Empat musuh kopi – Ilmu ini termasuk bagian dari filosofi kopi yang saya pelajari belakangan ini.
Kirain cuman kamu doang yang banyak musuhnya. Ternyata kopi juga ada musuhnya lho! Ehe..
Sore itu, kebetulan Partner SC48 melakukan coffee testing yang sebenarnya tidak wajib saya ikuti. Saya ikut saja nimprung sebagai audiens. Mayan buat nambah ilmu, pikirku.
![]() |
Seperti biasa, selesai ritual manual brewing, lanjut ke sesi "communicating about coffee".
Demi alesan memenuhi kekepoan saya, hampir tak ada ulasan yang saya lewatkan. Disaat itulah saya pertama kali mendenggar “musuh kopi”. Menarik yekan untuk diobrolkan? 😊
Tentu saja musuh kopi ini perlu kita perhatikan. Khususnya bagi teman yang punya stok kopi di rumah, agar kopi kesayangan kita nggak cepet apek dan bau tengik.
Oh iya! Terlepas dari suasananya, teman-teman pernah nggak merasa kalo kopi yang kita seduh di rumah, tak senikmat kopi yang diracik di kedai Starbucks?
Saya sendiri sudah bereksperimen tentang hal ini. Kopi yang saya seduh di rumah, kok rasa dan aromanya nggak karuan. Harusnya kopi berbau layaknya kopi pada umumnya.
Tapi itu bener-bener aneh! Kok baunya kayak baju direndem 9 bulan 10 hari. Whoooekkk! Namun tetap saja habis saya telen!
Dari pembelajaran yang saya ikuti saat class perkopian tersebut. Sekarang saya jadi tahu, ternyata selain teknik seduh, ada juga faktor ‘X’ yang mempengaruhi cita rasa dan aroma kopi yang kita seduh, inilah yang disebut musuh kopi.
Musuh kopi (Enemies of coffee) merupakan faktor-faktor eksternal yang dapat mempercepat penurunan kualitas kopi pada saat resting time atawa saat penyimpanan kopi sebelum diseduh.
Salah satu penyebab kopi kurang nikmat, karena kopi tersebut sudah tidak fresh. Untuk itu, ke depannya biar lebih berhati-hati menyimpan kopi kesayangan kita di rumah ya gaes.
Kopi yang nikmat adalah kopi yang terjaga kesegaranya. Freshness dari kopi sangat lah penting karena kopi yang sudah tidak segar tentunya cita rasa dan aroma alaminya berkurang.
Secara umum, setelah di sangrai (roasting), biji kopi akan mulai kehilangan kesegarannya. Kalo kita ingin menyimpannya, biji kopi yang masih utuh akan bertahan kurleb 3-4 bulan setelah kopi di-roasting. Sedangkan kopi bubuk hanya bertahan paling lama 1-2 minggu.
![]() |
| Manual Brewing |
Dengan kata lain, kopi yang masih berbentuk biji akan tahan lebih lama dibanding kopi yang sudah dihaluskan (bubuk) itu pun jika kita menyimpan kopi dengan cara yang benar.
Oleh karenanya, sebagai penikmat kopi, sebaiknya kita harus mengetahui bagaimana menyimpan kopi yang baik dan juga harus mengenal beberapa musuh kopi yang dapat mempercepat penurunan kualitas dari biji kopi.
Kepoin yuk! Apa saja sih yang menjadi musuh kopi? Atawa apa saja sih yang harus dihindari dari kopi kesayangan kita, biar nggak cepet apek dan bau tengik?
Ada empat musuh kopi yang “wajib” kita ketahui diantaranya adalah suhu, kelembaban, udara dan cahaya.
Untuk lebih jelas, saya akan coba uraikan one by one. Cekidot :
Bila perlu, pilihlah coffee canister dengan karet seal. Karet seal ini dapat lebih memastikan coffee canister tertutup lebih rapat dan kedap udara.
Lalu, simpan kopi di tempat yang memiliki suhu ruangan baik, kering dan gelap seperti lemari kabinet dapur.
See you on top :)
Nite & GBU more. Bye..!!
1. SUHU
Faktor pertama yang mempengaruhi dari kualitas kopi adalah suhu. Sangat disarankan untuk jangan menyimpan kopi kesayangan anda di tempat yang panas (ruangan bersuhu tinggi).
Alesanya? agar kopi di dalam wadah tidak lembab (berembun) yang akan menyebabkan timbulnya jamur di dalam kopi. Tentu saja hal ini nantinya merusak biji kopi yang akan kita konsumsi.
So, jika kita ingin meletakkan kopi di meja dapur, pastikan tidak dekat oven atau kompor.
So, jika kita ingin meletakkan kopi di meja dapur, pastikan tidak dekat oven atau kompor.
2. KELEMBABAN
Faktor kedua yang mempengaruhi dari kualitas kopi adalah kelembaban. Sangat disarankan jangan menyimpan kopi kesayangan anda di tempat yang lembab.
Kenapa? Karena kopi yang disimpan di tempat yang terlalu banyak kelembaban nantinya tidak mengeluarkan rasa dan aroma aslinya, atau flavornya akan "Off". Simpan kopi kesangan anda di tempat yang kering.
So, bukan ide yang bagus untuk menyimpan kopi di lemari es atau kulkas. Jangan yak!
So, bukan ide yang bagus untuk menyimpan kopi di lemari es atau kulkas. Jangan yak!
3. UDARA
Faktor ketiga yang mempengaruhi dari kualitas kopi adalah udara. Sangat disarankan, segera masukkan kopi ke dalam wadah yang tertutup rapat atau canister yang memiliki seal kedap udara. Jangan dibiarkan terkena udara, karena rasa dan aroma kopinya bisa berkurang bahkan hilang.
So, setelah kita membuka kopi dari kemasannya, tutup lagi dengan rapat kemasan kopi yang sudah dibuka. Jangan biarkan kopimu masuk angin yak! :)
So, setelah kita membuka kopi dari kemasannya, tutup lagi dengan rapat kemasan kopi yang sudah dibuka. Jangan biarkan kopimu masuk angin yak! :)
4. CAHAYA
Faktor terakhir yang mempengaruhi dari kualitas kopi adalah cahaya. Sangat disarankan kopi jangan terkena cahaya matahari. Sinar matahari yang langsung mengenai biji kopi akan menyebabkan biji kopi kepanasan (gerah), akibatnya kopi menjadi lembab dan ketika kemasan dibuka kopi akan berbau apek dan flavor aslinya tentu saja akan memudar.
So, jangan menyimpan (meletakkan) kopi di tempat cerah seperti di dekat jendela.
So, jangan menyimpan (meletakkan) kopi di tempat cerah seperti di dekat jendela.
Coba perhatikan coffee shop di sekitar kita, mereka tidak pernah meletakkan biji kopi mereka tepat didepan kaca yang mengarah langsung ke matahari.
Starbucks misalnya, kopi-kopi yang dijual di sana tidak ada yang langsung bersentuhan dengan matahari atau dengan kata lain, Starbucks selalu meletakkan kopi yang dijualnya di dalam rak kopi yang berada disudut ruangan yang benar-benar tidak terkena matahari. Hal ini untuk mengindari paparan sinar matahari secara langsung.
Kira-kira seperti ittuhh..
Kira-kira seperti ittuhh..
Baik, itulah empat musuh kopi yang “wajib” kita ketahui ya gaes. Setidaknya dengan mengetahui musuh kopi ini, kita bisa mencegah penurunan cita rasa kopi. Agar kopi kesayang kita, atawa yang saya sebut "holly water" itu tetap segar dan lejatos saat disajikan.
Saya paham! Setelah membaca tulisan ini, mungkin bisa membuat sebagian peminum kopi pemula tensinya naik. Mungkin pula mereka membatin.. :D
Bahkan mungkin ada juga yang ngedumel “Huhh.. Authornya payah!! Mau mengenalkan kopi kok udah ngatur-ngatur. Harus ini harus itu. Begini nggak boleh, begitu nggak boleh, tidak boleh suhu sekian lah, timbangan lah, timer lah, alat-alat khusus lah, tidak boleh disimpan disini lah, disitu lah”. *Aku tuh nggak mau digituin!!
Oke oke! Jangan langsung marah-marah dong anak muda, tetap jaga kesehatan. Kita punya hati keras seperti batu.. nggak boleh ittu! Hihi
Coba deh pikir-pikir, nggak apalah ya kan! Selama aturan-aturan itu sifatnya positif. Tentu tujuannya untuk mendapatkan cita rasa dan aroma yang kita idam-idamkan. Bukan begitu? Begitu bukan?? :D
Saya paham! Setelah membaca tulisan ini, mungkin bisa membuat sebagian peminum kopi pemula tensinya naik. Mungkin pula mereka membatin.. :D
Bahkan mungkin ada juga yang ngedumel “Huhh.. Authornya payah!! Mau mengenalkan kopi kok udah ngatur-ngatur. Harus ini harus itu. Begini nggak boleh, begitu nggak boleh, tidak boleh suhu sekian lah, timbangan lah, timer lah, alat-alat khusus lah, tidak boleh disimpan disini lah, disitu lah”. *Aku tuh nggak mau digituin!!
Oke oke! Jangan langsung marah-marah dong anak muda, tetap jaga kesehatan. Kita punya hati keras seperti batu.. nggak boleh ittu! Hihi
Coba deh pikir-pikir, nggak apalah ya kan! Selama aturan-aturan itu sifatnya positif. Tentu tujuannya untuk mendapatkan cita rasa dan aroma yang kita idam-idamkan. Bukan begitu? Begitu bukan?? :D
Saran Penulis :
Untuk menikmati secangkir kopi yang nikmat dan lejatos di rumah, pastikan kopi kita selalu segar. Sebagai pertimbangan :
Beli kopi yang telah dikemas dan pastikan kemasan kopi yang anda beli memiliki flavor lock. Untuk kesegaran optimal usai disangrai.
Setelah kita membuka kopi dari kemasannya, segera masukkan kopi kesayangan anda dalam wadah atau coffee canister yang dapat ditutup rapat dan kedap udara.
|
|
Bila perlu, pilihlah coffee canister dengan karet seal. Karet seal ini dapat lebih memastikan coffee canister tertutup lebih rapat dan kedap udara.
Lalu, simpan kopi di tempat yang memiliki suhu ruangan baik, kering dan gelap seperti lemari kabinet dapur.
Selain itu, sebaiknya membeli kopi dalam bentuk biji dan ketika ingin meminumnya barulah di grind atau digiling. Supaya rasa yang dikeluarkan lebih fresh. Hal ini merujuk pada pernyataan seperti yang sudah di uraikan di atas, bahwa biji kopi lebih tahan lama ketimbang yang sudah di giling (dibubukkan).
Beli biji kopi (whole bean) secukupnya, dan menggiling biji kopi sebanyak yang anda butuhkan. Hingga batas sebelum kesegaran kopi tersebut hilang. Jika anda membeli kopi bubuk, maka cukup membeli untuk porsi selama 1-2 minggu saja.
Bagi anda penikmat kopi, saya rekomendasikan beli saja kopi kemasan di Starbucks. Karena menurut saya, tidak terlalu riskan penyimpanannya. Kemasannya yang sudah dilengkapi dengan flavor lock dan berat kemasannya yang tidak terlalu banyak atau tidak terlalu sedikit. Rata-rata berat netto 250gr saja.
![]() |
| Kopi kemasan Starbucks |
Pass lah buat seminggu, soal harga? jelas lebih hemat dibanding anda ngopi 'ngeteng' di Starbucks yang bisa bikin dompet kurus.
Itu hanya saran ya! Yang pasti sih, dalam hal penyimpanan kopi selalu perhatikan keempat musuh kopi di atas.
Dan tak kalah penting, dikondisikan saja jangan sampai kebutuhan primer anda terbengkalai demi kopi. Ya! ngopi sesekali ke Starbucks nggak apalah, habis itu ya nyusu lagi, nyaset lagi kita.. eh kita. Sampai disini dulu cuap-cuap kita malem ini. Terima kasih!
Dan tak kalah penting, dikondisikan saja jangan sampai kebutuhan primer anda terbengkalai demi kopi. Ya! ngopi sesekali ke Starbucks nggak apalah, habis itu ya nyusu lagi, nyaset lagi kita.. eh kita. Sampai disini dulu cuap-cuap kita malem ini. Terima kasih!
See you on top :)
Nite & GBU more. Bye..!!







0 komentar:
Posting Komentar
1. Relevan (Tidak Out of Topic).
2. Sopan, jangan meninggalkan komentar SPAM di blog saya.
3. Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA.
4. Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir.
Terima kasih atas perhatiannya!