Kesempatan kali ini saya akan mengulas soal MUTASI.
Mutasi yang saya maksud disini, terkait dengan pemindahtugasan pegawai ke berbagai bidang dalam perusahaan atau biasa kita kenal dengan istilah rotasi, promosi dan demosi.
Mutasi bukan sejenis tindakan kejahatan yang sering anak muda lakuin sama pacarnya. *itu mutilasi cuk! :)
OK! Istilah 'mutasi' bukan hal yang asing dalam dunia kerja yakan. Bagi perusahaan yang sudah mempunyai sistem terorganisir, tentu ada mekanisme yang mengatur pegawainya dalam bekerja.
Penempatan pegawai sesuai dengan keahliannya atau "The right man in the right job". Suka-suka atasan dan manajemen deh, bawahan mah disuruh nungging ya nungging, disuruh jongkok ya jongkok.. itu typical pegawai yang taat asas dan aturan.
Mengalami mutasi kerja, bagi saya udah soal biasa. Easy going aje gitu!
Seperti yang sudah pernah saya singgung sebelumnya, bahwa ditempat saya bekerja punya aturan main yang sangat baku “Siap ditempatkan dimana saja, kapan saja (Ke luar kota, ke luar pulau, ke luar negara, bahkan
Kadang mengalami mutasi satu/dua tahun sekali, tetiba ada instruksi untuk pindah ke unit kerja yang lain. Kadang ada yang enam bulan. Bahkan ada hanya sebulan inilah yang disebut "back up".
Saya sendiri mengartikan mutasi itu sebagai penugasan pegawai dari satu tempat ke tempat lainnya. Artinya jika kita bekerja disebuah perusahaan, bukan hal yang tak mungkin untuk dimutasikan ke cabang, project atau client /vendor bagian mitra kerja dari perusahaan tersebut. Hal tersebut adalah wajar, karena perusahaan memerlukan orang-orang yang siap bekerja.
Seseorang dimutasi oleh pimpinan bukan tanpa alesan. Bisa karena kebutuhan perusahaan, project/client putus, mendapat project/unit baru yang membutuhkan tenaga yang berpotensi, atau bantuan tenaga baru yang masih fresh, yang menguasai suatu bidang. Mutasi model kek gini ini masih bersifat positif bagi jalannya operasional perusahaan.
Ironisnya, ada juga mutasi yang dilakukan oleh pimpinan kepada bawahannya karena faktor X. Model seperti inilah yang dikental dengan bau-bau like and dislike, bukan karena konduite atau performa dari pegawai yang terkena mutasi.
Siapa tau bagi sebagian orang mendengar mutasi seperti sedang interview di depan HRD eh tetiba mules pingin kentut, gak dikeluarin sakit.. kalau dikeluarin auto ditolak. Enggak se ekstrim itu kok. :)
Mutasi tidak perlu ditakutkan ataupun dilebih-lebihkan. Tak selamanya kita akan berada dalam suatu tempat dan posisi. Cepat atau lambat pasti kita akan di-rolling. Dalam dunia militer (corps/kesatuan) dikenal dengan istilah "tour of duty" dan "tour of area" atau perpindahan tempat/lokasi dan posisi/jabatan seseorang dalam kemiliteran.
Saat dimutasi ke sebuah unit/project otomatis kita disana dituntut untuk menjaga nama baik perusahaan yang kita usung. Akan terasa asing dari departemen yang lainnya. Disinilah sering timbul yang namanya komplain dari pihak client/project dimana kita diploting.
Tapi hal ini bukan berarti mutasi menjadi sebuah malapetaka, kalau kita mampu dan siap bekerja. No problem!! Bagaimanapun, setiap pekerjaan memiliki tantangan masing-masing yakan! Asalkan mindset kita selalu positif dan siap untuk beradaptasi dengan hal baru, mutasi kerja bisa menjadi tantangan yang asyik bin seru!
So gimana sih rasanya kalau dimutasi? ini pengalaman pribadi saya yak, jadi ga berani sampein kalau bukan pengalaman langsung.
Awalnya dimutasi rasanya nano-nano gitu deh, ngak nyaman rasanya seperti anak baru lagi. Namun dengan usaha dan kemauan semua terlewati bahkan kadang bisa lebih betah di tempat baru, so jangan kalah sebelum berperang. Saya jadi ingat kata-kata mutiara Bapak saya "Never comeback, before you try!".
Balik lagi cara memaknai mutasi itu, tergantung sudat pandang masing-masing yakan. Saya sendiri kadang memaknai mutasi sebagai musibah, kadang juga justru saya memaknainya sebagai sebuah anugerah. Kok bisa? Tunggu dulu..
