Senin, 18 Februari 2019

Memelihara Ikan Piranha di Akuarium

Ngopi sadayana! 😎

Memelihara ikan piranha di akuarium, menjadi pilihan yang pas untuk mengisi waktu luang di rumah.

Saya pernah membaca sebuah artikel yang mengatakan, bahwa mereka yang memiliki hewan peliharaan bisa mendapatkan manfaat kesehatan, baik secara fisik, emosional, maupun mental. Seperti : menghilangkan stress, mencari kesibukan, melatih tanggung jawab.. dll.

Informasi itu menjadi motivasi saya bertindak setengah bijak untuk memelihara ikan piranha di akuarium. Kebetulan saat itu saya lagi diterjang "suntuk sindrom" alias dunno what to do..


Awalnya saya tertarik dengan “nge-scape”, yang menonjolkan sisi artistik atau replika natural demi keseimbangan ekosistem akuarium.

Ah tampaknya gampang ini mah. Saya pun langsung beli akuarium, filter, aerator, lampu, batu-batuan, taneman air dan ikan. Lalu menata ornamen-ornamen tersebut.

Karena tak memahami konsep utama dari aquascape. Gak lama taneman pun ikutan berenang. Pusing pala kapten! Fiuhhh


Kecewa dengan kreativitas saya yang tak bernilai itu, saya pindah ke rencana B. Yaudeh, pelihara ikannya aje. Sampai ikan yang tidak jelas namanya saya beli. Tapi hal ini tak berlangsung lama. Saya nggak resep lihat ikan yang cuman geal-geol nggak jelas.

Saya pindah ke rencana C, bagaimana kalau memelihara ikan Piranha di akuarium? Saya pernah tonton youtube dan filmnya kyaknya menantang deh.

Yass! tak banyak mikir lagi, cek n ricek toko ikan di seputaran tempat saya tinggal. Temuan nihil. Inpohnya ikan ini termasuk ikan yang dilarang untuk diperdagangkan.

Saya cek di Olshop ternyata ada yang jual. Sepakat COD di Pasar burung - Bekasi. Saya order 10 ekor, harga @15rb. Agak mahal ya! Tapi tak apalah, saya yakin jika kita memelihara ikan, Tuhan akan memberikan rejeki untuk ikan itu lewat kita. *Tjaahh :D

Nah itulah awalnya saya memelihara ikan Piranha di akuarium.

Awalnya tidak ada problem yang signifikan. Hingga suatu hari, ketika saya pulang kerja tiba di rumah saya lihat penghuni tank ngambang semua. Shock.. penyebabnya apa ya? tragedi itu jadi sebuah misteri sampai sekarang.

Inilah foto korban sesudah saya evakuasi (sebelum penguburan massal)


Untuk menganalisa "case" tersebut. Saya pikir ada kalanya harus mengedepankan logika, karena akal tak selamanya sehat. Konon disamping punya niat yang kuat, harus diimbangi dengan processor otak yang mumpuni. Bukan begitu??

Saya coba menerapkan prinsip dan metode proses logika. Gak percuma dong jebolan ilmu sihir yang mengunggulkan permainan logikanya itu. Meskipun logikanya kadang terbalik, mohon maaf! mungkin lagi jatuh cinta, jadinya “Tak ada logika”.

Okey, saat itu saya bikin teori simulasi begindang :
Akuarium saya kan ukuran 60cmx40cmx35cm berarti volume = 84L (rumus MTK). Saya pikir akuarium ukuran segitu cukuplah buat 10 ekor, nanti setelah ikannya size 10cm/lebih akan saya pindah ke tank yang lebih besar.

Karena saya sadar saya itu newbie, gimana kalau saya beli 16 ekor. Dengan pertimbangan, estimasi mortality (angka kematian) mungkin kisaran 10-30% atau sekitar 1-5 ekor yang akan tewas. Saya anggap itu wajar. Artinya yang tersisa bertahan hidup sekitar 9-12 ekor.

Jadi tujuan teori nya gini, saya cuman butuh 10 ekor, yang 6 ekor buat cadangan aje, semacam spare -nya gitu. 😆

Timingnya implementasi, saya order lagi sebanyak 16 ekor, harga @10rb ukuran 2-3 cm masih unyu-unyu. Jalan beberapa bulan, lagi-lagi saya dapat problem. Saat itu saya lagi di rumah dan mati lampu.

Damn! Saya panik. Tindakan darurat yang saya lakukan, saya ambil selang dan meniupkan udara ke dalam akuarium sebagai pengganti aerator. Kebayang nggak selama mati lampu saya niup2 air di akuarium?


Tragedi kedua, 8 ekor dipastikan mokad! Asumsi penyebab ikan piranha mati di akuarium, kurangnya kadar oksigen yang terlarut di dalam air dan overpopulated penghuni tank.

Tapi nggak apalah, soalnya estimasi saya tidak jauh meleset, eh meleset. Semenjak tragedi itu, tinggallah 8 ekor ikan Piranha di rumah yang saya pelihara sejak mereka kecil sampai sekarang. Saat ini usia mereka udah 1 tahun. Seru juga!


Sebagai ikan peliharaan di akuarium, Piranha memang kurang menarik dibanding ikan hias lain seperti ikan mas koki, oscar atau arowana. Meski begitu ikan ini tetap menarik untuk dipelihara. Saya sendiri tertarik memelihara ikan ini karena reputasinya sebagai ikan "monster".

Pada umumnya, ada dua jenis piranha yang dipelihara di akuarium : Jenis Pygocentrus (bergerombol) dan Jenis Serrasalmus (solitare).

Jenis Pygocentrus ada 3 : Pygocentrus Natteri (Red Bellied Piranha, Amazone), Pygocentrus Cariba (Black Shoulder Piranha, Caribe), Pygocentrus Piraya (San Francisco Piranha). *Untuk karakteristiknya silahkan digooling aje ya!

Umumnya juga, ikan Piranha yang di jual di Indonesia yaitu Jenis Pygocentrus. Untuk jenis yang lain sudah mulai diperdagangkan tapi jarang, itupun dengan harga yang mahal karena masih impor dari negara asalnya.

Piranha saya ini Red Bellied Piranha breed lokal punya beroh. Dan ikan Jenis Pygocentrus inilah yang mau saya obrolkan.. :)


Pygocentrus Nattereri memiliki karakter yang suka bergerombol/koloni. Ikan ini bersifat karnivora, kanibal, predator, agresif, memiliki rahang yang kuat dan susunan gigi unik dan tajam.

Ikan ini juga makan dengan cara mencabik mangsanya. Ikan yang hidup berkoloni ini memiliki sifat kanibal yang akan memangsa koloninya yang sakit atau lemah, dan yang menjadi karakter dominan genus ini tubuhnya yang gempal, sekel dan padat.


Cukup menyenangkan melihat ikan ini makan, karena ikan ini menjadi terlihat sangat ganas. Di youtube bahkan saya pernah melihat ada yang memberi makan ikan mereka mossi (tikus) hidup. Keren.. namun sejauh ini saya tak senekat itu!

Sekilas Piranha sangat mirip dengan kerabatnya ikan Bawal (Pacu). Namun jika diteliti lagi akan nampak perbedaan yang sangat jelas. Perbedaan bisa dilihat dari bentuk mulut, rahang, gigi, sirip ekor bahkan bentuk tubuh.

Sebagai newbie yang masih meraba-raba, tentu memelihara Piranha awalnya banyak problem yang saya temukan. Seperti : ikan mabok, panik, pemalu, diem di permukaan air, dan kalau dikasih makan gak langsung disamber.


Berhubung saya tipe orang yang selalu merasa bersalah jika gagal akan sesuatu, saya menganalisis sampai ketemu titik permasalahan dan mendapatkan solusinya.

Dari kegagalan tersebut, saya berusaha mempelajarinya dan saya niatkan men-share pengalaman saya. Yakali ada yekan, yang minat mau memelihara ikan Piranha di akuarium! (mulia banget niatnya!)


Bagaimana cara memelihara ikan piranha di akuarium?

Red Belly Piranha (RBP) ikan yang hidup berkelompok jadi diusahakan rawatlah dengan jumlah minimal 6 ekor, kecuali jenis Serrasalmus.

Ketika pertama kali beli dan ditaruh di tank barunya, mereka tidak mau makan selama 3 hari. Mungkin mereka masih stress, tapi setelah itu makannya lahap.

Akuarium yang baru jangan langsung dicemplungin ikan. Colokin aje biarkan filter menyala kurang lebih 2 minggu hingga micro organisme yang bermanfaat bagi air dapat berkembang biak. Sistem sirkulasi tank dan filtrasinya belum mature, ditambah lagi masih bau lem bisa membuat ikannya mabok kepayang.

Tank Piranha cepat kotor karena makanannya daging dan kadang airnya cepat berbusa di permukaan. Oleh karena itu filternya harus memadai dan penggantian air juga diperlukan secara rutin 30% 3 hari sekali, atau 75% seminggu sekali.

Dari pengalaman saya, pas ganti air 30% dengan air baru (PAM) yang belum diendapkan, ikannya mabok, berenang sempoyongan, karena air masih mengandung kaporit. Saya sarankan, ganti dengan air yang sudah diendapkan semalam terlebih dahulu (minimal 12 jam).

Substrat seperti pasir dan kerikil tidak dianjurkan kecuali Piranha masih kecil. Kalau sudah dewasa nanti sekali ngiprit pasir terbang kemana-mana seperti di boom.

Sisa-sisa makan cepet dibersihin biar gak jadi bibit penyakit. Saat membersihkan akuarium, harap hati-hati. Bagaimanapun juga mereka ikan yang tertarik dengan daging, bisa saja tanganmu digigit.

Ukuran akuarium? Semakin besar akuarium maka akan semakin nyaman buat piranha. Tapi dikondisikan saja, kalo punya saya emang kurang ideal. Rencananya sih saya pengen bangun kolam baru pakai tembok kaca, semacam paludarium gitu! *korban youtube.. 😄

Untuk pakannya? sebenarnya ikan ini tidak terlalu rewel terhadap pakan. Berdasarkan pengalaman saya waktu Pygo masih pinyik, saya kasih FBW/Frozen Blood Worm/Cacing beku, Cacing tanah, Cacing sutra, hati sapi (mahal) atau ikan yang kecil-kecil juga bisa. *recommended buat gedein sampai size 5 cm.

Pakan lainnya : Ikan selar, Lele, Pelet AB, Usus ayam kiloan dibersihkan, recommended buat bantu cepet gede sampai ukuran dewasa, dan masih banyak lagi dicoba2 aja.. mana yang cocok dan paling gampang buat Owner.

Bahkan ada yang kasih udang kiloan, katanya buat merahin perut. Tapi menurut saya soal warna tergantung genetik atau batch ikan. Kalau saya warna tak masalah yang penting performa joss ganjos.

Untuk masalah Tankmate? Pernyataan Piranha binatang buas dan tak bisa dicampur dengan ikan jenis lain. 1000% itu bener.

Saya udah coba mulai dari masukin ikan mujair, lobster, patin, ikan mas, koki, koi, oscar, dan yang lain. Cepet atau lambat bakal kena juga. Saya pernah juga masukin ikan toman, karena saya pikir sama-sama predator bakal aman. Hitungan menit tinggal kepala.

Saya coba lagi masukin Bawal (Pacu) dengan ukuran yang sama, awalnya mereka akur dan tak ketahuan. Saya pikir trik ini akan berhasil, tapi sayangnya.. Bawal (Pacu) lebih cepat besar dari Piranha.

Alhasil penyamaran itupun ketahuan juga. Ikan Bawal mati mengenaskan disantap sama Piranha. Bahkan saya pernah masukin anakan Piranha, eh malah dijadiin dendeng deh.

Dari beberapa percobaan saya, tankmate sejati untuk Piranha yaitu ikan sapu-sapu. Ikan sapu-sapu ditengah Piranha berfungsi membersihkan tank dan sisa makanan Piranha.

Piranha di habitat aslinya hidup di air yang gelap, mereka selalu menghindari dari terpaan matahari. Sehingga di aquarium Piranha sangat sensitif dengan cahaya, gerakan tangan, dan bayangan, kagetan, takutan, langsung kocar-kacir menabraki kaca aquarium ketika ada yang datang mendekat. Bawaan orok emang gitu apalagi kalo masih kecil (size dibawah 10cm), kecuali jenis Serrasalmus.

Tapi itu bisa dirubah sedikit2, saran saya untuk awal-awal bagian luar akuarium (belakang dan samping) lebih baik ditutup sama kertas karton hitam, taro akuarium di tempat yang banyak orang lalu lalang. Sering-sering interaksi sama ikan.. ajak ngobrol gitu. 😆

Kalo sudah besar sih, yang ada kitanya yang kaget dan takut. Lama-lama Piranha akan sangat terbiasa bahkan akan mulai mengejar2 tangan kita. Nah kalo ikannya udah mulai berani, baru deh lampunya bisa sedikit2 dibuat lebih terang, trus mulai diajarin cara makan hand feeding. Jadi sekali dicemplungin langsung disikat.

Piranha hidup di PH rendah sekitar 5 - 6 (beli alatnya). Agar mencapai kisaran PH tersebut, air biasanya saya rendam bersama dengan daun ketapang yang sudah kering. Fungsinya dalam pemeliharaan ikan, katanya biasa digunakan untuk ikan yang lagi stress, agar gak gampang kena penyakit.

Dan itu terbukti..! Tadinya saya gak tau daun ketapang wujudnya seperti apa, tapi saya tanya langsung sama orang kampung sini.

Soal temperatur 22-27 C, sudah sesuai dengan kebanyakan temperature air di Indonesia dan tidak terlalu berefek jika perbedaan suhu tidak signifikan. Saya coba pake air hujan tak masalah.

Piranha rakus akan oksigen, karenanya sediakan aerator yang memadai. Untuk menambah udara boleh filternya agak ditinggikan agar kucurannya menambah gelembung udara.

Kalau saya nggak suka gemericik, jadi pipa output filternya saya tenggelemin aje. Mati listrik bisa ditoleran Piranha dewasa jika tidak lebih dari 3 jam dengan kondisi air tidak butek. Lebih dari itu ikan megap-megap dan sayonara.

Jangan telat makan, yang ini penting sekali. Piranha spesies kanibal jika telat memberi makan maka temannya pun jadi santapan. Ikan Piranha saya kalo telat makan pasti ada yang somplak, tapi ntar sembuh lagi.

Oh iya, jika ada piranha yg sakit, cepet-cepet dikarantina karena piranha yang kondisinya sedang tidak fit akan jadi sumber bullying dan berakhir jadi camilan bersama.

Begitulah sedikit pengalaman saya dalam memelihara ikan Piranha. Sejujurnya tulisan ini mutlak bener adanya karena didasari hati yang iklas untuk berbagi.

Kalau mau ngintip videonya waktu masih lucu-lucunya. Visit to My Youtube Channel kalau sudi ya di Subscribe. Ehh

Kesimpulan :

Memelihara piranha itu sedikit repot dan butuh perawatan khusus, selain itu mayan merogoh kocek juga berohh.

Ikan Piranha dilarang untuk diperdagangkan karena merupakan spesies invasif. Artinya ikan ini dapat merusak keseimbangan ekosistem perikanan, karenanya jangan dibuang ke sungai, danau. Selebihnya dapat disimpulkan sendiri.

Bagi yang hobi, selamat memelihara ikan Piranha di akuarium dan rasakan sensasi gigitannya. Terima kasih

Sampai berjumpa lagi di next konten! 👌

Nite & GBU more.. Bye!!!

12 komentar:

  1. Beli dimana ikan piranha .. Saya kesulitan mau belinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, di toko ikan terdekat atuh boss..!

      Hapus
  2. Om piranha ukuran 3-4cm makannya sehari sekali atau bisa 2 hari sekali? Dan kalo ikan sapu2 di letakin didalam tank nya piranha ikan sapu2 nya jadi santapan juga ga?
    Tolong respon nya om masih newbie

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf ya baru muncul! Ukuran segitu lagi rakus2nya bro, kasih makan pagi sama sore secukupnya. Sisa-sisa makan cepet dibersihin biar gak jadi bibit penyakit. Ikan sapu2 aman kok, Piranha gak doyan ikan sapu2 kulitnya keras (kecuali udah laper banget, suka ditoel2), ikan sapu2 tugasnya buat bersihin sisa makanan dan tank biar gak lumutan. Makasih udah berkunjung..!

      Hapus
  3. saya beli yg 5 cm 10 ekor ditaruh di tank S sekitar 30 cm, baru beli lgsung makan,cumak share pengalaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah sharing pengalamannya. Kalo boleh urun saran, siap2 dah upgrade tank-nya.. sebelum ada korban nyawa :D

      Hapus
  4. Saya pelihara piranha tanpa filter, caranya pelihara dulu anakan piranha tsb di ember bulat ( baskom ), airnya tingginya cukup 20 cm saja ( untuk 10 ekor anakan piranha panjang 6 -7 cm. Setelah sebulan baru pindahkan ke aquarium, juga tanpa filter. Airnya disedot 1/4 saja dari tinggi air aquarium setiap minggu. Ikan piranha tsb akan tahan hidup tanpa filter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantul! Artinya Piranha dilatih sejak dini.. bisa, bisa! Hehh. Terima kasih ya sudah sharing

      Hapus
  5. He. Saya beli Ikan Piranha 1 Ekor ukuran 3 jari lah. Sudah 2 bulan saya pelihara di Aquarium.. saya Coba masukin Ikan Gabus panjang 30 cm an. Biar jadi temannya.. awalnya Akur.. setelah Seminggu Malah Bertempur.. Dua-duanya Mati semua.. saya pulang Kerja saya lihat Ikan Gabusnya Loncat keluar Aquarium dengan Ekor yg luka. Dan Mati.... Piranhanya Tetap di Aquarium tapi Babak Belur. Akhirnya Mati Juga...
    Sekarang saya beli Piranha lagi dan saya Campur sama Sapu-sapu.. dan mereka Damai..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehh .. iya, tankmate untuk ikan piranha cuma ikan sapu - sapu. Terima kasih udh berbagi pengalamannya gan. Semoga sukses! ☕

      Hapus
  6. Gan. Sya baru beli piranha ukuran 4 jari lah. . . Di kasih makan kok ga lgsg mkan kenapa ya gan?. Jadi bingung!. . Pdhal jarang d kasih makan. Apa mungkin malu kalo pas makan d lihat gitu ya gan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang gitu klo Piranha masih baru, Gan. Masih tahap adaptasi soalnye. Ntr juga makin berani dia, tangan aje kadang mau dihantam. Sering-sering aje diajak ngobrol.. hehe. Btw, ada berapa ekor, Gan? Coba ceplungin anakan ikan lele, atau ikan patin (hidup tapi yah). 👌

      Hapus

1. Relevan (Tidak Out of Topic).
2. Sopan, jangan meninggalkan komentar SPAM di blog saya.
3. Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA.
4. Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir.
Terima kasih atas perhatiannya!

 
;