Kamis, 27 Februari 2020

Fun Quiz : Tes Pengetahuan Tentang Kopi

Hello teman-teman!!

Seperti yang sudah saya janjikan di post "Sebelumnya". Kali ini saya membuat “fun quiz” tentang kopi.

Namun, sebelum mengerjakan soal, sebaiknya baca dulu “Informasi Fun Quiz” dengan meng-klik spoiler di bawah ini. Biar nggak salah paham!

Informasi Fun Quiz :

Soal quiz ini adalah pilihan ganda (multiple choices) yang didasarkan pada jawaban yang benar, tanpa mengurangi nilai pada pilihan yang salah. Artinya jika sobat tidak tahu jawabnya sekalipun, “Tebaklah!”

Jawaban quiz ini sudah saya koordinasikan kepada pihak terkait. Seriusan! Dan sudah di-approve oleh PEMDA setempat (Oke, yang ini bohong.. haha)

Jadi ya, jangan banyak protes jika mendapatkan skor rendah. Itu artinya sobat kudu belajar lebih lagi soal kopi. Ojo Baper!!

Sebenarnya kalau sobat rajin baca-baca artikel saya, semua ini udah saya kupas tuntas (dicari-cari saja ya, gratis kok!)

Bukan maksud hati mau menguji ilmu, cuman gimana ye? Kepo aje gitu. Sebenernya lo pecinta kopi apa cuman ngopa-ngopi doang nggak jelas. Jangan2 modal ganteng doang nihh.. *Bacooottt Hahh

Bagi yang tertarik jadi Coffee Master di Sbux, ini penting banget. Soal test-nya agak mirip seperti ini.

Jadi ya, kalau mau jadi Coffee Master nggak cukup modal ganteng dan cantik, tentu saja diimbangi dengan skill yang mumpuni. *Asyik!

Saya??? Nggak usah ditanya. Orang saya yang bikin soalnya. Hahha

Ini capture, hasil setelah saya mengerjakan soal :


Siap untuk menjawab pertanyaan “fun quiz” kali ini? Yuk silahkan jawab pertanyaan di bawah ini. Jangan mau kalah yahh!! *dilempar ke Jonggol*



COFFEE MASTER WRITTEN TEST
"We believe in giant potential of the tiny beans
***
Author : Rico Sihaloho

Petunjuk Umum :

1. Jumlah soal : 25 soal
2. Skor : Setiap jawaban benar (skor 4), salah (skor 0)
3. Skor akhir : total skor dari semua jawaban.
4. Klik tombol “Grade Me” (di bawah sebelah kiri). Dan tunggu beberapa saat. Kami panitia kopi akan memproses hasil test anda.

Selamat mencoba ya teman-teman! GOOD LUCK

Fun Quiz : Tes Pengetahuan Tentang Kopi

Jawablah pertanyaan berikut, Pilih salah satu jawaban yang benar

  1. Berapa kali beans di-cupping untuk ensuring quality?

  2. 17 kali
    6 kali
    13 kali
    15 kali

  3. Butuh berapa buah Cherry untuk 1 shot of espresso?

  4. 75 buah
    5 buah
    25 buah
    50 buah

  5. Siapa Max Morgenthaler?

  6. Penemu mesin espresso
    Penemu dried instan coffee
    Penemu vacum packaging
    Penemu decaffeination coffee

  7. Ada berapa bagian kah dari Coffee Cherry

  8. 4 bagian
    6 bagian
    7 bagian
    5 bagian

  9. Pada tahun berapa kah, kedai kopi pertama kali dibuka di Turki?

  10. 1652
    1300
    1672
    1645

  11. Bentuk penghargaan apa yang diberikan untuk LOUIS XIV

  12. Noble Coffee Roster
    Noble Tree
    Noble Coffee Master
    Noble Trading

  13. Siapakah R.W Hills?

  14. Penemu mesin espresso
    Penemu dried instan coffee
    Penemu vacum packaging
    Penemu decaffeination coffee

  15. Tahun berapa kah German Housewife (Melitta Bentz) menemukan coffee filter

  16. 1900
    1999
    1933
    1908

  17. Siapakah Alfred Peet?

  18. Belanda Coffee Roaster
    Turki Coffee Roaster
    German Coffee Roaster
    Brazil Coffee Roaster

  19. Pada tahun berapa Starbucks roasting plant buka di York, PA

  20. 1990
    1995
    1994
    1985

  21. Pada tahun berapa program Coffee Master dimulai?

  22. 2004
    2001
    2000
    1985

  23. Di tahun 2013, Starbucks membeli perkebunan kopi pertamanya di Negara?

  24. Costa Rica
    Colombia
    Nicaragua
    Brazil

  25. Pada tahun berapa “The first Starbucks Caffe Latte is served?”

  26. 1984
    1982
    1994
    2000

  27. Kopi pertama kali ditemukan di negara?

  28. Kenya
    Costa Rica
    Ethiopia
    Turki

  29. Terroir adalah istilah dari bahasa Perancis yang artinya?

  30. Coffee
    Tress
    Soil
    Earth

  31. Apakah nama dari teknik penggunaan dari Coffee Press?

  32. Drip Brewer
    Sledding Over
    Vacuum Coffee
    Immersion

  33. Sebutkan alat Vacuum Filtration?

  34. Aero Press
    Flat Drip
    Shipon Brewer
    Semua Benar

  35. Teknik Pour over untuk men-develop?

  36. Body & Aroma
    Body & Flavor
    Aroma & Accidity
    Flavor & Accidity

  37. Berapa detik untuk mendapatkan good shots espresso?

  38. 17 -20 detik
    18 - 23 detik
    13 – 15 detik
    27 – 28 detik

  39. Dimanakah dan tahun berapakah Farmers Support Center di Colombia dibuka?

  40. Saint Jose (2016)
    Kigali (2013)
    Maninzales (2013)
    Saint Jose (2017)

  41. Tahun berapakah Hacienda Alcacia dibuka?

  42. 2012
    2013
    2017
    2016

  43. Apakah tujuan dari Proccessing Method?

  44. Mendapatkan Peaberry
    Develop rasa kopi
    Mendapatkan green bean
    Untuk mendapatkan Quality dan Flavor

  45. Sebutkan salah satu Enemy of coffee tree!

  46. Coelogyne Pandurata
    Sinar Matahari
    Nematoda
    Manihot Esculenta

  47. Apa nama ilmiah dari coffee robusta?

  48. Coffee Qahwa
    Coffee education team
    Coffee Canephora
    Coffe De Melo

  49. Apa itu Caffeol?

  50. Minyak biji kopi
    Kegosongan biji kopi
    Kelembaban biji kopi
    Ketebalan biji kopi

Minggu, 23 Februari 2020

Evolusi kopi (First wave, Second wave dan Third wave)

