KAYA BERMANFAAT, MISKIN BERMARTABAT
☆☆☆
Selamat malam gaess!
![]() |
| Ngopi Mbah! :) |
Dalam postingan ini, saya akan obrolkan tentang O.K.B (Orang Kaya Baru). Saya langsung saja yak!
Kemaren pagi sebelum balik kanan, saya sempatkan untuk nongkrong sebentar ke toko sebelah, di gerai kopi yang sedotannya warna hijau itu. Tetiba saya lihat ada seekor buaya betina ngorder kopi dari pick up windows Drive THRU.
Karena si buaya betina itu belum ngorder via talking2 DT (headset) otomatis si Barista pun menolaknya dan mengarahkan agar masuk saja ke dalam store, dengan nada sopan dan tersenyum karena dibelakangnya sudah ada mobil yang ngantri.
Si buaya betina itu pun emosi dan langsung nginjak gas mobilnya dengan tenaga dalam menuju parkiran. Untungnya gak nabrak tiang listrik tuh si buaya betina.
Lalu buaya betina itu masuk store, jreng.. jreng!! dengan dandanan yang menor, beringas penuh amarah ala tua-tua keladi. Nyap-nyap di depan kasir, ngeri ye? Wuaahh keladinya keladi hutan nih kyaknye.. gatel bet :D
Cuplikan dialog :
Buaya betina ‘OKB’ : kamu tahu gak! mobil saya itu Fortuner gak bisa masuk lewat Drive THRU!!! *Saya keseleg cup.. Drive THRU itu sudah di design kali tante, kecuali situ bawa Container 1x40 fit.. haha
Barista : iya kak, kalo lagi sepi mungkin masih bisa diatur tapi kan dibelakang kakak udah banyak mobil yang ngantri dan sudah ngorder duluan kak.. *sambil tersenyum
Buaya betina ‘OKB’ : Biasanya juga bisa!! Kalau jualan itu harus siap segala resiko bla.. bla.. bla.. *masih saja dower-dower, merasa tak bersalah..
Lantaran suaranya si buaya betina itu semakin menggelegar. Sontak saya menoleh ke arah Barista yang mengendalikan Bar dan menggunakan body language (kenapa?).
Si Adit (nama samaran) yang kebetulan melihat saya, dia kasih kode/bahasa isyarat dengan gerakan bibir dari kejauhan “O.K.B” tanpa suara, sembari ngedipin mata.
Klik! Saya kasih kode ‘👌’ mengisyaratkan bahwa modulasi dicopy dengan baik. Skip!!! :D
Dari kejadian ini saya pun niatkan untuk menulis bertajuk “OKB”.
Dear OKB, Anda boleh kaya, anda boleh jadi Presdir di sebuah perusahaan lain. Tapi ketika anda berkunjung ke tempat lain, anda berperan sebagai tamu (tidak lebih). So, ikutin aturan main tuan rumah okeh. #Catat !!
Dear OKB, Anda boleh kaya, anda boleh jadi Presdir di sebuah perusahaan lain. Tapi ketika anda berkunjung ke tempat lain, anda berperan sebagai tamu (tidak lebih). So, ikutin aturan main tuan rumah okeh. #Catat !!
Perlu dipahami ya para OKB yang terhormat, setiap perusahaan pasti punya SOP (Standar Operasional Prosedur) jadi gak boleh seenak perut ya.
Meskipun situ punya duit seabrek-abrek. Namanya ngantri itu dari depan ke belakang, kalo dari belakang langsung ke depan itu namanya nyalip.. emangnya kalo OKB yang beli, duitnya lebih lebar? Reseh bet dah..
Meskipun situ punya duit seabrek-abrek. Namanya ngantri itu dari depan ke belakang, kalo dari belakang langsung ke depan itu namanya nyalip.. emangnya kalo OKB yang beli, duitnya lebih lebar? Reseh bet dah..
Memang menjadi orang kaya adalah impian banyak orang sejak dari zamannya Romeo & Juliet, Ratna & Galih, Taufik & Markonah hingga zamannya Dilan & Milea saat ini.
Kekayaan itu berhasil mereka kumpulkan dari bekerja keras atau berkarir sebagai pengusaha. Atau dengan cara curang atau apa pun itu yang tujuannya sukses menuju tingkat tertinggi piramid kehidupan.
Kekayaan itu berhasil mereka kumpulkan dari bekerja keras atau berkarir sebagai pengusaha. Atau dengan cara curang atau apa pun itu yang tujuannya sukses menuju tingkat tertinggi piramid kehidupan.
Saya melihat banyak sekali orang kaya yang sok merasa berkuasa padahal kekayaannya masih biasa saja untuk kategori zaman sekarang.
Banyak kok orang kaya yang baik, saya bilang baik bukan karena mereka ngasih uang atau tips atau apalah! Tapi kalo orang kaya beneran itu.. masih bersifat sosial. Mereka tidak sombong dan belagu.
Bahkan mereka rendah hati dan senantiasa berbagi, gak rempong, mudah tersenyum, masih mengerti cara menghargai orang lain, ramah, slow, manut dengan aturan.
