi kalo anda sudah menggembar-gemborkan pilihan anda, apalagi ngajak berantem melulu. lantas apa dong fungsi bilik suara?? Wkwk..

Saya sangat bersyukur, karena Tuhan tidak memberikan saya sikap fanatik terhadap sesuatu (orang, barang, tokoh atau apapun itu). Jadi “sesuatu” itu tidak akan membutakan pandangan saya.

Hati-hati lho.. katanya fanatisme itu dipenuhi dengan sakit hati dan dengki gaes! Makanya saya tak mau menghabiskan energi dan waktu untuk hal-hal yang tak memberi pengaruh besar dalam hidup saya. Sebagai studi kasus ;

Di Pilgub DKI 2016, saya tak berkoar-koar siapa pun untuk jadi pemenang. Dalam hati ada sih resep terhadap satu Paslon, tapi tak membuat saya mempublikasikan di media sosial. Lagian ngapain saya repot-repot nyinyir, orang saya bukan warga DKI ini. Saya kan tinggal di planet Bekasi jaya raya yang saya cintai ini.

Saya keep aje dalam hati. Kenapa why? Karena because, saya tau, di sosial media yang saya miliki, teman-teman saya terbagi dalam dua kubu pendukung. Yang satu mendukung Paslon ini, satunya lagi mendukung Paslon itu.

Dan karena pada dasarnya saya ditakdirkan jadi orang baik.. (Essehh! :D) Saya lebih memilih diam. Saya tak mau menyakiti hati siapa pun. Saya tak akan menjelekkan satu Paslon hanya untuk menyenangkan perasaan saya sendiri, sementara di luar sana ada banyak teman yang membaca status saya, dan akan merasa sakit hati jika paslon dukungan mereka direndahkan. Bukan begitu Ferguso?!

Studi kasus berikutnya, bukannya saya tak tau.. tak sedikit teman yang sejak Presiden periode 2014 lalu terpilih, hingga saat ini kerjanya masih nyinyir dengan kritikan negatif. Gak usah jauh-jauh bisa disaksikan yang viral saat ini sampai diringkus sama Aparat. Terkait menyebarkan berita hoax, ujaran kebencian, baik yang keluar dari congornya ataupun di tulisannya.

Saya??? Bicara Politik!! No.. !!!

Saya tergolong memiliki kehidupan yang datar-datar saja, yang tak punya kapasitas bicara tentang politik. Saya menikmati waktu lebih banyak ngopi, karena bagi saya ngopi itu merupakan kenikmatan yang kaqiqi.. wkwk, tanpa harus berdebat tentang siapa yang benar, siapa yang lebih baik, dan siapa yang menang.

Saya akan ucapkan congrat buat siapapun yang terpilih nanti, semoga bisa menjalankan amanahnya sebagai pemimpin di Indonesia tercinta ini. Berharap Indonesia lebih baik lagi. Semoga tak ada lagi status kebencian dan provokasi.

Bukankah hidup itu mesti indah??

Selama kita masih bisa bekerja dapat upah, bisa berdikari, woles aje. Siapa pun presidennya toh sarapan saya masih nasi uduk + telur, kadang pake tongkol sama pete/semur jengkol, atau sesekali soto super pedas, bahkan kadang nasi doang.. sedih!! Wkwk..

So..! Dear, para pendukung yang fanatik terhadap salah satu paslon, sedikit saran dari saya :

“Kalau anda alergi makan siput, cari makanan unggas!” atau “Kalau anda suka pedas tapi gak bisa makan pake sambel, Yok kita makan pake lada! ” Simple kan?? :D

Pesan moral :

● Hindari berdebat dengan orang yang tidak menguasai data permasalahan, dan ilmu, sebab bila mental kita masih lemah maka hanya emosi dan permusuhan yang kita dapat. Berdebat untuk sesuatu yang tidak perlu diperebutkan kebenarannya hanya akan menguras energi yang sia-sia. Ada saatnya kita diam untuk menghindari/mengakhiri perdebatan yang tidak perlu.

