Salam sejahtera untuk kita semua! :)
Hari ini saya enjoy banget gaes! Mulai dari pagi hari disuapin sarapan, sampe malem hari disuapin tagihan bulanan.
Emang sih sesuatu yang dimulai dengan baik, tak selalu diakhiri dengan kebaikan lagi. #EA
![]() |
Pernah nggak sobat meminjamkan uang atau barang ke teman, saudara atau kerabat, dll. Namun ketika tiba waktu pengembalian cuma minta maaf, atau ketika ditagih malah ngasih sejuta alasan klasik?
Langsung saja yak..! - NGOPI SADAYANA! 😎
Manusia adalah makhluk sosial, tidak akan pernah mampu hidup tanpa pertolongan dan campur tangan orang lain. Saya pun paham betul, dalam hidup ini ada manis, pahit, asem, asin sampe rasa ayam bawang, ehh.
Sebagai makhluk sosial, tentunya kita harus berinteraksi dengan sesama. Sehingga memiliki banyak teman, sodara dan kerabat, sangatlah penting dalam hidup.
Kita bisa saling berbagi dalam hal apapun, suka duka, saling mensupport satu sama lain dan bisa saling membantu untuk keluar dari kesulitan saat ada masalah.
Itu makanya saya selalu berusaha dan terus berusaha, mencoba berbuat baik kepada yang membutuhkan kebaikan itu.
Kalau bukan ke sodara, sahabat atau kerabat terdekat, ke siapa lagi kita meminta bantuan. *yekali ke Ratna Sarumpaet? Ke Hotman Paris??
“Niat baik akan dibalas dengan kebaikan”. Pesan itu tak pernah lupa dari ingatan saya, pesan baik dari orang tua. Kamu.. saya dan kita semua juga mulai dari kecil selalu diajarkan untuk berbuat baik.
“Nak! Kamu harus jadi anak yang baik yah! kamu harus terus menabur kebaikan. Karena apa yang kamu tabur, itu juga yang nanti akan kamu tuai”. Begitulah orang tua selalu mengingatkan kita.
Memang untuk menjadi orang baik tidaklah mudah. Meski begitu adanya, akhirnya kita pun berupaya untuk selalu berbuat baik. Tanpa pilih-pilih kepada sahabat, rekan, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita.
Setiap agama dan budaya di manapun selalu mengajarkan kita untuk saling tolong-menolong. Menolong sesama dengan tulus dan tanpa pamrih. Sikap tolong menolong antar sesama apalagi teman terdekat, pasti harus dijadikan skala prioritas.
Tolong menolong bisa didefinisikan : sikap saling membantu untuk meringankan beban (kesulitan, penderitaan) orang lain dengan melakukan sesuatu. Bantuan yang dimaksud dapat berbentuk bantuan tenaga, waktu, ataupun dana.
Dari definisi tersebut, disini ada kata “saling” memiliki makna lain “ada interaksi bolak - balik” atau relasi dua arah (simbiosis mutualisme). Yaps, bukan berarti semata-mata saya berbuat baik, berharap lebih dari apa yang sudah saya berikan. Setidaknya mengerti untuk berterimakasih dan mengerti cara menghargai orang.
Saat akan melakukan sesuatu hal dengan niat baik. Tak jarang saya akan berpikir, semuanya akan baik-baik saja, akan mendapat reaksi yang baik dan menerima akibat yang baik pula.
Menyenangkan rasanya ketika kita mampu membantu dan melihat orang yang dibantu tersenyum kembali, ketawa lepas bahagia.
Tapi, apa jadinya kalau kebaikan hati kita disalahgunakan? Bukannya berterima kasih dengan menjaga kepercayaan. Eh, malah mengkhianati dengan mengulur-ulur waktu pengembalian uang dan barang yang dipinjemnya atau malah cuek-cuek saja.
Disinilah faktanya semakin terlihat sebuah realita bahwa ternyata “niat baik tidak selalu dibalas dengan kebaikan”. Tak jarang sebuah niat baik bisa mendatangkan kekesalan, kekecewaan, kesedihan dan rasa tidak percaya lagi.
Kadang saya berpikir, "niat saya kan baik melakukan hal ini, seharusnya mendapatkan balasan yang baik dong!".
Mungkin sobat juga pernah mengalami kondisi dimana teman kita sering memanfaatkan kebaikan kita secara nggak tahu diri dan tidak tahu berterimakasih.
Pasti kesal sekali ya kalau berurusan dengan orang-orang yang nggak tahu diuntung seperti itu. Mereka itu suka memanfaatkan kita hingga membuat kita pusing perut dan naik tensi.
Tak bisa dipungkiri memang, ada banyak orang memiliki kelakuan yang tercela dan sungguh menyebalkan seperti itu. Bala bantuan atau kebaikan yang kita lakukan justru merugikan diri sendiri.
Saya suka herman lihat manusia yang bisanya hanya minta tolong. Bukankah manusia diberikan otak untuk mikir. Masa iya, maunya disuapin terus, maunya dibantu terus? Maunya dicekokin terus mulutnya? *loe pikir dong pake otak!
Hubungan model kek gini ini kental dengan Friends with Benefits. Impact nya, akan ada rasa kecewa dari salah satu pihak (yang membantu), karena didalamnya ada asas manfaat. Dan akhirnya membuat kita jengah berlama-lama bersamanya.
Makanya tak salah bila ada orang mengatakan :
"Kamu tidak akan tahu sifat asli seseorang sampai kamu berurusan soal uang dengannya"
Ini berdasarkan pengalaman pribadi saya. Saya bukannya mau menyombongkan diri yak, karena saya emang terkenal rendah hati dan ramah tamah terhadap siapa saja yang kenal saya *hehe*. Entah kenapa kalo ada yang minta bantuan, hati saya susah untuk menolak.
Kabar baiknya bagi teman yang memiliki sifat seperti itu, bukanlah hal yang buruk. Ada yang bilang “Sebuah niat baik adalah panggilan hati. Karena untuk memiliki niat baik, merupakan wujud suara nurani.” So, biarlah itu menjadi kealamian sifat kita. Itu juga patut kita syukuri, bukan kah itu anugerah Tuhan.
Tak sedikit loh, orang tampilnya mehong, hidupnya sok glamour, ngomongnya setinggi langit-langit, tapi gak punya hati untuk menolong, banyak men! :D
Nah oleh karena kebaikan saya yang luar biasa ini, maka saya sering disalahpahami, dimanfaatin bahkan dibego-begoin orang sekitar saya. Setiap keluh kesah mereka hitungan menit akan saya respons dengan baik, tapi bukan dengan sebaliknya.
Orang yang sudah dianggap seperti saudara malah berkhianat. Orang yang sudah dibantu malah menipu. Orang yang kita tolong, ujung-ujungnya malah ketahuan nyolong.
Orang yang butuh uang, setelah dibantu justru malah hilang dengan tumpukan hutang. Dan masih banyak lagi pengalaman-pengalaman buruk lainnya. *sakitnya tuh disini kisanak (nunjuk dada)
Hal yang manusiawi, semua orang ingin diberi pengakuan, dan apresiasi! Termasuk kamu (orang-orang susah diluar sana) juga begitu kan? Sulitkah mulutnya itu untuk mengucapkan "Terima kasih"?
Jujur, terkadang hati ini gak ikhlas jika "air susu dibalas dengan air tuba". Ketika suatu kebaikan dianggap "biasa saja". Bahkan menjadi hal yang "sudah biasa". Kalau begitu, sah-sah saja kan kalau saya bersikap acuh dan gak perduli padanya??
Melalui tulisan ini, saya berbagi sedikit pesan agar tak ada lagi korban azas manfaat yang konon dilakukan oleh orang-orang disekitar kita. Waspadalah!
Kita sangat dianjurkan untuk saling berinteraksi satu sama lain. Namun tetaplah berhati-hati dalam memilih teman, karena tidak semua orang pantas kita jadikan teman.
Ada orang yang mau berteman dengan kita hanya semata-mata disaat dia butuh saja. Ada juga teman yang bisa kita ajak untuk saling berbagi segala sesuatu disaat suka maupun duka (makna sesungguhnya teman).
Bahkan ada pula teman yang tega mengorbankan kita demi kepentingan pribadinya. Disaat dia kesulitan berbagai cara dia merayu kita untuk membantunya, tetapi setelah dia dibantu tidak ada tanggung jawab alias “takabur”.
Parahnya lagi, ketika kita bener-bener butuh akan bantuannya, dia hanya meminta maaf begitu saja dengan entengnya. Itupun cuma lewat pesan singkat via sms atau WA. Benar-benar perbuatan tidak terpuji.
Yang namanya hidup nggak mungkin berjalan mulus lurus kyak jalan tol, pasti ada ajah cobaannya, sob. Artinya yang meminjamkan pun ada kalanya butuh uangnya kembali. Dia juga butuh biaya hidup kan??
Tapi kenapa ketika ditagih, si peminjam bisanya minta maaf doang. Sungguh nggak bisa diajak berkompromi. Pun seandainya benar2 nggak punya uang, usaha dong, minjem kek ke siapa gitu. Orang lagi butuh bantuannya (darurat) malah cuma maaf. *Otak mati kali yak!
Semoga kita dijauhkan dari manusia tipe kek gini ini. Tipe seperti inilah yang saya sebut manusia "unfaedah" atau manusia tidak berguna.
Monmaap nih!! Tulisan ini bukan maksud hati melarang berbuat baik yak. Tapi ingatlah, budi baik tidak selamanya berbuah baik. Jangan karena kita telah menganggap orang tersebut sebagai teman baik, kita rela mengorbankan segalanya.
Setiap orang pasti punya prinsip yang berbeda dan punya karakter tersendiri. Bahkan anak kembar sekalipun yang lahir dari rahim yang sama memilik sifat yang berbeda.
Wajah manis belum tentu hatinya tulus loh, kita harus mawas diri dan benar-benar mempelajari karakter seseorang tersebut.
Orang belum tentu menilai kita seseorang yang baik, sebaliknya juga kita. Semua kebaikan itu akan nampak dari tingkah laku dan kehidupan pribadi seseorang.
Faktor ekonomi sering kali membuat seseorang buta, dia rela mengorbankan kawannya sendiri demi mengejar kesenangan. Kyak manusia yang ittu!
Maksud saya, jika kita adalah orang-orang yang berpendidikan, berhati mulia, dan keturunan orang yang baik upayakan lah menjauhi perilaku tercela tersebut. Namun apapun itu, ketika niat baik sudah tertanam, janganlah untuk disesali karena itu anugrah dari Tuhan.
Seperti kata bijakers, niat yang ikhlas akan mendapatkan pahala, berlapangdadalah jika suatu saat kebaikan yang kita berikan kepada seseorang dibalas dengan keburukan.
Anggaplah itu sebagai ujian buat kita, karena adakalanya suatu saat nanti kebaikan itu akan kembali juga kepada kita.
Dan yang tak kalah penting : segera menghindar dari orang yang kira-kira tak berguna alias unfaedah seperti itu. Itu lebih baik, suatu saat nanti maka akan jelas terlihat siapa yang jadi benalu. :D
Baca juga : Karma itu real
Dan bagi manusia yang bisanya minta tolong terus (tapi nolongin gak pernah) saya ingin mengingatkan untuk tidak lupa belajarlah mulutmu itu mengucapkan "Terima Kasih".
Walau bantuan tersebut dimatamu itu biasa saja, tapi orang yang menolong itu tulus. Dan gunakan otakmu itu belajar mambalas kebaikan dengan kebaikan ya, agar hidupmu itu lebih berguna. Hargai setiap orang yang peduli denganmu.
Walau bantuan tersebut dimatamu itu biasa saja, tapi orang yang menolong itu tulus. Dan gunakan otakmu itu belajar mambalas kebaikan dengan kebaikan ya, agar hidupmu itu lebih berguna. Hargai setiap orang yang peduli denganmu.
Loh, kok, ramai-ramai menatap ke arah saya?? Gak terima? #apalo??
Sampai disini dulu cuap-cuap kita hari ini. Sampai berjumpa lagi di segmen selanjutnya!
Nite and GBU more.. Bye!!



0 komentar:
Posting Komentar
1. Relevan (Tidak Out of Topic).
2. Sopan, jangan meninggalkan komentar SPAM di blog saya.
3. Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA.
4. Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir.
Terima kasih atas perhatiannya!