Salam sejahtera untuk kita semua!
Sedikit nyepik, hari ini adalah perayaan Jumat Agung bagi umat Kristen. Pagi tadi sempat hidup saya tercampakkan alias gak kebagian tempat duduk di GBI Lippo Cikarang padat merayap. Kebaktian hanya digelar dua kali jam tayang jam 07.00 WIB dan 10.30 WIB. Saya masuk jam 07.00 WIB nyaris telat bossku.
Siang bolong gini timbul niat menulis. Pasalnya hari ini saya mendapat ucapan “Paskah” dari segelintir teman dekat. Melihat hal ini, tentunya saya paham kalau maksud mereka itu “Jumat Agung”.. menarik yakan untuk diobrolkan? meskipun nanti malam jadwal syuting harus dituntaskan (ikatan dinas beroh), namun masih saja gatel untuk menulis.. :D
Memang tak sedikit orang yang keliru dalam memaknai perayaan Jumat Agung dan hari Paskah. Ada saja yang masih salah kaprah, mereka mengira hari Jumat ini adalah Hari Paskah. Bukan hanya orang awam, bahkan sebagian orang Kristen ada yang belum paham sepenuhnya mengenai makna kedua hari penting itu.
Kesalahkaprahan yang saya maksud, ketika sebagian orang memberikan ucapan hari Paskah pada hari Jumat Agung, seolah-olah keduanya ekuivalen. Padahal ada perbedaan baik itu secara dasar peristiwa dan maknanya.
![]() |
| Syalom! |
Hal itu keliru.. Jumat ini (19 April 2019) bukan Hari Raya Paskah, melainkan Jumat Agung. Paskah itu akan dirayakan pada hari ketiga setelah Jumat Agung, yaitu besok hari Minggu, (21 April 2019). Kemudian 40 hari sesudah hari Paskah umat Kristen merayakan hari raya “Kenaikan Isa Almasih” Kamis (30 Mei 2019) mendatang. Lalu 50 hari sesudahnya ada perayaan hari “Pentakosta” dan ini berlangsung secara cuntinue untuk setiap tahunnya. Untuk alesan tanggal bisa berubah setiap tahunnya bukan kapasitas saya untuk menjelaskan. *sorry to say nih..
Mohon maaf sebelumnya kalau saya terlalu sok bijak jika kesempatan kali ini mengangkat topik yang agak serius. Saya memang bisa dikatakan layaknya domba yang hilang, bagaimana tidak? pergi ke gereja saja harus absen jalan (kalau gak bisa ibadah pagi, ya ibadah malam), sering juga terpaksa gak gereja *terlalu jujur. Namun semuanya itu bukan tak beralasan, faktor keadaan. Sedih jika harus saya ceritakan, biarkan saja hanya saya yang merasakan kegundahan ini, kamu pasti gak kuat..
Sekali lagi saya mohon maaf atas kesokbijakan saya, bahkan untuk menuliskan artikel ini saya juga terlebih dahulu mencari beberapa sumber sebagai referensi untuk menyempurnakan tulisan agar tak ada yang salah. Lalu saya simpulkan, sebab jika salah bisa impactnya buruk buat masa depan adik2.
So, pada artikel kali ini, saya sebagai orang Kristen yang tak luput dari dosa dan kesalahan (seperti yang barusan saya tjurhatkan) akan mencoba menjelaskan mengenai perbedaan antara Jumat Agung dan Paskah. Meskipun tulisan saya beraroma stensilan, ya besar harapan saya Anda bisa menghargai usaha saya. *maksain banget dihargai.. :D
Okey.. sebetulnya kedua hari tersebut memiliki makna yang berbeda karena didasarkan pada peristiwa yang berbeda pula. Untuk mempersingkat waktu. Saya langsung saja ya..!
Jumat Agung (Wafat Isa Almasih)
Secara umum Jumat Agung adalah hari peringatan akan kematian Tuhan Yesus (Wafat Isa Almasih). Mengapa hari Jumat? Hal ini didasarkan oleh berbagai penelitian. Menurut rincian Kitab Suci mengenai Pengadilan Sanhedrin atas Yesus beserta analisis ilmiah yang telah dilakukan, peristiwa penyaliban Yesus kemungkinan terjadi pada hari Jumat walaupun tanggal pastinya tidak diketahui.
Mengapa disebut sebagai Jumat Agung? Alesannya, karena pada Hari Jumat inilah dirayakan hari kematian Yesus Kristus di atas kayu salib, setelah diadili di pengadilan Sanhedrin (Mahkamah Agama Yahudi), dan dijatuhi hukuman mati, disiksa, dihina, kemudian disalibkan sampai mati di Bukit Golgota.
Kematian Yesus di atas kayu salib itu diimani oleh umat Kristen sebagai bentuk penebusan dosa umat manusia, maka itulah disebut “Jumat Agung”.
Paskah
Paskah umumnya dirayakan pada hari Minggu, sesuai dengan nubuat yang tertulis di Alkitab, setelah Yesus mati, dan dikuburkan, maka pada hari ketiga, yaitu Hari Minggu, Ia bangkit dari kematian-Nya. (Bagi Kristen hal ini jelas diutarakan di “pengakuan iman rasuli” atau dalam bahasa batak “manghatindanghon haporseoaon”).
Sampai disini, tentu kita sudah tahu titik temunya, yaitu bahwa Paskah merupakan hari dimana Yesus dibangkitkan dari kematian. Kebangkitan Yesus itu membuktikan bahwa Ia memang Anak Allah yang Hidup, maut pun ditaklukkan-Nya. Itulah yang disebut Paskah.
Sesungguhnya, Paskah merupakan hari raya terpenting umat Kristen melebihi perayaan Hari Raya Natal, karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus, seperti yang tercatat di dalam Injil di Perjanjian Baru.
Setelah 40 hari hidup bersama para murid-Nya, Yesus pun terangkat ke sorga. Lima puluh hari kemudian, turunlah Roh Kudus di antara para murid Yesus (para Rasul), sebagaimana dijanjikan Yesus kepada mereka.
Pada saat itulah para Rasul Yesus itu mentahbiskan ribuan orang menjadi pengikut Yesus, yang disebut juga sebagai awal dari gereja mula-mula, yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Perayaan hari tersebut disebut "Hari Raya Pentakosta".
Kebangkitan ini membuktikan bahwa nubuat nabi-nabi terdahulu benar adanya, yaitu bahwa Yesus adalah Mesias, Sang Juru Selamat. Selain itu, kebangkitan Yesus juga menyatakan bahwa Ia adalah Anak Allah dalam Allah Tritunggal atau Trinitas (Bapa (Allah), Putra (Yesus Kristus), dan Roh Kudus sebagai "satu Allah dalam tiga Pribadi Ilahi") yang hidup dan berkuasa atas maut. Ini merupakan suatu pengharapan bagi kita yang percaya bahwa keselamatan yang diberikan-Nya itu nyata.
Makna Jumat Agung dan Paskah
Makna Jumat Agung dan Paskah
Setelah kita mengetahui perbedaan dari hari Jumat Agung dan Paskah, pengetahuan akan semakin lengkap apabila kita memahami makna penting dari kedua hari tersebut. Dan berikut adalah makna hari Jumat Agung dan hari Paskah :
Jumat Agung
- Bukti kasih Allah
Hari Jumat Agung bukanlah untuk berdukacita, melainkan untuk bersukacita karena cinta yang telah diberikan oleh Allah kepada kita. Karena begitu besar kasih-Nya, Ia rela mengorbankan Anak-Nya yang tunggal untuk dikorbankan.
Pengorbanan Yesus menjadi alasan mengapa kita perlu mengasihi orang lain. Kita mengasihi karena Allah terlebih dahulu menyatakan kasih-Nya kepada kita melalui Yesus Kristus. Apabila kita menyadari dan merasakan hal ini, maka tidak sulit bagi kita untuk menyalurkan kasih kepada sesama. Orang yang bisa memberikan kasih adalah mereka yang telah menerima kasih.
- Membangun mentalitas di tengah kesulitan
Peristiwa Yesus memberikan pesan kepada kita semua bahwa hidup ini bukanlah tanpa tujuan dan pasti akan terdapat banyak rintangan di perjalanan. Walau begitu, tentu saja penderitaan bukanlah segalanya dan setelah kita melewati suatu masalah juga bukan suatu akhir. Meskipun kita akan selalu menghadapi masalah, namun tetap ada visi yang perlu kita capai. Itulah hidup dan itulah risiko yang akan selalu ada selama kita masih hidup.
Namun penderitaan Yesus selama di dunia akan selalu menguatkan dan membentuk kita menjadi karakter Kristen sejati. Bahwa apabila kita ingin menjadi pengikut-Nya, kita harus mau memikul salib kita. Itulah cara Allah membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh, sehingga kita dapat bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus.
- Membangun mentalitas pemenang
Seseorang dapat dikatakan pemenang apabila ia telah berhasil melewati ujian atau rintangan. Ini berarti tidak ada yang bisa dikatakan pemenang apabila hidup tanpa masalah. Hal ini juga alasan mengapa banyak yang mengatakan bahwa hidup di dalam Kristus akan membuat kita hidup yang berkemenangan, dimana kita dimampukan untuk menghadapi setiap masalah dan memiliki banyak terobosan hidup.
Jadi, hidup dalam Tuhan bukan menjanjikan kita hidup aman, tentram, dan nyaman, melainkan menjamin bahwa kita akan menjadi pemenang dalam setiap persoalan. Dan bagaimana cara melakukannya, kita bisa mencontoh keteladanan Yesus Kristus. Dia bukan pengecut yang menghindari masalah, melainkan Dia adalah kesatria yang menghadapi setiap tantangan.
Paskah
- Pengharapan bagi Orang Percaya
Paulus pernah mengatakan bahwa apabila Yesus tidak dibangkitkan maka sia-sia pemberitaan yang Ia beritakan. Hal ini karena apabila Yesus tidak dibangkitkan, maka kita juga tidak akan diselamatkan.
Kebangkitan Yesus mengalahkan maut menjadi pengaharapan bagi kita semua bahwa akan ada pelangi sehabis hujan. Sesuatu yang indah akan datang pada waktunya. Asal kita percaya dan hidup berserah kepada Tuhan, kita pasti akan dimampukan untuk melewati setiap masalah.
Kebangkitan Yesus juga membuktikan bahwa maut tidak berkuasa atas Yesus, dan apabila kita beriman dan percaya bahwa Yesus telah menebus kita, maka maut juga tidak akan berkuasa atas kita. Kita adalah manusia merdeka yang hidup berkemenangan di dalam Yesus.
Walaupun ada perbedaan arti atau makna, Jumat Agung dan Paskah adalah momen terpenting selain Natalan. Bahkan dua peristiwa inilah menjadi puncak dari kehadiran Yesus sebagai manusia di dunia karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus.
Kesimpulan : Jumat Agung adalah Wafat Isa Almasih, sedangkan Paskah adalah hari kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian.
Sekian artikel mengenai perbedaan Jumat Agung dan Paskah. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan memberikan pengetahuan kepada pembaca.
Terima kasih.
Sekian dulu cuap-cuap hari ini, sampai berjumpa lagi di segmen selanjutnya!
Selamat merayakan hari Jumat Agung buat yang merayakannya. God Bless Us! :)



0 komentar:
Posting Komentar
1. Relevan (Tidak Out of Topic).
2. Sopan, jangan meninggalkan komentar SPAM di blog saya.
3. Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA.
4. Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir.
Terima kasih atas perhatiannya!