● Diam bukan berarti kalah, menang juga bukan hal yang luar biasa apalagi menang lawan orang bodoh. Karena pemenang sejati adalah orang yang mampu menklukkan egonya sendiri. Sebelum berdamai dengan orang lain, sebaiknya berdamailah dulu dengan diri sendiri.

Begitu aje dulu curhatan saya malem ini, sampai berjumpa lagi di segmen selanjutnya!!

Selamat malam! GBU more and Anneyong..! :)

Senin, 04 Februari 2019

Katakan "adios" untuk hoax

Selamat malam gaes, salam sejahtera untuk kita semua!!

Dari siang hujannya awet bet berohh kyak pake formalin, jadi ceritanya saat mau pulang petang tadi menepi sebentar di warkop pinggir jalan. - NGOPI SADAYANA! 😎


Pengertian_clickbait_atau_umpan_balik
Senja di BCM :)
Loh dari sore, kok malam baru mengudara? Iya ya dipersorry gaes, soalnya kan perlu juga ada jeda untuk menganalisa dan berpikir sedikit terkait topik yang mau saya bahas ini. *ada aje alesannye :D

Baik, kali ini saya mau bahas tentang Inet dan orang-orang yang begitu konsumtif terhadap Inet. Terutama orang-orang yang begitu awam dan mudah terhasut isu dari Inet. (Asyikkk nih si rico mulai sotoi”nya keluar) hahah.. saya langsung aje ya!

Secangkir kopi hitam dan ditemani berita terkini yang dimuat di koran langganan, sembari angkat kaki sebelah, merupakan tipikal para pembaca berita zaman dulu. Saat itu surat kabar menjadi media sumber informasi terpercaya.

Namun seiring perkembangan teknologi, basis informasi beralih dari media kertas ke media digital, alhasil dampak positifnya kita dapat mengakses berita lebih cepat, kapan pun dan dimana pun dalam hitungan detik. Bahkan belakangan ini informasi media internet seperti menjadi pasar tumpah. Satu berita bisa menimbulkan beragam cerita.. bener gak?

Nah menyikapi situasi demikian, kita harus cerdas dalam membaca, terutama dalam membaca berita yang kemunculannya kadang tanpa harus kita cari, tiba-tiba datang notifikasi lewat aplikasi yang kita miliki. Seperti : Facebook, Whatsapp, Email, Esemes dan sebagainya.

Saya monitor, Indonesian people saat ini banyak netizen diterjang "Inet sickness" terutama mereka yang awam (buta inet), dimana sipenerima informasi cepat tersulut dan terlalu bodoh. Berita tersebut langsung di-share ke publik tanpa difilter bagaimana ke absahan/ statusisasi artikel tersebut.

Sepertinya jari netizen lebih cepat dari cara berpikir mereka. Maksud saya, buat sebagian netizen dalam menyikapi sebuah berita atau apalah yang suka ada kolom komentar, dia suka mengisi komentar mereka tanpa berpikir panjang. Hanya mengikuti ego dan jari-jari mereka.

Teknologi internet yang seyogyanya bisa di manfaatkan untuk mendapat kucuran informasi atau sarana bertukar informasi secara militan, malah menjadi medan pertempuran sengit saling caci-maki di dunia maya.. menyedihkan bukan? :D

Maksud saya disini cerdas membaca itu, bagaimana menela’ah informasi yang kita terima dan memiliki kemampuan untuk menilai apakah berita itu murni (objektif) atau subjektif atau justru tampak objektif namun kontennya mengandung maksud-maksud terselubung dengan nuansa unsur propaganda (negatif). Jangan nanti kita kemakan hoax dan malah menjadi bagian yang memviralkannya dengan sejumlah share ke media sosial yang kita punya.

Sebetulnya hal ini tidak terlepas dari ilmu Teknologi Informasi Komputer yang dirancang orang-orang ahli dibidangnya. Sayangnya banyak orang menyalagunakan keahliannya tersebut demi kepentingan kelompok atau pribadi demi uang.. uang dan uang!! Tanpa peduli resiko dari talenta yang disalahgunakan tersebut. Sehingga berdampak negatif, membuat kebenaran yang telah dirajut indah berubah menjadi hoax yang mampu mempengaruhi para pembaca.