Ngopi sadayana! 😎

Sesuai judul thread, waktu luang kali ini saya mau membahas tentang “Evolusi kopi” mulai dari First wave, Second wave, hingga Third wave coffee. Baca sampe selesai yah karena ini penting banget, hoho

Kini kopi sudah berubah fungsi dari yang tadinya hanya gaya hidup semata, menjadi sebuah kebutuhan bagi para coffee addict (pecandu kopi).

Rasanya kurang afdol yekan, jika sehari saja tidak ngopi. Saya sendiri menamai kopi itu "Holly Water" tentunya setelah air perjamuan kudus *haha*. Jadi kalo saya ibaratkan nih ye “hidup tanpa kopi, bagaikan burung tanpa sayap”. LOL..

Kembali ke laptop! #EA

Jadi gini, segala hal dalam hidup ini akan berevolusi dari masa ke masa. Misalnya kita sebagai manusia pasti mengalami evolusi. Right??

Jangankan manusia, kosa kata kids zaman now saja sudah banyak berevolusi. Contohnya : Jijay sebagai past tenses dari Jijik. Najis -> Najong. Mahal -> Mehong. Alamak -> Alemong. *Bacot!!!

Nah begitu juga dengan kopi. Evolusi di dunia kopi dikenal dengan istilah first wave, second wave, dan third wave. Kata 'wave' artinya pergerakan atau “gelombang” dan istilah ini popular hingga sekarang.

Apa-itu-the-first-wave-coffee?
Coffee Talk :)
Omong-omong soal kopi, kini kita sudah memasuki masa third wave (gelombang ketiga). Kepo dong, bagaimana evolusi kopi dari masa ke masa?

Nah disini saya akan mencoba mengasosiasikan antara “Sejarah kopi Starbucks” dengan istilah “Evolusi kopi” yang sedang kita obrolkan ini. Langsung saja yuk kita kupas kasus secara membabi-buta..

1. The First Wave Coffee (Kopi gelombang pertama)

Apa itu The First Wave Coffee?

Gelombang pertama diawali sekitar tahun 1960-an. Pada masa ini kopi sudah mulai banyak dikonsumsi oleh semua kalangan baik di rumah maupun di kantor. Namun jenis kopi yang dikonsumsi masih berupa kopi instan (sachet).

Industri kopi pada gelombang pertama ini lebih memusatkan kepada inovasi kemasan, kepraktisan penyajian dan pemasaran yang gila-gilaan tanpa memperhatikan citarasa kopi tersebut.

Kopi disiapkan untuk harga yang lebih terjangkau dan juga mudah disajikan. Nestle dengan produk Nescafe-nya sudah mulai terkenal di gelombang pertama ini.

Sebagai catatan : The First Wave Coffee, suatu masa dimana kopi untuk dikonsumsi.

2. The Second Wave Coffee (Kopi gelombang kedua)

Apa itu The Second Wave Coffee?

Gelombang kedua terjadi diakhir tahun 1960-an (awal 1970-an). Gelombang kedua ini muncul karena buruknya kopi pada masa gelombang pertama, sehingga mendapatkan kritik pedas dari peminum kopi karena kualitas rasa kopi yang jauh dari ekspektasi.

Peminum kopi di era gelombang kedua ini menginginkan kopi yang nikmat serta keingintahuan mereka tentang kopi yang mereka minum.

Apa-itu-the-second-wave-coffee?
Semakin kepo :)
Bagaimana membuat secangkir kopi yang nikmat dan lejattoss. Serta mereka ingin mengetahui proses roasting, dan metode brewing (teknik seduh).

Pada gelombang kedua ini, peminum kopi ingin berinovasi bahwa kenikmatan kopi itu lebih dari sekedar rasa, bukan lagi hanya untuk di konsumsi tapi juga pengalaman dan proses dari pembuatan kopi itu sendiri.

Peminum kopi mulai mengurangi konsumsi kopi instan, dan belajar cara menyeduh kopi sendiri dengan French Press.

Pada gelombang kedua ini, juga mendapat kritikan yang tak kalah menarik. Ritual minum kopi pun mendadak tergeser menjadi pengalaman minum kopi yang dikaitkan dengan kehidupan sosial.

Ide seperti menghabiskan waktu di cafe mulai populer bahkan urusan bisnis juga dibicarakan di coffee shop.

Istilah populer "Can i buy you a cup of coffee?" sangat populer pada masa ini. Banyak film-film yang secara tidak langsung ikut mempopulerkan istilah ini. Pesan yang ingin disampaikan sangat terlihat yaitu "Drinking coffee in cafr is lifestyle".

Gelombang kedua ini juga terbit seiring lahirnya sebuah brand besar yang mendunia. Apalagi kalau bukan : “STARBUCKS COFFEE” (Tahun 1971).

evolusi-kopi-mulai-dari-first-wave-second-wave-thrid-wave-coffee

Starbucks menjadi wajah dari gelombang kedua sekaligus ikon yang mengusung perkembangan kopi di masa itu. Starbucks tak hanya sekedar Coffee Shop tempat orang-orang menyeruput kopinya tetapi juga menjadi suatu gaya hidup.

Starbucks menyadari bahwa mereka bisa mengambil lebih banyak profit dengan menawarkan ragam pilihan kopi dengan harga tinggi.

Starbucks berinovasi menawarkan kualitas kopi (dark roast) dan minuman espresso yang baik kepada masyarakat. Selain itu, Starbucks juga membuat menu Frappucino (blended) yang mencuri perhatian banyak orang. Starbucks membuktikan bahwa kopi tak sekedar proses tetapi juga pengalaman saat meminumnya.

