Ngopi sadayana! 😎
Kali ini kita bermain imajinasi dengan "teori jeruk nipis".
Bayangkan ada sebuah jeruk nipis berwarna hijau agak ke kuning-kuningan. Lalu jeruk nipis tersebut Anda potong jadi dua bagian. Kemudian pegang salah satunya dan peraslah, sampai air tetesannya mengucur. Apa yang Anda rasakan? Asam bukan? Setiap tetesnya Anda akan menelan ludah.
Kali ini kita bermain imajinasi dengan "teori jeruk nipis".
Bayangkan ada sebuah jeruk nipis berwarna hijau agak ke kuning-kuningan. Lalu jeruk nipis tersebut Anda potong jadi dua bagian. Kemudian pegang salah satunya dan peraslah, sampai air tetesannya mengucur. Apa yang Anda rasakan? Asam bukan? Setiap tetesnya Anda akan menelan ludah.
Kalau imajinasi Anda kuat, sekarang Anda sedang menelan air liur, saking asamnya. Betul? Padahal jeruk nipisnya tidak ada yakan! Tapi rasa asamnya terasa hingga Anda harus menelan ludah. Jika Anda merasakan kejadian serupa itulah yang disebut dengan "TEORI JERUK NIPIS".
Bahwa
tubuh manusia dirancang untuk merespon apa yang dibayangkan. Apa yang
dipikirkan itulah yang menjadi kenyataan. Sehingga jika kita sedang menghadapi
masalah lalu kita berpikir yang aneh-aneh, maka yang terjadi adalah tubuh
menjadi drop.
Kemungkinan kita akan jatuh sakit
dan bahkan kemungkinan terburuk
kita akan depresi. Padahal kekwatiran itu belum tentu terjadi. Kita sebenarnyan
sedang “Meneteskan jeruk nipis” di kehidupan kita. Semakin banyak tetesannya
semakin berat masalahnya.
Ternyata
kuncinya ada dalam pikiran. Jika air liur saja bisa dipancing hanya dengan
memikirkan sebuah jeruk nipis. Maka masalahpun bisa diselesaikan dengan
permainan pikiran.
Maaf
sebelumnya, coba Anda perhatikan orang
yang kelainan jiwa (sehat tapi gak waras). Secara fisik mereka sehat namun
mereka hidup di dunia yang berbeda. Mereka menciptakan dunianya sendiri. Jeruk
nipis yang mereka teteskan terlalu banyak. Sehingga muncul lawan bicara yang
begitu nyata. Yang bisa diajak bicara.
Sekarang
mari kita ubah mindset, jika didera masalah bertubi-tubi anggap saja itu
“proses pondasi” bahwa Tuhan hendak
membangun Hotel berlantai 100.
Bayangkan sebuah proyek Hotel dengan tinggi 100 lantai. Pondasinya pasti dalam sekali dan dalam sekali tentunya, pengerjaannya pun pasti lama. Jika pondasinya selesai maka akan mampu menopang beban. Hingga 100 lantai sekalipun.
Bayangkan sebuah proyek Hotel dengan tinggi 100 lantai. Pondasinya pasti dalam sekali dan dalam sekali tentunya, pengerjaannya pun pasti lama. Jika pondasinya selesai maka akan mampu menopang beban. Hingga 100 lantai sekalipun.
Tuhan
tidak iseng memberi kita masalah. DIA ingin kita kuat bukan ingin kita sekarat.
Maka berhati-hatilah pikiran Anda. Berbaik sangkalah maka kehidupan pun atas
ijin Tuhan akan membaik.
Berpikir baik dan berbuat baik terhadap orang lain menjadikan kita menjadi awet muda, murah tersenyum dan selalu mengasihi satu dengan yang lain. Usia hanyalah angka..jiwa tetap semangat muda. Big Think!!
Berpikir baik dan berbuat baik terhadap orang lain menjadikan kita menjadi awet muda, murah tersenyum dan selalu mengasihi satu dengan yang lain. Usia hanyalah angka..jiwa tetap semangat muda. Big Think!!
Saya
merenungkan kejadian di atas, ternyata apa yang kita yakini intulah yang
terjadi. Ketika kita menghadapi masalah, kita mulai berpikiran yang aneh-aneh. “Jangan-jangan ini emang yang Tuhan mau,
Tuhan pasti sengaja deh bikin keadaan saya terpuruk begini”.
Pemikiran
seperti ini merasuki kita hingga ahirnya kita percaya dengan pemikiran kita di
atas. Kemudian kita drop merasa depresi, merana, gundah gulana. Padahal belum
tentu semua yang kita pikirkan itu terjadi yakan. Jadi mirip seperti teori
Jeruk nipis tadi.
Masalah
tersebut terlihat pahit, keras tidak bisa dipatahkan. Namun sebenarnya hal itu
hanya ada dalam pikiran kita. Mungkin masalah yang sedang dihadapi ini hanya
bersumber dari pikiran saja.
Sebagai orang yang percaya Tuhan kita tidak boleh
dengan sengaja meracuni hidup dengan pemikiran-pemikiran yang negatif terhadap
masalah yang kita hadapi.
Dari teori jeruk nipis kita belajar kalau keasaman
bisa jadi berasal dari pemikiran kita. Dan jika kita percaya kepada Tuhan, maka kita pasti bisa mematahkan segala pikiran yang negatif.
Berdoa dan bersyukur selalu kepada sang Pencipta. Tetap rendah hati. Yakin semua indah pada waktunya.
Berdoa dan bersyukur selalu kepada sang Pencipta. Tetap rendah hati. Yakin semua indah pada waktunya.
Terima kasih!



- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact