Agak lucu yak kalo sekarang saya nongol, tapi ntar hibernasi lagi..hehh. Minggu lalu sebetulnya mau mengudara, tapi entah kenapa nih jari ama otak lagi nggak sinkron.
So, mumpung si mood- nya mau diajak bersenggama, malam ini saya akan kembali menelorkan tulisan di blog ini.
Postingan ini merupakan lanjutan post "definisi tasting note".
Pernah nggak merasa bahwa kopi yang kita buat di rumah tak senikmat kopi yang dibeli dan diseduh saat nongki di kedai Starbucks? Aneh bukan? Saking keponya, saya sendiri sudah berekperimen tetang fenomena itu.
Saya menyeduh kopi Sidikalang. Loh.. loh! Walau kopi yang saya seduh sama yang notabenenya kopi Sumatra, rasanya ternyata tidak seenak buatan Barista ketje itu deh.
Okelah, anggap saja ketika saya bereksperimen menyeduh kopi di rumah tak didukung oleh proferti, dan tak ada ilmu yang mumpuni tentunya. Hikz :(
Timbul tanya dalam benak saya : resepnya apa yak? Akhirnya kekepoan saya kini terjawab.
Ternyata dalam tahap coffee brewing bisa mempengaruhi aroma dan citarasa kopi yang kita seduh. *menulis artikel ini sambil pasang muka sotoyy 😁
![]() |
| ACM :D |
Menurut Ardiyan, seorang ACM (Advance Coffee Master) di Starbucks (SC48) ada empat hal penting yang harus diperhatikan saat menyeduh kopi agar terasa nikmat.
Berikut Four Fundamentals menyeduh kopi Ala Starbucks. Mau tahu? Cekidot gaes :
1. PROPORTIONS (Proporsi)
Proporsi adalah perbandingan antara kopi dengan air dalam satu wadah. Proporsi yang tepat akan memungkinkan kopi mengeluarkan flavornya dengan optimal sehingga kopi yang diseduh menghasilkan aroma dan kaya rasa.
Dalam tahap penyeduhan kopi, mungkin kita sering kali memasukkan terlalu banyak/sedikit bubuk kopi dalam cangkir. Akibatnya kopi tersebut tidak terekstrasi dengan sempurna, sehingga aroma dan rasa kopi yang timbul tidak optimal.
So, resep untuk mendapatkan kopi yang nikmat dan lejatos, perbandingan antara kopi dengan air (1 : 18).
Misalnya : untuk mendapatkan kopi yang nikmat dalam secangkir kopi, gunakan 10 gram kopi yang diseduh dengan 180 mililiter air. (Dua sendok makan kira-kira sama dengan 10 gram).
Note : Jika kopi yang diseduh dengan cara ini terlalu setrong, kita dapat menambahkan sedikit air panas ke dalam cangkir kopi yang diseduh.
2. GREEN SIZE (Ukuran penggilingan)
Hal kedua yang menentukan rasa kopi saat diseduh adalah ukuran penggilingan dari biji kopi menjadi bubuk. Ukuran ini berbeda-beda sesuai cara kita menyeduh kopi. Beda metode penyeduhan kopi tentunya mempunyai syarat Grind size (ukuran penggilingan) yang berbeda pula (fine, medium & coarse). Tergantung mau diseduh dengan apa kopi tersebut.
Nah, bagi temans yang ingin belajar membuat kopi yang nikmat, sekaligus mengerti berbagai cara membuat kopi, dengan teknik yang berbeda. Saya merekomendasikan beli saja alat seduhnya di Starbucks terdekat.
Seperti : coffee press (french press), chemex, aero press, mini toddy (cold brew), dll. Harga di cek aje langsung ya gaes. Kualitasnya gak usah diragukan lagi.. hehe.
1. PROPORTIONS (Proporsi)
Proporsi adalah perbandingan antara kopi dengan air dalam satu wadah. Proporsi yang tepat akan memungkinkan kopi mengeluarkan flavornya dengan optimal sehingga kopi yang diseduh menghasilkan aroma dan kaya rasa.
Dalam tahap penyeduhan kopi, mungkin kita sering kali memasukkan terlalu banyak/sedikit bubuk kopi dalam cangkir. Akibatnya kopi tersebut tidak terekstrasi dengan sempurna, sehingga aroma dan rasa kopi yang timbul tidak optimal.
So, resep untuk mendapatkan kopi yang nikmat dan lejatos, perbandingan antara kopi dengan air (1 : 18).
Misalnya : untuk mendapatkan kopi yang nikmat dalam secangkir kopi, gunakan 10 gram kopi yang diseduh dengan 180 mililiter air. (Dua sendok makan kira-kira sama dengan 10 gram).
Note : Jika kopi yang diseduh dengan cara ini terlalu setrong, kita dapat menambahkan sedikit air panas ke dalam cangkir kopi yang diseduh.
2. GREEN SIZE (Ukuran penggilingan)
Hal kedua yang menentukan rasa kopi saat diseduh adalah ukuran penggilingan dari biji kopi menjadi bubuk. Ukuran ini berbeda-beda sesuai cara kita menyeduh kopi. Beda metode penyeduhan kopi tentunya mempunyai syarat Grind size (ukuran penggilingan) yang berbeda pula (fine, medium & coarse). Tergantung mau diseduh dengan apa kopi tersebut.
Misalnya :
Jika menyeduh dengan menggunakan coffee press, gunakan bubuk dengan grind size yang coarse (kasar), karena air dan kopi bereaksi langsung butuh waktu selama empat menit. Selain itu, agar ketika kopi kita press maka bubuk kopi tidak bisa lewat dari filter/saringan Coffee Press tersebut.
|
|
Jika menyeduh dengan pembuat kopi tetes (Pour over atau flat-bottom drip, chemex), gunakan bubuk dengan grind size yang medium, karena akan disaring dengan kerucut (cone) yang dilapisi oleh filter paper (melita). Pada metode ini, air akan bersentuhan dengan kopi tidak butuh waktu yang lama (kurleb 1 menit 30 detik).
Selanjutnya untuk espresso gunakan bubuk dengan grind size yang fine (halus), karena siklus pembuatannya hanya butuh waktu cukup singkat sekitar 18-23 detik.
"Ukuran bubuk menentukan berapa lama dan berapa banyak kopi dan air bereaksi, dan seberapa banyak flavour kopi terekstraksi," tambah Ardiyan.
Note : Semakin singkat waktu pembuatan kopinya, semakin halus ukuran gilingannya (grind size). Bila bubuk terlalu halus, kopi yang dihasilkan akan berasa lebih pahit. Namun, terlalu kasar membuat kopinya kurang terekstrak dan kurang berasa. Kira2-kita begindang :D
Untuk teknik penyeduhannye, mungkin langsung saja merapat ke store Starbucks atau biar lebih detail anda boleh berkunjung ke Starbucks Reserve terdekat. Hehe
3. WATER (air)
Hal ketiga yang menentukan rasa kopi saat diseduh adalah air. Karena sekitar 98% kopi yang kita minum itu terdiri dari air. Artinya, air memegang peran penting dalam menentukan rasa kopi nantinya.
“Kita sebaiknya menggunakan air yang harus terasa bersih, segar, dan bebas dari kotoran. Bukan yang berbau logam, obat-obatan penjernih air, atau bau tengik,” pungkas Ardiyan, saat coffee talk siang itu.
Selain itu, "Lebih baik air bermineral karena kandungan mineral akan bereaksi dengan kopi untuk mengeluarkan rasanya," tambah belio.
So, disarankan agar tidak menggunakan air murni ya gaes. Pasalnya, air seperti itu justru membuat rasa kopi menjadi datar.
Soal suhu, umumnya temperatur yang tepat untuk menyeduh kopi adalah (90° hingga 96° C) sangat cocok untuk mengekstraksi berbagai rasa kopi.
Namun ternyata Starbucks punya rumusan tersendiri untuk hal ini yaitu 89°– 90° (Blonde roast), 88° (Medium roast), 86° - 87° (dark roast).
Namun ternyata Starbucks punya rumusan tersendiri untuk hal ini yaitu 89°– 90° (Blonde roast), 88° (Medium roast), 86° - 87° (dark roast).
Opsi lain, jika tidak punya termometer, kita bisa mengakalinya dengan menunggu sekitar 1 menit setelah air mendidih, baru menuangkannya ke gelas kopi.
4. FRESHNESS (Kesegaran)
Hal keempat yang menentukan rasa kopi saat diseduh adalah kesegaran kopi itu sendiri. Kopi yang sudah tidak segar juga akan membuat rasanya kurang enak. Hal ini erat hubungannya dengan penyimpanan kopi sebelum diseduh, seperti yang sudah pernah saya ulas di posting “Fungsi flavor lock”.
“Hindarkan kopi dari oksigen, cahaya, panas, dan kelembapan berlebih. Selain itu, kopi sebaiknya juga disimpan dalam bentuk biji agar lebih tahan lama. Setelah dibuka dari bungkusnya, kopi sebaiknya dihabiskan paling lama dalam waktu 7 hari”, jelas Ardiyan.
Tetiba terbesit dipikiran saya, oh itulah makanya berat netto kemasan kopi di Starbucks disamarataken 250gr. Agar penikmat kopi bisa menghabiskan waktu dalam seminggu saja. Bener nggak? Bisa aje yekan dikemas 50kg tapi rasanya jadi nggak karuan. *sotoyy xixi
"Kopi yang sudah dibuka dari package- nya akan terpapar kelembapan dan terkena udara sehingga rasanya berubah," tambah Ardiyan.
Bila disimpan dalam wadah seperti termos, rasa kopi akan tetap segar selama sekitar 30 menit, dan berubah setelahnya. Juga, kopi yang dipanaskan kembali tentu tidak akan memiliki rasa yang sama dengan saat ia disajikan pertama kali.
Jadi, sekarang udah tahu ya gaes jangan dipanaskan ulang "holly water"- nya biar tetap nikmat dan segar. :)
Baca juga :
● Cara Registrasi Starbucks Card
● Sikap Inspiratif Barista Starbucks
● Informasi pada kemasan kopi Starbucks
● Sejarah Kopi Starbucks
● Empat musuh kopi
● Cara Registrasi Starbucks Card
● Sikap Inspiratif Barista Starbucks
● Informasi pada kemasan kopi Starbucks
● Sejarah Kopi Starbucks
● Empat musuh kopi
Nah, bagi temans yang ingin belajar membuat kopi yang nikmat, sekaligus mengerti berbagai cara membuat kopi, dengan teknik yang berbeda. Saya merekomendasikan beli saja alat seduhnya di Starbucks terdekat.
Seperti : coffee press (french press), chemex, aero press, mini toddy (cold brew), dll. Harga di cek aje langsung ya gaes. Kualitasnya gak usah diragukan lagi.. hehe.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman pecinta kopi. Sampai disini dulu cuap-cuap kita malem ini. Terima kasih
See you on top gaes :)
Nite & GBU more. Bye..!!
Nite & GBU more. Bye..!!









0 komentar:
Posting Komentar
1. Relevan (Tidak Out of Topic).
2. Sopan, jangan meninggalkan komentar SPAM di blog saya.
3. Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA.
4. Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir.
Terima kasih atas perhatiannya!