Dzujur nih! kalau soal mutasi ini ada enaknya ada ngak enaknya juga. Saya coba ikutin budaya Indonesia dulu ya, biasanya melihat sesuatu dari yang gak enak dulu.
Gak enaknya :
Berat harus bercerai mata dengan kawan letting seperjuangan, sependeritaan di kantor lama udah kyak sodara. Rasanya sedih harus jauh dari mereka bahkan kadang sampai terjadi tumpah air mata.
Note : khususnya dimutasi dari perusahaan yang “enak” ya, kalo pare/pahit sih pasti dalam hati saya “Ya Tuhan kenapa gak dari dulu sih saya dimutasi.. :D” ini yang saya sebut dengan 'Anugerah'.
Enaknya :
Banyak enaknya kalau kita dimutasi itu, bisa banyak teman baru, menambah pengalaman/wawasan dan mendapat suasana kerja baru ya itung-itung refresh. Kan bosen juga kalau kerja di satu tempat terus kerjanya itu-itu saja.
Note : khususnya dimutasi ke perusahaan yang lebih “enak” ya, tapi kalau dimutasi ke perusahaan yang super duper bawel ya apes juga, ibarat lepas dari kandang singa masuk kandang buaya. Ini yang saya sebut dengan 'Musibah'. :D
Next.. Pegawai yang sudah sering dimutasi pastinya berpengalaman, bawaannya juga sersan (serius santai). Ada gak ada atasan kerja biasa aja sesuai kapasitasnya. Mainnya selow tapi pasti, dan kalau ada masalah berusaha mencegah atau di-keep dulu untuk mencari solusi. Artinya gak grasak-grusuk. Kalau salah ya terima (menerima kritikan) dan berusaha membenahkan diri ke depannya.
Berbanding terbalik dengan Pegawai yang tidak pernah dimutasi, panikan atau grasak-grusuk gak jelas (dikit-dikit laporan/ngadu ke atasan, seolah2 tak bisa ngatasin masalah dilokasi kerja), kerjanya nyari poin di depan atasan/menjilat karena takut dimutasi. Kalau lagi ada atasan kerja kyak bener aje.. ahaha.
Terus.. terus!! kalau ada masalah suka over bola artinya tidak mau terlibat (nyelamatin diri sendiri). Kalau berargumen di depan atasan suka bilang gini “Kalau saya pribadi sih.. bla.. bla.. (membela diri sendiri)” yang tujuannya melemparkan masalah itu ke temannya. Hati-hati kalau ketemu teman model kek gini ini, gak guna! Kalau di bawa kerja tim gak masuk tipe pegawai kyak gini. Sifatnya soliter! :D
Karenanya jika suatu saat kita dipindahtugaskan ke tempat baru, saya berbagi sedikit formula.. anjay formula! Wkwk. Mungkin beberapa masukan berikut dapat membantu kawan diluar sana yang mengalami hal serupa, Check it out bossku :
1.Mental
Persiapan mental merupakan fondasi utama untuk menghadapi mutasi kerja ke tempat yang baru. Sebaiknya kita berfikir positif tentang mutasi itu. Ikhlas dan tetap semangat, dimutasi bukan tak dibayar towh?
Tidak semua orang punya mental yang sehat dengan adanya mutasi. Banyak yang keterbelakangan mental (mental tempe), tapi masih aja dipakai perusahaan karena bawaan orang dalem! Ada juga ABS “Asal Bapak Senang” alias anak monyet! Biasanya pegawai tipe “ABS” pakai sistem SAP (Sesuai Amplop Putih) kan ngehek!
Setiap mau dimutasi ada saja alesannya, entah sakit sipilis lah, dan masih banyak alesan yang tujuannya agar tidak dimutasi. Temannya sudah ditugasin kemana-mana, nah kalau penjilat ini biasanya stay disatu tempat aje, gimana caranya dia jangan dipindah. Ini lah yang membuat rotasi tidak sehat. Hidupnya bagaikan benalu alias makan tulang teman. Karenanya ada kebanggaan tersendiri kita punya mental yang sehat sehingga layak dipasarkan atau lebih menjual dibanding si mental tempe itu.
2.Mindset (pola pikir)
Anggap saja mutasi sebagai pembelajaran untuk menimba ilmu baru dalam perusahaan. Dengan mutasi, kita memiliki kesempatan untuk mempelajari hal baru, bersama orang-orang baru, dan pengalaman baru tentunya ini bagian dari strategi untuk portfolio di cv kita tentunya. *meskipun CV tak dilirik :)
3.Perkenalkan diri
Meskipun kita sudah ratusan purnama gabung disebuah perusahaan di kantor sebelumnya, saat ini kita adalah orang baru. Segera menghadap atasan baru untuk memperkenalkan diri. Kita yang harus aktif berkenalan dengan orang2 di kantor baru. Usahakan agar para staf dan karyawan bersedia memberikan dukungan dan kerja sama pada kita sebagai mitra kerja.
Kesalahan yang dilakukan pada perkenalan pertama kali, bisa memberikan akibat kurang menyenangkan, dan kurangnya dukungan atas kehadiran kita. Jangan sampai kita dicap belagu/songong. Bila penting lemparkan senyum selebar-lebarnya hingga melebihi lebar pintu ke tiap orang disana. Ya ramah dulu deh, supel, baik2in tuh orang lamanya. Ntar kalau udah saling kenal boleh deh ugal-ugalan lagi.. haha.
4.Adaptasi
Setelah kita menerima SK Mutasi dari kantor, sebaiknya kita bisa merapat 1 hari sebelum on duty di unit baru. Biasanya kita akan menemui tantangan pada lingkungan baru ketika dimutasi kerja. Tentu saja kita harus mengenal lingkungan, budaya kerjanya, sifat dan sikap orang-orangnya. Ini penting sekali karena nantinya sehari2 kita akan selalu berurusan dengan mereka. Tentunya adaptasi bisa kita mulai dengan kepo. Banyak bertanya cari tahu dulu seperti apa sih lingkungan dalam penugasan kerja kita berikutnya.
5.Pelajari SOP
Silahkan bertanya tentang gambaran umum, job desk maupun kendala yang sering dihadapi ke rekan2 seniornya yang nantinya akan kita geluti.
Ada kalanya kita lebih nerima atau manut. Maksud saya, kita sebagai anak baru kalau diomelin, di-pressure, disalahkan melulu, ikutin saja jangan dilawan apalagi baper (manja banget dah ahk). Ya wajar atuh namanya kita masih baru bergabung. Tidak semua pegawai langsung “klik” atas kehadiran kita, pasti ada saja yang tidak suka bisa jadi takut tersaingi atau apalah.
Jangan bilang pernah dimutasi kalau belum pernah denger kalimat “Apaan sih nanya mulu!” dari anak lamanya dan itu wajar, saya juga pernah kok sejahat itu sama anak baru..haha.
Note : ketika kita diomelin sambil kita perhatikan alurnya (kesalahan kita di sebelah mana gitu). Nanti kalau kita sudah tau bener alurnya bisa deh balik menyentil mereka.. :D
6. Pelajari Visi/Misi Unit Kerja.
Banyak pegawai yang cuman kerja, tapi gak paham proses bisnis perusahaan. Yang penting dapat transferan ke rekeningnya setiap bulan. Pegawai sejenis ini biasanya ngeluh melulu soal gajih padahal kontribusinya terhadap perusahaan Nol besar. Kerja gak becus, ditugaskan ke suatu project nolak melulu tapi pingin gaji segede gaban. Wkwk
Karenanya pelajari proses bisnis unit kerja tersebut, struktur organisasi nya, dan ruang lingkupnya. Agar kita paham alur (golden rule). Sehingga kita mempunyai gambaran secara komprehensip bagaimana proses bisnis di unit kerja tersebut, serta cara kerja karyawan.
Okey itu saja sih yang saya anggap lebih penting saat mengalami mutasi kerja. Selama bekerja sebagai pegawai, mengalami mutasi buat saya sudah hal yang biasa. Saya nikmatin aje dimana saya diploting. Meskipun banyak duri, baik dari atasan dan rekan sendiri. Karenanya saya tidak mau cinta mati terhadap project tersebut. Dan kadang saya berpikir “kira-kira besok saya dimutasi kemana lagi ya!”.
Baca juga :
Ikatan dinas ke PT.Freeport Indonesia
Sejauh ini alasan saya dimutasi karena Unit/Project nya putus cinta berohh. Tapi bukan berarti saya sudah sempurna gak pernah salah saat kerja (sering malah dapat semprotan dari atasan.. haha). Kalau kerja pasti ada aje problem, itu wajar. Manusia diciptakan dengan segala kekurangan dan kelemahan, karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Tuhan.
Terlepas dari kejenuhan rute bermotor saat pulang pergi dari/ke kantor, mutasi saya anggap my trip my adventure. Live your life, if you want a real adventure.. :D
So, mari hadapi mutasi dengan happy.
Sampai berjumpa lagi di segmen selanjutnya! Nite and GBU more.. Bye!!! :)


0 komentar:
Posting Komentar
1. Relevan (Tidak Out of Topic).
2. Sopan, jangan meninggalkan komentar SPAM di blog saya.
3. Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA.
4. Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir.
Terima kasih atas perhatiannya!