Postingan ini sebagai penjelasan post “sebelumnya” . Kali ini saya akan membahas apa perbedaan kopi Arabika dan Robusta.
Tentunya hal ini sangat penting untuk diobrolkan, karena masih banyak coffee addict (pecandu kokopian,red) tak tahu bahwa dua jenis kopi ini sebenarnya memiliki ciri khasnya masing-masing.
Mungkin ada yang bilang gini,"Ah bacot, yang penting ngopi aje deh!". Oke tak masalah memang, tapi lumayan juga yekan, untuk nambah-nambah ilmu baru?
Bagi reader yang ingin tahu lebih jauh, baca terus yah sampai habis. :)
Kalo bicara sejarah kopi, dan segala titik bengeknya, buseng materinya sampai 5 BAB coy! So, saya akan membahas garis besarnya saja yak.
Apa perbedaan kopi Arabika dan kopi Robusta??
Secara umum, kopi Arabika merupakan varietas kopi yang pertama ditemukan dan dibudidayakan hingga saat ini. Kopi Arabika pula yang pertama masuk ke Indonesia pada abad XVIII.Hanya saja, serangan penyakit karat daun Hemileia Vastatrix (HV) menghancurkan tanaman arabika pada saat itu. Lalu masuklah kopi Robusta yang lebih bandel terhadap penyakit.
![]() |
| Arabika vs Robusta |
| ARABIKA | ROBUSTA |
| Bentuk dan Struktur biji kopi | |
Cenderung lonjong dengan ukuran lebih besar.
|
Cenderung bulat dengan ukuran lebih kecil.
|
| Wilayah tempat kopi tumbuh | |
Dataran tinggi, 700-1700 mdpl dengan suhu 16-20°C.
|
Dataran rendah, 400-700 mdpl dengan suhu 21-24°C.
|
| Ukuran pohon kopi | |
Tinggi pohon hanya 2-4 meter, dan warna "green bean" lebih terang.
|
Tinggi pohon mencapai 4-6 meter, dan warna "green bean" kurang terang.
|
| Kekuatan tanaman kopi | |
Rasa buah lebih manis, sehingga lebih rentan terserang penyakit (hama).
|
Lebih tahan (robust) terhadap serangan hama karena mengandung Chlorogenic acid dan kafein lebih banyak (buah lebih pahit).
|
| Kadar gula | |
6-9%. Kadar gula yang lebih tinggi membuat kopi arabika lebih ringan.
|
3-7%. Kadar gula rendah menentukan tingkat kelarutan kopi, sehingga kopi robusta akan terasa lebih kental.
|
| Kandungan kafein | |
1,2%. Kandungan kafein yang lebih sedikit membuat rasa arabika lebih lembut (smooth).
|
2,2%. Kandungan kafein yang lebih banyak membuat rasa robusta lebih pahit (bitter).
|
| Negara penghasil | |
75% kopi arabika dihasilkan oleh Brazil, Kolombia, Peru, Nicaragua, Hawaii, Yaman, Ethiopia, dan Indonesia.
|
25% hasil kopi dunia adalah robusta dengan Indonesia sebagai produsen robusta terbesar di dunia selain Vietnam, Srilanka, Madagascar, dan Nigeria.
|
| Tasting note (rasa) | |
Aroma buah, kacang-kacangan, bunga, dan rempah sering muncul pada kopi arabika. Keasaman (acidity) yang lebih tinggi dan rasa pahit yang samar membuat kopi arabika lebih nikmat bagi banyak orang.
|
rasa robusta lebih pahit daripada arabika dengan aroma yang juga tidak senikmat arabika. Namun kopi robusta tetap memiliki penggemar setia, khususnya mereka yang suka kopi pahit dan kental.
|
| Harga | |
Harga Arabika lebih mahal, karena butuh perawatan yang lebih ekstra dan memiliki rasa yang lebih nikmat
|
Harga Robusta biasanya lebih rendah. Tapi saat ini terdapat robusta kualitas premium yang harganya dapat menyaingin Arabika.
|
Baik, setelah melihat data pada tabel di atas, setidaknya akan timbul pertanyaan : Lantas, kenapa kopi Arabika lebih “menggoda” dibanding Robusta?
Secara ilmiah ketika tanaman kopi banyak terkena sinar matahari, maka tanaman kopinya lebih cepat berkembang dan memproduksi beans, dibanding kurang terkena sinar matahari. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh faktor ketinggian wilayah tempat tumbuhnya si kopi tersebut.
Artinya tumbuh di atas ketinggian 700 mdpl, kopi Arabika sedikit mendapatkan sinar matahari (sejuk), sehingga butuh waktu lama untuk panen/produksi.
Sedangkan kopi Robusta yang tumbuh di bawah ketinggian 700 mdpl, yang notabenenya banyak mendapat sinar matahari sehingga cepat panen/produksi.
Beberapa orang mendeskripsikan bahwa Arabika mempunyai karakter rasa dan aroma kopi yang lebih lembut. Sedangkan kopi Robusta mempunyai karakter rasa yang lebih kuat dan ‘kasar’ atau pahit.
Perbedaan yang cukup kontras yaitu dari segi ketebalan beans (density). biji kopi Arabika body-nya lebih padat dibanding kopi Robusta. Jika ditimbang dengan berat yang sama, jumlah beans Robusta lebih banyak dari Arabika (Robusta lebih ringan).
Kok bisa? Karena beans Arabika lebih ke body atawa rasa dari si beans-nya, sedangkan Robusta lebih ke produksi beans-nya. Dengan kata lain, hasil panen Arabika lebih ke "Quality" beans-nya, sedangkan Robusta lebih ke "Quantity" beans-nya. *sampai disini paham ya! :)
Nah, dari segi ketebalan beans (density) Arabika dan Robusta ini, tentunya menggunakan proses roasting (sangrai) yang berbeda. Hal ini berkaitan dengan kekuatan beans tersebut saat di-roasting.
Dibanding Robusta, biji kopi Arabika lebih kuat di-roasting meski sampai ke level roasting paling hitam sekalipun. Atau, hasil roasting Arabika lebih hitam dibanding Robusta, meskipun Robusta di-roasting dengan level roasting paling hitam sekalipun. Hal ini mengacuh pada faktor density si kopi tersebut.
Selain itu, perbedaan kadar kafein antara Arabika dan Robusta sangat signifikan. Robusta memiliki kadar kafein dua kali lebih banyak dari Arabika.
Tentunya perbedaan kafein ini akan mempengaruhi rasa pada kopi tersebut. Sebagai catatan : kafein membawa rasa pahit terhadap rasa kopi.
Karena Arabika mengandung kafein yang sedikit dan kadar gula lebih tinggi, maka rasa dari kopi nya lebih smooth dan bervarian.
Misalnya : buah-buahan, beri-berian, bunga, coklat maupun kacang-kacangan dan rempah ( biasanya ditulis : blueberry, lemon note, nuty, cocoa, red berry) dll. Sehingga kopi Arabika lebih menggoda dan menjadi favorit bagi para coffee addict.
Sebaliknya, Robusta mengandung kafein yang lebih banyak dan kadar gula lebih rendah, maka rasa dari kopinya lebih kasar/pahit yang sangat membekas di lidah (after taste).
Sehingga tak banyak peminatnya, namun membuat efek kafein lebih terasa pada tubuh. Mungkin ini terdengar positif bagi sebagian orang yang ingin men-dopping ketika di kejar target pekerjaan, namun rasa pahitnya mengurangi kenikmatan ketika diminum.
Kesimpulan : soal rasa kopi, Arabika memiliki kualitas paling superior di dunia kokopian. Robusta tak bisa menandingi kopi Arabika. #catet!!
Sebagai inpoh tambahan, varietas kopi itu sangat banyak sekali. Jadi tidak terbatas pada Arabika dan Robusta saja yak.
Ada 4 varietas kopi yang memiliki posisi kuat yaitu Arabika, Robusta, Liberika dan Excelsa (dua varietas kopi terakhir makin populer di kalangan peminum kopi dan banyak petani yang menanamnya).
Yaps, dari sekian banyak varietas kopi ini masing-masing memiliki sub-varietas juga. Misalnya sub-varietas Arabika yang populer : Bourbon, Caturra, Ethiopian heirloom, Geisha, Mundo novo, Pacas, Tekisik, Typica, Catuai, dll. Nah, berbeda varietas tentu memengaruhi rasa kopinya.
See you on top :)
Nite & GBU more. Bye..!!
Menariknya, meskipun Arabika terdengar lebih sulit memproduksi, namun Arabika memiliki keunggulannya tersendiri, terutama dari segi tasting note (catatan rasa).
Beberapa orang mendeskripsikan bahwa Arabika mempunyai karakter rasa dan aroma kopi yang lebih lembut. Sedangkan kopi Robusta mempunyai karakter rasa yang lebih kuat dan ‘kasar’ atau pahit.
Perbedaan yang cukup kontras yaitu dari segi ketebalan beans (density). biji kopi Arabika body-nya lebih padat dibanding kopi Robusta. Jika ditimbang dengan berat yang sama, jumlah beans Robusta lebih banyak dari Arabika (Robusta lebih ringan).
Kok bisa? Karena beans Arabika lebih ke body atawa rasa dari si beans-nya, sedangkan Robusta lebih ke produksi beans-nya. Dengan kata lain, hasil panen Arabika lebih ke "Quality" beans-nya, sedangkan Robusta lebih ke "Quantity" beans-nya. *sampai disini paham ya! :)
Nah, dari segi ketebalan beans (density) Arabika dan Robusta ini, tentunya menggunakan proses roasting (sangrai) yang berbeda. Hal ini berkaitan dengan kekuatan beans tersebut saat di-roasting.
Dibanding Robusta, biji kopi Arabika lebih kuat di-roasting meski sampai ke level roasting paling hitam sekalipun. Atau, hasil roasting Arabika lebih hitam dibanding Robusta, meskipun Robusta di-roasting dengan level roasting paling hitam sekalipun. Hal ini mengacuh pada faktor density si kopi tersebut.
Selain itu, perbedaan kadar kafein antara Arabika dan Robusta sangat signifikan. Robusta memiliki kadar kafein dua kali lebih banyak dari Arabika.
Tentunya perbedaan kafein ini akan mempengaruhi rasa pada kopi tersebut. Sebagai catatan : kafein membawa rasa pahit terhadap rasa kopi.
Karena Arabika mengandung kafein yang sedikit dan kadar gula lebih tinggi, maka rasa dari kopi nya lebih smooth dan bervarian.
Misalnya : buah-buahan, beri-berian, bunga, coklat maupun kacang-kacangan dan rempah ( biasanya ditulis : blueberry, lemon note, nuty, cocoa, red berry) dll. Sehingga kopi Arabika lebih menggoda dan menjadi favorit bagi para coffee addict.
Sebaliknya, Robusta mengandung kafein yang lebih banyak dan kadar gula lebih rendah, maka rasa dari kopinya lebih kasar/pahit yang sangat membekas di lidah (after taste).
Sehingga tak banyak peminatnya, namun membuat efek kafein lebih terasa pada tubuh. Mungkin ini terdengar positif bagi sebagian orang yang ingin men-dopping ketika di kejar target pekerjaan, namun rasa pahitnya mengurangi kenikmatan ketika diminum.
Kesimpulan : soal rasa kopi, Arabika memiliki kualitas paling superior di dunia kokopian. Robusta tak bisa menandingi kopi Arabika. #catet!!
Sebagai inpoh tambahan, varietas kopi itu sangat banyak sekali. Jadi tidak terbatas pada Arabika dan Robusta saja yak.
Ada 4 varietas kopi yang memiliki posisi kuat yaitu Arabika, Robusta, Liberika dan Excelsa (dua varietas kopi terakhir makin populer di kalangan peminum kopi dan banyak petani yang menanamnya).
Yaps, dari sekian banyak varietas kopi ini masing-masing memiliki sub-varietas juga. Misalnya sub-varietas Arabika yang populer : Bourbon, Caturra, Ethiopian heirloom, Geisha, Mundo novo, Pacas, Tekisik, Typica, Catuai, dll. Nah, berbeda varietas tentu memengaruhi rasa kopinya.
Singkatnya, kalo penasaran dengan informasi yang saya tuliskan ini. Sering-sering aje main ke Starbucks, kalo lagi sepi mereka suka ada live kontes kok..!
Demikian perbedaan kopi arabika dan robusta yang bisa saya sharing -kan di sini. Semoga bermanfaat ya buat sobat pecinta kokopian nusantara.
Jika ada masukan, unek-unek, kritik, koreksi.. silahkan tinggalkan komentar atau bisa hubungi saya di “”. Terima kasih
Jika ada masukan, unek-unek, kritik, koreksi.. silahkan tinggalkan komentar atau bisa hubungi saya di “”. Terima kasih
See you on top :)
Nite & GBU more. Bye..!!




0 komentar:
Posting Komentar
1. Relevan (Tidak Out of Topic).
2. Sopan, jangan meninggalkan komentar SPAM di blog saya.
3. Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA.
4. Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir.
Terima kasih atas perhatiannya!