Hampir semua orang pasti mengenal minuman berwarna hitam ini, apalagi kalau bukan kopi. Tak terkecuali di Indonesia yang terkenal dengan beragam keunikan kopinya. Menariknya kopi ini ternyata ada sejarahnya.
Djujur! Saya paling males bicara soal sejarah. Sejarah adalah salah satu mata pelajaran yang bikin saya “tunduh” alias ngantuk. Saya lebih suka ilmu-ilmu 'Exact'. Jadi kita bisa mencari pembuktian dengan berbagai metode secara real.
Terus kenapa ngangkat topik berbau-bau sejarah?? Hmm, apa ye!! Jika memang dipaksa untuk menjawab. Ya, karena menurut saya mempelajari seluk beluk soal kopi itu menjadi suatu kewajiban bagi penikmat kopi. *asyik!
Makadari, saya akan mengupas kasus tentang sejarah kopi Starbucks® secara membabi buta. Dibaca sampai selesai yah sob, soalnya ceritanya ngeri-ngeri sedap nih.
Untuk mendapatkan info tentang sejarah kopi Starbucks®, siap-siaplah membaca pragraf panjang di bawah ini.
Berikut sejarah kopi Starbucks®.
![]() |
In the begindang.. eh, In the beginning..!
Sejarah kopi dimulai sekitar tahun 800 – 900 M. Kopi pertama kali dikenal oleh seorang penggembala kambing bernama Kaldi di Ethiopia.
Kaldi memperhatikan kambingnya menjadi energik setelah makan ‘beri’ dari semak tertentu. Karena Kaldi penasaran, dia pun mencoba memakan beri tersebut dan ternyata membawa dampak yang sama “energik”.
Lalu. Seorang Biksu melihat Kaldi dan kambing-kambingnya begitu bersemangat dan menari-nari. Biksu itupun kepo (emang jaman dulu udah ada kata kepo? *abaikan*), dia memetik beberapa buah beri dari semak yang sama.
Namun Biksu tersebut menghancurkannya terlebih dahulu layaknya meracik ramuan dan menambahkan air mendidih (ini mungkin secangkir kopi pertama kali).
Setelah mencicipi ramuan itu, dia menyadari bahwa cairan tersebut bisa menambah energi. Biksu itu bergegas kembali ke Biara (tempat berdoa) untuk membagikan temuannya.
Para Biksu di Biara tersebut, menyebut penemuan itu sebagai "hadiah dari Tuhan”. Karena mereka akan bisa tetap terjaga selama doa sepanjang hari.
Tunggu!! Kok saya tahu?? Yeahh, orang saban hari saya mendengar cerita ini, sampai akhirnya saya hafal sendiri. 😆
Saya lanjut ye!
Kaldi memperhatikan kambingnya menjadi energik setelah makan ‘beri’ dari semak tertentu. Karena Kaldi penasaran, dia pun mencoba memakan beri tersebut dan ternyata membawa dampak yang sama “energik”.
Lalu. Seorang Biksu melihat Kaldi dan kambing-kambingnya begitu bersemangat dan menari-nari. Biksu itupun kepo (emang jaman dulu udah ada kata kepo? *abaikan*), dia memetik beberapa buah beri dari semak yang sama.
Namun Biksu tersebut menghancurkannya terlebih dahulu layaknya meracik ramuan dan menambahkan air mendidih (ini mungkin secangkir kopi pertama kali).
Setelah mencicipi ramuan itu, dia menyadari bahwa cairan tersebut bisa menambah energi. Biksu itu bergegas kembali ke Biara (tempat berdoa) untuk membagikan temuannya.
Para Biksu di Biara tersebut, menyebut penemuan itu sebagai "hadiah dari Tuhan”. Karena mereka akan bisa tetap terjaga selama doa sepanjang hari.
Tunggu!! Kok saya tahu?? Yeahh, orang saban hari saya mendengar cerita ini, sampai akhirnya saya hafal sendiri. 😆
Saya lanjut ye!
Simak kuyy sejarah kopi Starbucks®.
[Tahun 1000-an]
Para pedagang Arab membawa kopi melalui laut merah ke Yaman. Disini pertama kali kopi ditanam dan dibudidayakan. Kopi mereka rebus sehingga menghasilkan cairan yang disebut Qahwa (penangkal tidur).
[Tahun 1300-an]
Kopi mulai menyebar ke Nusantara seiring dengan menyebarnya agama Islam. Kopi yang dibawa masih berupa cairan.
Karena pemuka agama Islam, tidak mau kopi itu ditanam di tempat yang mereka kunjungi. Takut berkembang di tempat itu.
[Tahun 1450 - 1650]
Kopi menjadi sesuatu yang sangat dicari saat itu. Karena kopi yang begitu langka, konon ada tradisi buruk dikalangan masyarakat. Kalau para suami pulang tidak membawa persediaan kopi, maka istri bisa menceraikan suaminya.
[Tahun 1615 - 1700]
Kopi masuk ke Eropa untuk pertama kali melalui pelabuhan Venesia.
Kopi masuk ke Eropa untuk pertama kali melalui pelabuhan Venesia.
Diceritaken seorang pedagang Venesia tertarik sama kopi di Turki. Kopi tersebut dibawa kembali untuk dijual di Italia, akhirnya kopi cepat menyebar ke seluruh Eropa. Kedai kopi buka di Italia (1645-1655), London (1652) dan Paris (1672).
Tempat tersebut menjadi tempat berkumpul. Banyak para pedagang impor dari kedai kopi dan pemilik saham yang berkumpul di Garraway di London.
Disana mereka mengadakan sebuah pameran yang disebut "London Stock Exchange". Namun untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, kopi lebih banyak untuk ditanam.
[Tahun 1690]
Belanda menyeludupkan kopi keluar melalui pelabuhan Mocha, Arab.
Belanda menyeludupkan kopi keluar melalui pelabuhan Mocha, Arab.
Belanda mulai mengekspor kopi dan menjadi yang pertama mengangkut dan mengolah kopi secara komersial di Ceylon (Sri Lanka). Dan Amsterdam menjadi pusat tren kopi saat itu.
[Tahun 1714]
Belanda sudah menanam kopi dalam jumlah besar dan memberikan pohon kopi kepada bangsawan Eropa sebagai hadiah.
Belanda sudah menanam kopi dalam jumlah besar dan memberikan pohon kopi kepada bangsawan Eropa sebagai hadiah.
Salah satu penerima adalah Louis XIV (Raja Prancis), lalu menanamnya di taman kerajaan.
Namun saat cuti di Paris, seorang tentara kerajaan Louis XIV mencurinya dan dibawa ke wilayah Karibia. Tepatnya di pulau Martinik. *Dimana tuh??
Saya sudah googling, beginilah jawaban Mbah gogle, menurut "Wikipedia", saya transkip ya secara utuh.. hehh
"Martinik (bahasa Prancis: Région Martinique) adalah sebuah negara pulau berstatus wilayah seberang lautan (DOM) Prancis di Laut Karibia bagian timur. Sebelah barat lautnya berbatasan dengan Dominika dan di selatan berbatasan dengan St. Lucia. Martinik termasuk salah satu dari 26 region (semacam negara persemakmuran) Prancis".
Walaupun bibit mengalami kemarau, pemotongan, dan stroms (badai atau pancaroba kali ya maksudnya.. heh) ternyata pohon kopi tersebut tumbuh subur.
Dan itulah kopi Arabica pertama (tumbuh) dan diyakini sebagai induk dari banyak pohon kopi Arabica hingga saat ini.
[Tahun 1727]
Brazil memberhentikan monopoli antara Belanda dan Prancis.
Brazil memberhentikan monopoli antara Belanda dan Prancis.
Prancis selalu menjaga ketat perkebunan kopinya untuk menghindari penyebaran penanaman. Tetapi ketika letnan kolonel Brazil, Francisco de Melo Palheta dikirim untuk menyelesaikan konflik antara koloni Prancis dan Belanda di Guyana.
Sebuah peluang muncul.. Tringggg! Wo hooo...
Ketika Melo Palheta berusaha untuk memperbaiki keadaan, Melo Palheta malah berselingkuh dengan istri gubernur Guyana, Prancis. Pada saat berpisah, istri gubernur tersebut memberi “buket” perpisahan kepada Melo Palheta. *So, sweet.. 🤩
Dia menyembunyikan biji kopi yang subur di “buket” itu. Finally, biji kopi itulah yang mengubah Brazil menjadi salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia.
Dan mengubah kopi dari minuman untuk kaum elit menjadi minuman untuk orang-orang biasa.
[Tahun 1869]
Penyakit karat daun menghancurkan sebagian besar kopi di Sri Lanka dan bagian lain Asia selama dekade berikutnya. Sebagai catatan : karat daun bisa menghambat pertumbuhan kopi atau gagal panen.
Penyakit karat daun menghancurkan sebagian besar kopi di Sri Lanka dan bagian lain Asia selama dekade berikutnya. Sebagai catatan : karat daun bisa menghambat pertumbuhan kopi atau gagal panen.
[Tahun 1882]
New York membuka pameran yang disebut CSCE (Coffee, Sugar and Cocoa Exchange). Jadi tidak hanya kopi yang dipamerkan, selain kopi ada gula dan cokelat.
New York membuka pameran yang disebut CSCE (Coffee, Sugar and Cocoa Exchange). Jadi tidak hanya kopi yang dipamerkan, selain kopi ada gula dan cokelat.




0 komentar:
Posting Komentar
1. Relevan (Tidak Out of Topic).
2. Sopan, jangan meninggalkan komentar SPAM di blog saya.
3. Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA.
4. Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir.
Terima kasih atas perhatiannya!