Kamis, 27 Desember 2018

Alur produksi PT.Freeport Indonesia

Posting ini lanjutan posting sebelumnya. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya terlebih dahulu bacalah post sebelumnya" Klik disini ".
- NGOPI SADAYANA! 😎

Yuk kita masuk ke alur produksi di MILL PT.Freeport Indonesia tepatnya di mile 74.

Produk PT.Freeport Indonesia yaitu “konsentrat” yang mengandung emas, tembaga, dan perak. Bukan emas yang mereka hasilkan, anggapan itu salah besar!

Jadi jangan bayangin ada gudang emas batangan di sana, apalagi membayangin goa berlapis emas.. 🤣

Area Plant PT.FI
Wujudnya masih konsentrat, ibaratnya donat yang masih tepung, eh analoginya masuk gak?

Iya bener.. maksud saya, batu itu ada kadar emasnya tapi kan itu batu bukan mas.. bingungkan? Sama, saya juga jadi bingung jelasinnya. 😝

Ilustrasi :)
Untuk memperoleh gambaran mengenai proses pengolahan bijih (ore) di PT.FI. Bersiap-siaplah membaca paragraf panjang tentang pengolahan di MILL.

Proses pengolahan di pabrik PT.Freeport Indonesia berlangsung secara simultan selama 24 jam. Mesin-mesin beroperasi dengan tingkat ketelitian tinggi.

Terdapat control room dikendalikan beberapa karyawan, yang berfungsi untuk memonitor proses operasional produksi berjalan dengan baik, serta melakukan berbagai penyesuaian setelan mesin apabila diperlukan.

Crusher
Material/bahan dasarnya batu yang sumbernya dari GRASBERG dan UNDERGROUND. Material dibagi 2 menurut nilai ekonomisnya: bijih (ore) dan batuan penutup (overburden).

Bijih diancurin pake crusher lalu dikirim ke MILL (Produksi) untuk diolah lebih lanjut via belt conveyor. Sedangkan overburden dikirim ke Overburden Handling System (OHS), lalu ditimbun di Lower Wanagon pake stacker.

Amole stockpile
So, mari kita fokus ke bijih (ore) material inputan ke MILL. Langkah awal, bijih (ore) yang sudah diancurin pake crusher lalu dikirim via belt conveyor ke MILL (produksi), sebagai inputan ke SAG Mill kemudian digiling untuk mengaluskan.

Kira-kira mekanismenya begindang :

SAG MIL --> BALL MILL --> FLOTASI --> (KONSENTRAT & TAILING) --> LABORATORIUM.

1. SAG MILL

Sag Mill yaitu mesin giling, untuk menghaluskan bijih (ore). Komponen di dalem Sag Mill ada Liner (besi bentuk rusuk). Sehingga membentuk rongga dan Grinding Ball (besi bulat).

Fungsinya : mengubah besaran bijih menjadi partikel yang lebih halus untuk menyiapkan ukuran yang sesuai ke proses selanjutnya.

SAG MILL
Saat saya on duty, Saya pernah ikut saat mesin Sag Mill shut down. Aktifitasnya mengganti liner yang sudah menitipis akibat gesekan bijih (ore) dan grinding ball.

Otomatis sementara mesin stop running. Tapi hanya bisa sampai dipincutnya (corongnya). Kalo lagi shut down kadang ditemukan kerak kandungan konsentrat dicelah2 linernya sudah menggumpal. Oh iya, disana hanya ada dua buah Sag Mill.

Setiap ada kegiatan di area Mill (plant) harus mengikuti standarisasi L.O.T.O (Log Out Tag Out). Dibutuhkan ketelitian karena beresiko tinggi.

Buat yang sudah pernah kesana pasti tau akan aturan mainya si LOTO yang satu ini.

Ngenesnya saat start pasang LOTO di area Sag Mill (lantai paling atas area Mill) nama kita taruhannya. Eh pas posisi kita di Ground (lantai dasar tambang) ada yang talking2 karena LOTO sudah finish. Ampun Gusti!!

Kadang dengan sisa nafas harus berlari menaiki anak tangga yang ribuan itu. Dengkul serasa mau copot, jantung mau meledak, ngosngosan. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan. 😆

2. BALL MILL

Komponen dan fungsinya sama seperti Sag mill hanya saja ukurannya lebih kecil (setengah dari badannya si Sag Mill).

Bijih (ore) yang sudah halus sebagai output dari Sag Mill diteruskan sebagai input ke Ball Mill untuk memperhalus bijih hingga menjadi bubur konsentrat (slurry). Perangkat Ball Mill ada Scalvin screen (ayakan), Knelson (pick up sampling) dll.

3. FLOTASI

Flotasi / pengapungan yaitu proses pemisahan yang digunakan untuk menghasilkan konsentrat.

Bubur konsentrat (slurry) hasil gilingan yang keluar dari Ball Mill dipompa ke seperangkat tangki Cyclone (elemen berbentuk cumi) untuk memisahkan mineral dengan material yang tidak bernilai ekonomis.

Dan dicampur dengan ‘Reagent’ dimasukkan ke dalam serangkaian tangki pengaduk yang disebut dengan sel flotasi.

Sel Flotasi
Reagent yaitu suatu pereaksi untuk memodifikasi sifat permukaan suatu zat. Partikel yang semula bersifat menolak udara (aerofobik) diubah menjadi mengikat udara (aerofili).

Ada dua jenis reagen yang digunakan dalam proses flotasi ini. Jenis pertama akan mengikat mineral berharga, sedangkan jenis kedua yaitu pembuih (frother) akan menghasilkan buih selama proses pengadukan partikel.

Slurry
Buih yang bermuatan mineral tersebut, diselimuti oleh mineral berharga yang berbentuk seperti pasir yang menyerupai buih deterjen metalik, meluap dari bibir atas mesin flotasi kedalam palung (launders) sebagai tempat pengumpulan mineral berharga.

Mineral berharga yang terkumpul didalam palung tersebutlah yang dibawa ke proses selanjutnya untuk dijadikan konsentrat. Sementara material yang mengendap dibagian bawah dikenal dengan istilah tailing.

Biar nggak pusing, jadi gini..

Inputnya : bijih (ore), outputnya : konsentrat dan tailing. Tidak ada perubahan sifat kimia pada partikel bijih yang telah dipisahkan menjadi partikel konsentrat dan tailing yang diakibatkan oleh proses pengolahan di pabrik.

Bijih, konsentrat dan tailing pada dasarnya memiliki sifat yang sama. Perbedaannya adalah pada komposisi mineral berharga yang terkandung di dalemnya (bahasa premannya ‘kadarnya’).

Jujur saja, saya senang jalan diantara kepingan-kepingan kuning ini. Meskipun getarannya berasa sampai ke ubun2 tapi disini hangat (hangat dari uapnya). Memang bau sih! tapi siapa perduli yang bau, saya kan butuh kehangatan disitu.. 🤣

4. TOWER MILL

Disini lah semacam akhir proses khususnya di area MILL sebelum masuk ke laboratorium. Slurry hasil proses flotasi dikonsentrasikan ke tower mill.

Masuk ke area ini harus ada permitnya. Dan ketika keluar dari lokasi pun harus disearching body dengan garet atau detector.

Disini katanya konsentratnya kadar emasnya pun sudah lebih tinggi. Makanya Tower mill ini areanya di krengkeng alias dipager dibawah pengawasan ketat pihak terkait.

Di MILL (plant) hanya ada 2 buah tower mill. Saya pernah masuk kesini tapi kena sembur sama pipa konsentrat (bocor).

Karenanya, mata saya kelilipan dan seragam saya berlumurkan lumpur konsentrat. Persis kyak peserta benteng takeshi yang kejebur got. 😣

5. TAILING

Pasir yang tak bernilai yang terkumpul di dasar sel flotasi yang terakhir sebagai tailing.

Tailing akhir ini disalurkan menuju suatu sistem pembuangan alami yang mengalir dari Mill menuju Daerah Pengendapan.

Lihat gambar, itu namanya tailing 400. Tengki bundar besar untuk menampung tailing dari sel flotasi.

Tailing 400 & 300
Ditengahnya itu ada semacam besi memutar pada porosnya lengkap dengan alarm bunyi terus. Tuiu..iiu..iuu..iuut.. kira2 begitu.. hehe.

Dan masih banyak lagi tailing yang lain. Seperti tailing 300, tailing 210 tapi ukurannya lebih kecil tentunya.

6. LABORATORIUM

Disini lah proses pengeringan konsentratnya dan test sample yang diambil dari tiap komponen Knelson.

Kalau saya lihat prosesnya seperti dioven kemudian ditimbang, karena itu bagian dari tugas departemen kami.

Pengambilan sample ini biasanya 2x dalam satu sift. Baik sample dari Southtell dan Northtell.

Okkeh.. demikianlah alur produksi di MILL. Gimana anak muda? Paham? Kalau nggak paham dengan penjelasan saya, jangan panik, nggak usah dibaca berulang-ulang juga.

Intinya proses di MILL (produksi) itu bisa dijelaskan dibawah 140 karakter untuk menghemat bite (<140 chars: )

"Batu dihancurkan kemudian digiling sehalus mungkin. Partikel metalnya diapungkan dan dikonsentrasikan. Lalu dipompakan untuk menghasilkan konsentrat berkadar murni.”

Masih gak paham juga? Kita ngopi yuk!! 🤣

Mohon maaf nih, bukannya sok tahu.. saya menulis atas apa yang saya kerjakan selama saya dinas disana.

Tulisan ini bukan sekedar hasil riset seorang mahasiswa magang yang notabenenya cuman tanya2, lihat2, dokumentasi (selfi2 ria), cengengesan dan menghasilkan karya ilmiah yang bersilit-silit hingga ribuan halaman.

Tapi justru ini adalah bagian tanggung jawab kami selama dinas dan sampai misi itupun tuntas sempurna sesuai waktu yang tertera di LOD (Letter Office on Duty). Sombong!! 😝

0 komentar:

Posting Komentar

1. Relevan (Tidak Out of Topic).
2. Sopan, jangan meninggalkan komentar SPAM di blog saya.
3. Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA.
4. Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir.
Terima kasih atas perhatiannya!

 
;