- NGOPI SADAYANA! 😎
Kurang afdhol yekan, kalau nggak bahas Tembagapura!
Setelah ikatan dinas di mile 74 finish sesuai surat tugas dan sudah ‘hand over’ dengan angkatan selanjutnya.
Inpohnya jalan menuju Timika lagi diblok oleh kelompok kriminal bersenjata akhirnya kepulangan kami dipending.
Karenanya surat tugas pun di injury time sama pihak PT.Freeport Indonesia. Karena mereka butuh tenaga profesional yang handal seperti kami, ahli dibidangnya.. hehe.
Team kami di-stay-kan di Mile 68 Tembagapura. Yok kita turun ke mile 68. :)
![]() |
| Terjun ke Tembagapura |
Fasilitasnya lengkap seperti rumah sakit, tempat ibadah, sekolah (TK-SMP), messhall, lapangan olah raga,landasan helikopter, penjara (?), Shoping place .. yang jelas gak ada gepeng disana. 😆
![]() |
| Tembagapura |
![]() |
| Lembah :) |
Maka terjadilah perkembangbiakan.. heheh. Yang berujung bertambahnya penghuni yang disebut penduduk.
Kota yang selalu dipayungi kabut dan nyaris tanpa siraman sinar mentari. Hujan hampir setiap saat mengguyur lembah itu sepanjang hari. Mungkin penduduknya kalo dikumpulin di GBK aje bakal masih banyak kursi yang kosong. 😆
![]() |
| Adem |
Yang sangat terkesan udaranya yang sangat sejuk, dingin, embun yang menyentuh tubuh setiap harinya. Mohon maaf lahir batin nih, saya cuman seminggu tinggal disitu, jadi gak bisa banyak cakap.. wkwk.
![]() |
| Barak mile 68 |
Akhirnya kita pun dicampakkan ke area Lowland. Yuk.. let’s go!
Di Mile 50 kita disweeping ama Brimob, mungkin takut ya kita bawa konsentratnye.. 😊
Baracknya ada di Mile 38. Panaaaaaas!!! Itulah kesan saya saat pertama di tempat ini. Yoi.. anak gunung Jayawijaya dipindah kesini pasti kepanasan. Wkwk.
Terus sudah ada masyarat asli Papua diseputaran barack tapi sudah agak modern dengan baju ala kadarnya (tidak pake koteka).
![]() |
| Menuju lowland |
Terlihat ada beberapa masyarakat yang lagi ngedulang konsentrat ampas dari gunung sana mungkin. Dan di area lowland ini sangat rawan dengan wabah Malaria.
Tempat kami bekerja disini banyak lokasinya, di terminal gorong-gorong, check point 32, warehouse, pabrican, dan Institut Pertambangan Nemangkawi yang arah Kuala Kencana.
Tapi disini agak ngeri, hampir tiap malem saya mendengar suara tembakan peringatan dari Brimob yang bertugas patroli area Lowland.
Beda halnya di mile 74 damai sentosa hanya berperang dengan alam. Makanya mungkin saat menuju mile 74 harus melalui pemeriksaan yang super ketat.
Kira-kira hampir dua bulan di area lowland, kondisinya pun sudah agak stabil akhirnya team kami pun bisa pulang ke Jakarta.
Begitulah pengalaman saya selama ikatan dinas ke PT.Freeport Indonesia. Saya sangat bersyukur atas kesempatan itu.
Sebagai penutup, tak lupa saya menyapa temen saya yang masih ikatan dinas disana. Tetap semangat! jaga kondisi, semoga keluarga di Jakarta tetap dalam lindunganNYA.
Terimakasih, sampai jumpa lagi ya di segmen selanjutnya.
GBU more! 😎








0 komentar:
Posting Komentar
1. Relevan (Tidak Out of Topic).
2. Sopan, jangan meninggalkan komentar SPAM di blog saya.
3. Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA.
4. Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir.
Terima kasih atas perhatiannya!