Punya rencana jalan–jalan, atau mau pulang kampung lewat jalan lintas timur sumatera? Simak kuy!!
Disclaimer : Tulisan ini bukan ditujukan kepada keturunan Sultan ya. Horang kayah mah mau jalan–jalan nggak perlu mikir. So, feel free to skip!
Kecuali ya kalian–kalian kelas menengah ngehe yang hidup cuma dari gaji tanpa campur tangan warisan orang tua seperti saya. Baca sampai selesai, karena ini penting banget! L.O.L.
Kecuali ya kalian–kalian kelas menengah ngehe yang hidup cuma dari gaji tanpa campur tangan warisan orang tua seperti saya. Baca sampai selesai, karena ini penting banget! L.O.L.
Tulisan ini akan mengurai hal–hal yang perlu diketahui saat melakukan perjalanan lewat jalan lintas timur sumatera. Semoga bisa membantu dalam membuat itinerary perjalanan terutama bagi sobat yang memiliki keterbatasan waktu dan uang.
Membuat itinerary perjalanan sangat penting untuk memperkirakan buget dan jadwal yang harus dipersiapkan. Meski kadang ketika di lapangan semuanya bisa meleset, eh meleset. Setidaknya udah ada bayangan.
Mungkin ada sebagian orang yang berpikiran bahwa jalan–jalan atau mudik dengan naik mobil ke Sumatera Utara itu biayanya hampir sama naik pesawat. Ah ngapain sih naik mobil? Belum biaya bahan bakar, biaya konsumsi, belum nginep, capeknya, etc.
Ehm, bener juga sih anggapan begitu. Tapi balik lagi ke gaya perjalanannya. Kalo kamu mudik naik mobil, tapi makannya harus ke restoran mewah, nginep harus ke hotel berbintang, mau mandi harus ke sauna.. hehe. Nah kalo sudah begini memang betul mending naik pesawat sekalian.
Padahal ada kok jalan–jalan yang hemat bin irit, hehe.. Untuk alasan ini, emang kudu siap makan ala kadarnya, nginep pun tidur seadanya. Dan tak kalah penting berdoa. *Uhuk!
![]() |
| Tol Trans Sumatera |
Sebetulnya alasan kami untuk memilih menggunakan mobil sebagai alat transportasi saat mudik akhir tahun lalu yaitu tak lain dan tak bukan, efisiensi biaya.
Saya paham kok! Setiap orang memang memiliki gaya perjalanan masing–masing, tergantung buget.
Namun dari pengalaman seru perjalanan mode hemat bin irit beberapa hari lalu. Saya mendapat sebuah hikmah bahwa, “Sehebat apapun kehidupan kita sebetulnya, kebutuhan dasar manusia hanya sandang dan pangan”. Lainnya hanya memenuhi gaya hidup. Right??
Saya sendiri sudah merasakan manfaatnya. Sepengalaman saya, ada banyak kelebihan yang bisa dirasakan ketika perjalanan pulang kampung menggunakan mobil :
Mempunyai waktu yang fleksibel. Misalnya saat di perjalanan jika kita ingin istirahat, makan, etc, waktunya bisa dikondisikan. Sedangkan saat menggunakan transportasi umum kita selalu terikat dengan jadwal mereka, sekalipun itu udah kebelet.
Selain itu, kita bisa mengunjungi suatu tempat dengan itinerary sendiri. Misalnya saat melakukan tour keliling Pulau Samosir . Yepz, lebih mudah pergi kemana pun yang kita mau. Dan ini akan sulit bagi mereka yang jalan-jalan dengan naik pesawat, kereta atau kapal.
Selanjutnya, kita bisa mengenal daerah yang dilalui. Menurut pengalaman saya (selama perjalanan saat mudik menuju kampung dan arus balik), ada banyak kota dan provinsi yang saya lalui.
Sehingga membuat saya dapat lebih mengenal dan melihat secara langsung daerah-daerah dan bentuk rumah adat masing-masing daerah yang ada di sepanjang jalan lintas timur sumatera.
Menariknya lagi, kita dapat menjalin kekompakan bersama keluarga. Tentu saja akan ada pembagian tugas selama perjalanan. Misalnya : siapa yang menyetir, siapa yang sebagai navigator, siapa yang menemani supir agar tidak tertidur, dan juga tak kalah penting siapa yang seksi konsumsi.. ^ _ ^
Dan ini akan membutuhkan kerja sama yang bagus, serta kebersamaan dan kehangatan khas keluarga yang hanya didapatkan saat berkendara bersama.
Dan masih banyak lagi kelebihan yang lain..
Dari beberapa kelebihan perjalanan mode hemat bin irit di atas. Saya coba tarik simpul bahwa, “Pengalaman dari setiap perjalanan tidak bisa dinilai dengan materi”. Bener enggak??
