Jadi ya, pengalaman seru liburan bukan hanya saat perjalanan menuju kampung, begitu pula saat berada di kampung halaman tentu memiliki banyak cerita yang tak kalah menarik untuk diobrolkan.
Tulisan ini akan mengurai agenda liburan di Pulau samosir. Namun sebelum cuap-cuap lebih jauh, saya kasih tahu dulu nih..
Kampung saya berada di Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Meskipun kampung saya ini tergolong dusun, tapi jauh dari kata menyeramkan.
Hmm.., serem sih enggak, cuma agak ngerii..! Tempat ini dikenal dengan komplek Cijantung. Selalu ramai, gecor suka bikin jantung serasa mau copot.
![]() |
Di depan rumah (seberang jalan raya) ada Lapo Tuak dan banyak rumah warga. Jadi kalo malem nih ye, ramai dihibur sama ‘parmitu’. Tau kan kalo parmitu lagi nyanyi, beuhh merdu sekali dari suara 1–5, sampai suara perut. 😄
Selanjutnya, kira-kira 100m dari rumah bisa jungkir balik mandi sepuasnya ke Danau Toba. Jadi kalo mau renang nih, cuma handukan, atau bahkan pake kolor doang dari rumah. Seru pokoknya!
![]() |
Sumber air mineral di sini, diambil dari air gunung yang dialirkan ke rumah masyarakat. Jernih dan seger, tapi kadang kalo hujan agak keruh. Siap-siap aje kuras bak mandi.
Saat saya di kampung, koneksi internet agak lemot *lemot apa nggak ada kuota beda tipis yah!*. Mungkin karena faktor Natalan juga kali yah jadi jaringan sibuk. Sinyalnya datang, lalu hempas, datang lagi.. hempas lagi. Agak kuciwa lah!
Makanya kalo kalian perhatikan selama liburan yang lalu, saya nggak pernah mengudara. Kalo ada yang hubungin saya juga pasti slow respon. Maafkeun yah, selain saya ‘fokus’ menikmati liburan bersama keluarga, yah itu tadi sinyalnya kabur-kaburan.
Lalu, apa saja agenda kami saat liburan di kampung halaman Pulau Samosir?
Saya sendiri pertama di kampung bawaannya ngasur gaes. Mungkin karena lelah diperjalanan juga kali yah. Pokoknya selimutan terus, suhu disana kan dingin sekali mamen.
Ya iyalah, orang udah lama tinggal di ‘neraka’ pulang ke Pulau Samosir yang katanya Negeri Indah Kepingan Surga , pasti kedinginan.
Ahh sok–sok an..
Tapi emang beneran dingin lohh, yang pasti udaranya juga seger banget. Pagi-pagi tuh berasa kayak di pilem-pilem korea gitu. Kalo ngomong ada asapnya 😁. Ponakan saya tuh penasaran, senang banget niup-niup sendiri pengin lihat asap yang keluar dari mulutnya.
Agenda berikutnya kami menikmati suasana Natal di kampung halaman. Silaturahmi dengan saudara dan keluarga terdekat. Banyak juga keluarga yang dateng ke rumah, termasuk kakak saya dan keluarganya yang juga mudik saat itu.
Bagian ini yang dinantikan saat mudik. Kumpul sama saudara dan keluarga tercinta menjadi sebuah momen yang luar biasa. Bernostalgia tentang kehidupan masa lampau. Sangat menyenangkan, bersendagurau, haru dan lucu semua bercampur jadi satu.
![]() |
Agenda berikutnya, ziarah ke makam Oppung dan Uda (panggilan untuk adiknya Bapak). Kebetulan tempat makamnya berdekatan, dan tidak terlalu jauh dari rumah. Kalo jalan kaki sekitar 20 menit, kalo ngesot? Nggak tahu sih, belum pernah nyoba.
Sepulang ziarah ngapain lagi kalo bukan berenang. Selama liburan di kapung halaman, pagi dan sore itu berenang menjadi suatu rutinitas favorit.
![]() |
Apalagi ponakan saya, hobi. Mereka berenang dengan suara yang memekik dan girang. Suasana liburan sangat kami nikmati dan menyenangkan. Yeaaaay, time to holidaaaay!
Agenda berikutnya masih dengan suasana Natal. Manjain lidah menikmati masakan Ibu.
Arsik, Ikan bakar, dan tak kalah nikmat ayam bakar ala Batak Toba yaitu “Napinadar” (Marsira Pege). Belum lagi setiap pagi makan lappet plus mie gomak pedas. Uh, yummy!
Pokoknya selama liburan di kampung selalu disajikan makanan super duper enak deh. Sungguh tradisi mudik yang apik. Setiap pulang kampung emang gitu.
Orang tua kalian gitu nggak sihh??
Saya juga heran, padahal dulu waktu saya masih di kampung, saya masih ingat betul, paling juga ada ikan asin (gulamo) atau ikan sampah kata orang sono mah.. 😝
Apakah ini semacam daya tarik gitu biar kita ingat terus kampung halaman?? Entahlah, yang jelas ini salah satu yang saya rindukan dari kampung halaman yaitu makanannya dan masakan Ibu.
Di rumah kami memiliki dua ekor anak anjing. Ponakanku ini awalnya takut, tapi lama-lama jadi bersahabat sama anjing. Apapun yang dia makan akan dibagi ke anjing, mulai dari lauk yang ada di meja makan, roti, sampai permen.
![]() |
Agenda yang berikutnya, Senin 28/12/2020 menghadiri pesta/upacara adat “Sulang-sulang pahompu”.
Sebetulnya edisi pulang kampung beberapa hari lalu itu. Selain liburan temu kangen bersama keluarga, ada keperluan lain yang waktunya bersamaan yaitu menghadiri pesta kakak saya (mangadati).
Jadi sekali mendayung dua pulau terlampui, pulang kampung temu kangen orang tua dan saudara, sekaligus menghadiri pesta kakak saya/upacara adat batak “Sulang-sulang pahompu” di huta Siallagan, kurleb 4km dari rumah.
Upacara adat sulang-sulang pahompu sendiri sifat dan maknanya sama dengan upacara adat pernikahan orang batak toba.
Terlalu panjang bila saya paparkan, namun untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik (bagi sobat yang belum tahu). Di sini saya udah coba transkip pengertian Upacara Adat Sulang-sulang Pahompu. Serta sedikit spekulasi bulsit.. 😄
Silahkan tekan tombol spoiler di bawah ini!
Apa arti Sulang-sulang Pahompu :
Puji Tuhan semuanya berjalan lancar..
Agenda berikutnya, kami melakukan tour keliling Pulau Samosir. Sudah jauh-jauh liburan ke Pulau Samosir tentu saja, agenda rekreasi harus selalu dimasukkan ke dalamnya.
Jalan-jalan ke tempat wisata unik di Pulau Samosir menjadi bagian tak kalah menyenangkan. (Cerita pengalaman Tour Keliling Pulau Samosir akan diulas tersendiri di post berikutnya.. 🙏).
Kita lanjutkan saja ke agenda berikutnya, mengenang masa lalu.. 😊
Pulang kampung itu bukan cuma makanannya yang pasti bikin kangen. Kesempatan untuk menikmati suasana pedesaan juga jangan sampai terlewatkan.
![]() |
Kampung halaman itu menyimpan semua kenangan masa lalu yekan. Segalanya bermula dari kampung, dan ingin sekali mengulang semua cerita masa lalu itu. Makanya sehari sebelum kepulangan, kami meluangkan waktu untuk mengenang masa lalu.
Kami mendaki bukit sekaligus berkunjung ke rumah oppung di Siarsam Dolok. Jalan kaki dari belakang rumah menuju ke bukit (dolok). Dengan hati yang riang dan gembira ponakanku ikut serta dalam petualangan ini. Keren!
![]() |
Ini rumah oppung saya dulu (sekarang udah kosong). Sampai kelas 4 SD saya masih tinggal di sini. Kelas 5 SD baru pindah ke rumah yang sekarang. Banyak kisah terukir disini.
Petualangan kami tak sampai di sini, selanjutnya menuju puncak Simartali-tali..
![]() |
Mungkin jika kalian pernah berkunjung ke Danau Toba, dari kejauhan atau bahkan dari atas kapal jika kalian amati. Selain pulau Tolping (sebuah pulau kecil di pinggiran danau toba di Tolping), maka akan terlihat sebuah bukit yang di puncaknya ada satu makam warna putih.
Nah itu lah tujuan kami sore itu..
![]() |
Ponakan-ponakanku bukannya capek, justru mereka semangat untuk mendaki naik ke bukit. Kata ponakanku berasa seperti Sibolang 😁. Sambil ketawa cekikikan menikmati perjalanan. Wow energik sekali kau anak muda!!
![]() |
Sesampainya di atas bukit, terlihat pemandangan yang sangat indah. Di sana ada bukit-bukit yang menghampar luas, dan banyak pohon pinus, udara sangat sejuk sekali.
![]() |
Kenapa saya bilang mengenang masa lalu? Yah, di sini dulu tempat saya marmahan horbo (ngangon kebo).. 😂
Tidak hanya ada bukit-bukit saja, melainkan banyak perkebunan yang mengitari bukit-bukit. Ada kebun coklat, jeruk, jagung, bawang, dan masih banyak lagi.
![]() |
Saya sangat senang berada di tengah-tengah hamparan alam yang begitu indah. Wajah-wajah ceria ponakanku ini mewakili perasaanku saat itu. Wow!!! Excited and great view love it!
![]() |
Tak terasa hari sudah sore, kami bergegas untuk segera pulang ke rumah. Perlahan tapi pasti, kami menuruni bukit, hingga akhirnya tiba di rumah pukul 17.30 WIB, kembali berenang. Malamnya prepare balik kanan ke rantau .
*Silahkan scroll gambar (atas–bawah)
Kira-kira seperti itu agenda kami saat liburan di kampung halaman Pulau Samosir. Wuahhh... !!! Hampir tak ada waktu yang terlewatkan.
Agenda nya bener-bener padat, kendati demikian tak ada rasa bosen. Malahan rasanya pengen tinggal lebih lama. Tapi, kerjaan di kota sudah manggil-manggil.. hehh.
Misi selesai!!!
Agenda liburan di pulau samosir berakhir. Disitu saya mikir, benar kata lagu batak yang berjudul "Pulo Samosir" :
Pulo Samosir do, haroroanku Samosir do, Ido asalhu sai tong ingotonhu | Saleleng ngolungku hupuji ho | 2x.. dst /*ribak laeeee.. 😂
Sesubur-suburnya tanah di pulau jawa (Jawa Barat), semewah-mewahnya Jakarta kota metropolitan, meski sudah lama ‘bertapa’ di sana, namun tetap hanya Pulau Samosir yang saya rindukan. Asyik!!!
Betewe, gimana kabar kampung kalian, udah masuk listrik belom??? Hahah, Eh maksud saya bagaimana cerita liburan kalian, lebih seru dong pastinya..
Sampai di sini dulu yah cuap-cuap kita malam ini.
See you next time..
Nite & GBU more. Bye..!!!




























0 komentar:
Posting Komentar
1. Relevan (Tidak Out of Topic).
2. Sopan, jangan meninggalkan komentar SPAM di blog saya.
3. Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA.
4. Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir.
Terima kasih atas perhatiannya!