Oh iya, sebelum saya mengoceh panjang lebar, sebelumnya saya minta maaf untuk kaum expert di lapak ini. Ilmu saya mungkin kurang mumpuni untuk menjelaskan hal ini lebih kompleks. Tapi izinkan saya untuk menumpahkan sedikit pemikiran saya dari sedikit sisa-sisa brainstorming yang saya miliki. Dan bila ada yang kurang betul, tolong dibantu saran di field komentar ya senior :)

Baik, pernah kah mendengar seorang penulis bisa menjadi Miliarder? Saya awalnya tak percaya akan hal tersebut bagaimana bisa orang yang hanya menulis online bisa dapat honor yang lumayan menggiurkan. Apalagi terkait artikel hoax! Tetapi ketidakpercayaan saya itu terpatahkan ketika saya menyelami ilmu di samudera yang luas terkait informasi teknologi. Sehingga saya dapat sedikit pencerahan.. :D

Supaya pembaca yang mungkin belum paham dapat mengikuti maksud tulisan saya (yang udah paham diam aje ya.. ngopi kita!). Faktor yang perlu kita ketahui, darimana sumber honor si Miliarder tadi?

Jadi begindang ya gaes, dalam dunia perinternetan ada istilah "clickbait". Apa itu clickbait? Mari kita meluncur naik baling-baling doraemon langsung ke tekape, hehe. caranya ketik "clickbait" di google kesayangan anda, maka kita akan dapat defenisinya dari sumber terpercaya dan akurat, yang dimuat di "Wikipedia" :

“Umpan klik (clickbait) adalah suatu istilah peyoratif yang merujuk kepada konten web  yang ditujukan untuk mendapatkan penghasilan iklan daring, terutama dengan mengorbankan kualitas atau akurasi, dengan bergantung kepada tajuk sensasional atau gambar mini yang menarik mata guna mengundang klik-tayang  (click-through) dan mendorong penerusan bahan tersebut melalui jejaring sosial daring. Tajuk umpan klik umumnya bertujuan untuk mengeksploitasi "kesenjangan keingintahuan" (curiosity gap) dengan hanya memberi informasi yang cukup membuat pembaca penasaran ingin tahu, tetapi tidak cukup untuk memenuhi rasa ingin tahu tersebut tanpa mengklik pada tautan atau pranala yang diberikan.”

*Scroll aje ya, saya transkrip secara utuh :)

Gimana gaes...paham?? Kalo gak paham jangan langsung panik, justru inilah topik yang mau saya oprek-oprek..

Yaps!! coba kita tengok media-media daring di internet, seperti Kompas.com, Merdeka.com. Tempo.co, Tirto.id, Tribunnews.com, Detik.Com, Kapanlagi.Com, dan sejenisnya.

Q : Apa persamaan mereka?
A : Sama-sama media yang menyajikan berita! *86 betul.. betul banget!! Cakeeeeeeeep!!

Situs-situs (media massa) tersebut dan para jurnalisnya bekerja keras menyajikan berita bagi para pembaca. Berita dan artikel tersebut diperoleh melalui peliputan serta pencarian data-data, dan dokumentasi. Bahkan, tak jarang para jurnalis mengorbankan jiwa raga hanya untuk dapat menyajikan berita di hadapan pembaca. Artinya, agar situs mereka tetap beroperasi dan dapat terus eksis semakin dipercaya oleh pembaca.

Tentunya perusahaan pemilik masing-masing situs harus membayar biaya operasional situs (menggaji para pekerja, membayar biaya server, hosting, dll). Untuk mendapat pemasukan, situs tersebut memasang iklan komersial dengan tujuan untuk memperoleh profit/keuntungan.

Umumnya ya umumnya, situs di internet mendapat pemasukan melalui iklan komersial. Iklan tersebut boleh kita tengok berbentuk banner yang terpasang di sisi (kanan/kiri-atas/bawah) artikel dan bahkan ada yang ditengah/diantara konten. Iklan-iklan itulah yang memberi pemasukan pada masing-masing situs, hingga dapat membayar biaya operasional. Tentu saja masing-masing perusahaan pemilik situs juga ingin mendapat profit (semakin besar semakin bagus).

Terkait iklan yang terpasang, ada beragam pembayaran yang diperoleh situs. Dua yang paling populer adalah “bayar per tampilan” dan “bayar per klik”. Artinya, semakin banyak halaman situs yang dibuka pengunjung, situs akan memperoleh bayaran (dari si pemasang iklan). Atau, jika ada pengunjung situs yang mengklik iklan, semakin besar pula bayaran yang mereka terima.

Okay kita stop dulu disitu, sekarang udah paham kan sumber honornya si Miliarder tadi darimana??

Yok kita lanjoot!! dari situlah dimulai cikal bakal "clickbait". Tak cukup stuck disitu aje, mereka pun gak kehabisan akal dan bertanya-tanya, “gimana caranya agar pemasukan dari iklan bisa sebesar mungkin?”

Bagi media yang memiliki integritas, pertanyaan itu memicu mereka untuk berpikir kreatif. Hasilnya, mereka menyajikan konten atau artikel yang lebih baik dari rata-rata situs lain, atau memperbanyak artikel dengan cara positif, sehingga pengunjung mendapat lebih banyak bacaan. Mereka menyajikan berita secara objektif sesuai kaidah tugas jurnalis pada umumnya. Finaly, terjadilah simbiosis mutualisme yang mana pengunjung senang, pemilik situs juga untung.

Sebaliknya, bagi media yang tidak berintegritas, mereka juga gak kalah “kreatif”. Sama-sama kreatif, tapi dalam tanda kutip. Biasanya, yang mereka lakukan adalah membuat judul-judul bombastis yang tidak relevan (judul tidak nyambung dengan isi berita). Berusaha menggiring opini pembaca yang masih awam. Dibumbui dengan isu yang menyeret SARA.

Mereka sengaja membuat judul berita yang memancing emosi, membuat bagaimana si pembaca berita tersebut terpancing untuk bernyinyir ria. Hal tersebut dilakukan dengan merekayasa sesuatu, menarik perhatian, membuat kekacauan atau fitnah, ujaran kebencian, serta melakukan sesuatu untuk menutupi pandangan pembaca. Padahal antara judul dan isi berita jelas-jelas tidak relevan sama sekali. Pernah gak menemukan berita sekamfrett itu?

Judul-judul yang tidak relevan, itulah yang disebut "clickbait"! Tujuannya agar pembaca penasaran, lalu mengklik tautan berita yang disajikan. Tapi situs bersangkutan tidak mau tahu. Bagi mereka, yang penting pembaca mengklik tautan yang mereka sodorkan. Mereka haus akan klikan demi bayaran. Soal pembaca puas atau tidak, bodo amat! Yang penting situs mereka dikunjungi, artikel mereka dibaca dan persetan denganmu !

Sudah mulai paham yang disebut "clickbait" ?? *bentar ya saya mau seruput kopi heula.. :D

Want to know? seperti apa judul yang tergolong clickbait? Okeyy, judulnya biasanya ditandai dengan kata sifat yang subjektif dari si penulis berita. Hal ini menunjukkan kalo situs tersebut tidak “berintegritas” yang seharusnya penulis bersifat Objektif. Misal :

Menyedihkan! Kucing garong ini.. bla bla bla
Mengharukan, Ternyata keong racun ini.. bla bla bla
Ironis, Sepasang tomkat menempel di celana dalam pak Rt.. bla bla
Miris! Beginilah si kamfrett setelah pindah agama.. bla bla bla

Setahu saya wartawan hanya bertugas mewartakan. Soal apakah isi beritanya menyedihkan, mengharukan, ironis, miris, dll, itu hak pembaca untuk menilai dan menentukan.

Seharusnya tidak perlu memasukkan opini ke dalam judul. Karena salah satu kode etik wartawan adalah objektif. Sementara judul-judul di atas justru subjektif, karena memasukkan opini. Dalam konteks pemberitaan media daring, praktik semacam itu bisa digolongkan “clickbait”.

Yang lebih nge-fuck and the ngehek, ada judul-judul yang sangat kamfrett. Biasanya, judul sangat panjang, diakhiri kalimat sok tahu. Misal:

Inilah 10 hal yang dlakukan buaya betina saat sendirian di kamar, nomor 7 akan membuatmu lari ke toilet dan menabrak wastafel lalu mati!