Ada bayak kenangan dan cerita pengalaman (suka duka) yang terukir selama di perjalanan. Dan kisah itu tidak dapat dirasakan oleh mereka yang memilih jalan pintas, naik pesawat misalnya.
Yepz, yang saya maksud di sini adalah jangan pernah bandingkan sebuah pengalaman dengan materi ya, anak muda. Catat!! 😝
Jadi gimana, punya rencana mau jalan–jalan, atau mudik ke arah Sumatera Utara dengan buget minimalis? Simak kuyy..!
Berikut beberapa catatan saya selama perjalanan menjajal jalan lintas timur sumatera :
✔️ Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima apalagi ini perjalanan jauh. Apakah sanggup menghadapi medan perjalanan seperti yang sudah saya ceritakan di post sebelumnya.
✔️ Pastikan pulsa cukup agar bisa mengakses GoogleMaps. Bila perlu print out rute perjalanan seperti yang kami lakukan waktu itu. Hal ini gunanya untuk mem-backup, karena memang ada di beberapa titik perjalanan yang susah sinyal/gangguan koneksi internet.
✔️ Optimalkan perjalanan saat pagi/siang/sore, karena memang di sana masih minim penerangan. Apalagi saat melewati perkebunan, paling banter juga seperti glow in the dark, kena sinar baru bercahaya.. ^ _ ^
✔️ Selama perjalanan akan sering berpapasan dengan kendaraan truk besar dan panjang. Jadi waspadalah! Utamakan keselamatan, karena keluarga menunggu di rumah.
✔️ Jangan terpancing dengan mobil yang berusaha mendahului kita. Boleh–boleh aja sih kebutan yang penting terkontrol, dan patuhi rambu-rambu lalu lintas.
✔️ Pertimbangkan juga beban yang diangkut, jangan sampai melebihi kapasitas kendaraan. Kalo mau naruh barang di atas mobil, pastikan safety (diikat sekencang-kencangnya). Seperti halnya mobil yang di depan kami saat itu, barangnya 1/1 terjun bebas dari atas.. ^ _ ^
✔️ Hemat itu perlu, bukan berarti pelit ya. Jadi bawalah persediaan makanan, dan minuman yang cukup. Siapkan juga camilan yang banyak. Tau kan camilan? Itu loh cebelum cepuluh, ada celapan dan camilan. Ee
✔️ Perkiraan waktu tempuh tidak selalu sama dengan prediksi google karena ada banyak hal-hal yang terjadi di luar kontrol kita. Seperti halnya pengalaman kami saat itu, jalan alternatif yang ternyata difortal (tutup), macet karena ada kecelakaan/hal lain, atau bahkan nyasar, etc.
✔️ Istirahat yang cukup, dan fokus saat di perjalanan. Nikmatin perjalanan, jangan malah sibuk live streaming, demi kelihatan wuahh di media sosial.
Emang sih, sampai saat ini belum ada larangan untuk hal itu. Hanya saja untuk alesan keselamatan, bukan hanya keselamatan kita loh ya. Tentu saja keselamantan pengguna jalan lainnya.
Kalo boleh urun saran, nanti saja kalo udah sampai selamat sampai tujuan. Kan bisa di-upload dan diceritain lagi. Kyak saya dong, udah sebulan lewat masih asyik bercerita edisi pulang kampung.. haha. (habisnya seru sii..)
Oh, ini penting! Saat perjalanan jauh seperti halnya melewati jalan lintas Sumatera, aktifitas favorit di dalam mobil nggak jauh dari bercengkrama sambil mendengar lagu. Jadi, pastikan membawa play list idaman bagi penumpang.
Nah kalo kami sih saat mudik kemarin itu, kebetulan punya beberapa selera musik yang sama. Seperti koleksi lagu pop, lagu barat, serta lagu batak.
Misalnya nih ya, saat muter lagu batak.. seperti, Judul : Rap sai nimmu tua ahu, etc.
Lirik lagu Batak “Rap sai nimmu tu ahu” :
Judul lagu : RAP
Rap sai nimmu tu ahu
Tu dia ho laho, Tu si do nang ahu
Rap sai nimmu tu ahu
Dung tundalanmu, lupa do ho
Hu boto do hasian
Na songoni pangalahom
Molo adong di kangtunghi
Rap hita ito sai nimmu tu ahu
Unang sai gabusi ahu
Attar di dok ho ma, holong roham
Pargabusan mi ma aha
Bolo-bolo mi ma aha
Bolo-bolo mi ma aha
Pargabusan mi ma aha
Bolo-bolo mi ma aha
Bolo-bolo mi ma aha
Rap sai nimmu tu ahu
Tu dia ho laho, Tu si do nang ahu
Rap sai nimmu tu ahu
Dung tundalanmu, lupa do ho
Hu boto do hasian
Na songoni pangalahom
Molo adong di kangtunghi
Rap hita ito sai nimmu tu ahu
Unang sai gabusi ahu
Attar di dok ho ma, holong roham
Pargabusan mi ma aha
Bolo-bolo mi ma aha
Bolo-bolo mi ma aha
Pargabusan mi ma aha
Bolo-bolo mi ma aha
Bolo-bolo mi ma aha
Apalagi pas dibagian refrain liriknya :
Pargabusan mi ma AHA!
Bolo-bolo mi ma AHA!
Bolo-bolo mi ma AHA!
Ponakan-ponakanku ikut nyanyi cuyy, kadang kami seperti ada yang komando-in, lalu koor.. seru! 😁
Tuh, saya bilang juga apa? Bener kan, momen seperti ini hanya ada saat road trip perjalanan jauh dengan menggunakan mobil.
Terbukti koleksi play list seperti ini sangat membantu banget dalam menjaga mood selama dalam perjalanan panjang lho!
Jadi, sebaiknya dikomunikasikan dulu deh, lagu apa yang mau diputer. Jangan sampai yang satu sukanya dangdut, yang satu lagi keroncong, yang lainnya rock'n roll atau bahkan lagu seriosa. Repot nanti, bisa-bisa selama perjalanan semua penumpang pakai Earphone masing-masing. Skip!!!
Next, berikut ini biaya akomodasi (bahan bakar) selama perjalanan pulang pergi saat mudik melewati jalan lintas timur sumatera :
| KM | Amount |
6.248 | Rp. 200.000/Pertalite |
6.465 | Rp. 210.000/Pertalite |
6.817 | Rp. 210.000/Pertalite |
7.096 | Rp. 140.000/Premium |
7.356 | Rp. 173.000/Pertalite |
7.757 | Rp. 209.000/Pertalite |
8.002 | Rp. 100.000/Pertalite |
8.738 | Rp. 190.000/Pertalite |
9.019 | Rp. 142.000/Pertalite |
9.346 | Rp. 177.000/Pertalite |
9.739 | Rp. 172.000/Premium |
10.073 | Rp. 176.000/Pertalite |
10.387 | Rp. 166.000/Pertalite |
📍Catatan : Sepanjang perjalanan, kami pakai AC terus ya, kecuali lagi istirahat. | |
Oh iya, biaya di atas belum termasuk tiket kapal feri Merak–Bakauheni, tiket kapal feri Ajibata–Ambarita (Samosir), E-Tol, dan segala tetek bengek perjalanan. Jadi jangan lupa isi E-Tol, dan membawa uang tunai secukupnya.
Kumaha sob, kalo mau ditotal jauh lebih hemat kan dibanding naik pesawat?? Ingat, ini biaya perjalanan untuk 6 orang lho. Kalo naik pesawat hitung aje sendiri, yess!
So, nggak mesti naik pesawat. Tidak ada salahnya kok untuk mencoba jalan–jalan atau pulang kampung lewat jalan lintas timur sumatera dengan menggunakan kendaraan sendiri. Mau nyoba naik motor mungkin.. hehh.
Baik, pembahasan seputar edisi pulang kampung sepertinya sudah clear dan akan saya close sampai di sini. Tok.. tok.. tokk!! (suara ketukan palu)
Baca juga :
● Mudik Ke AMSTERDAM
● Perjalanan Menuju Kampung
● Agenda Liburan di Pulau Samosir
● Negeri Indah Kepingan Surga
● Perjalanan Arus Balik ke Bekasi
● Mudik Ke AMSTERDAM
● Perjalanan Menuju Kampung
● Agenda Liburan di Pulau Samosir
● Negeri Indah Kepingan Surga
● Perjalanan Arus Balik ke Bekasi
Omong-omong dari beberapa judul tulisan saya yang bertajuk seputar edisi pulang kampung ini. Kira-kira pesan moral apa sih yang dapat kita petik?? *Oalah, boro-boro ada pesan moral yang bisa dipetik dari tulisan lu Co.. 😆
Sttt... Perhatikan!!
Sesungguhnya tak ada perjalanan yang sempurna, apalagi perjalanan jauh. Lelah iya, ngantuk iya. Namun cobalah untuk menikmati setiap proses perjalanan.
Secara fitrah, perjalanan seharusnya menghadirkan kesenangan bukan menjadi hari-hari yang penuh keluhan. Karena keluhan juga tidak akan membuat perjalanan menjadi sempurna. *Tjaaahhh! #dileparkeJonggol.
Itu saja sii yang bisa saya sharing–kan di sini. Semoga tulisan ini berguna bagi reader yang ingin melakukan perjalanan jauh, seperti halnya perjalanan mudik lewat jalan lintas timur Sumatera. Sekian dan terima kasih!
Ehh cuma mau ngasih tahu, field komentar terbuka untuk umum lho..
See you on top.
Nite & GBU more. Bye..!!!



0 komentar:
Posting Komentar
1. Relevan (Tidak Out of Topic).
2. Sopan, jangan meninggalkan komentar SPAM di blog saya.
3. Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA.
4. Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir.
Terima kasih atas perhatiannya!