Ngopi sadayana! 😎
Cerita inspirasi, "Makna menikmati secangkir kopi".
Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka dulu. Melihat para alumni tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, guru tersebut segera ke dapur dan mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda. Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca yang mahal, melamin sampai plastik murah.
Cerita inspirasi, "Makna menikmati secangkir kopi".
Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka dulu. Melihat para alumni tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, guru tersebut segera ke dapur dan mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda. Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca yang mahal, melamin sampai plastik murah.
Guru tersebut menyuruh
para alumni untuk mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi. Setelah setiap
alumni selesai mengisi cangkirnya dengan kopi, guru berkata :
"Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tidak menarik".
"Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tidak menarik".
"Memilih hal yang
terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak
mendapatkan cangkir yang bagus perasaan kalian mulai terganggu".
"Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain dan mulai membandingkannya. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya".
"Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain dan mulai membandingkannya. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya".
"Hidup kita
seperti kopi dalam analogi tersebut di atas, sedangkan cangkirnya adalah
pekerjaan, jabatan dan materi yang kita miliki. Jangan pernah membiarkan
cangkir mempengaruhi kopi yang kita nikmati. Cangkir bukanlah yang utama.
Kualitas kopi itulah yang terpenting".
"Jangan berpikir
bahwa materi yang melimpah, karier yang bagus dan pekerjaan maupun usaha yang
mapan merupakan jaminan kebahagiaan. Itu konsep yang keliru."
Kualitas hidup kita
ditentukan oleh "Apa yang ada di dalam" bukan "Apa yang kelihatan dari
luar". Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tidak merasakan
damai, sukacita dan kebahagiaan di dalam kehidupan kita?
Hal itu akan sangat menyedihkan, karena sama seperti kita menikmati kopi basi yang disajikan di sebuah cangkir kristal yang mewah dan mahal.
Hal itu akan sangat menyedihkan, karena sama seperti kita menikmati kopi basi yang disajikan di sebuah cangkir kristal yang mewah dan mahal.
Kunci menikmati kopi
bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya.
Mari kita menikmati secangkir kopi kehidupan yang berkualitas.
Terima kasih!
Terima kasih!


0 komentar:
Posting Komentar
1. Relevan (Tidak Out of Topic).
2. Sopan, jangan meninggalkan komentar SPAM di blog saya.
3. Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA.
4. Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir.
Terima kasih atas perhatiannya!