Tidak lama setelah itu, mulai banyak bermunculan Coffee Shop dan sejenisnya dengan konsep marketing ala Starbucks. Kemunculan Starbucks menjadi inspirasi bagi banyak pebisnis yang bergelut di dunia kopi.

Coffee Shop menjadi bisnis besar-besaran, karena ngopi di coffee shop menjadi gaya hidup yang sangat penting dikalangan masyarakat pada masa itu.

Kosa kata tentang dunia kopi mendadak ngebooming di mana-mana. Seperti cafe latte, espresso, dan cappuccino, etc.

Sebagai catatan : The Second Wave Coffee, masa dimana kopi itu untuk dinikmati.

3. The Third Wave Coffee (Kopi gelombang ketiga)

Apa itu The Third Wave Coffee?

Gelombang ketiga terjadi mulai tahun 1990-an hingga saat ini. Dimana kopi mulai mununjukkan eksistensinya, dengan kata lain kopi itu sendiri yang menjelma menjadi pemeran utama.

Pada gelombang ketiga ini peminum kopi menjadi tertarik dengan kopi itu sendiri. Mereka bukan sekedar menikmati kopi untuk kebutuhan kafein.

Apa-itu-the-third-wave-coffee?
Akhirnya nyobain (keren). Haha
Mereka juga ingin mengetahui lebih spesifik tentang kopi itu sendiri, seperti : dari mana asal kopinya, ketinggian penanamannya, variestasnya, bagaimana kopi ditanam, dipanen, pascapanen, proses pengolahan (wash, semi-wash, or dry), Level roasting dan metode seduh (brew), hingga disajikan.

Di gelombang ini juga mulai belajar mengenal “Karakteristik bij kopi” (Aroma, body, accidity, flavor) dan dikenal beberapa istilah seperti : after taste, bitterness, sweetness, clean or not, manual brew, etc.

Selain itu, pada gelombang ketiga ini, detail kopi yang kita pesan mungkin akan lebih banyak dibanding sebelumnya. Yang juga ditandai dengan menjamurnya "Latte Art" (sebuah seni menghias permukaan kopi menjadi beragam bentuk).

Banyak metode yang mungkin akan kita jumpai ketika mampir ke coffee shop terdekat. Seperti : Pour Over/Drip, Chemex, Cold brew, Siphon, etc.

Yaps, di gelombang ketiga ini, kopi sudah menjadi sebuah apresiasi, dihargai, dicintai dan dielu-elukan oleh para penikmatnya.

Para peminum kopi belajar untuk lebih memperhatikan dan menghormati cara untuk menikmati kopi. Juga memahami, Four fundamentals untuk mendapatkan rasa kopi yang nikmat.

Bahkan, di era ini penikmat kopi kerap memberikan reaksi terhadap cita rasa kopi (baik atau buruk), serta penyajian kopi yang dianggap tidak benar. Meskipun tidak mengenyampingkan masalah pemasaran dan promosi, gelombang ketiga peduli lebih dalam dari sekedar menikmati kopi saja.

Jika sobat penikmat kopi, maka kita akan semakin bisa merasakan perbedaan Single origin & Blend, (Dan kopi sachet tentunya.. hehe, seperti yang saya minum saat ini). Atau kita bisa membedakan rasa antara kopi Arabika dan Robusta .

Bisa dikatakan, gelombang ketiga ini mengupas tuntas karakter kopinya dengan meragam metode penyeduhan. (Seperti yang saya bahas di beberapa postingan di blog ini dicari-cari saja, gratis kok.. ahaha)

Di gelombang ketiga ini juga mulai banyak bermunculan roaster dan coffee shop baru yang independen.

Banyak juga coffee shop yang merangkap sebagai roaster sehingga pengunjung dapat berinteraksi secara langsung untuk mendapatkan tips menyeduh kopi yang benar, misalnya “STARBUCKS RESERVE”.

Betewe, tahu kan perbedaanya STARBUCKS® sama STARBUCKS RESERVE? Googling aje yah, soalnya saya juga belum pernah kesana. 😄

Selain itu, pada fase ini juga tidak ketinggalan dengan "specialty coffee"  atau kopi spesial. Kopi spesial ini meliputi kopi premium.

Kini kedai kopi bukan lagi hanya menjual minuman saja, tetapi it's about coffee experience. Di gelombang ketiga ini peran penting terletak pada barista (brewer).

Barista ditantang untuk punya pengetahuan lebih tentang kopi yang diraciknya dan mampu mengolah kopi untuk memastikan bahwa karakter asli dari kopi tersebut tercermin dalam sebuah cangkir.

Lalu, para barista juga dapat menceritakan tentang pengalaman mereka dalam meracik kopi hingga dituang ke dalam cangkir.

Sebagai catatan : Third Wave Coffee (Kopi gelombang ketiga) adalah masa dimana tradisi minum kopi tak lagi hanya sekedar mendongkrak semangat atau pelepas dahaga. Tradisi ngopi menjadi suatu kebutuhan dan gaya hidup khususnya bagi generasi milenial.

Sehingga tidak heran yah, kalau kedai-kedai kopi kini menjamur ditiap sudut perkotaan dengan konsep interior dan desain yang menarik. Istilah kekinian-nya "Instagramable".  Salah satunya gerai kopi brand Internasional “STARBUCKS COFFEE”.

Bisa dikatakan, citra atau imej sebuah kota sepertinya langsung berkelas internasional kalau ada Starbucks-nya. Walaupun tidak selalu seperti itu. :)

Cikarang misalnya, di kota kecil ini ada 5 gerai Starbucks : Citywalk Lippo Cikarang, Meikarta (Drive THRU), Living Plaza, Jababeka dan di KM39 (Drive THRU) Highway Jekardah – Cikampek. Wow!!

Kota terlengkap di timur Jakarta ini sepertinya berpotensi go internasional deh.

Singkat cerita, kalau teman-teman mau merasakan sensasi internasional, datanglah ke “CIKARANG”. Eh buset!! Ke Starbucks dong maksudnye. 🤣

Nah, itulah kira-kira penjelasan singkat tentang “evolusi kopi”, mulai dari first wave, second wave, dan third wave coffee (perkembangan kopi dari masa ke masa).

Hmm, kita tunggu ya sob! Seperti apakah perkembangan kopi di gelombang keempat atau fourth wave?

Oh iya, pertemuan selanjutnya kita masuk "Fun Quiz" yah, dibaca-baca artikelnya. Saya lagi buat dulu soalnya.

See you on top..

Nite & GBU more! Bye..!!
Senin, 17 Februari 2020

Sejarah Kopi Starbucks® (2)



Dipersorry ye! Ceritanye minggu lalu, pass saya lagi sok asyik nge-blogging gitu, eh tiba-tiba ada urusan real life. Jadinya postingan saya ngatung nggak jelas. *langka pikiran*

Nah waktu luang kali ini, saya mau lanjut membahas sejarah kopi Starbucks® (Page 2).

*****

Untuk mendapakan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah terlebih dulu post “sebelumnya”.

Next..

[Tahun 1900 - 1910]
Inovasi kopi pun mulai berkembang, seperti adanya diciptakannya “Flavor lock” pada kemasan kopi.

RW.Hills (Pendiri Hill Bross Coffee) menciptakan proses kemasan vacuum packaging yaitu proses yang menghilangkan udara dari kemasan kopi sehingga menghasilkan biji yang lebih segar.

Meski bagus untuk konsumen, tapi berita buruk bagi roaster lokal, tak sedikit di antaranya harus gulung tikar (tutup).

[Tahun 1901]
Luigi Bazzera seorang pengusaha Italia, menciptakan mesin kopi manual pertama. Beliau terinspirasi dari karyawannya, karena melihat waktu istirahat karyawan menjadi singkat hanya untuk menyeduh secangkir kopi. Karena itulah namanya espresso (kopi "ekspres").

[Tahun 1903]
Jerman menemukan kopi decaffeined. Saat itu Ludwig Roselius dan Karl Wimmer (Importir kopi Jerman) secara tidak sengaja menemukan cara untuk membuat kopi tanpa kafein.

Salah satu pengiriman kopi mereka dari Nicaragua, kapalnya hanyut terendam air laut. Namun rasa kopi yang diseduh masih enak, walaupun kopi telah kehilangan sebagian besar kafeinnya.

Karena mereka tidak ingin menjual kopi asin (akibat terendam air laut), peneliti importir menemukan cara mengekstrak kafein menggunakan pelarut dan uap.

[Tahun 1901]
Seorang ahli kimia Jepang – Amerika, Satori Kato mengaplikasikan dehydration process. Dia menciptakan campuran kopi agar mudah larut saat diseduh.

[Tahun 1906]
George Washington mengambil konsep tersebut dan menghasilkan berbagai inovasi yang tak ribet dan praktis. Menciptakan kopi instan pertama yang diproduksi secara massal.

Kopi instan sangat mudah diterima karena sangat praktis dan cepat disajikan. Bahkan tentara Perang Dunia I, menggunakan kopi instan dalam keseharian mereka.

[Tahun 1908]
Seorang Ibu rumah tangga Jerman menciptakan filter kopi pertama. Melitta Bentz warga Dresden, berusaha mati-matian untuk menemukan cara menyeduh secangkir kopi yang ideal tanpa rasa pahit yang bisa diakibatkan oleh overbrewing.

Setelah melalui banyak percobaan dan kesalahan, Melitta Bentz terinspirasi dengan buku gambar anaknya.

Dimana saat itu, secara tak sengaja menyenggol kopinya dan tumpah ke buku gambar anaknya. Melihat hal itu dia menemukan alat yang tepat.

Lalu, Dia memotong berbentuk lingkaran, meletakkannya di cangkir logam dengan lubang-lubang di bagian bawah, menambahkan kopi bubuk dan menuangkan air panas ke atasnya untuk menyaring.

Dengan cara ini, ampas kopi tidak tercampur/sudah tersaring di filter. Akhirnya dia menciptakan paper filter yang disebut “melitta”.

[Tahun 1933]
Dr. Ernesto Illy mengembangkan mesin espresso otomatis pertama. Itulah makanya Dia dikenal sebagai "Bapak Espresso".

Betewe, kenapa jadi dia yah Bapaknya si Espresso?? Padahal Om Luigi Bazerra kan udah bikin mesin espresso di tahun 1901, meskipun masih manual. Bener nggak?? *Maaf ya, saya gitu orangnya suka protes.. Hahh. -Skip-

[Tahun 1938]
MaxMorgenthaler butuh waktu tujuh tahun untuk menyempurnakan kopi instan karena suka beku dan kering.

Saat itu Nestle dengan produknya “Nescafe” menjadi produk paling inovatif di sejarah kopi instan dunia. Bahkan menjadi satu-satunya brand yang memasok kopi untuk militer Amerika Serikat pada Perang Dunia II.

Penjualan juga meningkat pada tahun 1956 dengan diperkenalkannya lewat iklan di TV A.S. Perusahaan-perusahaan teh, tidak mau ketinggalan, mereka segera membalas dengan memperkenalkan “Tea Bags”.

[Tahun 1945]
Saat itu, semua mesin espresso berbasis uap, yang menambahkan rasa pahit atau terbakar pada kopi.

Achille Gaggia menghabiskan waktu bertahun-tahun mengembangkan mesin espresso berbasis uap menjadi menggunakan pompa piston dan air yang dioperasikan secara manual untuk mengekstraksi brew bertekanan tinggi.

Mesinnya sukses, dan teknik barunya mengungkapkan penemuan yang tidak terduga. Untuk pertama kalinya, "crema" muncul pada espresso. (Crema : busa berwarna cerah yang indah itu merupakan bagian penting dari setiap espresso).

[Tahun 1948]
Kata "Cappucino" mendunia. Cappucino berarti "tudung kecil", terinspirasi dari Biarawan dari suku Capuchins.

Yaitu memiliki jubah cokelat dan menggunakan tutup kepala berwarna putih. Minuman itu mengingatkan orang Italia pada suku Capuchins.

*Ehemm.. coba dulu, yang mereka lihat itu suku batak ya, pasti nama minumannya jadi “BatakO”. Barista bakalan kesulitan dah tuh membuat motif ‘ulos’. Anjeerrrr! #kidding 🤣

[Tahun 1966]
Kopi spesialisasi hadir di Amerika Serikat. Alfread Peet, putra seorang roaster kopi Belanda, ditugaskan dengan membawa kopi hasil roasting ke Amerika Utara.

Dia lahir di Belanda, dia berkeliling dunia, bekerja sebagai cupper (pencicip) dan pembeli, untuk berbagai perusahaan kopi dan teh.

Karirnya membawanya ke Amerika Serikat, Disana dia mendapati kopi dengan kualitas buruk sehingga dia mulai me-roasting sendiri dan segera membuka “Coffee & Tea Peet” di Berkeley, California.

Dia mengembangkan selera membuat kopi dark roast di kalangan akademik yang antusias dan peminum kopi yang lebih menyukai citarasa kopi.

Disanalah dia bertemu dengan Jerry Baldwin, Zev Siegl dan Gordon Browker. Dia membimbing rekannya itu bagaimana me-roasting kopi untuk mendapat kualitas yang baik. Dan ketiga pemuda inilah menjadi pendiri Starbucks®, setelah kembali ke Seattle, AS.

[Tahun 1971]
Kedai Starbucks® pertama dibuka di Pike Place Market, Seattle - Washington, pada tanggal 30 Maret 1971 oleh tiga sahabat : Jerry Baldwin (guru bahasa Inggris), Zev Siegl (guru sejarah), dan Gordon Bowker (penulis).

Ketiganya terinspirasi oleh pengusaha pemanggangan kopi (roaster) Alfred Peet, yang mereka kenal secara pribadi, untuk menjual biji kopi berkualitas tinggi beserta peralatannya.

sejarah-kopi-starbucks

Awalnya, perusahaan ini hendak diberi nama Pequod yang diambil dari nama kapal pemburu “Moby-Dick”, tetapi nama ini ditolak oleh sejumlah pendiri pendamping.

Perusahaan ini akhirnya diberi nama sesuai nama mualim satu kapal Pequod, STARBUCKS.®.

Nama itu membangkitkan romansa laut lepas dan tradisi pelaut para pedagang kopi awal. Selebihnya, seperti yang sudah kita bahas, adalah sejarah Starbucks. Starbucks terus berevolusi. Mereka tetap relevan, inovatif, dan unggul.

Awalnya Starbucks® hanya menjual whole beans dan tidak menjual minuman kopi. Selama tahun-tahun pertama beroperasi, mereka membeli green beans dari Peet's, kemudian mulai membeli langsung dari petani kopi.

Semuanya berubah saat Howard Schultz bergabung ke dalam tim Starbucks sebagai Direktur Pemasaran. Dia dengan kukuh meyakinkan trio pemilik Starbucks untuk menjual kopi yang telah diseduh.

Pada saat itu Jerry Baldwin, Zev Siegl dan Gordom Barker menolak ide tersebut mentah-mentah.

Howard Shultz ternyata tak menyerah dan berhasil menemukan coffee chain yang sangat sukses bernama II Giornale Coffee. 

Untuk memahami tujuan Starbucks selanjutnya, mari kita lihat dari mana Starbucks berasal - dan apa yang telah Starbucks alami selama ini.

[Tahun 1973]
Starbucks Roasting Plant – Seattle, pertama dibuka

[Tahun 1983]
Howard Schultz mengunjungi Italia dan terinspirasi dengan “bar espresso” di negara itu.

[Tahun 1984]
Satrbucks® Caffe Latte pertama diluncurkan.

Pada tahun 1987, para pemilik asli menjual Starbucks ke Howard Schultz yang mengganti merek sebagian kedai kopi Il Giornale miliknya menjadi Starbucks dan segera memperluas operasinya.

Pada tahun itu pula, Starbucks membuka kedai pertamanya di luar Seattle di Waterfront Station, Vancouver, British Columbia, dan Chicago, Illinois.

[Tahun 1990]
Starbucks Support Center diperluas dan membangun Roasting Plant yang baru.

[Tahun 1993]
Starbucks Roasting Plant kedua dibuka di Kent, WA
[Tahun 1995] Starbucks Roasting Plant dibuka di York, PA 

[Tahun 1998]
Starbucks bermitra dengan Conservation International.

[Tahun 2000]
Starbucks meluncurkan Commitment to Origins™ & Special Reserve Coffee Program.

[Tahun 2002]
Starbucks menerbitkan Corporate Social Responsibility Report pertama.

[Tahun 2004]
- Farmer Support Center dibuka di San José, Costa Rica
- Diterbitkan program Coffee Masters
- Starbucks mengesahkan/memformalkan C.A.F.E Practices dalam kemitraan dengan konservasi internasional.

[Tahun 2007]
Starbucks Farmer Support Center buka di Rwanda
[Tahun 2008] Starbucks meluncurkan program SHARED PLANET.

Pike Place Roast, kopi blend pertama yang dibuat dari permintaan pelanggan, memulai debutnya pada tahun 2008

[Tahun 2008]
Starbucks menjadi The world’s Largest Buyer of fair trade certified coffee.

[Tahun 2012]
Starbucks memperkenalkan whole beans dengan level roasting “Blonde / Light roast”. Contoh : Veranda.

[Tahun 2013] Starbucks membeli lahan kopi pertama di Hacienda Alsacia.

[Tahun 2014] Starbucks Reserve® dibuka.

[Tahun 2015] Starbucks reaches 99% ethically sourced coffee.

[Tahun 2016] Starbucks Farmer Support Center buka di Brastagi, Medan – Sumut.

*****
Nah, kira-kira seperti ittuh sejarah kopi Starbucks® yang bisa saya sharing-kan disini. Gimana sob, seru kan?

Tulisan ini merupakan (sebagian) hasil menimba ilmu perkopian selama saya ikut-ikutan Coffee Testing di Starbucks®.

Informasi ini saya dapatkan tidak ‘instan’, tidak juga sekedar (((dengar2))). Tentunya dengan sedikit usaha yang dibumbui sama rasa keppo tingkat dewa.

Sejarah kopi Starbucks® tercatat di “Coffee Master Journal Starbucks” (terdiri dari 5 BAB). Jadi ya, yang saya bahas ini, hanya kulit-kulitnya saja *hehe*.

Oh iya, mohon maaf kalau ada kesalahan atau kekeliruan dalam penulisan.

Untuk itu silahkan sobat berikan masukan, saran, kritik, atau sekedar meluruskan apa yang sudah saya tulis (agar segera saya revisi). Bahkan kalau mau memaki-maki juga boleh! *Boleh kak.. Silahkan!

Segala unek-unek yang berhubungan dengan artikel ini, akan saya tampung untuk pelajaran yang lebih baik. Terima kasih!

See you on top gaesss :)

Nite & GBU more! Bye..!!

Minggu, 09 Februari 2020

Sejarah Kopi Starbucks®

Ngopi sadayana! 😎

Hampir semua orang pasti mengenal minuman berwarna hitam ini, apalagi kalau bukan kopi. Tak terkecuali di Indonesia yang terkenal dengan beragam keunikan kopinya. Menariknya kopi ini ternyata ada sejarahnya.

Djujur! Saya paling males bicara soal sejarah. Sejarah adalah salah satu mata pelajaran yang bikin saya “tunduh” alias ngantuk. Saya lebih suka ilmu-ilmu 'Exact'. Jadi kita bisa mencari pembuktian dengan berbagai metode secara real.

Terus kenapa ngangkat topik berbau-bau sejarah?? Hmm, apa ye!! Jika memang dipaksa untuk menjawab. Ya, karena menurut saya mempelajari seluk beluk soal kopi itu menjadi suatu kewajiban bagi penikmat kopi. *asyik!

Makadari, saya akan mengupas kasus tentang sejarah kopi Starbucks® secara membabi buta. Dibaca sampai selesai yah sob, soalnya ceritanya ngeri-ngeri sedap nih.

Untuk mendapatkan info tentang sejarah kopi Starbucks®, siap-siaplah membaca pragraf panjang di bawah ini.

Berikut sejarah kopi Starbucks®.

sejarah-kopi-starbucks

In the begindang.. eh, In the beginning..!

Sejarah kopi dimulai sekitar tahun 800 – 900 M. Kopi pertama kali dikenal oleh seorang penggembala kambing bernama Kaldi di Ethiopia.

Kaldi memperhatikan kambingnya menjadi energik setelah makan ‘beri’ dari semak tertentu. Karena Kaldi penasaran, dia pun mencoba memakan beri tersebut dan ternyata membawa dampak yang sama “energik”.

Lalu. Seorang Biksu melihat Kaldi dan kambing-kambingnya begitu bersemangat dan menari-nari. Biksu itupun kepo (emang jaman dulu udah ada kata kepo? *abaikan*), dia memetik beberapa buah beri dari semak yang sama.

Namun Biksu tersebut menghancurkannya terlebih dahulu layaknya meracik ramuan dan menambahkan air mendidih (ini mungkin secangkir kopi pertama kali).

Setelah mencicipi ramuan itu, dia menyadari bahwa cairan tersebut bisa menambah energi. Biksu itu bergegas kembali ke Biara (tempat berdoa) untuk membagikan temuannya.

Para Biksu di Biara tersebut, menyebut penemuan itu sebagai "hadiah dari Tuhan”. Karena mereka akan bisa tetap terjaga selama doa sepanjang hari.

Tunggu!! Kok saya tahu?? Yeahh, orang saban hari saya mendengar cerita ini, sampai akhirnya saya hafal sendiri. 😆

Saya lanjut ye!

sejarah-kopi-starbucks

Starbucks menjadi bagian terpenting dari sejarah kopi. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sejarah kopi Starbucks® dan bagaimana perjalanan kopi dari Ethiopia hingga ke kita.

Simak kuyy sejarah kopi Starbucks®.

[Tahun 1000-an]
Para pedagang Arab membawa kopi melalui laut merah ke Yaman. Disini pertama kali kopi ditanam dan dibudidayakan. Kopi mereka rebus sehingga menghasilkan cairan yang disebut Qahwa (penangkal tidur).

[Tahun 1300-an]
Kopi mulai menyebar ke Nusantara seiring dengan menyebarnya agama Islam. Kopi yang dibawa masih berupa cairan.

Karena pemuka agama Islam, tidak mau kopi itu ditanam di tempat yang mereka kunjungi. Takut berkembang di tempat itu.

[Tahun 1450 - 1650]
Kopi menjadi sesuatu yang sangat dicari saat itu. Karena kopi yang begitu langka, konon ada tradisi buruk dikalangan masyarakat. Kalau para suami pulang tidak membawa persediaan kopi, maka istri bisa menceraikan suaminya.

[Tahun 1615 - 1700]
Kopi masuk ke Eropa untuk pertama kali melalui pelabuhan Venesia.

Diceritaken seorang pedagang Venesia tertarik sama kopi di Turki. Kopi tersebut dibawa kembali untuk dijual di Italia, akhirnya kopi cepat menyebar ke seluruh Eropa. Kedai kopi buka di Italia (1645-1655), London (1652) dan Paris (1672).

Tempat tersebut menjadi tempat berkumpul. Banyak para pedagang impor dari kedai kopi dan pemilik saham yang berkumpul di Garraway di London.

Disana mereka mengadakan sebuah pameran yang disebut "London Stock Exchange". Namun untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, kopi lebih banyak untuk ditanam.

[Tahun 1690]
Belanda menyeludupkan kopi keluar melalui pelabuhan Mocha, Arab.

Belanda mulai mengekspor kopi dan menjadi yang pertama mengangkut dan mengolah kopi secara komersial di Ceylon (Sri Lanka). Dan Amsterdam menjadi pusat tren kopi saat itu.

[Tahun 1714]
Belanda sudah menanam kopi dalam jumlah besar dan memberikan pohon kopi kepada bangsawan Eropa sebagai hadiah.

Salah satu penerima adalah Louis XIV (Raja Prancis), lalu menanamnya di taman kerajaan.

Namun saat cuti di Paris, seorang tentara kerajaan Louis XIV mencurinya dan dibawa ke wilayah Karibia. Tepatnya di pulau Martinik. *Dimana tuh??

Saya sudah googling, beginilah jawaban Mbah gogle, menurut "Wikipedia", saya transkip ya secara utuh.. hehh

"Martinik (bahasa Prancis: Région Martinique) adalah sebuah negara pulau berstatus wilayah seberang lautan (DOM) Prancis di Laut Karibia  bagian timur. Sebelah barat lautnya berbatasan dengan Dominika dan di selatan berbatasan dengan St. Lucia. Martinik termasuk salah satu dari 26 region (semacam negara persemakmuran) Prancis".

Walaupun bibit mengalami kemarau, pemotongan, dan stroms (badai atau pancaroba kali ya maksudnya.. heh) ternyata pohon kopi tersebut tumbuh subur.

Dan itulah kopi Arabica pertama (tumbuh) dan diyakini sebagai induk dari banyak pohon kopi Arabica hingga saat ini.

[Tahun 1727]
Brazil memberhentikan monopoli antara Belanda dan Prancis.

Prancis selalu menjaga ketat perkebunan kopinya untuk menghindari penyebaran penanaman. Tetapi ketika letnan kolonel Brazil, Francisco de Melo Palheta dikirim untuk menyelesaikan konflik antara koloni Prancis dan Belanda di Guyana.

Sebuah peluang muncul.. Tringggg! Wo hooo...

Ketika Melo Palheta berusaha untuk memperbaiki keadaan, Melo Palheta malah berselingkuh dengan istri gubernur Guyana, Prancis. Pada saat berpisah, istri gubernur tersebut memberi “buket” perpisahan kepada Melo Palheta. *So, sweet.. 🤩

Dia menyembunyikan biji kopi yang subur di “buket” itu. Finally, biji kopi itulah yang mengubah Brazil menjadi salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia.

Dan mengubah kopi dari minuman untuk kaum elit menjadi minuman untuk orang-orang biasa.

[Tahun 1869]
Penyakit karat daun menghancurkan sebagian besar kopi di Sri Lanka dan bagian lain Asia selama dekade berikutnya. Sebagai catatan : karat daun bisa menghambat pertumbuhan kopi atau gagal panen.

[Tahun 1882]
New York membuka pameran yang disebut CSCE (Coffee, Sugar and Cocoa Exchange). Jadi tidak hanya kopi yang dipamerkan, selain kopi ada gula dan cokelat.


Minggu, 02 Februari 2020

Cara memasang Histats counter di website/blog

Ngopi sadayana! 😎

Pada posting sebelumnya saya sudah jelaskan tentang “Apa itu Histats?”. Nah sesuai dengan judul thread, kali ini saya akan membahas tentang cara memasang Histats counter di website/blog.

As you know, Histats merupakan salah satu tools pihak ketiga. Sehingga kita perlu membuat “relasi” dari Histats ke Blog. Agar kedua platform tersebut bisa terkoneksi dengan menggunakan “counter code Histats”.

Apa itu counter code Histats?

Counter code Histats merupakan kode penghitung yang dihasilkan oleh Histats untuk menghitung pengunjung di website/blog dalam kurun waktu tertentu.

Analoginya gini :

[Histats] --> [Counter Code] --> [Website/Blog]

Bisa dikatakan counter code ini sebagai "akses" Histats ke Blog. Meskipun kita sudah teregistrasi sebagai member Histats, tapi kalau “counter code” tidak disisipkan ke Website/Blog kita, maka tidak ada gunanya. Karena Histats tidak bisa mengakses website/blog. Paham lah yah? :)

Seperti pengalaman saya tempo dulu itu. Blog udah punya, registrasi member Histats udah sukses. Ogeb-nya, “counter code” nggak saya taruh di Blog. Otomatis statistik nihil.

Dengan kekuatan jurus kameha-meha cimori cimori.. hehe. Setelah membaca pencerahan dari blog para mastah. Akhirnya saya bisa “Menelusuri rekam jejak Stalker” di blog ini. *tengkiu senior!!

OK. Back to topic..

Bagaimana cara memasang histats di website/blog?

Cara memasang Histats counter di website, lakukan empat langkah berikut :

Langkah (1). Registrasi Akun Histats

Cara Registrasi Akun Histats :

1. Buka website : www.histats.com dan akan terlihat seperti screenshot dibawah ini.

cara-daftar-dan-memasang-histats-counter-di-blog

2. Pada bagian "REGISTER YOUR WEBSITE", masukkan URL website/blog di kolom yang disediakan (tanpa “http://”). Lalu, Klik tombol "Register".

3. Silahkan isi formulir registrasi sesuai dengan data yang diperlukan, seperti : email, konfirmasi alamat email, password, konfirmasi password, nama ( nama depan & nama belakang ).

cara-daftar-dan-memasang-histats-counter-di-blog

4. Setelah semua data yang diperlukan selesai dimasukkan, isi kode ‘Captcha’ dan centang "I have read and agree Publisher Agreements Terms”. Lalu, Klik tombol. "Register".

5. Jika berhasil anda akan mendapat pesan "REGISTRATION DONE ! please check your mailbox!"

6. Silahkan cek email masuk (inbox/ folder spam) pada Email yang barusan didaftar.

7. Klik link verifikasi yang dikirimkan oleh Histats untuk konfirmasi.

8. Registrasi selesai! Akun Histats siap untuk digunakan.

Selanjutnya, kita akan dialihkan untuk login ke Control Panel Histats untuk membuat registrasi website/blog di Histats.

Langkah (2). Registrasi Website/Blog di Histats

Cara Registrasi Website/Blog di Histats :

1. Silahkan login ke akun Histats dengan menggunakan email dan password yang sudah didaftarkan sebelumnya. Klik tombol “Login”.

2. Pada halaman Control Panel (Panel Kendali). Lihat apakah nama website yang akan kita pasang kode tracking sudah muncul?

cara-daftar-dan-memasang-histats-counter-di-blog

Jika belum, klik “Add a website” untuk menambah atau membuat widget Histats di website/blog.

3. Pada halaman registrasi website, masukkan identitas website sesuai dengan kolom input :
  • Site URL : alamat website (www atau non www)
  • Language : pilih bahasa Indonesia
  • Category : pilih kategori sesuai dengan niche/topik blog.
  • Country : pilih Indonesia
  • Time Zone : pilih Asia/Jakarta
  • Title & Description : masukkan judul dan deskripsi website
  • Stats visibility : pilih opsi apakah statistik ini boleh dilihat orang lain atau hanya kita saja ( Site stats are visible only to you)
  • Pageview starts value & Visitor starts value : kosongkan saja kolom ini sesuai defaultnya = 0, karena kita memulainya dari awal.
Lihat Gambar :

cara-daftar-dan-memasang-histats-counter-di-blog

4. Setelah semua data yang diperlukan selesai dimasukkan, jangan lupa centang “Accept” (Baca dulu tapi ya Term of Use & Privacy Policy -nya, jangan asal main centang, hehe).
Lalu, masukkan kode “Captcha”. Dan klik “Continue”.

5. Registrasi website/blog telah berhasil.

Langkah (3). Temukan Kode Script Histats

Setelah berhasil melakukan registrasi website di Histats, kita akan dibawa kembali ke Control Panel. Kali ini data website yang telah kita registrasi sudah muncul disini. Sekarang kita membuat kode script Histats, yang akan kita sisipkan di website/blog.

Cara Mendapatkan Kode Script Histats :

1. Klik website yang barusan kita buat tadi, atawa boleh klik ikon statistik di sebelah kanan.

cara-daftar-dan-memasang-histats-counter-di-blog

2. Pada halaman statistik blog, silahkan klik “Counter Code” untuk membuat code HTML yang akan kita sisipkan di blog.

3. Pada jendela baru, Klik “Add New Counter”.

4. Pilih desain visitor counter sesuai selera yang ingin ditampilkan di website/blog.

Histats sendiri menyediakan cukup beragam desain counter untuk ditampilkan, seperti desain dengan basic animasi, #1 line, #2 lines, #3 lines, #4 lines, icons, text, Online visitor dan icons/gif.

cara-daftar-dan-memasang-histats-counter-di-blog

5. Klik salah satu desain mana yang sobat suka.

Catatan : Cara untuk memasang penghitung Histats secara tersembunyi atau tidak terlihat seperti di blog saya ini. Pilih opsi di bagian pertama, yaitu “Hidden Tracker”. Lalu, klik tombol “Save”. Selanjutnya, langsung saja loncat ke step no.10.. hehe

Jika tracker histats mau ditampilkan, lanjutkan ke step no.06

6. Misalnya saya sudah memilih kode histats dengan desain #4 lines.

7. Selanjutnya centang informasi apa saja yang akan ditampilkan di counter, sesuai dengan keinginan sobat. Di tutorial Histats kali ini, saya sengaja memilih semuanya.

cara-daftar-dan-memasang-histats-counter-di-blog

8. Silahkan meng- customize background histats dengan pilihan warna yang tersedia. Misalnya disini saya buat background ungu, maka klik merah.. eh klik ungu dong.. haha.

9. Lalu, klik tombol “Save”.

Sampai disini kita sudah berhasil membuat counter code histats. Namun tracker Histats sendiri masih belum merekam jejak pengunjung di blog kita. Ini penting! Jangan sampai ter-skip ya.. :)

10. Setelah klik tombol “Save” tadi, maka kita akan dibawa kembali ke halaman counter code. Disini tools penghitung yang kita buat suda muncul, dan siap digunakan.

11. Klik visitor counter yang sudah dibuat tadi, maka akan muncul preview desain counter histats dan kode script penghitung di bawahnya.

cara-daftar-dan-memasang-histats-counter-di-blog

12. Pilih yang “STANDART” (kode pelacak menggunakan Javascript), lalu copy semua kode script HTML Histats tersebut untuk kita pasang di blog.

Selanjutnya! Agar Histats dapat merekam jejak pengunjung ke blog, kita harus memasang counter code Histats pada edit HTML Blog.

Langkah (4). Pasang counter code Histats di Website/Blog

Cara Memasang Counter Code Histats di Website/Blog :

1. Login ke akun Blogspot

cara-daftar-dan-memasang-histats-counter-di-blog

2. Klik Tata Letak

3. Klik Tambahkan Gadget

4. Pilih HTML/JavaScript

cara-daftar-dan-memasang-histats-counter-di-blog

5. Kosongkan saja judulnya. Silahkan Paste kode HTML Histats tadi dan klik “Save”.

6. Atur posisi gadget di website/blog. Umumnya diletakkan di dalam div, table, footer, widget, atawa tag lainnya yang sudah disusun agar visitor counter menarik untuk dilihat.

7. Simpan perubahan setelan Blogspot. Dan sekarang lihat Histats counter sudah tampil di blog.

DONE. Tracker sudah terpasang dan histats counter mulai melacak aktifitas di website/blog kita.

Kini kita sudah dapat mengakses dan menganalisa statistik pengunjung blog lewat dasboard histats. Seberapa banyak pengunjung website/blog kita perhari, perminggu, perbulan bahkan perjam. Yepz, sambil ngopi tampan gitu yekan. Santuy!

Cara melihat statistik pengunjung dengan Histats :

Silahkan login ke Histats.com》Control Panel》Klik pada website yang ingin dilihat statistiknya.

cara-daftar-dan-memasang-histats-counter-di-blog

Untuk melihat pengunjung website/blog yang sedang online, dan informasi lainnya silahkan klik menu di sebelah kiri dasboard.

Karena masih baru, mungkin tidak ada statistik apapun disini. Jangan langsung panik, please keep in mind! Pelacakan yang baru kita pasang butuh waktu beberapa hari dan tentunya perlu ada kunjungan visitors.

Selamat mencoba ya! Demikian cara memasang histats counter di website/blog. Mudah- mudahan bermanfaat untuk sobat. Terima kasih!

Sampai disini dulu cuap-cuap kita.

See you on top ;)

Nite & GBU more! Bye..!!
 
;