Bahkan mereka rendah hati dan senantiasa berbagi, gak rempong, mudah tersenyum, masih mengerti cara menghargai orang lain, ramah, slow, manut dengan aturan.
Tapi kalo OKB beuhh kebalikannya.. rempong bet, protes mulu, bawelnya minta ampun (bacotnya nyerocos mulu sampai muncrat-muncrat), suka marah gak jelas, gak sabaran dan ada yang batu alias keras kepala.. susah tersenyum dan selalu pasang muka berak dan bengis.
Bagi teman-teman yang terjun ke bagian services menservices/ pelayanan sebetulnya hal ini bukanlah hal yang baru yekan? Setiap hari berhadapan langsung (face to face) sama customer, client atau dalam konteks ini tamu/visitor. Mulai dari visitor yang bener2 kaya, OKB, orang kaya tanggung dan orang kelas menengah ke samping.
Tabiat buruk dan tidak terpuji yang mencolok dari OKB. Ketika disapa enggan nyahut, enggan ngeliat, parahnya kadang ketika kita berbicara, mereka sambil makan cemilan mulu kyak babi, atau sok sibuk dengan henpon sungguh tak punya etika, padahal haus bet dihormati.
Perlu kita pahami ya, ada namanya hukum aksi reaksi “Anda mau dihargai? Hargai dulu orang lain”.
Tabiat buruk dan tidak terpuji yang mencolok dari OKB. Ketika disapa enggan nyahut, enggan ngeliat, parahnya kadang ketika kita berbicara, mereka sambil makan cemilan mulu kyak babi, atau sok sibuk dengan henpon sungguh tak punya etika, padahal haus bet dihormati.
Perlu kita pahami ya, ada namanya hukum aksi reaksi “Anda mau dihargai? Hargai dulu orang lain”.
Lantas kenapa orang kaya sombong dan belagu bahkan sampai meremehkan orang lain? Toh juga dia gak pernah berbagi dan gak pernah dirugikan. Toh juga bukan dia yang ngasih makan orang lain. Toh juga kalo dia beli sesuatu, harganya sama dengan yang lain.
Kalo pun dia merasa punya banyak duit setidaknya berkunjung ke suatu tempat ya harus punya etika dan ‘wajib’ ngikutin aturan main.. bener gak?
Kalo pun dia merasa punya banyak duit setidaknya berkunjung ke suatu tempat ya harus punya etika dan ‘wajib’ ngikutin aturan main.. bener gak?
Jadi keingat saat saya dulu pelayanan di sebuah perusahaan. Kronologinya :
Pada saat saya on duty, seorang senior harus berkali-kali berpesan pada saya ketika kedatangan seorang tamu , "Eh, kamu harus layani dengan baik ya! Soalnya dia itu orang Kaya dan saudaranya bos besar!"
Pada saat saya on duty, seorang senior harus berkali-kali berpesan pada saya ketika kedatangan seorang tamu , "Eh, kamu harus layani dengan baik ya! Soalnya dia itu orang Kaya dan saudaranya bos besar!"
Kita begitu harus ‘dipaksa dan terpaksa’ memperlakukan orang kaya dan sangat penting dengan spesial. Karena mungkin berharap mendapatkan keuntungan dari mereka.
Yang saya heran adalah senior ini harus terus mengingatkan saya seperti kebakaran j*mbut. Padahal yang namanya melayani seharusnya tidak boleh pilih-pilih . Karena bila melayani hanya karena melihat dia orang kaya, maka itu bertentangan dengan hati nurani saya.
Karena berkali-kali dipesankan, kemudian dengan kesal saya menjawab , "Memang hanya orang kaya yang perlu dilayani dengan baik? Orang susah juga saya layani dengan baik! "
Emang harus ya? si orang kaya dihormati spesial, bahkan diprioritaskan dalam segala urusan??? Gak penting banget yekan. Terus buat apa ada SOP kalo ada pengecualian?
Untuk saya pribadi, justru saya terkadang merasa risih bila harus melayani orang kaya. Sebab terkesan mencari muka dengan penghormatan yang saya lakukan. Bila bisa menghormati orang susah dan tidak penting justru saya merasa lebih terhormat.
Tetapi begitulah yang berlaku dimasyarakat pada saat ini. Orang- orang kaya dan punya kedudukan serta berkuasa akan mendapatkan penghormatan lebih dan khusus. Mereka akan diperlakukan seperti dewa, bila perlu dengan cara menjilat dan merendahkan diri sendiri.
Ketika seorang boss dengan mobil Mewah datang berpenampilan perlente, maka para pegawai akan menyambut dengan spesial penuh hormat. Walaupun orang tersebut seorang koruptor atau penjahat.
Sedangkan bila yang datang berpenampilan biasa saja dengan sepeda motor, kemungkinan akan disambut dengan perasaan curiga, sehingga lupa untuk memberikan sambutan hangat. Karena takut tidak sanggup membayar. Padahal orang tersebut orang baik-baik dan membawa banyak uang.
Tetapi kalau boleh memilih, maka saya akan memilih untuk lebih menghormati orang miskin dan tidak penting, karena kebetulan saya juga termasuk orang miskin dan tidak penting.
Bukan karena solider loh..! Sebab alangkah indahnya bila bisa menghormati berdasarkan rasa hormat tanpa ada embel-embel lainnya.
Bukan karena solider loh..! Sebab alangkah indahnya bila bisa menghormati berdasarkan rasa hormat tanpa ada embel-embel lainnya.
Kenyataannya untuk flashback dari jenis visitor ini justru terbalik. Kebanyakan orang kaya tidak menghargai orang lain atau menurut saya memiliki krisis etika dan moral dibanding orang yang sosial ekonomi menengah ke samping. Ini dari pengalaman saya lho ya..!
Banyak pegawai yang ngambil posisi aman, hingga menjilat pun dilakoni, dianggap remeh pun diem saja, gak dihargai pun gak apa-apa. Hanya karena mengistimewakan si orang kaya..
But, buat saya saat terjun dalam pelayanan hal semacam ‘mengistimewakan’ tak berlaku. Semua saya layani rata dengan standarisasi services menservices.
Acuan saya tetap pada SOP tidak melebih-lebihkan tidak juga mengurangi. Dan hal ini tentunya bukan tidak menimbulkan resiko.
Acuan saya tetap pada SOP tidak melebih-lebihkan tidak juga mengurangi. Dan hal ini tentunya bukan tidak menimbulkan resiko.
Dengan catatan, kita harus yakin bahwa yang kita kerjakan itu bener ya. Kan ada istilah "Berani karena bener.. hehe". Tapi, kalo kita salah.. ya maaf! Kita juga harus tahu diri dong.. :D
Masalahnya saya pernah juga disemprot alias dinyap-nyap sama Customer OKB lho. Sampai dimaki-maki dan saya pun ngompol lalu pingsan (Ok yang ini bohong.. :D).
Saya akui saat itu mutlak kesalahan & kelalaian saya. Gak usah kita bahas ya. Intinya sedikit pesan moral dari kejadian itu “Fokus kerja deh, kalo lagi galau ya nanti kalo udah pulang kerja baru sambung lagi galaunya”.
Kebayangkan kalo diomelin sama OKB? kita bener aje disalahkan - apalagi kita salah.. bisa kelar hidup loe! hahh
Saya akui saat itu mutlak kesalahan & kelalaian saya. Gak usah kita bahas ya. Intinya sedikit pesan moral dari kejadian itu “Fokus kerja deh, kalo lagi galau ya nanti kalo udah pulang kerja baru sambung lagi galaunya”.
Kebayangkan kalo diomelin sama OKB? kita bener aje disalahkan - apalagi kita salah.. bisa kelar hidup loe! hahh
Btw, basic greeting services/ pelayanan ada istilah ‘3S’ (Senyum, Salam, Sapa). Tapi kalo saya sih tergantung dari respon si customer.
Kalo udah ketemu sama si OKB, ketika dia sudah balik badan, saya akan tambahin beberapa ‘S’ (Sewot, Sumpah serapah, Sialan, Shittt..) sembari tangan mengacungkan jari tengah di bawah meja. *Eh keceplosan.. 😂
Kalo udah ketemu sama si OKB, ketika dia sudah balik badan, saya akan tambahin beberapa ‘S’ (Sewot, Sumpah serapah, Sialan, Shittt..) sembari tangan mengacungkan jari tengah di bawah meja. *Eh keceplosan.. 😂
Makanya kalo anda lihat bagian pelayanan itu ramah dan tetap tersenyum seolah-olah tak bisa marah. Coba periksa tangannya dibawah meja. Siapa tau udah ngacungin jari tengah atau tangannya mengepal? *intermezzo.. :D
Tapi ada lagi pelayanan yang lebih ramah bet.. mau tau? Ya itu pelayanan yang katanya mengayomi masyarakat itu lho.
Buktinya saya pernah secara tak sengaja /lupa nyalain lampu motor (surat-surat lengkap) langsung damai tuh ditempat dan saya lihat petugasnya ramah banget hidungnya langsung mekar gitu berohh! Itu pun setelah uang bensin saya harus saya iklaskan. Hhaaha
Yah siapa tau OKB mau nyobain pelayanan mereka yekan! Skip.. :D
Buktinya saya pernah secara tak sengaja /lupa nyalain lampu motor (surat-surat lengkap) langsung damai tuh ditempat dan saya lihat petugasnya ramah banget hidungnya langsung mekar gitu berohh! Itu pun setelah uang bensin saya harus saya iklaskan. Hhaaha
Yah siapa tau OKB mau nyobain pelayanan mereka yekan! Skip.. :D
Okkeh, sebagai pesan moral :
Mulai saat ini, belajarlah untuk menabung rasa hormat itu dengan mau menghormati orang lain. Bila tidak ada yang menghormati kita karena kita orang susah dan tidak penting , bersyukurlah. Karena kita bisa belajar tentang pentingnya untuk menghormati orang lain tanpa harus melihat kekayaan dan kedudukannya.
Selamat malam.. sampai berjumpa lagi di segmen selanjutnya! Bye.. GBU more :)








- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact