Judul thread kali ini, tahu atau sok tahu? Namun sebelumnya lapangkan dulu hatimu, karena malam ini saya ingin mendaratkan segalon curhat dulu.
Siang itu, saya menghela nafas yang panjang campuran antara lelah badan dan lelah pikiran. Coffee break itu rasanya akan bener-bener saya manfaatkan untuk bersantai ria sambil ngopi tampan.
Saat itu pilihan saya jatuh pada minuman favorit anti galau, yaitu "Double Shots Iced Shaken Espresso". Minuman ini salah satu dari sekian banyak minuman favorit saya di kedai kopi yang sedotannya warna hijau itu. Loh, minuman favorit kok banyak? *habisnya enak semua sih kopinya.. hehe*.
Lalu, saya berbaur ditengah keramaian orang yang menikmati "lunch & coffee break" di tempat itu. Tetiba saya melihat sesosok bloger, sedang asyik ngeblog di tengah hiruk pikuk keramaian dan penuh kebisingan. Wow!!! *tak lupa diliput*
Bayangkan posisi ini persis berada di samping jalan raya yang selalu macet parah dan sangat bising. Belum lagi kalo dengar mobil container yang suka mengklakson keras sekali, atau ban mobil yang tetiba meledak, bikin jantung rasanya mau copot. Saya terpukau dan salut melihat kawan yang satu ini. Dia bisa fokus merajut tulisannya dengan situasi yang seperti itu.
Saya sendiri kalo ngeblog harus dalam sitkon terkendali. Diupayakan steril dari suara, gerakan, vibra, dan termasuk desahan-desahan. Hal semacam itu bisa membuat pikiran saya buyar. Selain itu kudu siap kopi dua ember, supaya ide bisa bercucuran. *susah konsen*
Okey kembali ke masalah curhat saya yang bergalon-galon tadi. :)
Mengingat wanita cantik jelita itu ngeblog, ada spirits yang melonjak untuk semangat menelorkan tulisan. Itu makanya malem ini saya sempatkan untuk bertelor.. eh
Menulis di blog itu emang sesuatu yang awesome loh. Melampiaskan segala unek – unek, serasa ada kepuasan tersendiri. Ibarat anak kecil yang menemukan lahan bermain yang luas dan diijinkan berlarian sebebas mungkin.
Selain itu, ngeblog itu bisa memotivasi diri sendiri untuk belajar hal-hal baru. Tentunya mengasah daya-daya kreativitas dan nalar untuk terus belajar dan menyempurnakan tulisan. Betapa nikmat yekan, meracik sendiri bahan tulisan lalu mengolahnya dengan bahan yang ada hingga mempublishnya.
Anyway.. tak sedikit orang di luar sana yang berkomentar kalo orang yang menulis itu adalah orang yang “sok tau”. Hallow!! Jangan negatif thinking dong kisanak. Hmm.. antara “tahu” atau “sok tahu”? *menarik yekan untuk diobrolkan!
Menulis di blog bukan semata-mata hanya menulis. Saat menulis atau bahkan sebelum dipublish, tulisan tersebut tentunya sudah dipelajari terlebih dahulu oleh Penulis (Author). Misalnya dengan mencari referensi untuk memperkaya tulisan. Paling tidak ada pesan moral yang tersirat dalam tulisan tersebut. So, jangan asal main tuduh “sok tahu” yak!
Oke kembali ke laptop!! #EA
Siang itu, saya menghela nafas yang panjang campuran antara lelah badan dan lelah pikiran. Coffee break itu rasanya akan bener-bener saya manfaatkan untuk bersantai ria sambil ngopi tampan.
Saat itu pilihan saya jatuh pada minuman favorit anti galau, yaitu "Double Shots Iced Shaken Espresso". Minuman ini salah satu dari sekian banyak minuman favorit saya di kedai kopi yang sedotannya warna hijau itu. Loh, minuman favorit kok banyak? *habisnya enak semua sih kopinya.. hehe*.
Lalu, saya berbaur ditengah keramaian orang yang menikmati "lunch & coffee break" di tempat itu. Tetiba saya melihat sesosok bloger, sedang asyik ngeblog di tengah hiruk pikuk keramaian dan penuh kebisingan. Wow!!! *tak lupa diliput*
![]() |
| Terciduk :D |
Saya sendiri kalo ngeblog harus dalam sitkon terkendali. Diupayakan steril dari suara, gerakan, vibra, dan termasuk desahan-desahan. Hal semacam itu bisa membuat pikiran saya buyar. Selain itu kudu siap kopi dua ember, supaya ide bisa bercucuran. *susah konsen*
Okey kembali ke masalah curhat saya yang bergalon-galon tadi. :)
Mengingat wanita cantik jelita itu ngeblog, ada spirits yang melonjak untuk semangat menelorkan tulisan. Itu makanya malem ini saya sempatkan untuk bertelor.. eh
Menulis di blog itu emang sesuatu yang awesome loh. Melampiaskan segala unek – unek, serasa ada kepuasan tersendiri. Ibarat anak kecil yang menemukan lahan bermain yang luas dan diijinkan berlarian sebebas mungkin.
Selain itu, ngeblog itu bisa memotivasi diri sendiri untuk belajar hal-hal baru. Tentunya mengasah daya-daya kreativitas dan nalar untuk terus belajar dan menyempurnakan tulisan. Betapa nikmat yekan, meracik sendiri bahan tulisan lalu mengolahnya dengan bahan yang ada hingga mempublishnya.
Anyway.. tak sedikit orang di luar sana yang berkomentar kalo orang yang menulis itu adalah orang yang “sok tau”. Hallow!! Jangan negatif thinking dong kisanak. Hmm.. antara “tahu” atau “sok tahu”? *menarik yekan untuk diobrolkan!
Menulis di blog bukan semata-mata hanya menulis. Saat menulis atau bahkan sebelum dipublish, tulisan tersebut tentunya sudah dipelajari terlebih dahulu oleh Penulis (Author). Misalnya dengan mencari referensi untuk memperkaya tulisan. Paling tidak ada pesan moral yang tersirat dalam tulisan tersebut. So, jangan asal main tuduh “sok tahu” yak!
Di kanca perbloggingan (karya tulis), ada dua hal yang sangat penting untuk mendukung teori yang kita tulis, yaitu data dan fakta. Idealnya, sebuah tulisan didukung dengan dua hal tersebut sekaligus. Apalagi tulisan yang sifatnya memaparkan hasil pemikiran.
Kalo kedua hal tersebut tak mendukung, maka tulisan itu masih perlu pembuktian lebih lanjut bahkan bisa dikatakan bulsit. Namun, menurut saya gak masalah dong kalo cuma salah satunya masih bisa mendukung. *mulai ngeles*
Katakanlah, tulisan itu cuma didukung oleh data. Kan gak semua teori bisa dibuktikan dengan fakta. Misalnya : “keburukan seseorang” tak bisa dibuktikan dengan fakta. Alesannya? Ya karena bukan fakta yang membuktikan keburukan, tetapi waktu. *tjaaahh :D
Awal menulis di blog saya kepikiran juga, apakah jika saya menulis tentang sesuatu nanti saya akan dicap “sok tau”, “sok pintar”, atau “sok menggurui”? Hal ini membuat saya ragu, dan banyak mikir. Ah, daripada kebanyakan mikir nanti malah gak jadi-jadi, mending terjun langsung.
Terserah sih mau ngejudge saya kaya apa. Saya menulis blog cuma sekedar mencari ruang yang tepat yang cocok buat numpahin semua keresahan yang saya rasakan atau yang udah saya alami dan sekitar lingkungan saya. Syukur-syukur yakan, ada yang bisa kalian petik dari tulisan saya. *anjrit pede akut* 😆
Oke kembali ke laptop!! #EA
Jadi begindang! Ketika menuliskan sebuah artikel melibatkan sebuah topik, tentu kita berharap ada yang baca, baik itu Netter maupun Netizen. Sebelumnya udah tahu belum perbedaan kedua istilah ini? *menulis ini sambil pasang muka sotoii*
Netter : penguna internet (seseorang/ individu/ organisasi) untuk mencari suatu informasi. Kalo netter itu lebih ke ingin tahu doang, misalnya kayak browsing ato jelajah tentang sesuatu.
Netizen : sebuah gabungan dari kata “Warga (citizen) dan Internet” artinya “Citizen of the net”. Kalo netizen itu lebih ke pengguna internet yang aktif terlibat komunitas online dan sering menyuarakan opininya.
Ups! jangan salah, dari pengertian diatas istilah Netizen tak selalu memiliki konotasi negatif yak. Netizen ini dibagi dua karakter (ini hanya perspektif saya) :
Netizen smart artinya berkomentar memberi argumen dan ide kreatif yang sifatnya konstruktif (membangun), sebaliknya ada Netizen sinting artinya selalu berkomentar tak relevan sama topik alias asbun, bahkan komentarnya selalu memancing emosi. Maklum aje lah! ya namanya juga “sehat tapi gak waras”. Ehh
Nah sekarang tentukan siapa kamu. Neter atau Netizen?
Maksud saya, kalo netizen sinting ini membaca sebuah tulisan, pasti langsung negatif tingking. Kepinteran, kadang belum dibaca dan gak ditela’ah tapi langsung ngejudge. Misalnya : “Ah sok tahu”, atau “emang dia siapa sok nulis ini itu.. blabla dan banyak kemungkinan opini negatif lainnya, nah itu yang dimaksud netizen sinting.
Ironisnya, netizen model kek gini ini, tidaklah lebih baik dari siapa yang dia kritik.
Jadi untuk menyanggah dan mematahkan opini negatif seperti itu. Dan agar saya juga tidak dianggap “sok tahu” saat menuliskan sesuatu topik di blog saya ini. Makanya saya tuliskan sedikit argumen yang mudah-mudahan bisa diterima oleh nalar para netizen sinting di luar sana.
Supaya netizen tidak asbun dan asal tuduh, sekarang kita bahas terlebih dulu perbedaannya. *PERHATIKAN!
TAHU : Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata TAHU artinya mengerti sesudah melihat (menyaksikan, mengalami, dan sebagainya). Kesimpulan Penulis - TAHU yaitu kemampuan menjelaskan sesuatu, berdasarkan pengetahuan didukung dengan data serta fakta yang bisa diverifikasi validitasnya.
SOK TAHU : frasa yang terdiri dari dua kata, “SOK dan TAHU”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata SOK adalah [Jk adv] (1) berlagak (suka pamer dsb); (2) merasa mampu dsb, tetapi sebenarnya tidak: -- tahu.
Sedangkan menurut bahasa Batak kata SOK artinya sama dengan PANSOBIL (Pattang so bilak), TEAL dan macam iye iye. Dari pengertian tersebut kata SOK selalu memiliki konotasi negatif. Kesimpulan Penulis - SOK TAHU yaitu kemampuan menjelaskan sesuatu yang tidak didukung pengetahuan, tak ada data serta fakta yang bisa diverifikasi validitasnya.
Cukup jelas??
Kalo belum, silahkan cek dan ricek atau dikonfirmasikan ke ahli bahasa atau pakar penulisan dimanapun di dunia ini.
Oke, begini deh biar lebih tumangkas (baca : jelas), saya kasih studi kasus :
Kalo belum, silahkan cek dan ricek atau dikonfirmasikan ke ahli bahasa atau pakar penulisan dimanapun di dunia ini.
Oke, begini deh biar lebih tumangkas (baca : jelas), saya kasih studi kasus :
Kalo ada bocah SD yang dapat menjelaskan kenapa fatamorgana bisa terjadi di siang hari yang panas terik, dan dia mampu menjelaskan fenomena tersebut dengan data serta fakta yang bisa diverifikasi validitasnya, maka dia “TAHU”.
Dengan studi kasus yang sama, kalo ada sarjana jebolan Universitas ternama sekalipun yang dapat menjelaskan kenapa fatamorgana bisa terjadi di siang hari yang panas terik, tetapi dia tak mampu menjelaskan fenomena itu dengan data serta fakta yang bisa diverifikasi validitasnya, maka dia “SOK TAHU”.
Sekarang sudah jelas dong, bahwa antara “TAHU” dan “SOK TAHU” sama sekali tidak terkait dengan gelar akademis atau tingkat pendidikan. Ini hanya soal keuletan seseorang dalam mencari validitas teorinya, untuk tujuan mendukung penjelasan teoritiknya. Tinggal bagaimana si penulis mengolah rangkaian penjelasannya, yang akan menjadikan tulisannya bisa diterima pembaca.
So.. menurut saya, justru kalo ada orang yang banyak berkomentar tentang “sesuatu”, tapi backgroundnya gak berkaitan dengan “sesuatu tersebut” jelas banget kan “SOK TAHU” nya? Misalnya, dia jurusan Tataboga tapi banyak bicara soal Listrik. Itu baru namanya “SOK TAHU”, syukur-syukur gak kesetrum. Eh
Tanpa kita sadari tak sedikit orang seperti itu, hanya bisa memprotes karya orang lain. Padahal dia sendiri tak mengerti apa-apa. Kan ngehe! :D
Monmaap nih, tulisan ini sebagai remind buat para BACOTER (Netizen sinting, red). Jangan asal nyap-nyap oke! ✌
Sekian dulu cuap-cuap kita hari ini, sampai berjumpa lagi di segmen selanjutnya!
Nite & GBU more.. Bye!!



0 komentar:
Posting Komentar
1. Relevan (Tidak Out of Topic).
2. Sopan, jangan meninggalkan komentar SPAM di blog saya.
3. Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA.
4. Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir.
Terima kasih atas perhatiannya!