Senin, 21 Desember 2020

Mudik Ke AMSTERDAM

SELAMAT HARI NATAL & TAHUN BARU

Mudik Ke AMSTERDAM – Liburan akhir tahun 2020 ini saya manfaatkan untuk pulang kampung ke Amsterdam. Yaps, “mudik” begitulah orang-orang menyebutnya.

Menurut KBBI, Mudik (akronim : menuju udik) adalah kegiatan perantau/pekerja migran untuk pulang ke kampung halamannya. Versi lain, mudik berasal dari singkatan kata bahasa Jawa “Mulih Dhisik” atau pulang sebentar ke kampung halaman, kota atau negara asal.

Omong-omong perjalanan mudik ke Amsterdam bisa ditempuh dengan 2 jalur, yaitu lewat jalur darat dan jalur udara.

Setelah sekian lama merantau di Kota Patriot, tepatnya di Kota Terlengkap penderitaannya di timur Jakarta. Tahun 2020 inilah menjadi tahun pertama kalinya saya mudik ke AMSTERDAM dengan transportasi darat (mobil).

Itu makanya edisi pulang kampung kali ini saya tulis menjadi sebuah cerita ke dalam blog ini.

Mungkin akan berbeda dengan mudik di tahun-tahun sebelumnya. Biasanya sih saya kalo mudik jalan kaki tinggal pesan tiket pesawat. Langsung setttt...! Take off dari bandara Soehatta, 2 jam udah tiba di Kuala Namu International Airport di Medan.

Lahh katanya mudik ke Amsterdam??

Yapz, jangan kecewa pemirsah karena Amsterdam yang saya maksud bukan seperti Amsterdam yang pernah kalian bayangkan.

Amsterdam itu singkatan dari “AMBARITA terus masuk dalam”. AMBARITA adalah nama sebuah desa di Kab.Samosir – SUMUT. Nah disanalah tempat lahir beta. *nggak ada yang nanya*

Makanya kalo ada yang bertanya asal daerah, biasanya saya akan bilang asal dari Medan. Karena berasumsi kalo bilang dari Ambarita (Kab.Samosir) mungkin banyak yang belum mengenal dimana tempat tersebut.

Tapi kalo si Penanya tahu dan nanya lebih lanjut. Medan-nya?? Terus saya jawab Amsterdam pasti dia akan bilang, Amsterdam kok bilang Medan. Skip ^_^

Kembali ke soal mudik..

pulang-malu-gak-pulang-rindu

Sebagai seorang perantau, mudik merupakan sebuah momen yang sangat dinanti-nantikan dan begitu dirindukan. Begitu bukan? Bukan begitu? Hehh, Apalagi bisa mudik di hari raya keagamaan, misalnya mudik pada saat hari raya NATAL.

Tradisi merayakan hari Natal sudah turun temurun bagi warga Kristiani dimana saja. Bagi anak rantau seperti saya misalnya, dan juga ribuan perantauan lainnya merayakan hari Natal akan selalu identik dengan pulang kampung.

Keinginan untuk merayakan hari Natal di kampung halaman sendiri sepertinya sudah menjadi “magnet” tersendiri bagi para anak rantau. Dan sudah menjadi tradisi.

Karena merayakan Natal di kampung halaman itu memiliki nilai kekeluargaan yang amat tinggi. Dimana kita bisa merayakannya dengan keluarga-keluarga terdekat, dan juga lingkungan dari mana kita berasal.

Bagi saya dibanding mudik di hari biasa, rasa-rasanya hanya mudik saat hari Natal yang mempunyai euforia saat melakukannya. Pasalnya, pada saat itulah hampir semua anak rantau berbondong-bondong menginfasi kampung halamannya masing-masing untuk bertemu dengan para keluarganya.

Namun kadang saya juga suka iri lihat teman satu kantor yang kerap mengambil kesempatan libur akhir pekan atau saat libur “hari kejepit” untuk mudik. Mungkin karena kampungnya dekat dan biaya yang dikeluarkan juga terjangkau yah.

Saya? Tahunan. Kalo ditanya kangen nggak?? Banget lah. Ada gitu yang tidak kangen sama kampung halaman sendiri. Kecuali titisan Malin Kundang.. ^_^

pulang-malu-gak-pulang-rindu

Melihat kondisi yang ada, awalnya tak ada sedikit pun rencana untuk mudik ke Amsterdam tahun ini /*pulang malu, nggak pulang rindu.. hehe. Tapi entah mengapa, saya berubah pikiran dan begitu bersemangat untuk segera mudik.

Untuk menambah jatah libur akhir tahun. Saya mengajukan permohonan cuti selama dua minggu, tentu saja setelah mengisi form surat cuti.

Menariknya tanpa basa-basi langsung di-approved sama Boss. Wow! Bossku keren pikirku.. 👍

Melihat form cuti yang dinodai oleh Bossku dengan tinta biru, dengan hati yang riang dan wajah sumringah, rasa-rasanya saya begitu tidak sabar menantikan saat itu tiba.

Saya sangat senang bisa mudik ke Amsterdam tahun ini. Karena selain merindukan kedua orang tua dan kampung halaman, saya juga sudah lama Merindukan Ketenangan dan Kesenangan.

PREPARE MUDIK KE AMSTERDAM

Prosesi pulang kampung itu tak mudah bagi banyak orang, tak terkecuali saya yang kampungnya jauh dari rantau. Makanya tak sedikit perantau yang jarang mudik.

Putar otak, karena selain butuh biaya yang tak sedikit, tentu saja butuh range waktu yang cukup. Apalagi dimasa coronce yang semakin masif saat ini. Ribet dan mumet kyak benang ruwet.

Sebagai warga yang patuh terhadap aturan, hari ini Senin (21/12/2020) saya melakukan rapid test anti galau, Eeh antigen di RS.ASRI MEDIKA (GRAHA ASRI) – JABABEKA.

Dan ternyata di rumah sakit ini sudah banyak nyang ngantri. Bukan karena sakit lho, tapi untuk rapid test antigen sebagai syarat untuk mudik.

Puji Tuhan hasilnya “non–reaktif”. Itu artinya kondisi ini bersahabat untuk mudik ke Amsterdam. Tugas selanjutnya, saya mempersiapkan barang bawaan/pakaian.

Tak banyak barang yang saya bawa. Saya sih cuma membawa tiga setel pakaian saja. Dengan asumsi satu setel untuk dipakai, satunya dicuci, dan satunya dijemur.

Semiskin itu?? Yass! Hal ini mungkin susah diterima bagi mereka yang termasuk peduli pada penampilan.

“Ah ntar kalo cuma bawa baju warna hijau nggak bisa dong main ke Pantai Selatan. Kalo bawa baju warna kuning ntar mirip dong kyak yang lagi ngambang di Kalimalang”.

Akhirnya mudik dengan bawaan seambrek, padahal cuma mudik alias mulih dhisik lho, bukan pindah..

Ini termasuk salah satu tips atau cara ampuh untuk mengurangi beban bawaan ketika melakukan perjalanan jauh lho. Bawa pakaian secukupnya saja yakan.

Bila penting optimalkan penggunaan celana dalam dengan metode “Side A – Side B”. Jika memungkinkan sampai Side C Side D (balikin lagi, puter lagi). Presisi kali ahk.. 😂

Eh yang terakhir itu jangan ditiru ya. Karena saya juga nggak yakin bisa melakukannya. *nggak usah dibayangin juga.. hahh*

Mungkin hal ini terdengar sedikit tabu, tapi pada kenyataannya, menggunakan celana dalam “Side A – Side B”, bukan hanyalah sekedar bercandaan belaka lho pemirsah.

Konon istilah seperti ini akrab lho di kalangan Traveler yang malas untuk mencuci pakaiannya, bahkan celana dalamnya sendiri.

Hellooo, mana nih Traveler bener nggak sihh?? *keppo*

Eehhh kok malah bahas celana dalam.. 😄

Intinya saat melakukan perjalanan jauh seperti halnya mudik ke Amsterdam. Saya nggak mau direpotkan sama barang bawaan. Capek iya, repot iya. Tujuan utama mudik adalah temu kangen sama orang tua dan keluarga.

Saya juga nggak peduli apa kata orang nanti, jika tidak bisa nyawer orang sekampung, atau tidak bisa mentraktir siapa pun disana. Bodo amat!

Bagi sebagian orang memang masih ada anggapan yang salah, banyakan orang kampung (khususnya yang belum pernah merantau) menganggap orang rantau itu banyak duitnya. Padahal kan, ah.. you know lahh!

You know what I mean, kan?

Begitulah, sesimpel itu.

Maksud saya disini, nanti kalau kita ketemu jangan tanya oleh-oleh ya! 🤭

Sampai di sini dulu cuap-cuap malam ini. Besok kita mau meluncur neh mudik ke Amsterdam.

Di next konten mungkin saya akan ceritakan bagaimana kisah Perjalanan Mudik Ke AMSTERDAM. Tunggu yah jam tayangnya..

Semoga perjalanan mudik ke Amsterdam kali ini lancar jaya, selamat sampai tujuan. Amin

Nite & GBU more. Bye.. !!
Jumat, 20 November 2020

Privacy Policy

Privacy Policy for RICO SIHALOHO

At RICO SIHALOHO, accessible from www.ricohaloho.blogspot.com, one of our main priorities is the privacy of our visitors. This Privacy Policy document contains types of information that is collected and recorded by RICO SIHALOHO and how we use it.

If you have additional questions or require more information about our Privacy Policy, do not hesitate to contact us.

Log Files

RICO SIHALOHO follows a standard procedure of using log files. These files log visitors when they visit websites. All hosting companies do this and a part of hosting services' analytics. The information collected by log files include internet protocol (IP) addresses, browser type, Internet Service Provider (ISP), date and time stamp, referring/exit pages, and possibly the number of clicks. These are not linked to any information that is personally identifiable. The purpose of the information is for analyzing trends, administering the site, tracking users' movement on the website, and gathering demographic information. Our Privacy Policy was created with the help of the Privacy Policy Generator and the Privacy Policy Generator.

Google DoubleClick DART Cookie

Google is one of a third-party vendor on our site. It also uses cookies, known as DART cookies, to serve ads to our site visitors based upon their visit to www.website.com and other sites on the internet. However, visitors may choose to decline the use of DART cookies by visiting the Google ad and content network Privacy Policy at the following URL – https://policies.google.com/technologies/ads

Our Advertising Partners

Some of advertisers on our site may use cookies and web beacons. Our advertising partners are listed below. Each of our advertising partners has their own Privacy Policy for their policies on user data. For easier access, we hyperlinked to their Privacy Policies below.

Privacy Policies

You may consult this list to find the Privacy Policy for each of the advertising partners of RICO SIHALOHO.

Third-party ad servers or ad networks uses technologies like cookies, JavaScript, or Web Beacons that are used in their respective advertisements and links that appear on RICO SIHALOHO, which are sent directly to users' browser. They automatically receive your IP address when this occurs. These technologies are used to measure the effectiveness of their advertising campaigns and/or to personalize the advertising content that you see on websites that you visit.

Note that RICO SIHALOHO has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

Third Party Privacy Policies

RICO SIHALOHO's Privacy Policy does not apply to other advertisers or websites. Thus, we are advising you to consult the respective Privacy Policies of these third-party ad servers for more detailed information. It may include their practices and instructions about how to opt-out of certain options.

You can choose to disable cookies through your individual browser options. To know more detailed information about cookie management with specific web browsers, it can be found at the browsers' respective websites. What Are Cookies?

Children's Information

Another part of our priority is adding protection for children while using the internet. We encourage parents and guardians to observe, participate in, and/or monitor and guide their online activity.

RICO SIHALOHO does not knowingly collect any Personal Identifiable Information from children under the age of 13. If you think that your child provided this kind of information on our website, we strongly encourage you to contact us immediately and we will do our best efforts to promptly remove such information from our records.

Online Privacy Policy Only

This Privacy Policy applies only to our online activities and is valid for visitors to our website with regards to the information that they shared and/or collect in RICO SIHALOHO. This policy is not applicable to any information collected offline or via channels other than this website.

Consent

By using our website, you hereby consent to our Privacy Policy and agree to its Terms and Conditions.

Minggu, 11 Oktober 2020

Memasuki Hening

Memasuki Hening — A little update for my blog.

Tidak banyak kejadian menarik di tahun 2020 ini. Awal tahun 2020 lalu diawali dengan banjir yang berlebihan. Bulan berikutnya disusul dengan pandemi kupit–19, dan musim kemarau yang tak berkesudahan, hingga sekarang.

Hidup dengan kebiasaan baru dimasa pandemi pun sudah mulai stabil. Kecemasan tentu masih ada, tapi sudah tidak semenegangkan di masa awal pandemi.

Semalam saya ditelpon salah satu teman letting. Kami memang tinggal di kota yang beda dan belakangan ini sedang mengalami permasalahan yang agak mirip meski tak sama.

Kami saling bertukar kabar, sudah lama tak ada komunikasi diantara kami. Sehingga membuat obrolan ini agak bernostalgia.

Ngobrol ngalor ngidul sambil cekikikan. Segala topik dari yang berbobot hingga yang unfaedah turut diperbincangkan.

Sampai–sampai gibah aib–aib temen sendiri yang dulunya tidak terlalu terkenal, sekarang sudah berani unjuk gigi di media sosial (itu sih kata temen saya ^ _ ^).

Obrolan yang tadinya penuh canda dan tawa, berubah menjadi saling meledek, dan berujung acara nasehat menasehati pun tak terelakkan lagi.

Namun salah satu obrolan yang membuat saya tertegun, ketika teman saya bertanya “NATAL pulang kampung nggak?”.

Disitu saya tersadar ..

Hmm, nggak kerasa ternyata udah bulan Oktober 2020 saja. Sebentar lagi udah mau NATAL dan tahun 2020 pun akan segera berlalu. Artinya udah 10 bulan saya lewati di tahun 2020 ini.

Dan sialnya 10 bulan itu saya lewati dengan gitu-gitu saja. Nggak ada yang mengesankan, nggak ada yang istimewa, nggak ada perubahan yang terlihat di diri saya.

Akibat pandemi ini, mungkin bukan hanya saya yang merasakannya. Ah sial memang ..

Kalau mau dipikir–pikir bayi saja hanya membutuhkan 9 bulan dalam kandungan. Oke, jika itu bagimu terlalu sulit untuk dibayangkan. ^ _ ^

Yang lain misalnya. Dalam hitungan bulan, benih padi bisa berubah jadi nasi. Atau bahkan dalam 21 hari saja (nggak sampai sebulan), telor bisa berubah jadi ayam.

Segitu hebatnya waktu hingga bisa mengubah telur ayam yang nggak bisa apa-apa menjadi ayam hidup dan bisa jalan kemana–mana, atau bahkan lebih bermanfaat bisa diolah jadi pecel ayam.

Kita? Eh kita, dari yang tadinya “gini” tetep jadi “gini”. Ah sial ..

Jika diibaratkan waktu adalah kereta, saya hanya seorang penumpang yang membayar tiket tetapi diam terpaku ketika keretanya lewat.

Bukannya ikut naik dan bergerak, tapi saya malah diem mandangi sang kereta lewat gitu aja. Dan pada akhirnya, saya ketinggalan kereta.

Saya suka iri sama mereka yang bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Orang-orang yang bisa mengendalikan waktu.

Mereka yang bisa ikut berjalan beriringan dengan waktu. Mereka yang bisa ngikutin arus waktu tanpa berhenti sedikit atau pun terlindas oleh waktu.

Walau biasanya, mereka yang seperti itu bakal berubah seiring berjalannya waktu. Dan itu pasti!

Kapan yah bisa kayak mereka?? Hal ini menjadi perhatian yang sangat serius bagi saya pribadi.

Memasuki hening, timing–nya untuk intropeksi diri.

Mungkin akan dimulai dari saat ini. Tapi semua itu diawali dengan hidup sehat. Konon untuk bisa bertahan hidup, manusia harus bisa beradaptasi, berevolusi sehingga berkembang menjadi seperti saat ini.

Jadi, kendati demikian adanya, tetaplah hidup walau tak berguna. Jangan lupa pakai masker ya gaes, stay healthy ...

Eh omong–omong soal pulang kampung, kalau berangkat hari ini, kira–kira bisa tiba nggak ya sebelum NATAL? *jalan kaki sih*

Udah gitu aje, update nya kali ini. Terima kasih!

See you next time..

Nite & GBU more. Bye.. !!
Rabu, 07 Oktober 2020

Sebuah Harapan

DEAR GOD,
THANK YOU FOR BLESSING ME MUCH MORE THAN I DESERVE.

Ya Tuhan, Engkau Maha Besar, Kekuasaan-Mu pasti lebih  besar dari pada masalah hamba. Untuk itu hamba tak pantas berputus asa.

Hamba yang berbuat dosa, selayaknya memang hamba yang menanggung segala akibatnya.

Tapi hamba juga tahu, bahwa samudera ampunan-Mu begitu luas, sehingga mampu membebaskan hamba dari segala akibat. Lantaran inilah harapan hamba muncul, maka jangan Engkau pupuskan harapan hamba.


Ya Tuhan, di tengah lautan permasalahan kehidupan yang hamba hadapi, baik yang hamba buat sendiri ataupun yang muncul akibat kebodohan dan kelalaian hamba.

Hamba tidak ingin pernah berhenti berharap, bahwa Engkau tidak akan menutup mata terhadap kesalahan-kesalahan hamba, dan segera membentangkan lindungan dan pertolongan-Mu di atas kehidupan hamba.

Ya Tuhan, di tengah keterbatasan hamba menutupi kesalahan-kesalahan hamba dan berjuang untuk hidup dan kehidupan, hamba tidak pernah ingin berhenti berharap, bahwa Engkau tidak pernah akan lari dari kehidupan hamba, betapa pun hamba adanya.

Semoga harapan-harapan hamba ini tidak menjadi harapan kosong dimata-Mu, Engkau-lah ujung segala harapan.

Saya percaya Engkau bukan manusia yang punya kesabaran terbatas, karena Engkau adalah Tuhan semesta yang tidak pernah mempunyai batas. Amen

*go to the new life, and forget the past.


Selasa, 06 Oktober 2020

Merindukan Ketenangan dan Kesenangan

Merindukan Ketenangan dan Kesenangan – Entah udah berapa lama musim kemarau melanda kota tempat saya tinggal.

Teriknya mentari membuat udara menyengat, tanah gersang, debu-debu beterbangan. Bunga di taman yang tadinya hijau, kini tampak layu – hidup segan matipun tak mau.

Fenomena ini seperti merepresentasikan perasaan “gundah gulana” yang sesungguhnya. Mungkin juga kamu sedang merasakannya.. ^ _ ^

Selain merindukan hujan, di musim kemarau yang tak kunjung usai ini, saya juga merindukan ketenangan serta kesenangan.

merindukan-ketenangan-dan-kesenangan

Biar saya uraikan dulu bagaimana merindukan ketenangan dan kesenangan yang saya maksud.

Bicara tentang ketenangan ...

Ketenangan bagiku adalah suatu kondisi yang benar–benar nyaman, tidak ada kebisingan, bebas dari konflik, tekanan, ancaman, termasuk urusan hutang piutang dan hal negatif lainnya.

Belakangan ini ada sedikit rasa gelisah dan khawatir yang menghantui pikiranku. Perasaan campur aduk tak karuan. Seperti ada sesuatu yang mengoncang jiwa, mengobok–obok kedamaian, dan merampas paksa kenyamanan hati.

Sudah kemarau tak kunjung usai, belum lagi pandemi coronce tak teratasi. Ditambah lagi intoleransi yang selalu mengintimidasi. Carut marut ini pun semakin menjadi seperti tak ingin disudahi.

Apalagi sebagai kota yang sibuk, tentu tak bisa lepas dari rutinitas di tengah kebisingan. Saban hari kebisingan menemani kita, selama bekerja - sampai pulang kembali ke rumah.

Sungguh jauh dari kata ‘tenang’ ...

Padahal di sela-sela kesibukan, kebutuhan untuk lari sejenak dari keriuhan itu perlu bukan? Maksud saya, meskipun sudah terbiasa dengan kebisingan, ada kalanya butuh kesunyian, keheningan dan ketenangan.

Kerinduan akan ketenangan ini pun begitu menggebu di benakku.

Ingin rasanya kulampiaskan semua amarah, gaduh, gelisah, gemuruh, gerah, dan semua rasa yang telah membuat diri ini tak tenang. Rasanya habis sudah batas kesabaranku. Ingin marah, karena hati sudah lebam rasanya.

Selain beban di pikiran, hiruk pikuk di sekitarku membuat saya merindukan ketenangan lebih dari apapun saat ini.

merindukan-ketenangan-dan-kesenangan

Selanjutnya di tengah musim kemarau panjang tak berkesudahan ini. Selain merindukan hujan dan ketenangan, hal lain yang saya rindukan adalah kesenangan.

Bicara tentang kesenangan ...

Menurut saya, kesenangan merupakan suatu kondisi yang mampu membuat hati tenang, riang dan gembira. Hati yang senang akan membuat kita merasa tenang.

Kesenangan bagiku adalah dimana kita bisa memanjakan body, suasana adem, membuat pikiran fresh, dan terasa sangat betah untuk tetap berada di situasi itu selama mungkin.

Namun dengan kenyataan yang ada, bukan hanya bikin puyeng pala kapten, tapi bikin emosi.

Kesenangan yang saya rindukan memang tak sedikit. Namun bukan kesenangan yang muluk–muluk seperti yang didambakan kebanyakan orang.

Ketika rutinitas terasa membosankan, mungkin sebagian orang akan pergi ke Mall atau Cafe, atau Diskotik untuk bersenang - senang.

Disini terlihat jelas kebisingan yang selalu menerpa pendengaran, ternyata bisa membuat sebagian orang menjadi pecandu kebisingan!

Tapi saya berbeda, saya tidak suka kebisingan. Saya senengnya kayak diem di lokasi yang menurut saya nggak begitu banyak orang di lokasi tersebut.

Bersenang–senang versiku, seperti : ngopi di pagi hari menghadap ke arah barat (ke arah timur silau soalnya). Santai di tepi pantai menikmati semilir angin. Berenang di danau di sore hari menjelang senja. Bercanda ria dengan saudara dan teman terdekat.

Dan masih banyak kesenangan yang lain, seperti malam ini duduk santai, tenang dan hening sambil ngetik tulisan ini, ditemani segelas kopi hitam. Itu sudah cukup menyenangkan.

Namun kesenangan yang sangat saya rindu adalah saya ingin diriku yang dulu semasa tinggal bersama keluarga tercinta. Meski hidup serba kekurangan tapi hidup penuh dengan sukacita.

Sebagai penutup manis, saya ingin merasakan  ketenangan dan kesenangan mulai malam ini. Saya ingin melupakan masalah–masalah yang pernah singgah dalam hidupku.

Karenanya, kamu juga perlu mencobanya ...

Yuk menikmati malam baik ini untuk kembali menenangkan diri. Sediakanlah secangkir kopi hangat dengan rasa yang paling kamu suka. Sambil membaca “RENUNGAN” ini.

Semoga kita semua baik–baik saja, dan tetap dalam lindungan–NYA. Amen

Terima kasih

See you next time ..

Nite & GBU more. Bye ..!!
Rabu, 30 September 2020

Sesuatu Yang Kusesali

Sesuatu yang kusesali – Ada sesuatu yang kusesali. Sesuatu yang telah kusia-siakan dan sudah tiada. Sebuah kisah buruk. Saya membuangnya begitu saja, Ia telah lenyap dan hilang.

Sudah lama saya hidup tanpanya, mulai dari menangis sampai lupa pernah memilikinya. Sesuatu yang kusesali..

Jalan setapak yang kulalui ternyata jalan yang salah. Sering tersandung oleh bebatuan.

Bangkit.. lalu tersandung, bangkit lagi dan terjatuh lagi. Begitu menyakitkan. Meski tak bisa saya tahan, sungguh saya tak tahu apa yang bisa dilakukan.

Entah berapa lama saya menahan rasa hampa, namun selama itu pula terdiam, hingga menjadi duri dalam daging. Sesuatu yang kusesali..

Manusiawi bila Ia pernah saya anggap segalanya. Namun pada akhirnya terbuang dengan cara menyedihkan. Berulang kali saya mengingatkan diri, namun tak mampu melawan arus.

Pada saat itu saya bener–bener kalap, saya hanya ingin memberikan reward ke diriku sendiri. Tapi ternyata saya tak mampu mengontrol diri. Sungguh di luar ekspektasi..

Seperti mimpi, segalanya yang terjadi di luar dugaan. Anggapanku keliru, mengharapkan keajaiban yang mustahil. Sesuatu yang kusesali..

Layaknya terjun bebas dari ketinggian 2000 mdpl tanpa parasut, jatuh ke tanah hancur berkeping–keping. Pikiran ini kacau, hidup jadi nggak tenang, tidur pun tidak nyenyak.

Menunggu dalam sebuah penantian panjang. Waktu pun merubah segalanya. Berharap akan bisa kembali seperti semula. Namun itu hanya sebuah ilusi. Sesuatu yang kusesali..

sesuatu-yang-kusesali

Saya tersadar bahwa tak mungkin saya mampu kembali memperbaikinya. Tak mungkin kugapai harapan, dan kembali merajut asa yang sudah pudar.

Kini segala kisah tercipta dalam kalbu yang terdalam. Bahkan luka saat kehilangannya yang dulu, belum sembuh dan telah membekas menjadi sebuah cerita.

Semua menjadi sia–sia. Karena kegagalanku di masa lalu, atau takdir yang memang sudah seharusnya begitu?

Inikah alasan Tuhan menciptakan semesta?

Terdiam dalam keheningan, meneteskan air mata. Mungkin saja anganku untuk menemukannya kembali, hanyalah doa yang tak pernah menjadi nyata.

Entah apa yang saya pikirkan dan apa yang saya lakukan, yang pasti orang–orang disekitarku penuh tanya. Ada apa denganku??

Lalu terdiam ...

Menyesal? Ya, saya rasa ada sesuatu yang kusesali. Ia sudah saya buang dan saya sia-siakan.

Tak sedikit kritikan, dan opini yang mereka lontarkan tanpa perasaan. Banyak nasehat tanpa solusi. Hal itu kadang membuatku merasa seperti manusia terburuk yang pernah ada.

Namun ketahuilah sodara, bahwa saya juga marah kepada diriku sendiri. Saya juga kecewa pada diriku sendiri. Bahkan saya pun berulangkali menghukum diriku sendiri.

Ada sesuatu yang kusesali, namun sesal itu pun serasa tak cukup. Nyesek rasanya! Syukur masih bisa waras untuk tidak mendahului kehendak Tuhan.

Saya menarik napas dalam- dalam dan berpikir lagi.. mengapa saya hidup, pasti ada rencana Tuhan yang telah di siapkan bagiku.

Alasan itu terkadang membuat saya semakin kuat ketika menghadapi segala sesuatu yang sedang terjadi.

Saya, seseorang yang selama ini selalu berada di zona nyamanku. Masih berharap semoga bisa tergantikan dan tak akan rela kulepaskan.

Wahai semangatku kembali lah dengan caramu, bersamaku dalam dekapan rindu. Saya Merindukan Ketenangan dan Kesenangan, merindukan lingkungan yang menghargai dan menyayangi saya.

Sesuatu yang kusesali yaitu sesuatu yang telah saya sia–siakan dan saya buang. Impian. Angan. Harapan.

Jika Ia datang kembali, masih pantaskan saya mendapatkannya? Masih sanggupkah saya memeluknya? Dimana rasa maluku saat menatapnya?

Apa saya nyerah? Tidak. Saya akan selalu berupaya menggapainya. Bagaimana? Entahlah, saya tak akan berhenti berharap. Tapi sekarang, tak boleh ada yang tau tentangnya atau kisahnya akan terulang.

Mulai sekarang akan kujaga meski harus kusembunyikan. Sesuatu yang kusesali. Sebuah hasrat. Sebuah cita.

Hmm, penyesalan memang jahat ya? Ia selalu datang di akhir. Andai saja waktu dapat diputar kembali, namun saya tak mau jatuh ke dalam lubang yang sama.

Memang di atas tanah di bawah langit tak ada yang sempurna. Dikala yang salah terlanjur diperbuat. Yang bisa kulakukan hanyalah berucap maaf. Seraya berterimakasih.

Tuhan telah menyadarkanku. Karena sudah memberiku pelajaran yang sangat berharga. Menyentilku agar menjadi seorang yang lebih baik kedepannya.

Hingga malam ini tiba, dengan merubah segala beban di pikiranku menjadi butiran–butiran yang lebih kecil. Goresan pena ini menjadi self reminder, sekaligus “janjiku” demi sesuatu yang kusesali.

Terima kasih sahabat. Semuanya berkat kisah yang kalian ukir di dinding maya. Setidaknya motivasi itu sudah membuka sedikit celah dibenak saya.

Djujur! Saya kagum akan kisah kalian. Meski belum semua saya baca. Saya iri. Saya malu.

Semoga masih diberi peluang untuk menyambut kembali kebahagiaan kelak. Hopeful .. 😇

Nite & GBU more. Bye..!!!
Jumat, 11 September 2020

Indahnya sunset di Waduk Jatiluhur

Indahnya sunset di Waduk Jatiluhur – Sudah lama mendengar adanya Waduk Jatiluhur yang berada di Purwakarta. Salah satu destinasi wisata di provinsi Jawa Barat.

Penasaran juga dengan alam ciptaan Tuhan yang indah ini. Pasalnya banyak teman yang saya lihat berfose ala koboy disana, keren euyy!!

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Perjalanan kesana terealisasi juga minggu yang lalu, bersama keluarga @Sihaloho tercinta.

Hari itu kebetulan kami melakukan ritual berupa temu kangen keluarga. Setelah bernostagila dan bercerita panjang x lebar, nampaknya muka saya pucat karena kurang piknik.

Siangnya kita keluar untuk lunch di Solaria yang di City Walk. Setelah lunch, ada sedikit keceriaan terpancar. Oh ternyata saya kelaperan sob. Pantas pucat.. 😁

Rute selanjutnya kita muter ke Maykarta, salah satu kawasan tersohor di Kota Cikarang. Tapi tujuannya nggak jelas muter–muter aje. Tadinya cuman mau nyari tempat yang adem saja, ya quality time gitu ceritanye.

Di tengah perjalanan, ada rencana mau ke Bandung. Tapi berhubung besoknya ada schedule syuting jadi nggak mungkin. Mau ke puncak Bogor, tidak kuat macetnya.

My brother punya ide, gimana kalau kita ke Waduk Jatiluhur?? Padahal saat itu udah jam 13.30 WIB. Yang namanya muka–muka pucat karena kurang piknik, tentu saja tawaran ini sayang dilewatkan. Jadi nggak ada penolakan sedikit pun.

Yaudah langsung dah meluncur ke TKP..

FYI, Wisata Waduk Jatiluhur sendiri terletak di Kec. Jatiluhur, Kab. Purwakarta, Provinsi Jawa Barat (±9 km dari pusat Kota Purwakarta).

Waduk Jatiluhur merupakan sebuah bendungan terbesar di Indonesia dengan luas mencapai sekitar 8.300 hektar yang dibangun untuk membendung sungai Citarum.

Awalnya waduk ini berfungsi sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta II dan memiliki sistem limpasan terbesar di dunia.

Namun kini Waduk Jatiluhur sudah digunakan menjadi multi fungsi, seperti sebagai penyedia air irigasi untuk sawah di daerah sekitar waduk.

Selain itu, Waduk Jatiluhur juga berfungsi sebagai budi daya perikanan, pengendali banjir dan bahan baku air minum. Termasuk dijadikan sebagai objek wisata alam yang menjadi ikonik Kota Purwakarta.

Okey, saatnya menuju lokasi!!

Masuk dari gerbang tol Cibatu (Cikarang Pusat) yang kebetulan dekat sekali dengan Maykarta. Waktu tempuh perjalanan ± 1 jam, kita keluar dari gerbang exit tol Jatiluhur, Purwakarta.

Nggak terlalu jauh dari sana tinggal ngikutin sesuai petunjuk arah kita belok kiri, menuju Wisata Waduk Jatiluhur. Tapi sempat nyasar karena GPS nya ngaco. Untungnya ada warga yang baik hati.

Jalan menuju Wisata Waduk Jatiluhur lumayan mulus ya dan tidak macet, sehingga tidak terasa melelahkan. Tanjakan dan berkelok–kelok, ditambah lagi suasana sejuk dengan pemandangan yang hijau nan permai membuat lamanya perjalanan pun tidak terasa.

Dan tiba lah di pintu masuk GRAMA TIRTA JATILUHUR, yang artinya “kampung air”. Harga tiket masuk ke Wisata Waduk Jatiluhur @Rp.25000. Mungkin karena hari libur kali yah.

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Setelah bayar tiket, kita meluncur ke lokasi..

Kalau tadi tanjakan, nah sekarang turunan menuju waduk. Perjalanan dari gerbang utama ke lokasi tak kalah  mengasyikkan dengan pemandangan khas jalanan berliku, dan pepohonan di kiri dan kanan jalan. Nggak lama, terlihatlah pemandangan yang mempesona.

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Waduk ini sungguh memiliki panorama yang sangat indah dan membuat saya takjub. Suasana dan indahnya pemandangan di Waduk Jatiluhur membuat otak menjadi lebih fresh. Melihat hijaunya alam disana, cukup memanjakan mata.

Kawasan Waduk Jatiluhur sangat luas. Kita bebas memilih tempat untuk berpiknik. Sembari mencari tempat nongkrong yang pass. Kita berkeliling memutar waduk ini sampai ke ujung.

Kawasan Jatiluhur ini memiliki banyak fasilitas rekreasi yang memadai. Ada hotel dan bungalow, restoran, bar, dsb. Namun karena tujuan awal bukan untuk bersenang–senang ke Hotel jadi kita lewatin aje. ^ _ ^

Selain itu masih banyak fasilitas rekreasi lainnya. Terutama fasilitas rekreasi dan olahraga air. Misalnya : Playground, Jatiluhur waterpark, mendayung, selancar angin, ski air, boating, Jetsky, kano dan lainnya.

Menariknya di Waduk Jatiluhur ini juga terdapat budidaya ikan keramba jaring apung. Sekaligus menjadi sumber rezeki masyarakat sekitar.

Di ujung jalan ada pasar ikan. Disini kita bisa memborong ikan-ikan segar hasil tangkapan warga dari Waduk Jatiluhur. Kualitas ikannya sangat baik karena fresh dari waduk. Tapi disana beraroma kurang sedap, bau amis.

Finally kita nemu tempat nongkrong yang bagus di sebuah lapangan di tepi waduk dengan view yang indah. Ya, spot yang tepat untuk melihat dan memotret matahari saat mau berpamitan.

Untuk area parkir di sepanjang tepi waduk cukup luas dengan keamanan yang lumayan terjamin dan disana juga terdapat banyak penjaja wisata kuliner.

Langsung dah merapat ke tepi waduk. Rasanya pengin banget nyemplung.

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur
Sihaloho Junior :)

Panorama waduk dengan latar belakang bukit yang sangat eksotis, menjadi daya tarik tersendiri. Ditambah lagi berdiri dengan gagah Gunung Parang dan Gunung Tiga Menara di sekitar waduk. Bagus untuk dipotret..

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur
Oxcel :)

Di tempat ini anginnya kencang, jadi rugi banget kalau tidak main layangan ya kan. Makanya si Ozil, Evelyn dan Oxcel asyik main layangan terus.

Wisata Waduk Jatiluhur recommended bagi yang  suka selfi, ada banyak spot foto sangat cocok untuk hunting foto-foto keren yang memberi hasil jepretan tak biasa.

Indahnya sunset di Waduk Jatiluhur..

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Semakin senja, sungguh terlihat lukisan indah ciptaan Tuhan. Perpaduan antara birunya langit dengan pantulan sinar matahari dari permukaan waduk, serta rimbunnya pepohonan di sekitar waduk membuat susana sangat syahdu.

Entah kenapa dan sejak kapan saya seneng melihat saat langit berubah warna menjadi orange bercampur dengan merah muda atau keungu–unguan. Saya sendiri sulit menjelaskannya *hehe*.

Yaps, nama bekennya “sunset”. Saat-saat dimana Matahari secara perlahan mulai tampak meredupkan pancaran panas dan cahaya terangnya, membawa kekaguman tersendiri.

Baca juga :

● Senja di Telaga Pasiraya

Bagi saya, penomena menjelang terbenamnya Matahari di ufuk barat pada sore hari merupakan pemandangan alam yang sangat indah. Seperti indahnya sunset di Waduk Jatiluhur.

Di tengah heningnya suasana sekitar waduk sambil ngobrol hangat dengan angin yang semilir, kami menikmati indahnya sunset di Waduk Jatiluhur. Menyaksikan matahari yang mulai terbenam di ufuk barat.

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Selain dari suasananya yang jauh dari kebisingan, pemandangan alam yang terhampar sungguh menambah kesyahduan dengan cahaya jingga dari Matahari yang mulai terbenam. Penomena inilah yang saya dambakan sebagai penikmat sunset.

Ada keindahan tersendiri disaat kita melihat pemandangan. Karena pemandangan dapat membuat mata kita manja dan fresh kembali.

Begitu juga kepenatan yang ada, dengan pemandangan yang indah ia akan pergi bersama indahnya pemandangan alam.

indahnya-sunset-di-waduk-jatiluhur

Semakin senja semakin ramai pengunjung. Saking asyiknya menikmati indahnya sunset Waduk Jatihur yang semakin menggoda dari balik gunung, jadi enggan untuk pindah ke tempat lain.

Hmm.. ternyata jalan-jalan ke Waduk Jatiluhur di Purwakarta, nggak kalah asyik yah dengan wisata di tempat lain.

Walaupun tak seindah "Destinasi Wisata Danau Toba" (Oalahh danau kok dibandingin sama waduk.. hehe), namun cukup mengobati rasa rindu saya terhadap kampung halaman. Situasi seperti ini sudah lama saya nantikan.

Menikmati indahnya sunset di Waduk Jatiluhur, menjadi sebuah pengalaman yang mengesankan dan sulit untuk dilupakan terutama bagi muka–muka pucat karena kurang piknik seperti saya.

Btw, suasana di Waduk Jatiluhur ini agak mirip kyak di Situ Patenggang, Bandung. Bedanya kalau di Situ Patenggang ada “BATU CINTA” nya. Nah kalau di Waduk Jatiluhur ini, banyak sih batu tapi sayangnya nggak pake CINTA. Eh!

Jadi gimana, ada rencana kah mau menikmati indahnya sunset di Waduk Jatiluhur? Rugi loh kalau belum pernah kesana.

Baik, seperti matahari yang lelah dan tenggelam di penghujung hari, cerita saya kali ini pun berakhir di sini dulu yak.

Dan sebagai sedikit pelajaran jangan lupa untuk hidup seperti Matahari, meskipun dia nggak selalu keliatan, tapi dia nggak pernah berhenti bersinar. Anjaaay!! *maksain banget*

Terima kasih!

See you next time..

Nite & GBU more. Bye..!!
Minggu, 06 September 2020

Transfer Gagal Tapi Saldo Terpotong

Seperti biasa postingan yang saya buat itu biasanya berlatarbelakang dari pengalaman pribadi.

Pernah nggak sobat mengalami transfer uang lewat ATM gagal, tapi saldo terpotong? Saya baru saja mengalami hal ini.

Suatu kejadian yang sangat NGEHE, membuat saya panik dan resah. Ketika melakukan transfer uang lewat ATM gagal, tapi saldo terpotong sesuai nominal yang ditransfer.

transaksi-gagal-tapi-saldo-terpotong

Kronologinya :

Hari Jumat, 28/08/2020 (13.30 WIB) motor kuluncurkan menuju ke ATM BCA terdekat. Suatu aktivitas yang sebenarnya sudah menjadi rutinitas di akhir bulan (dompet kurus kering plus bayar tagihan).

Setelah parkir, saya lihat di depan ATM BCA antrian panjang. Saya memutuskan untuk transfer lewat mesin ATM BRI jaringan prima yang kebetulan berada di sebelah gedung bank BCA.

Jadi daripada saya harus keluar bayar parkir lagi, sekalian saja lompat pager (nggak usah dibayangin juga).  ^ _ ^

Sampai deh di ATM BRI (4 unit), dan nggak pake lama kartu ATM BCA saya tancapkan. Saya langsung check saldo, hmm.. cukuplah pikirku!

Transaksi pertama dan kedua tidak ada masalah. Transaksi ketiga saya mau transfer dari BCA ke rekening BRI milik saya (tagihan via BRI), maklom banyak beban hidupnya. ^ _ ^

Saya pilih menu transfer, saya ngisi kode bank, no rekening tujuan, nominalnya dan muncul nama saya sebagai penerima. Merasa yakin dan saya klik “OK”saja. Dan keterangan di layar ATM “Transaksi sedang diproses”.

Namun saat itu yang membuat saya heran adalah proses loading berjalan lama sekali. Biasanya kalau mesin ATM normal kan ada bunyi reketek–reketek gitu. Nah ini nggak responsif dah.

Saya pikir mungkin sedang terjadi gangguan koneksi. Karena khawatir kartu ATM ketelan, akhirnya transaksi saya “cancel”. Kartu ATM langsung keluar, dan muncul tulisan di layar ATM “Transaksi Tidak Dapat Diproses”.

Akan tetapi, saat saya melakukan pengecekan saldo di unit ATM sebelahnya, ternyata saldo terpotong sesuai nominal yang ditransfer tadi.

Dalam hati saya masih berprasangka baik, karena kedua rekening tersebut milik saya. Jikalau transfernya gagal ataupun sukses  (pending) artinya uang masih tetap akan masuk ke akun saya.

Tetapi saya tunggu sampai dua jam kemudian belum juga sampai. Alhasil saya pun panik. Bingung, kaget, resah dan gelisah bercampur aduk menjadi satu. Transaksi gagal tapi saldo terpotong. Kok bisa ye???

Pikiran saya berubah menjadi penuh dengan prasangka buruk. Bagaimana jikalau uang saya tidak kembali. Mungkinkah ini salah satu bentuk scamming, penipuan atau yang lain? FYI, nominal transfer “cuma” RP.2500000 sii.

Tak mau berlama-lama dalam kepanikan, saya pun menghubungi Call Center Halo BCA di nomor “1500888”. Namun selalu dalam antrian telepon alias queueing. Susah banget tersambung dengan Call Officer – nya.

Hingga akhirnya tersambung dengan operator yang mengaku bernama Gadis (gadis bukan perawan kali ah). Saya menceritakan kronologi kejadian “transfer gagal tapi saldo terpotong” tersebut.

Saat si Gadis itu mulai bikin laporan, belum juga ada konklusi yang saya dapat. Eh tiba–tiba telepon terputus, pulsa habis. - _ -

Saya telpon lagi Call Center Halo BCA masih di nomor “1500888”. Lagi -lagi susah nyambung. Berulangkali  saya telepon tapi muter–muter terus, tekan 1, 2, 3.. dst. Entah sampai berapa digit yang sudah saya tekan.

Syukur bisa nyambung, kirain dengan si Gadis yang tadi itu. Tapi ternyata tidak. Kali ini dengan perempuan yang berbeda (lupa namanya).

Wuahh saya kudu cerita lagi dong case-nya dari awal. Hmm, mudah–mudahan perempuan yang ini nggak putus lagi pikirku *hehe*. Kan bisa makin NGEHE, kalau cerita terus tanpa nemu solusi.

Saya ditanya kronologi kejadian, waktu transaksi, data rekeningnya, nomor rekening dan nama pemilik, nama ibu kandung, rekening tujuan, nominalnya, nomor mesin ATM, dll.

Pokoknya semua pertanyaannya saya jawab dengan penuh percaya diri. Untungnya dia nggak sampai nanya ukuran BH personil “Duo Semangka”. Kalau itu sii djujur saja nggak tau.. Ehe

Saat membuat laporan itu, memang Mbaknya agak lama ngurusnya. Sampe dia berkali-kali bilang, “Masih saya bantu cek ya, Pak!” sambil taktiktuk suara keyboard.  Saya jawab “Iya” lalu diam, krik.. krik.

Sepertinya prosedurnya seperti itu tiap nggak ada kalimat yang meluncur dari dia ataupun saya, dan emang lagi diutak-atik bakalan dijawab gitu.

Kadang saya disuruh tunggu dengan nada dering musik klasik ala BCA. “Mohon ditunggu sebentar ya, Pak”. Saya jawab Iya, iya dan iya.. udah lebih dari 10 menitan. Takut terputus lagi aja ini.

Setelah bersabar menunggu, saya pun dikasih nomor laporan pengaduan 208X0XXXXX. Dengan catatan, laporan diproses 7 hari kerja dan maksimal pada tanggal 08/09/2020 (deadline).

Besoknya saya pun berinisiatif untuk mencoba check saldo. Hasil NIHIL, belum juga di - refund dari pihak BCA (Oalahh sabtu–minggu bank libur kali Pak).

Kembali saya coba lagi push lewat E-mail, dan WhatsApp BCA.

transfer-gagal-tapi-saldo-terpotong

Senin, 31/08/2020 saya merapat ke KCP bank BCA terdekat. Tiba di depan CS, saya kasih saja nomor laporan pengaduan dari Call Center Halo BCA.

“Oh ini tinggal tunggu saja Pak”, katanya.

Saya tanya penjelasan soal case tersebut kenapa bisa terjadi, ternyata bagian CS tidak paham hal itu. Mereka hanya bisa lihat data transaksi saja.

Daripada CS nya gabut. Yaudah sekalian saja saya daftar mobile banking BCA. :)

Sorenya saya coba cek saldo, sudah masuk dana refund–nya dari BCA. Padahal baru juga pagi tadi laporan.

Besoknya saya ditelpon sama Call Center BCA bahwa dana sudah dikembalikan. Syukurlah, masalahnya sudah selesai.

Dari pengalaman saya ini. Ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan, jika sobat punya masalah yang sama  “transaksi gagal tapi saldo terpotong”. Atau selain itu, masih banyak jenis-jenis transaksi gagal yang lain.

Pertama - Jangan panik dan tenangkan jiwa. Coba tarik napas yang panjang dari hidung, tapi jangan lupa dikeluarin lagi yah! Oh iya, jangan pula nekat menghembuskannya ke muka orang lain di sebelah. Bisa - bisa baku hantam.. 😁

Proses pengembalian uang (refund) untuk transaksi gagal tapi saldo terpotong, sesuai penjelasan operator itu, memakan waktu maksimal 7 hari kerja.

Kedua - Sebaiknya datang saja langsung ke Bank yang bersangkutan, agar mudah menjelaskan kejadian kepada pihak Bank. Jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi Call Center Bank (pastikan pulsa cukup) atau Email, WhatsApp, etc.

transfer-gagal-tapi-saldo-terpotong

Catat nomor laporan pengaduan yang diberikan Call Center Bank. Selanjutnya kita hanya perlu menyebutkan nomor pengaduan tersebut, tidak perlu menjelaskan lagi kronologi kejadian dari awal. *wasting time :)

Ketiga - Jika mau transfer lewat ATM, usahakan menggunakan ATM Bank yang bersangkutan. Misalnya kartu ATM BCA, maka sebaiknya menggunakan mesin ATM BCA saja. Jadi ketika terjadi system error, maka pihak Bank akan mudah untuk melakukan tracing.

Keempat - Ketika mesin ATM kurang responsif, infonya transaksi tetap diproses. Jadi tidak perlu menekan berbagai tombol hingga berulang-ulang kali, atau bahkan menekan "cancel". Tunggu saja hingga ada keterangan transaksi gagal atau berhasil.

Udah itu aja sii..

Jadi, gimana? Apa kalian pernah mengalami kejadian NGEHE seperti yang barusan saya alami “transfer gagal tapi saldo terpotong? Share yah di kolom komentar di bawah ini.

Semoga artikel ini membantu teman yang sedang mengalami hal yang sama. Terima kasih!

See you on top..

Nite & GBU more. Bye..!!!
Senin, 31 Agustus 2020

Project yang katanya berskala Internasional

Oh yes dear, pada nyadar nggak sii belakangan ini saya nggak update blog? Hmm, nggak ada ternyata! *bubarrrr* ^ _ ^

Walaupun nggak ada yang nanya, saya bakalan nekat ngasih tau kenapa saya belakangan ini kudet. Maklom, baru pindah kerja. Jadi sok sibuk!

Saya resmi dipindah dari bagian “Spare Box”. Saya sudah dimutasi ke sebuah kota terlengkap di timur Jekardah.

Saat ini saya stay di salah satu perusahaan yang ‘katanya’ berskala Internasional. OH YEAHH???

OK. Pencitraan doang, nih saya ceritain kebenarannya..

Jadi ceritanye *curhat dimulai*, ketika saya masih aktif ikatan dinas di bagian “Spare Box”. Saya dapat tawaran dari My Bos untuk bergabung di project yang katanya berskala Internasional ini.

Awalnya saya ogah–ogahan. Bukan karena di bagian “Spare Box” itu gajinya tumpeh–tumpeh kyak Rafi Ahmad.

Tapi karena setelah mengulik inpoh soal project yang katanya berskala Internasional ini, (((dengar–dengar))) sepertinya kurang sesuai dengan ekspektasi.  ʘ‿ʘ

Seperti lagunya Doraemon lho sob (versi Sunda) : “Kuring mah hayang kieu, Kuring mah hayang kitu, Hayang kieu, hayang kitu sagala hayang..”. Manusiawi bukan?

Namun setelah saya pikir-pikir dengan seksama, akhirnya tawaran itu saya terima dengan lapang dada.

IYA, SAYA TERIMA!

Sebetulnya bisa saja saya tolak. Namun jika tawaran itu saya tolak dengan alesan tidak sesuai ekspektasi. Sepertinya saya terlalu egois bin naif, lebih mementingkan hak daripada kewajiban saya sebagai bawahan.

Saya ingat betul ucapan salah satu senior saya dulu. Belio bilang “Co kerja itu harus ikhlas, biar nanti gajinya juga jadi berkah. Sekarang mah banyak–banyakin nyari berkah”. Beuhh menohok!

Ketika mendengarkan nasehat belio tuh, saya langsung terbelalak. Rasanya saya kyak tertohok gimana gitu. Terhipnotis, tersugesti.. hehe. He’s absolutely right.

Ucapan itu sangat berfaedah dan sarat akan pesan moral. Kadang jabatan tinggi dan gaji gede juga percuma kalau tidak bisa menjadi berkah, apalagi tidak bermanfaat bagi sesama!

Kembali ke laptop! #EA!

Project yang katanya berskala Internasional ini, HO-nya ada di Jekardah. Namun cabangnya banyak sekali (Sabang–Merauke). Salah satunya di kota terlengkap penderitaannya di timur Jekardah.

Menariknya, kantor cabang yang berlokasi di timur Jekardah ini merupakan cabang terbesar di seluruh Indonesia (National Distribution Center). Bangga dikit boleh yah! *apanya yang mau dibanggain coba ^ _ ^

Saya nggak bisa sebut nama perusahaannya. Privasi dikit dong.. hehh. Singkat cerita perusahaan ini bergerak di bidang distributor produk farmasi, atau sebagai inovator di bidang pelayanan kesehatan (sedikit bocoran).

Layanannya mencakup distribusi, pemasaran dan penjualan, clinical reach, program farmasi, serta pelayanan yang berfokus pada kesehatan.

project-yang-katanya-berskala-internasional

Reaksi saya sewaktu pertama kali memasuki perusahaan ini adalah “wew.. !!”. Perusahaan dengan tipe bangunan yang tampil elegan dan mewah.

Sebetulnya ketika saya ditawarin untuk bergabung di project ini. Saya langsung googling mencari informasi dengan berbagai macam keyword. Mulai dari alamatnya, gajinya, owner-nya dari planet mana.. dsb, termasuk gedungnya gedee atau sekelas ruko.

Jadi alasan paling kuat kenapa saya menerima tawaran itu ya karena alasan terakhir itu sih. Ehe..

Sebagai karyawan yang sedang masa percobaan (bahasa kerennya masa probation). Kita dikasih kesempatan selama dua minggu ‘tandem’ untuk mempelajari jobdesk–nya (Sebodoh itu kah sampai dua minggu?).

Saya sempat kepikiran, dua minggu?? Jangan–jangan mau dijadikan kelinci percobaan buat bikin vaksin anti corona. Oh men, saya belum siap menjadi terkenal karena si coronce itu.

Umumlah yah! Agenda hari pertama adalah pengenalan perusahaan secara umum, penjelasan fasilitas, tata tertib, struktur organisasi, dll.

Tenyata pas masuk ke bagian yang lain dari perusahaan ini, saya dibikin melongok dan ngomong “wew.. weww!!” lagi. Ah stop it you..! 😁

Perusahaan ini dibangun di atas lahan kurlep 3500m dengan fasilitas memadai.

Walau isinya banyak banget banget bangetttt produk kesehatan (Oke lebay!). Tapi teteup keren, produk tersusun dengan rapi, higenis nyaris tanpa debu.

Ya, iyalahh namanya juga bidang farmasi. Kalau banyak oli mah itu bengkel, norak!! 🤭


project-yang-katanya-berskala-internasional

Efektif per tanggal 01 Agustus 2020, saya sudah terjadwal masuk di project yang katanya berskala internasional ini.

Sedikitpun tak ada yang saya takutkan, nggak takut kalau nggak bisa bergaul dengan orang baru. Nggak takut karena belum mengenal partner, team dan atasan baru disini. Lah saya mah aslinya supel sebetulnya.. hehe

Saya juga nggak terlalu kwatir kalau harus kembali belajar mulai dari awal. Nggak takut pada suatu hal yang belum pernah saya kerjakan di waktu sebelumnya. Justru saya menyukai suatu perubahan atau tantangan.

Omong - omong secara prosedural, nggak jauh beda dengan PT. GAC Samudera Logistik (Perusahaan tempat pertama kali saya terjun bebas dalam dunia kerja). Di sanalah saya mendapat banyak knowledge.

Jadi saya tak terlalu kewalahan untuk dipekerjakan di project yang katanya berskala internasional seperti ini.

Salah satu aturan menarik di sini, setiap kita memasuki area plan harus menggunakan APD lengkap. Jadi disitu masuk sudah harus terpasang dengan rapi, serta harus menggunakan ID card (akses).

Yang pasti “taking fhoto is frohabited”. Dilarang membawa henpon ke dalam area plan. Kecuali saat stock opname dan sudah ada ijin dari si user–nya. Jadi bagi yang suka main henpon saya sarankan jangan melamar ke sini.

Yass!! Tak terasa sudah sebulan saya bergabung di project yang katanya berskala Internasional ini *yaelah baru juga sebulan.. hehh*.

Tapi kalau mau dipikir–pikir, daripada saban hari harus mengeluh karena nggak sesuai ekspektasi. Saya coba petik hikmahnya, dari hal yang kecil dulu yah!

Jika ke project yang lama waktu tempuh bisa hampir 1 jam (kalau lancar), pasalnya jalur macet tentu saja intensitas rawan kecelakaan. Makanya dulu berangkat kerja itu waswas banget.

Selain itu di sana juga harus bayar parkir (Rp.3000), belum lagi kena bea cukai penyeberangan antar daerah Cikarang – Cibitung (Rp.1000). Kalau pulang–pergi? Hitung saja sendiri.

Meskipun saya bukan #AnakEkonomi yang #NggakMauRugi, tentu saja hal ini bisa jadi pertimbangan. 😁

Sedangkan project yang sekarang ini, gak terlalu jauh dari rumah. Kalau naik motor waktu tempuh sekitar 20-30 menit. Kalo merayap belum tau sih, belum saya cobain.

Biaya parkiran? Mau kerja bawa “Counteiner 1 x 40 fit” juga, gratis tis tis!

Mau nginep di kantor? Sok atuh, mau fitness?? Boleh.

Dari segi jam kerja? Yaps, disini kerja lebih manusiawi. Saat ini sih saya udah mulai enjoy. Selain itu, kerja disini bisa tenggo (disitu teng langsung go!). Kadang belum teng, udah go.. 😁

Kira-kira seperti itu!

Dari curhatan saya yang nggak jelas ini, saya hanya ingin berbagi pengalaman kepada para pembaca yang saat ini menjalani atau bernasib sama dengan saya. Mari kita jalani mutasi kerja dengan ihklas.

Udah ye gitu aja updatenya. Yang kerjanya udah nerapin new normal teteup dipatuhi ya protokol kesehatannya. Kayak Bosskuh yang itu dong, kalau kerja pake masker sama face shield. Monmaap itu tukang las ya?? Ehe..

Terima kasih ye sudah sudi untuk membaca tulisan ini!

See you on top..

Nite & GBU more. Bye..!!
Minggu, 19 Juli 2020

Spare Box – Antara Gengsi dan Kebutuhan

Spare Box – Antara Gengsi dan Kebutuhan – Sebelum saya mulai cuap–cuap, apasii maksud tulisan ini. Saya mau ngaku dosa dulu dah!

Hampura kasadayana, kalau ternyata blog ini harus kembali ke kodratnya yaitu berisi konten placement curahan hati. Soalnya saya baru saja dapat hidayah dan saya ingin segera bertaubat. 😁

Jadi gini! Selama pandemi Kupit - 19, saya kerja udah berulangkali ganti posisi. Kalau saya jadi aktor drakor, saya pasti jadi idola cabe–cabean.

Kapan lagi coba punya aktor multitalent yang bisa memainkan skenario yang berbeda. Mulai dari jadi penonton, penonton bayaran, pemeran pengganti, pemeran utama, model, body guard, sampai jadi detective (detective conan.. hehh).

Keren..

spare-box-antara-gengsi-dan-kebutuhan

*Ilustarasi baru dirotasi ke bagian spare box.

Kenapa saya bilang begitu? Kebetulan terhitung mulai bulan Februari 2020, sejak putus cinta dari project lama. Saya dirotasi ke bagian “Spare Box”. Sejak itu pula kantor menerapkan social distancing atau #dirumahaja.

Namun meskipun social distancingKetika kaum rebahan menjadi pahlawan ], bukan berarti saya rebahan terus #dirumahaja. Berhubung karena saya sudah terjadwal di kantor sebagai spesialis “Spare Box”. Itu artinya saya harus bisa mem–back up semua bidang (ahli di bidangnya tapi ya).

Kapan dan dimana pun diperlukan sesuai kebutuhan operasional. Kecuali hari sabtu - minggu dan tanggal merah, itu wajib “OFF”. Karena tanggal merah itu “haram” khususnya bagi spare box. Itu doang sih enaknya di bagian ini menurut saya.

Nggak enaknya? BANYAK!

Jadi kalau ada karyawan yang mau cuti, sakit, izin atau bahkan yang mau oplas ganti kelam*n. Itu menjadi urusan saya, di perusahaan yang berbeda lho yah. Saya harus meng-handle tugas mereka selama mereka belum kembali ke alamnya.

Di kantor bukan rahasia umum lagi, kalau di bagian spare box ini dijuluki kursi panas. Salah satu bagian yang agak menyebalkan. Mungkin bagi mereka yang belum terbiasa, bisa seperti “NERAKA”. Djujur! Bagi saya pribadi ini pilihan yang tak terelakkan sebetulnya ^ _ ^.

Kalau kata kids jaman now “Sakitnyahh tuh dih sinihh!” – semua kata diakhiri dengan huruf ‘h’. Dan dalam kasus ini, mungkin bagi sobat yang mengalami hal yang sama akan menjawab “Dih sinih jugahh”.

“Ohh sepertih ittuhh!”, kata si Boss sambil mengeluarkan SP (Surat Peringatan). “MAU JALAN ATAU TANDA TANGAN??” dengan nada suara badman.

Ucapan itu terngiang–ngiang di telinga, sampai nggak nafsu makan..

JALAN.

ATAU.

TANDA TANGAN.

((( MAU JALAN ATAU TANDA TANGAN!! )))

Oh GUSTI! Ini sungguh pilihan yang sulit. Bener-bener celaka dua belas. Pengin murka, lalu berubah menjadi makhluk hijau raksasa dan mulai menghancurkan kota.

Tapi nggak jadi..

Sebaiknya berdamai dulu dengan diri sendiri “antara gengsi dan kebutuhan”. So, cooling down.. 😎

spare-box-antara-gengsi-dan-kebutuhan

Finally, dengan tampang lusuh terpaksa berjalan menuju arah matahari terbenam, sambil nyanyi “Aku tak sanggup lagi, menerima derita ini..”. Sekip!!

Ini sudah saya alami sendiri. Sudah banyak teman yang menjadi korban hingga kena SP. Bahkan ada lho yang berujung resign ketika menduduki kursi panas ini (Selemah itu kah dengan kursi??).

Sekarang saya jadi paham, kenapa mereka lebih memilih resign ketimbang dirotasi kebagian spare box ini. Alesannya tak lain dan tak bukan, yaitu nggak kuat dengan aturan mainnya, tanggung jawabnya lumayan berat, belum lagi pressure dari atasan. Dan itu juga sudah saya rasakan.

Tapi ada juga sii yang resign karena udah dapat kerjaan baru atas referensi temannya yang sudah lebih dulu sukses. Intinya di bagian spare box ini kalau nggak kuat mental, bisa mati lah kau ferguso!!

Tak ada yang betah berlama–lama di bagian spare boxs ini. Kalau pun ada, mungkin mereka yang disebut sesuai passion kali yah?

Ah persetan dengan passion..

Kalau saya ditanya, apakah saya betah di bagian ini?? “TIDAK!!”. Saya TIDAK BETAH, tapi saya BUTUH! Kira–kira seperti itu maksud judul thread di atas, Spare Box - antara gengsi dan kebutuhan.

Sepengalaman saya terjadwal di bagian spare box ini, emang rasanya campur aduk kyak Matcha Espresso Fusion di Starbucks. Cuma bedanya, kalau Matcha Espresso Fusion itu merupakan campuran “Green Tea + Espresso + Susu”, jadi rasanya nikmat sekali.

Nah kalau di bagian spare box ini rasanya macam–macam, mulai dari manis, pahit, asem, kecut, sampai rasa ayam bawang. LOL

spare-box-antara-gengsi-dan-kebutuhan

*Ilustrasi setelah berbulan – bulan di bagian spare box.

Arghhh ini sih parah.. asli! 😄

Namun saya nggak mempermasalahkan hal itu. Saya punya prinsip tersendiri di bagian spare box ini, yaitu “Jika kau buang, maka kuambil”. No gengsi!

Saya ambil positifnya, yang penting pengalaman saya setidaknya bertambah. Saya sudah nggak kaget masuk di lingkungan baru. Saya bisa lebih memahami bagaimana cara menyesuaikan diri dan bergaul di lingkungan baru. Tentu saja memiliki banyak teman baru.

Bagaimana saya mempelajari setiap orang yang saya temui di kantor atau project yang berbeda. Bagaimana mekanisme kerja di masing–masing project tersebut. Bagaimana sifat dan watak manusianya, termasuk bagaimana sifat atasan di sana yang menurut saya masih ada “harga dirinya bisa dibeli seharga nasi uduk”.

Banyak kendala yang harus saya alami, dan beragam karakter yang harus saya hadapi. Ada yang begini, ada yang begitu.. ini–itu! Pokoknya mah ada–ada saja. Itu menjadi sebuah memori yang akan saya kenang kelak.

Tapi yang jelas dari pengalaman tersebut, di sini mental saya yang diasah habis - habisan. Ini semacam uji nyali atau makna lain dari menguji mental saya supaya bisa lebih kuat lagi. Mengingat di luar sana, masih banyak orang yang memiliki watak dan karakter yang berbeda.

Kemarin saya baru dapat e-mail dari HRD, bahwa minggu depan saya akan “Dimutasi” atau dipindahtugaskan alias di- ploting tetap ke Zimbabwe (Negara termiskin di dunia).

Saya belum tahu, apakah ini mau saya anggap kabar baik atau kabar buruk (Siapa tahu di Zimbabwe kursinya malah lebih panas.. hahh). Tapi yang pasti! Saya senang bisa dipindah dari bagian spare box ini, tanpa SP lho.. eh hampir deng!

Saya sungguh berterimakasih atas kesempatan baik ini dan saya selalu berupaya ikhlas menjalaninya. Jujur bagi saya pekerjaan ini sungguh seru, sangat seru layaknya seorang aktor di film film hollywood. Saya bebas dan punya akses kemanapun saya mau.

Saya berharap di tempat kerja yang baru nanti, atasan saya bijaksana. Objektif menilai dan adil terhadap sesuatu!

Yaps! Pemimpin yang bisa menjadikan anak buahnya sebagai sahabat, yang bisa memimpin dan menuntun anak buahnya ke jalan yang bener. Bukan menganggap anak buahnya sebagai anak bodoh yang tak bisa apa - apa. *boleh diaminin kok!

Sebagai pesan moral yang mungkin bisa saya sampaikan melalui kisah ini, khususnya bagi sobat yang sependeritaan.

✔️ Siapapun anda, apapun profesi anda dan di bidang apapun industri kerja anda. Cintailah pekerjaan anda! Udah gitu aja.. 😎

Kita harus bangga dengan pekerjaan yang kita geluti saat ini. Towh sementereng apapun pekerjaan orang lain, kita tidak makan dari sana.

Kalau kata Ucuber Jess No Limit mah..“Be Yourself and Never Surrender” ^ _ ^.

Oke! Ini hanya sepenggal kisah saya selama ikatan dinas di bagian Spare Box – Antara gengsi dan kebutuhan. Mungkin menurut sebagian pembaca pengalaman saya ini belum seberapa. Tapi ini sudah bisa saya jadikan pembelajaran, bahwa dalam hidup ini tak ada yang abadi.

Oh iya, di next konten saya akan membahas tentang Project Anyar!. Tunggu saja ya jam tayangnya. 😁

Sampai di sini dulu cuap – cuap malem ini. Semoga kalian sehat dan diberi kesehatan jasmani dan rohani. Amin. Terima kasih!

See you next time..

Nite & GBU more. Bye..!!
Minggu, 12 Juli 2020

Cara Membuat Huruf Besar (Drop Cap) di Awal Postingan Blog/Website

Ngopi sadayana! 😎

Pembahasan kali ini masih seputar cara mempercantik tampilan blog. Saya akan berbagi aksesoris yang cukup menarik, yaitu bagaimana cara membuat huruf besar (drop cap) di awal postingan blog/website.

OK! Jika saya ditanya soal tips tentang cara mempercantik tampilan blog atau website, maka saya akan selalu mengatakan jika kualitas grafis merupakan suatu keharusan.

Saya tidak bilang bahwa tampilan blog saya ini sudah bagus, dan saya tidak tahu opini pembaca. Tapi kalau boleh jujur, saya suka ketika blog yang saya kunjungi memiliki keunikan tersendiri terutama soal layout –nya.

Sehingga sering membuat saya betah berlama–lama di blog tersebut dan ingin sekali mencobanya. Termasuk cara membuat huruf besar (drop cap) di awal postingan Blog yang sedang kita obrolkan ini.

Cara membuat huruf besar (drop cap) di awal postingan blog. Maksud saya di sini, huruf pertama di awal postingan ukurannya “BESAR”. Jadi selain jenis hurufnya huruf BESAR (Kapital), ukuran hurufnya juga “BESAR”. Wew!!

Daripada ambigu, lihat saja artikel ini. Huruf pertamanya ‘P’. BESAR kan? Nah itu dia, huruf besar di awal postingan lebih dikenal dengan istilah “Drop cap”.

Apa itu Drop cap?

Drop cap adalah sentuhan dekoratif berupa huruf kapital yang ukurannya besar dan mecolok, yang digunakan sebagai huruf awal paragraf pertama dari sebuah postingan artikel.

Fungsi drop cap adalah untuk mempercantik tampilan artikel yang kita tulis, sehingga akan memberikan kesan ekslusif dan menarik perhatian pembaca.

Biasanya drop cap ini sering kita temukan di media daring virtual. Selain itu drop cap juga sering digunakan di media cetak seperti koran, majalah, buku dan novel. Yang jelas drop cap ini nggak ada di aplikasi “foto editor” , apalagi “Tik Tok” 😄

Platform blog sendiri, tidak menyediakan fitur seperti drop cap. Kita harus menambahkan sedikit kode script CSS di dalam template blog-nya.

Kalau sobat tertarik mau mencobanya, baca dan simak artikel ini dengan benar yah! Cara ini bisa dicoba untuk menambah kreasi di blog sebagai daya tarik visual agar tidak membosankan gitu.

So, sudah jago main kode–kodean? Sekarang mari kita oprek-oprek template blog-nya.

OK then, let's get started.. :)

Bagaimana cara membuat huruf besar (drop cap) di awal postingan Blog??

Cara membuat huruf besar (drop cap) di awal postingan Blog sangatlah mudah. Silahkan ikuti dua langkah yang ada di bawah ini.

Langkah Pertama :

Meletakkan kode script CSS di dalam mode edit HTML pada template blog.
Caranya :
1. Masuk ke Dashboard
2. Pada menu sisi kiri, Pilih "Template"
3. Klik "Edit Template"
4. Cari kode ]]></b:skin> (Gunakan CTRL+F untuk memudahkan pencarian kode tersebut)
5. Copy kode script di bawah ini, dan Paste -kan tepat di atas kode ]]></b:skin> tadi.


Jika sobat ingin mengedit, berikut ini adalah keterangan dari kode script di atas :
  • float : posisi drop cap di dalam kalimat
  • font-family : jenis font yang akan digunakan, sobat cukup memasukan nama fontnya.
  • font-size : ukuran font dropcap (jangan hapus "px")
  • line-height : ketinggian garis font. bisa dikatakan tinggi font (jangan hapus "px")
  • margin : 5px 5px 0px 0px; - Posisi font. diawali jarak dari atas, lalu kanan, terus bawah dan kiri.
  • text-shadow : 2px 2px 2px red ; Bayangan 2 pixel ke kanan, 2 pixel ke bawah, blur 2 pixel dan warnanya merah.
6. Silahkan “SAVE” template blog. Sampai di sini kita sudah selesai langkah pertama.
 
Langkah Kedua :

Ini penting! Untuk menerapkan drop cap itu sendiri pada postingan atau artikel di dalam mode Edit HTML. Kita harus meletakkan kode ini diantara huruf pertama dalam artikel atau postingan. Formatnya :

 <span class="ricosihaloho"> Huruf awal </span> 

Caranya :
1. Buat Posting/New Entry
2. Tulis konten seperti biasa sampai selesai
3. Ganti mode penulisan dari “Compose” menjadi “HTML”
4. Cari huruf awal paragraf pertama yang akan kita buat drop cap, dan gunakan formatnya.
 <span class="ricosihaloho"> Huruf awal </span>  
ganti menjadi seperti ini
  <span class="ricosihaloho"> C </span> 

Untuk lebih jelasnya sobat bisa melihat contoh di bawah ini :

<span class="ricosihaloho">C</span>ara mempercantik tampilan blog. Salah satunya dengan cara membuat huruf besar (drop cap) di postingan blog atau website.. dst.

Dalam contoh di atas, berarti huruf yang akan di - drop cap yaitu huruf ‘C’.

Maka, lihat hasilnya! *Jrenjenjreng..

Cara mempercantik tampilan blog. Salah satunya dengan cara membuat huruf besar (drop cap) di awal postingan blog/website. Sehingga artikel akan tampil lebih responsive dan lebik menarik perhatian pembaca.

Kira–kira seperti itu cara membuat huruf besar (drop cap) di postingan blog/website.

Gimana sob, sangat mudah bukan? Silahkan sobat berkreasi sendiri dengan proferti di tag CSS-nya. Selamat mencoba!

Sekian pembahasan tentang cara membuat huruf besar (drop cap) di postingan blog/website. Kalau ada yang kurang paham, silahkan sobat bertanya di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih

See you on top.. :)

Nite & GBU more. Bye..!!
Minggu, 05 Juli 2020

Cara Membuat Galeri Foto Scroll di Blog/Website

Ngopi sadayana! 😎

Sebelumnya saya sudah posting “Cara Membuat Galeri Foto dengan Style Grid”. Sekarang saya akan berbagi bagaimana cara membuat galeri foto dengan fitur scroll di Blog/website. Tips–nya hampir sama, namun dengan tampilan yang berbeda.

Jadi ya! Menulis di blog itu tidak sebatas menulis, apalagi hanya copy paste. Kadang pemilik blog juga perlu berkreasi untuk optimasi pada website. Seperti halnya membuat galeri foto scroll di Blog.

Meskipun konten artikel kita biasa-biasa saja, namun jika kita sajikan dengan memperhatikan tampilan publikasinya. Misalnya dengan cara membuat galeri foto scroll di Blog. Setidaknya halaman postingan akan terlihat tertata rapi dan simple.

Anyway.. penataan foto atau gambar di artikel blog memang merupakan salah satu poin penting. Itu sudah pasti karena gambar dapat menjelaskan topik yang ada dalam artikel.

Namun seperti yang sudah dibahas di posting sebelumnya, jika kita meng–upload foto lewat fitur “insert image” bawaan theme platform blog. Maka penataan gambar tampak masih sangat sederhana, yang mana gambar akan tampil satu per satu tiap bidangnya. Gambarnya ikut–ikutan social distancing deng!

Terlebih lagi apabila gambar yang di–upload banyak. Nggak resep rasanya kalau melihat tampilan blog seperti itu, yang gambarnya “kaku” kyak tentara Kor-Ut. 😁

Selain merepotkan pengunjung, hal ini tentu saja membuat area postingan jadi banyak yang terbuang. Terdapat ruang kosong yang sebenarnya bisa kita optimalkan untuk informasi lainnya.

And you know that.. kasus seperti itu masih kerap saya temukan ketika sedang melakukan tour blog walking.

Tapi jika blog sobat termasuk seperti yang barusan saya nyinyirin, jangan langsung prustasi. Masih banyak jalan menuju Roma. Yepz! Masih ada tips bagaimana cara agar bisa upload foto dengan jumlah banyak sekaligus namun blog tetap terlihat unik dan ketjehh.

Masalah tersebut bisa diatasi dengan cara menggunakan kode script HTML fitur scrolling yang biasa dipakai untuk “Membuat Kotak Scroll di Blog”. Sehingga foto di dalam kotak bisa di–scroll vertikal dan horizontal (bisa diatur).

Contoh, di sini saya membuat galeri foto scroll vertikal dengan mengisi beberapa capture Destinasi Wisata Danau Toba”.

*Silahkan scroll gambar naik turun (Atas – Bawah)

Destinasi Wisata Danau Toba

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Welcome to Lake Toba

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Parapat

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Danau Toba Cottage

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Simarjarunjung


cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Simarjarunjung

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Geosite Sipinsur

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Pusuk Buhit

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Pusuk Buhit

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Paropo

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Paropo

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Paropo

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Paropo

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Paropo

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Siadtaratas - Dairi

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Siadtaratas - Dairi

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Bukit Holbung


cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Menara Pandang Tele - Samosir
cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Air Terjun Efrata

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Sungai Situmurun (Binanga LOM)

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Binanga LOM

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Air terjun Situmurun

cara-membuat-galeri-foto-scroll-di-blog
Bukit Gajah Bobok

Tutorial cara membuat galeri foto scroll di blog/website ini, recommended bagi sobat yang menjadikan situsnya sebagai tempat untuk membagi hasil karya gambar berupa kumpulan foto. Seperti foto dokumentasi acara seremonial, kuliner, fashion atau travelling.

Kumpulan foto tersebut dapat dijadikan untuk menarik perhatian pengunjung. Nilai-nilai estetika pada gambar tersebut tentu saja akan memberikan nilai lebih kepada pemilik blog.

Dengan cara membuat galeri foto scroll di Blog, kita bisa memilih dan menggabungkan beberapa gambar yang berhubungan di dalam satu tempat/kotak. Sehingga lebih menarik untuk dipandang.

Contoh lain, di sini saya membuat galeri foto scroll horizontal dengan mengisi beberapa gambar “Masakan Favorit Khas Batak Toba

*Silahkan scroll gambar ke samping (Kiri – Kanan)


 

Keunikan membuat galeri foto scroll di Blog yaitu artikel akan lebih simple dan berisi (tidak boros area postingan), tidak membosankan, tentu saja Blog akan tampil beda.

Kita juga bisa lebih leluasa menulis konten tanpa terganggu dengan foto-foto di artikel blog, maka akan membuat para pengunjung blog kita ikut lebih meresapi dan bisa mem-visualisasikan perjalanan saat travelling dan suasana tempat yang kita kunjungi.

So, seandainya sobat kurang tertarik dengan galeri foto dengan style grid. Mungkin sobat bisa mencoba cara membuat galeri foto scroll di Blog/website.

OK then, let's get started.. :)

Bagaimana cara membuat galeri foto dengan fitur scroll di Blog/Website?

Berikut ini cara membuat galeri foto dengan fitur scroll di Blog. Silahkan ikuti step by step –nya :

1. Masuk ke Dashboard
2. Buat Posting/New Entry
3. Ganti mode penulisan dari “Compose” menjadi “HTML”
4. Copy script code di bawah ini, dan Paste -kan di laman kerja sobat (masih di mode HTML lho)

Script code –nya :
 
<div style="text-align: center;">
<a href="Link Anda" target="_blank">
<span style="font-size: x-small;"> My Galery </span></a>
</div>
<br /><div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on">
<div style="background-color: #1780dd; border: 5px solid gold; height: 150px; overflow: auto; padding: 10px; text-align: center; width: auto;"> Upload gambar anda di sini..! </div></div>

Keterangan script code di atas :
  • background-color : warna kotak galeri, silahkan diganti dengan warna kesukaan sobat (boleh pakai nama warna, kode warna/ hexadesimal, atau RGB / red-green-blue)
  • height : tinggi kotak galeri (bisa diatur)
  • width : lebar kotak galeri (bisa diatur), upayakan jangan melebihi lebar area konten
  • border : garis border kotak galeri (warna dan ketebalan bisa diatur). 
Dan kalau sudah di terapkan kode script –nya pada mode HTML, Selanjutnya...!

5. Kembali ganti mode penulisan dari “HTML” menjadi "Compose", maka dari kode script yang telah terpasang tadi, akan tampil kotak galeri foto scroll kurang lebih hasilnya seperti ini :


Upload gambar anda di sini..!

6. Edit tulisan “Upload gambar anda di sini..!”, ganti dengan meng-upload beberapa foto sobat yang mau dimasukan dalam kotak galeri (pastikan sobat meng–upload foto di dalam kotak).

Sampai disini selesai dalam pembuatan galery foto scrolling. Sebelum di publish, silahkan klik “Pratinjau”. Kalau hasilnya sudah sesuai dengan keinginan sobat. Silahkan dipublikasikan. DONE

Saya yakin caranya mudah dan pasti berhasil dalam membuat galeri foto dengan fitur scroll di blog/website. Selamat mencoba!

Demikian pembahasan mengenai cara membuat galeri foto dengan fitur scroll di Blog/Website. Semoga bermanfaat bagi sobat khususnya newbie. Terima kasih

See you on top.. :)

Nite & GBU more. Bye..!!
 
;