Judul keparat apa itu? Okelah, orang mungkin bisa menulis tentang “10 hal yang dilakukan buaya betina saat sendirian di kamar”. Itu ilmiah dan logikanya masih bisa diterima nalar. Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa “nomor 7 akan membuatmu lari ke toilet dan menabrak wastafel lalu mati! Wkwk..

Next, selain judul yang tidak relevan, praktik curang alias kamfretoss yang juga dilakukan sebagian situs berita di internet adalah “memecah satu artikel dalam beberapa halaman” padahal berita itu relatif pendek. Berusaha membesar-besarkan berita, menipu dengan menggunakan/meminjam pernyataan orang lain tanpa ada bukti-bukti yang akurat.

Memang saya paham maksud mereka, kendala suatu tulisan yang terlalu panjang bisa mengganggu kenyamanan pembaca artinya pembaca harus melakukan scroll berkali-kali untuk membaca artikel seutuhnya. Artikel yang sangat panjang juga bisa membuat proses loading tidak lancar, khususnya jika situs bersangkutan menggunakan server yang tidak bagus ya. Ngemeng-ngemeng, ini lah alesan saya membuat tulisan saya bersegmen-segmen loh.. Skip!! :D

Sebetulnya untuk mengantisipasi hal semacam itu, Hal ini juga dilakukan situs yang memiliki integritas berpikir untuk memecah artikel panjang menjadi 1 - 3 halaman. Dalam hal ini, bisa dibilang no problemo dan saya menghargai itikad baik situs bersangkutan yang memang bertujuan membuat pengunjung nyaman, baik saat membuka halaman, maupun saat membaca artikel bersangkutan.

Tetapi, situs yang tidak berintegritas benar-benar kamfrett berohh! Mereka memecah artikel hingga beberapa halaman, tapi bukan bertujuan membuat pengunjung nyaman, tapi justru membuat pengunjung tidak nyaman!

Tak jarang saya menjumpai berita di suatu situs, yang memuat artikel pendek tapi dipecah hingga beberapa halaman. Padahal, artikel itu sangat pendek hingga masing-masing halaman hanya memuat satu atau dua paragraf! Itu benar-benar parah! Yang lebih parah, berita yang dipecah dalam beberapa halaman itu tidak penting-penting amat dan biasanya hanya berita yang sekadar membuat pembaca penasaran! Biasanya saya langsung leave off post. Asli gak mutu! :D

Dalam konteks yang sedang saya obrolkan disini yaitu situs yang tidak berintegritas. Praktik memecah satu artikel pendek dalam beberapa halaman semacam itu disebut clickbait. Yaitu upaya “memaksa” pengunjung/pembaca untuk terus melakukan klik dan klik, yang tujuannya keuntungan bagi situs bersangkutan. Rata-rata situs yang melakukan praktik curang alias kamfrett semacam itu biasanya memiliki iklan sangat banyak, hingga satu klik membutuhkan waktu loading lama, akibat banyaknya iklan.

Well, sekarang sudah paham dong gimana sebagian media sengaja “memanipulasi” pembaca melalui (judul-judul) berita yang mereka sajikan dan apa yang disebut "clickbait" ?? Itulah kenapa menyikapi praktik semacam itu kita harus cerdas bersosial media. Agar si pembaca sadar akan tujuan si Penulis kamfrett itu.

Penulis kamfrett yang saya maksud disini yaitu penulis yang gagal jadi Miliarder itu, menulis dengan membalikan fakta, menyebarkan berita hoax dan ujaran-ujaran kebencian di tulisannya.

Baiklah diakhir postingan ini, mari kita cerdas bersosial media. Jangan sampai dunia semakin terbalik karena berita-berita dari media yang tidak berintegrasi (tidak kredible) terus bermunculan, untuk saat ini dan selamanya pastikan mengucapkan "adios" atau selamat tinggal untuk hoax!

Sekian dulu cuap-cuap saya malam ini, sampai berjumpa lagi di segmen selanjutnya..!

Nite and God bless you more.. Bye!!!

 
;