Sesuai judul thread, waktu luang kali ini saya mau membahas tentang “Evolusi kopi” mulai dari First wave, Second wave, hingga Third wave coffee. Baca sampe selesai yah karena ini penting banget, hoho
Kini kopi sudah berubah fungsi dari yang tadinya hanya gaya hidup semata, menjadi sebuah kebutuhan bagi para coffee addict (pecandu kopi).
Rasanya kurang afdol yekan, jika sehari saja tidak ngopi. Saya sendiri menamai kopi itu "Holly Water" tentunya setelah air perjamuan kudus *haha*. Jadi kalo saya ibaratkan nih ye “hidup tanpa kopi, bagaikan burung tanpa sayap”. LOL..
Kembali ke laptop! #EA
Jadi gini, segala hal dalam hidup ini akan berevolusi dari masa ke masa. Misalnya kita sebagai manusia pasti mengalami evolusi. Right??
Jangankan manusia, kosa kata kids zaman now saja sudah banyak berevolusi. Contohnya : Jijay sebagai past tenses dari Jijik. Najis -> Najong. Mahal -> Mehong. Alamak -> Alemong. *Bacot!!!
Nah begitu juga dengan kopi. Evolusi di dunia kopi dikenal dengan istilah first wave, second wave, dan third wave. Kata 'wave' artinya pergerakan atau “gelombang” dan istilah ini popular hingga sekarang.
![]() |
| Coffee Talk :) |
Omong-omong soal kopi, kini kita sudah memasuki masa third wave (gelombang ketiga). Kepo dong, bagaimana evolusi kopi dari masa ke masa?
Nah disini saya akan mencoba mengasosiasikan antara “Sejarah kopi Starbucks” dengan istilah “Evolusi kopi” yang sedang kita obrolkan ini. Langsung saja yuk kita kupas kasus secara membabi-buta..
1. The First Wave Coffee (Kopi gelombang pertama)
Apa itu The First Wave Coffee?Gelombang pertama diawali sekitar tahun 1960-an. Pada masa ini kopi sudah mulai banyak dikonsumsi oleh semua kalangan baik di rumah maupun di kantor. Namun jenis kopi yang dikonsumsi masih berupa kopi instan (sachet).
Industri kopi pada gelombang pertama ini lebih memusatkan kepada inovasi kemasan, kepraktisan penyajian dan pemasaran yang gila-gilaan tanpa memperhatikan citarasa kopi tersebut.
Kopi disiapkan untuk harga yang lebih terjangkau dan juga mudah disajikan. Nestle dengan produk Nescafe-nya sudah mulai terkenal di gelombang pertama ini.
Sebagai catatan : The First Wave Coffee, suatu masa dimana kopi untuk dikonsumsi.
2. The Second Wave Coffee (Kopi gelombang kedua)
Apa itu The Second Wave Coffee?Gelombang kedua terjadi diakhir tahun 1960-an (awal 1970-an). Gelombang kedua ini muncul karena buruknya kopi pada masa gelombang pertama, sehingga mendapatkan kritik pedas dari peminum kopi karena kualitas rasa kopi yang jauh dari ekspektasi.
Peminum kopi di era gelombang kedua ini menginginkan kopi yang nikmat serta keingintahuan mereka tentang kopi yang mereka minum.
![]() |
| Semakin kepo :) |
Pada gelombang kedua ini, peminum kopi ingin berinovasi bahwa kenikmatan kopi itu lebih dari sekedar rasa, bukan lagi hanya untuk di konsumsi tapi juga pengalaman dan proses dari pembuatan kopi itu sendiri.
Peminum kopi mulai mengurangi konsumsi kopi instan, dan belajar cara menyeduh kopi sendiri dengan French Press.
Pada gelombang kedua ini, juga mendapat kritikan yang tak kalah menarik. Ritual minum kopi pun mendadak tergeser menjadi pengalaman minum kopi yang dikaitkan dengan kehidupan sosial.
Ide seperti menghabiskan waktu di cafe mulai populer bahkan urusan bisnis juga dibicarakan di coffee shop.
Istilah populer "Can i buy you a cup of coffee?" sangat populer pada masa ini. Banyak film-film yang secara tidak langsung ikut mempopulerkan istilah ini. Pesan yang ingin disampaikan sangat terlihat yaitu "Drinking coffee in cafr is lifestyle".
Gelombang kedua ini juga terbit seiring lahirnya sebuah brand besar yang mendunia. Apalagi kalau bukan : “STARBUCKS COFFEE” (Tahun 1971).
![]() |
Starbucks menjadi wajah dari gelombang kedua sekaligus ikon yang mengusung perkembangan kopi di masa itu. Starbucks tak hanya sekedar Coffee Shop tempat orang-orang menyeruput kopinya tetapi juga menjadi suatu gaya hidup.
Starbucks menyadari bahwa mereka bisa mengambil lebih banyak profit dengan menawarkan ragam pilihan kopi dengan harga tinggi.
Starbucks berinovasi menawarkan kualitas kopi (dark roast) dan minuman espresso yang baik kepada masyarakat. Selain itu, Starbucks juga membuat menu Frappucino (blended) yang mencuri perhatian banyak orang. Starbucks membuktikan bahwa kopi tak sekedar proses tetapi juga pengalaman saat meminumnya.
Tidak lama setelah itu, mulai banyak bermunculan Coffee Shop dan sejenisnya dengan konsep marketing ala Starbucks. Kemunculan Starbucks menjadi inspirasi bagi banyak pebisnis yang bergelut di dunia kopi.
Coffee Shop menjadi bisnis besar-besaran, karena ngopi di coffee shop menjadi gaya hidup yang sangat penting dikalangan masyarakat pada masa itu.
Kosa kata tentang dunia kopi mendadak ngebooming di mana-mana. Seperti cafe latte, espresso, dan cappuccino, etc.
Sebagai catatan : The Second Wave Coffee, masa dimana kopi itu untuk dinikmati.
3. The Third Wave Coffee (Kopi gelombang ketiga)
Apa itu The Third Wave Coffee?
Gelombang ketiga terjadi mulai tahun 1990-an hingga saat ini. Dimana kopi mulai mununjukkan eksistensinya, dengan kata lain kopi itu sendiri yang menjelma menjadi pemeran utama.
Pada gelombang ketiga ini peminum kopi menjadi tertarik dengan kopi itu sendiri. Mereka bukan sekedar menikmati kopi untuk kebutuhan kafein.
![]() |
| Akhirnya nyobain (keren). Haha |
Mereka juga ingin mengetahui lebih spesifik tentang kopi itu sendiri, seperti : dari mana asal kopinya, ketinggian penanamannya, variestasnya, bagaimana kopi ditanam, dipanen, pascapanen, proses pengolahan (wash, semi-wash, or dry), Level roasting dan metode seduh (brew), hingga disajikan.
Di gelombang ini juga mulai belajar mengenal “Karakteristik bij kopi” (Aroma, body, accidity, flavor) dan dikenal beberapa istilah seperti : after taste, bitterness, sweetness, clean or not, manual brew, etc.
Selain itu, pada gelombang ketiga ini, detail kopi yang kita pesan mungkin akan lebih banyak dibanding sebelumnya. Yang juga ditandai dengan menjamurnya "Latte Art" (sebuah seni menghias permukaan kopi menjadi beragam bentuk).
Banyak metode yang mungkin akan kita jumpai ketika mampir ke coffee shop terdekat. Seperti : Pour Over/Drip, Chemex, Cold brew, Siphon, etc.
Yaps, di gelombang ketiga ini, kopi sudah menjadi sebuah apresiasi, dihargai, dicintai dan dielu-elukan oleh para penikmatnya.
Para peminum kopi belajar untuk lebih memperhatikan dan menghormati cara untuk menikmati kopi. Juga memahami, Four fundamentals untuk mendapatkan rasa kopi yang nikmat.
Para peminum kopi belajar untuk lebih memperhatikan dan menghormati cara untuk menikmati kopi. Juga memahami, Four fundamentals untuk mendapatkan rasa kopi yang nikmat.
Bahkan, di era ini penikmat kopi kerap memberikan reaksi terhadap cita rasa kopi (baik atau buruk), serta penyajian kopi yang dianggap tidak benar. Meskipun tidak mengenyampingkan masalah pemasaran dan promosi, gelombang ketiga peduli lebih dalam dari sekedar menikmati kopi saja.
Jika sobat penikmat kopi, maka kita akan semakin bisa merasakan perbedaan Single origin & Blend, (Dan kopi sachet tentunya.. hehe, seperti yang saya minum saat ini). Atau kita bisa membedakan rasa antara kopi Arabika dan Robusta .
Bisa dikatakan, gelombang ketiga ini mengupas tuntas karakter kopinya dengan meragam metode penyeduhan. (Seperti yang saya bahas di beberapa postingan di blog ini dicari-cari saja, gratis kok.. ahaha)
Di gelombang ketiga ini juga mulai banyak bermunculan roaster dan coffee shop baru yang independen.
Banyak juga coffee shop yang merangkap sebagai roaster sehingga pengunjung dapat berinteraksi secara langsung untuk mendapatkan tips menyeduh kopi yang benar, misalnya “STARBUCKS RESERVE”.
Banyak juga coffee shop yang merangkap sebagai roaster sehingga pengunjung dapat berinteraksi secara langsung untuk mendapatkan tips menyeduh kopi yang benar, misalnya “STARBUCKS RESERVE”.
Betewe, tahu kan perbedaanya STARBUCKS® sama STARBUCKS RESERVE? Googling aje yah, soalnya saya juga belum pernah kesana. 😄
Selain itu, pada fase ini juga tidak ketinggalan dengan "specialty coffee" atau kopi spesial. Kopi spesial ini meliputi kopi premium.
Kini kedai kopi bukan lagi hanya menjual minuman saja, tetapi it's about coffee experience. Di gelombang ketiga ini peran penting terletak pada barista (brewer).
Barista ditantang untuk punya pengetahuan lebih tentang kopi yang diraciknya dan mampu mengolah kopi untuk memastikan bahwa karakter asli dari kopi tersebut tercermin dalam sebuah cangkir.
Barista ditantang untuk punya pengetahuan lebih tentang kopi yang diraciknya dan mampu mengolah kopi untuk memastikan bahwa karakter asli dari kopi tersebut tercermin dalam sebuah cangkir.
Lalu, para barista juga dapat menceritakan tentang pengalaman mereka dalam meracik kopi hingga dituang ke dalam cangkir.
Sebagai catatan : Third Wave Coffee (Kopi gelombang ketiga) adalah masa dimana tradisi minum kopi tak lagi hanya sekedar mendongkrak semangat atau pelepas dahaga. Tradisi ngopi menjadi suatu kebutuhan dan gaya hidup khususnya bagi generasi milenial.
Sehingga tidak heran yah, kalau kedai-kedai kopi kini menjamur ditiap sudut perkotaan dengan konsep interior dan desain yang menarik. Istilah kekinian-nya "Instagramable". Salah satunya gerai kopi brand Internasional “STARBUCKS COFFEE”.
Bisa dikatakan, citra atau imej sebuah kota sepertinya langsung berkelas internasional kalau ada Starbucks-nya. Walaupun tidak selalu seperti itu. :)
Cikarang misalnya, di kota kecil ini ada 5 gerai Starbucks : Citywalk Lippo Cikarang, Meikarta (Drive THRU), Living Plaza, Jababeka dan di KM39 (Drive THRU) Highway Jekardah – Cikampek. Wow!!
Kota terlengkap di timur Jakarta ini sepertinya berpotensi go internasional deh.
Singkat cerita, kalau teman-teman mau merasakan sensasi internasional, datanglah ke “CIKARANG”. Eh buset!! Ke Starbucks dong maksudnye. 🤣
Singkat cerita, kalau teman-teman mau merasakan sensasi internasional, datanglah ke “CIKARANG”. Eh buset!! Ke Starbucks dong maksudnye. 🤣
Nah, itulah kira-kira penjelasan singkat tentang “evolusi kopi”, mulai dari first wave, second wave, dan third wave coffee (perkembangan kopi dari masa ke masa).
Hmm, kita tunggu ya sob! Seperti apakah perkembangan kopi di gelombang keempat atau fourth wave?
Hmm, kita tunggu ya sob! Seperti apakah perkembangan kopi di gelombang keempat atau fourth wave?
Oh iya, pertemuan selanjutnya kita masuk "Fun Quiz" yah, dibaca-baca artikelnya. Saya lagi buat dulu soalnya.
See you on top..
Nite & GBU more! Bye..!!
See you on top..
Nite & GBU more! Bye..!!






0 komentar:
Posting Komentar
1. Relevan (Tidak Out of Topic).
2. Sopan, jangan meninggalkan komentar SPAM di blog saya.
3. Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA.
4. Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir.
Terima kasih atas perhatiannya!