Dipersorry ye! Ceritanye minggu lalu, pass saya lagi sok asyik nge-blogging gitu, eh tiba-tiba ada urusan real life. Jadinya postingan saya ngatung nggak jelas. *langka pikiran*
Nah waktu luang kali ini, saya mau lanjut membahas sejarah kopi Starbucks® (Page 2).
Nah waktu luang kali ini, saya mau lanjut membahas sejarah kopi Starbucks® (Page 2).
*****
Untuk mendapakan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah terlebih dulu post “sebelumnya”.
Next..
Next..
[Tahun 1900 - 1910]
RW.Hills (Pendiri Hill Bross Coffee) menciptakan proses kemasan vacuum packaging yaitu proses yang menghilangkan udara dari kemasan kopi sehingga menghasilkan biji yang lebih segar.
Meski bagus untuk konsumen, tapi berita buruk bagi roaster lokal, tak sedikit di antaranya harus gulung tikar (tutup).
[Tahun 1901]
Luigi Bazzera seorang pengusaha Italia, menciptakan mesin kopi manual pertama. Beliau terinspirasi dari karyawannya, karena melihat waktu istirahat karyawan menjadi singkat hanya untuk menyeduh secangkir kopi. Karena itulah namanya espresso (kopi "ekspres").
[Tahun 1903]
Jerman menemukan kopi decaffeined. Saat itu Ludwig Roselius dan Karl Wimmer (Importir kopi Jerman) secara tidak sengaja menemukan cara untuk membuat kopi tanpa kafein.
Salah satu pengiriman kopi mereka dari Nicaragua, kapalnya hanyut terendam air laut. Namun rasa kopi yang diseduh masih enak, walaupun kopi telah kehilangan sebagian besar kafeinnya.
Karena mereka tidak ingin menjual kopi asin (akibat terendam air laut), peneliti importir menemukan cara mengekstrak kafein menggunakan pelarut dan uap.
[Tahun 1901]
Seorang ahli kimia Jepang – Amerika, Satori Kato mengaplikasikan dehydration process. Dia menciptakan campuran kopi agar mudah larut saat diseduh.
[Tahun 1906]
George Washington mengambil konsep tersebut dan menghasilkan berbagai inovasi yang tak ribet dan praktis. Menciptakan kopi instan pertama yang diproduksi secara massal.
Kopi instan sangat mudah diterima karena sangat praktis dan cepat disajikan. Bahkan tentara Perang Dunia I, menggunakan kopi instan dalam keseharian mereka.
[Tahun 1908]
Seorang Ibu rumah tangga Jerman menciptakan filter kopi pertama. Melitta Bentz warga Dresden, berusaha mati-matian untuk menemukan cara menyeduh secangkir kopi yang ideal tanpa rasa pahit yang bisa diakibatkan oleh overbrewing.
Setelah melalui banyak percobaan dan kesalahan, Melitta Bentz terinspirasi dengan buku gambar anaknya.
Dimana saat itu, secara tak sengaja menyenggol kopinya dan tumpah ke buku gambar anaknya. Melihat hal itu dia menemukan alat yang tepat.
Lalu, Dia memotong berbentuk lingkaran, meletakkannya di cangkir logam dengan lubang-lubang di bagian bawah, menambahkan kopi bubuk dan menuangkan air panas ke atasnya untuk menyaring.
Dengan cara ini, ampas kopi tidak tercampur/sudah tersaring di filter. Akhirnya dia menciptakan paper filter yang disebut “melitta”.
[Tahun 1933]
Dr. Ernesto Illy mengembangkan mesin espresso otomatis pertama. Itulah makanya Dia dikenal sebagai "Bapak Espresso".
Betewe, kenapa jadi dia yah Bapaknya si Espresso?? Padahal Om Luigi Bazerra kan udah bikin mesin espresso di tahun 1901, meskipun masih manual. Bener nggak?? *Maaf ya, saya gitu orangnya suka protes.. Hahh. -Skip-
[Tahun 1938]
MaxMorgenthaler butuh waktu tujuh tahun untuk menyempurnakan kopi instan karena suka beku dan kering.
Saat itu Nestle dengan produknya “Nescafe” menjadi produk paling inovatif di sejarah kopi instan dunia. Bahkan menjadi satu-satunya brand yang memasok kopi untuk militer Amerika Serikat pada Perang Dunia II.
Penjualan juga meningkat pada tahun 1956 dengan diperkenalkannya lewat iklan di TV A.S. Perusahaan-perusahaan teh, tidak mau ketinggalan, mereka segera membalas dengan memperkenalkan “Tea Bags”.
[Tahun 1945]
Saat itu, semua mesin espresso berbasis uap, yang menambahkan rasa pahit atau terbakar pada kopi.
Achille Gaggia menghabiskan waktu bertahun-tahun mengembangkan mesin espresso berbasis uap menjadi menggunakan pompa piston dan air yang dioperasikan secara manual untuk mengekstraksi brew bertekanan tinggi.
Mesinnya sukses, dan teknik barunya mengungkapkan penemuan yang tidak terduga. Untuk pertama kalinya, "crema" muncul pada espresso. (Crema : busa berwarna cerah yang indah itu merupakan bagian penting dari setiap espresso).
[Tahun 1948]
Kata "Cappucino" mendunia. Cappucino berarti "tudung kecil", terinspirasi dari Biarawan dari suku Capuchins.
Yaitu memiliki jubah cokelat dan menggunakan tutup kepala berwarna putih. Minuman itu mengingatkan orang Italia pada suku Capuchins.
*Ehemm.. coba dulu, yang mereka lihat itu suku batak ya, pasti nama minumannya jadi “BatakO”. Barista bakalan kesulitan dah tuh membuat motif ‘ulos’. Anjeerrrr! #kidding 🤣
[Tahun 1966]
Kopi spesialisasi hadir di Amerika Serikat. Alfread Peet, putra seorang roaster kopi Belanda, ditugaskan dengan membawa kopi hasil roasting ke Amerika Utara.
Dia lahir di Belanda, dia berkeliling dunia, bekerja sebagai cupper (pencicip) dan pembeli, untuk berbagai perusahaan kopi dan teh.
Karirnya membawanya ke Amerika Serikat, Disana dia mendapati kopi dengan kualitas buruk sehingga dia mulai me-roasting sendiri dan segera membuka “Coffee & Tea Peet” di Berkeley, California.
Dia mengembangkan selera membuat kopi dark roast di kalangan akademik yang antusias dan peminum kopi yang lebih menyukai citarasa kopi.
Disanalah dia bertemu dengan Jerry Baldwin, Zev Siegl dan Gordon Browker. Dia membimbing rekannya itu bagaimana me-roasting kopi untuk mendapat kualitas yang baik. Dan ketiga pemuda inilah menjadi pendiri Starbucks®, setelah kembali ke Seattle, AS.
[Tahun 1971]
Kedai Starbucks® pertama dibuka di Pike Place Market, Seattle - Washington, pada tanggal 30 Maret 1971 oleh tiga sahabat : Jerry Baldwin (guru bahasa Inggris), Zev Siegl (guru sejarah), dan Gordon Bowker (penulis).
Ketiganya terinspirasi oleh pengusaha pemanggangan kopi (roaster) Alfred Peet, yang mereka kenal secara pribadi, untuk menjual biji kopi berkualitas tinggi beserta peralatannya.
Awalnya, perusahaan ini hendak diberi nama Pequod yang diambil dari nama kapal pemburu “Moby-Dick”, tetapi nama ini ditolak oleh sejumlah pendiri pendamping.
![]() |
Awalnya, perusahaan ini hendak diberi nama Pequod yang diambil dari nama kapal pemburu “Moby-Dick”, tetapi nama ini ditolak oleh sejumlah pendiri pendamping.
Perusahaan ini akhirnya diberi nama sesuai nama mualim satu kapal Pequod, STARBUCKS.®.
Nama itu membangkitkan romansa laut lepas dan tradisi pelaut para pedagang kopi awal. Selebihnya, seperti yang sudah kita bahas, adalah sejarah Starbucks. Starbucks terus berevolusi. Mereka tetap relevan, inovatif, dan unggul.
Awalnya Starbucks® hanya menjual whole beans dan tidak menjual minuman kopi. Selama tahun-tahun pertama beroperasi, mereka membeli green beans dari Peet's, kemudian mulai membeli langsung dari petani kopi.
Semuanya berubah saat Howard Schultz bergabung ke dalam tim Starbucks sebagai Direktur Pemasaran. Dia dengan kukuh meyakinkan trio pemilik Starbucks untuk menjual kopi yang telah diseduh.
Pada saat itu Jerry Baldwin, Zev Siegl dan Gordom Barker menolak ide tersebut mentah-mentah.
Howard Shultz ternyata tak menyerah dan berhasil menemukan coffee chain yang sangat sukses bernama II Giornale Coffee.
Semuanya berubah saat Howard Schultz bergabung ke dalam tim Starbucks sebagai Direktur Pemasaran. Dia dengan kukuh meyakinkan trio pemilik Starbucks untuk menjual kopi yang telah diseduh.
Pada saat itu Jerry Baldwin, Zev Siegl dan Gordom Barker menolak ide tersebut mentah-mentah.
Howard Shultz ternyata tak menyerah dan berhasil menemukan coffee chain yang sangat sukses bernama II Giornale Coffee.
Untuk memahami tujuan Starbucks selanjutnya, mari kita lihat dari mana Starbucks berasal - dan apa yang telah Starbucks alami selama ini.
[Tahun 1973]
Starbucks Roasting Plant – Seattle, pertama dibuka
[Tahun 1983]
Howard Schultz mengunjungi Italia dan terinspirasi dengan “bar espresso” di negara itu.
[Tahun 1984]
Satrbucks® Caffe Latte pertama diluncurkan.
Pada tahun 1987, para pemilik asli menjual Starbucks ke Howard Schultz yang mengganti merek sebagian kedai kopi Il Giornale miliknya menjadi Starbucks dan segera memperluas operasinya.
Pada tahun itu pula, Starbucks membuka kedai pertamanya di luar Seattle di Waterfront Station, Vancouver, British Columbia, dan Chicago, Illinois.
Pada tahun itu pula, Starbucks membuka kedai pertamanya di luar Seattle di Waterfront Station, Vancouver, British Columbia, dan Chicago, Illinois.
[Tahun 1990]
Starbucks Support Center diperluas dan membangun Roasting Plant yang baru.
[Tahun 1993]
Starbucks Roasting Plant kedua dibuka di Kent, WA
[Tahun 1995] Starbucks Roasting Plant dibuka di York, PA
[Tahun 1998]
Starbucks bermitra dengan Conservation International.
[Tahun 2000]
Starbucks meluncurkan Commitment to Origins™ & Special Reserve Coffee Program.
[Tahun 2002]
Starbucks menerbitkan Corporate Social Responsibility Report pertama.
[Tahun 2004]
- Farmer Support Center dibuka di San José, Costa Rica
- Diterbitkan program Coffee Masters
- Starbucks mengesahkan/memformalkan C.A.F.E Practices dalam kemitraan dengan konservasi internasional.
[Tahun 2007]
Starbucks Farmer Support Center buka di Rwanda
[Tahun 2008] Starbucks meluncurkan program SHARED PLANET.
Pike Place Roast, kopi blend pertama yang dibuat dari permintaan pelanggan, memulai debutnya pada tahun 2008
[Tahun 2008]
Starbucks menjadi The world’s Largest Buyer of fair trade certified coffee.
[Tahun 2012]
Starbucks memperkenalkan whole beans dengan level roasting “Blonde / Light roast”. Contoh : Veranda.
[Tahun 2013] Starbucks membeli lahan kopi pertama di Hacienda Alsacia.
[Tahun 2014] Starbucks Reserve® dibuka.
[Tahun 2015] Starbucks reaches 99% ethically sourced coffee.
[Tahun 2016] Starbucks Farmer Support Center buka di Brastagi, Medan – Sumut.
Tulisan ini merupakan (sebagian) hasil menimba ilmu perkopian selama saya ikut-ikutan Coffee Testing di Starbucks®.
Informasi ini saya dapatkan tidak ‘instan’, tidak juga sekedar (((dengar2))). Tentunya dengan sedikit usaha yang dibumbui sama rasa keppo tingkat dewa.
Sejarah kopi Starbucks® tercatat di “Coffee Master Journal Starbucks” (terdiri dari 5 BAB). Jadi ya, yang saya bahas ini, hanya kulit-kulitnya saja *hehe*.
Oh iya, mohon maaf kalau ada kesalahan atau kekeliruan dalam penulisan.
Untuk itu silahkan sobat berikan masukan, saran, kritik, atau sekedar meluruskan apa yang sudah saya tulis (agar segera saya revisi). Bahkan kalau mau memaki-maki juga boleh! *Boleh kak.. Silahkan!
Segala unek-unek yang berhubungan dengan artikel ini, akan saya tampung untuk pelajaran yang lebih baik. Terima kasih!
See you on top gaesss :)
Nite & GBU more! Bye..!!
*****
Nah, kira-kira seperti ittuh sejarah kopi Starbucks® yang bisa saya sharing-kan disini. Gimana sob, seru kan?Tulisan ini merupakan (sebagian) hasil menimba ilmu perkopian selama saya ikut-ikutan Coffee Testing di Starbucks®.
Informasi ini saya dapatkan tidak ‘instan’, tidak juga sekedar (((dengar2))). Tentunya dengan sedikit usaha yang dibumbui sama rasa keppo tingkat dewa.
Sejarah kopi Starbucks® tercatat di “Coffee Master Journal Starbucks” (terdiri dari 5 BAB). Jadi ya, yang saya bahas ini, hanya kulit-kulitnya saja *hehe*.
Oh iya, mohon maaf kalau ada kesalahan atau kekeliruan dalam penulisan.
Untuk itu silahkan sobat berikan masukan, saran, kritik, atau sekedar meluruskan apa yang sudah saya tulis (agar segera saya revisi). Bahkan kalau mau memaki-maki juga boleh! *Boleh kak.. Silahkan!
Segala unek-unek yang berhubungan dengan artikel ini, akan saya tampung untuk pelajaran yang lebih baik. Terima kasih!
See you on top gaesss :)
Nite & GBU more! Bye..!!



Mantul bg
BalasHapusSaya jg Partner bg
Bravo!!!
HapusKeep smile & keep spirits, stay dimana nih kalau boleh tau. 😁